
Beberapa minggu sebelumnya, sehari setelah Kenshin pergi meninggalkan Sekte.
Di kediaman Ketua Sekte, terlihat Rai Ken yang tak sabar menunggu kedatangan Helio. Hingga beberapa saat kemudian Helio pun memasuki ruangan.
Sesaat Helio memasuki ruangan, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu Rai Ken langsung menghajar Helio. Hingga membuatnya terpental keluar kembali dari ruangannya.
Melihat hal itu para Tetua lain yang juga sedang tak jauh dari sana melihat kekacauan yang terjadi di kediamannya. Semua orang pun berkumpul sesaat setelah mendengar suara kekacauan di kediaman Ketua Sekte mereka.
Helio pun bangkit kembali. Sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya Helio berjalan mendekat.
"Kau tahu kan apa kesalahanmu, Helio..?" Tanya Rai Ken.
"Aku menyadari apa kesalahanku dan aku akan menerima setiap hukuman yang ingin kau beri-"
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Rai Ken langsung memberinya pukulan lagi. Ia pun kembali terpental ke luar. Membuatnya tak mampu berkata-kata.
"Kalau kau tahu kenapa kau malah menyuruhnya untuk meninggalkan Sekte? Jika ia memang harus pergi. Bukan berarti ia harus meninggalkan Sekte, setidaknya suruh dia menghadapku dan menyatakan alasannya. Dengan begitu aku mungkin bisa memberinya misi yang jelas sekaligus memberinya kesempatan untuk pergi ke tempat yang ingin ia tuju," Tanya Rai Ken dengan nada tinggi.
"Helio, apa kau benar-benar sudah tak mempercayaiku lagi..?" Tanya Rai Ken kecewa.
"Ketua, maafkan aku. Tapi aku tidak bisa melakukan apa yang kau jelaskan sebelumnya. Aku tidak tau apakah ia sedang diawasi atau tidak. Menurutku ini adalah pilihan terbaik untuknya dan membiarkannya pergi dengan status bukan lagi murid dari Sekte Kobaran Api Sejati juga, akan membantunya lebih mudah untuk melihat ibunya. Lagipula Kenshin, Kenshin sudah mempelajarinya," ujar Helio.
Seketika Rai Ken terdiam mendengar hal itu. Ia langsung tahu apa yang sedang Helio bicarakan.
"Kau tidak sedang berbohong padaku kan, Helio..?" Tanya Rai Ken memastikan.
Helio pun menggelengkan kepalanya. Ia juga menceritakan tentang pertemuan Kenshin dengan pamannya saat itu.
"Orang itu, benar-benar tidak bisa di duga gerak-geriknya. Kalau sudah begini memang tidak ada cara lain lagi. Tapi karena kau telah bersalah dan melanggar peraturan Sekte yakni membiarkan anggota Sekte pergi meninggalkan Sekte, aku akan tetap menghukumnu,"
"Mulai sekarang Tetua Aula Murid, Helio Utake akan dibebastugaskan sementara dari tugasnya sebagai Tetua Aula Murid dan akan pergi dalam perjalanan untuk membasmi perkemahan Goblin. Tetua Helio dilarang kembali sebelum menuntaskan misinya," ujar Rai Ken mengumumkannya di depan semua orang.
"Baik, Ketua," balas Helio.
"Apa..?!! Jadi Tetua Helio yang membiarkan putranya sendiri meninggalkan Sekte..?!!"
"Yang benar saja..?!! Lalu siapa yang akan menggantikan posisinya,"
"Ahh, jadi bukan penyusupnya. Kupikir ada penyusup yang mencari masalah di Kediaman Ketua Sekte,"
Semua orang yang saat itu sudah sampai di Kediaman Ketua Sekte pun menyaksikan dimana Ketua Sekte memberikan tugas pada Tetua Helio, untuk pergi dari Sekte dan memberantas perkemahan Goblin hingga selesai. Ditambah lagi Tetua mereka dilarang untuk kembali sebelum menyelesaikannya. Salah satu misi sulit yang bahkan untuk seorang Tetua sekalipun.
"Sebelumnya aku minta maaf. Hehehe,, aku kelepasan," ujar Rai Ken tak lupa meminta maaf.
"Tidak apa Ketua. Kalau begitu saya pamit undur diri," balas Helio.
"Ahh,, aku hampir lupa. Aku memang melarangmu kembali ke Sekte. Tapi aku harap kau datang di Turnamen Seni Bela Diri. Yang mana kemungkinan besar akan diundur satu bulan dari batas waktu yang ditentukan," ujar Rai Ken.
"Apa itu benar Ketua..?!!" Tanya para murid dan anggota sekte yang sudah berkumpul disana.
"Ya. Karena tragedi peperangan yang telah terjadi, kita telah mengalami banyak hal sulit dalam waktu 2 tahun. Kita perlu waktu untuk menyesuaikan diri kembali," ujar Rai Ken.
Helio pun mengangguk pelan. Sebelum pergi untuk menjalankan misi penebusan kesalahannya. Semua orang pun ikut pergi meninggalkan Kediaman Ketua Sekte.
Setelah Helio tak ada, Misaki tampak keluar dari pintu disampingnya. Rai Ken mencoba sebisa mungkin untuk tersenyum kepadanya.
"Berhentilah memaksakan diri untuk tersenyum. Kau tahu itu terlihat sangat tidak bagus," ujar Misaki sambil menggeleng pelan.
Rai Ken lalu menghela nafasnya pelan. Mengetahui istrinya tak dapat ia bohongi.
"Akhir-akhir ini aku merasa masalah semakin bertambah banyak. Padahal perang sudah usai," keluh Rai.
Misaki lalu mendekat dan duduk di sampingnya. Ia kemudian menarik salah satu telinga Rai Ken yang tengah mengeluh.
Menurutnya mana ada seseorang yang menjabat posisi Ketua Sekte begitu mudahnya mengeluh hanya karena permasalahan internal di dalam Sekte.
"Payah. Ketua Sekte macam apa yang bisa dengan mudahnya mengeluh seperti ini. Mana ada Ketua Sekte lain yang seperti ini," cibir Misaki.
"Aduduhhh. Sayang bisakah kau melepaskannya. Kupingku serasa mau lepas," pinta Rai Ken.
Misaki pun melepaskannya. Menuruti apa yang suaminya tersebut pinta.
"Setiap hari kau memikirkan setiap masalah yang ada. Namun kau sendiri terlihat tak mau menyelesaikan setiap masalah tersebut. Daripada kau terus mengeluh disini, lebih sekarang kau pergi ke aula rapat. Bukankah sebelumnya kau mengirimkan pesan rapat dengan para Tetua Aula hari ini?"
Rai Ken pun menepuk keningnya. Ia benar-benar lupa akan hal tersebut. Ia pun berpamitan kepada Misaki dan pergi ke aula rapat untuk menghadiri rapat bersama dengan para Tetua Sekte.
Sesampainya di Aula Sekte. Terlihat para Tetua yang lain sudah menunggu. Rai Ken pun tersenyum canggung menghadapi para Tetua Sekte yang sudah menunggunya.
"Tumben-tumbenan Ketua Sekte terlambat menghadiri rapat," ujar Tetua Aula Tempur, Zain Nekoshi.
"Huuhhh.... Dia sendiri yang mengundang kemari, ehh dianya sendiri yang telat menghadiri," ujar Tetua Aula Sumber Daya, Rena Timber.
"Maaf, maaf. Urusanku sebelumnya membuatku lupa akan rapat yang aku sendiri adakan," ujar Rai Ken.
"Lantas, apa yang ingin Ketua bahas, jangan bilang Ketua akan membicarakan tentang Turnamen Bela Diri yang diundur itu. Lalu kemana perginya Helio, kenapa ia tak menghadiri rapat ini. Agak aneh rasanya kalau dia terlambat mengikuti rapat," ujar Tetua Aula Hukum, Rize Onoki sambil melirik-lirik ke kanan kiri mencari keberadaan Helio Utake.
"Benar juga. Biasanya dia yang paling awal datang. Kenapa juga sekarang dia terlambat. Ketua Sekte apa ini karena mu sebelumnya? Apa kau benar-benar tidak menyuruhnya untuk mengikuti rapat ini terlebih dahulu?" Ucap Tetua Aula Artefak, Asila Ryu membenarkan.
__ADS_1
"Ketua, apakah perlu kita menunggunya terlebih dahulu...?" Tanya Tetua Aula Pelatihan, Dao Li.
"Tidak perlu. Helio saat ini sedang bersiap-siap untuk keberangkatannya. Dan juga ia pasti akan langsung berangkat setelah selesai menyiapkan semuanya," ujar Rai Ken.
Rai Ken pun bingung menanggapi pertanyaan tersebut. Karena sebelumnya ia hanya menyuruh para Tetua untuk berkumpul di aula segera. Tanpa memberi tahu mereka akan membahas mengenai apa.
Yang sebenarnya, rapat ini memang khusus ia adakan untuk membahas tentang Helio yang akan ia utus keluar. Karena telah membuat kesalahan dengan membiarkan Kenshin meninggalkan Sekte tanpa pengawasan dan izin darinya. Namun karena ia sebelumnya membuat keributan dan semua Tetua Sekte juga mengunjungi kediamannya dan melihat yang terjadi, ia jadi tak tahu harus membicarakan apa sekarang.
Rai Ken pun menghela nafasnya pelan. Sambil berpikir untuk menentukan tujuan dari rapat dadakan ini.
"Justru sebelumnya rapat ini diadakan untuk membahas mengenai Helio. Yang akan ku utus keluar melaksanakan hukuman penebusan. Karena telah membiarkan Kenshin meninggalkan Sekte tanpa seizinku. Namun karena kalian, para Tetua sudah melihat semuanya maka sekarang aku tak akan menjelaskannya lagi. Dan sekarang yang ingin ku bahas adalah mengenai kekosongan anggota Pentagram setelah Kenshin pergi meninggalkan kursinya. Kini aku ingin meminta saran kalian dalam melakukan seleksi untuk pengganti Kenshin," jelas Rai Ken.
"Ketua Sekte benar, Pentagram Api Sejati adalah keberadaan penting yang akan melindungi Sekte Kobaran Api Sejati di masa depan. Maka dari itu aku memutuskan untuk membicarakan hal ini pada rapat kali ini," ujar Zain Nekoshi menyetujui.
"Untuk hal ini aku mempunyai kandidat yang bagus. Bakat dan kemampuannya setidaknya tidak berada jauh dari anakku. Setidaknya aku yakin bahwa dia cukup pantas untuk hal ini. Bukankah begitu, Tetua Dao Li..?" ujar Asila Ryu.
"Tidak, tidak. Tetua Ryu pasti bercanda kan, mana mungkin putraku pantas untuk disandingkan dengan mereka berempat," balas Tetua Dao Li menyangkal ucapan Asila Ryu.
"Ayolah, Tetua Dao Li. Kau terlalu merendahkan dirimu dan putramu. Penguasaan dasar putramu bukan sudah mencapai tingkat tinggi sebelum mereka berempat mencapainya. Bagaimana mungkin anda bilang bahwa ia tidak pantas berada dengan anak-anak kami. Apa anda sedang mengejek kami..?!" Tanya Rize Onoki.
"Ehh,, Rize, bukan itu yang ia maksudkan," ucap Rena Timber berusaha menenangkannya.
"Meskipun penguasaan dasarnya benar-benar tingkat tinggi, namun ia masih kurang dalam pengalaman bertarung langsung. Sangat berbeda jauh dengan anak-anak kalian," ujar Dao Li.
Tetua Aula Tempur, Zain pun langsung membisikkan sesuatu kepadanya.
Rapat pun berlangsung cukup lama karena Tetua Aula Pelatihan, Dao Li yang selalu menolak keinginan para Tetua yang lain untuk mengangkat putranya. Namun setelah begitu lama kemudian, terpilihlah siapa yang akan mengisi kekosongan tersebut, yakni sesuai dengan apa yang Asila Ryu sarankan di awal yakni, Gao Li. Putra dari Tetua Aula Pelatihan Dao Li sebagai pengganti Kenshin dalam Pentagram Generasi Baru.
*****
Sebelum pergi Helio menyempatkan diri untuk pulang ke kediamannya. Ia mengambil peralatan serta barang-barang yang mungkin akan ia butuhkan selama perjalanannya. Seperti Pil obat, artefak, dan beberapa material.
Sesaat kemudian seseorang yang ditugaskan untuk menjaga kediamannya pun datang.
"Nie Yu. Aku titipkan kediamanku padamu. Jaga baik-baik selama aku pergi. Tangkap ini," pesan Helio sambil memberikan bingkisan kecil untuknya.
"Apa ini..?" Tanya Nie Yu sambil membuka bingkisan kecil tersebut. Matanya terbelalak melihat isi dari bingkisan tersebut.
"Ini...!!! Permata Harimau Merah Ganas...!!! Tetua apa kau yakin memberikan ini untukku...?" Tanya Nie Yu memastikan.
"Tentu saja untukmu. Lagipula benda itu tak terlalu berharga untuk ku. Benda itu sudah lama menyesakkan cincin penyimpanan ku. Lebih baik aku memberikannya untukmu," ujar Helio.
Nie Yu pun tak bisa menutupi rasa senangnya. Ia lalu berterima kasih kepada Helio atas pemberiannya tersebut. Kebetulan sekali ia memang tengah membutuhkan Roh Hewan yang lebih kuat dari milikinya saat ini.
Setelah memberikan Permata Harimau Merah Ganas, Helio pun pergi meninggalkan Sekte. Tak hanya para murid Sekte, terlihat orang-orang di Kota Api juga begitu menghormatinya. Semuanya menunduk hormat dan tersenyum menyapanya.
"Yah, begitulah. Meskipun perang telah usai. Tapi kelompok-kelompok kecil pihak musuh masih banyak yang berada di wilayah kita. Dan Ketua menugaskanku untuk membersihkan kelompok-kelompok tersebut," jelas Helio.
Kedua penjaga gerbang pun terbelalak kaget mendengarnya.
"Apa perlu seorang Tetua yang mengurus hal ini..? Bukankah kita tak kekurangan orang untuk membersihkan sisa-sisa mereka. Bukankah Sekte kita mempunyai banyak kultivator tingkat Guru dan Raja. Kenapa juga harus seorang Tetua yang tingkatannya jelas-jelas berada di tingkat Senior," ucap salah satu penjaga heran.
"Kita memang mempunyai banyak kultivator tingkat Jiwa sampai dengan tingkat Raja. Namun begitu, kita juga harus selalu bersiap dan siaga. Kita juga tidak tahu kapan dan dimana pihak musuh akan kembali menyerang," ucap Helio menjelaskannya kembali.
Para penjaga pun saling bertatapan. Menurutnya, ucapan Helio cukuplah masuk akal. Karena Sekte juga memang membutuhkan kekuatan besar dalam jumlah dekat. Sedangkan Sekte juga harus ikut mengirimkan kultivator. Dalam upaya pembersihan kelompok-kelompok kecil pihak musuh.
"Lagi pula aku hanyalah seorang Tetua Aula. Untuk masalah penjagaan Sekte masih ada 90 Tetua Api dan 5 Tetua Aula yang lainnya. Ditambah lagi ada 5 Pentagram yang sudah sedari awal bertugas dalam melindungi Sekte dari segala macam bahaya,"
"Ahh, setelah dipikir-pikir benar juga apa kata Tetua. Kalau begitu semoga berhasil, Tetua..!!" Ucap penjaga gerbang.
Selesai berbincang-bincang dengan para penjaga. Helio pun memulai perjalanannya dalam upaya menjalankan misi penebusan. Yang diberikan oleh Ketua Sekte untuknya.
***
Sekte Kobaran Api Sejati terdiri dari 100 Tetua Api yang terdiri dari 100 kultivator dengan Ranah Tetua Suci hingga Dewata Agung.
Namun suatu ketika Rai Ken memerintahkan 10 Tetua Api dan puluhan kultivator Ranah Suci dan Senior dalam sebuah misi menelusuri jejak peninggalan kultivator Ahli Surgawi. Naasnya kejadian tak terduga terjadi, mereka semua terbunuh ketika dalam menjalankan misi tersebut. Yang mana setelah diteliti rupanya mereka di sergap oleh pasukan Tian Lan.
Dan pada saat itulah 10 kursi Tetua Sekte pun kosong. Yang kemudian karena Sekte kekurangan kultivator lanjutan Rai Ken pun menunjuk 10 orang tersebut yang kultivasinya paling tinggi. Dibawah kultivasi terendah Tetua Api.
***
Esok harinya Kota Api pun di hebohkan dengan pengangkatan Shiro menjadi Ketua dari Pentagram generasi ke-11. Serta pelantikan Gao Li yang menggantikan peran Kenshin. Karena saat ini, Kenshin di beritakan tengah menjalani misi rahasia. Begitu Pula dengan ayahnya yang sedang menjalankan misi pembersihan sisa-sisa kelompok kecil pihak musuh.
Pesta pun berlangsung sekitar satu Minggu. Hingga kemudian, pesta berakhir sehari setelah kedatangan Taki Garaki, Tetua Aula Penyelidikan.
Sesaat ketika Taki Garaki memasuki kota Api, ia melihat ada bekas pesta yang begitu meriah di kota tersebut. Namun sayang ia tak sempat ikut serta dalam kesenangan tersebut.
Taki pun bergegas ke kediaman Ketua Sekte untuk melaporkan keberhasilan misinya. Taki yang tak mengetahui apa-apa bertanya kepada Ketua Sekte tentang apa saja yang telah terjadi saat ia tak ada.
"Huhhh, sayang sekali aku tak bisa mengikuti kesenangan pesta ini," ucapnya sambil menghembuskan nafas pelan.
*****
Catatan Surgawi
Kultivasi umum terdiri dari level 1-80. Atau biasa disebut sebagai Memahami Jalan Kultivasi.
__ADS_1
Gerbang (level 1-10),
Baru (level 11-20),
Petarung (level 21-30),
Jiwa (level 31-40),
Guru (level 41-50),
Raja (level 51-60),
Senior (level 61-70),
Suci (level 71-80).
Yang artinya, 1 level sama dengan 1 bintang.
Kultivasi Lanjutan terdiri dari level 81-200. Atau biasa di sebut Menuju Jalan Keabadian.
Sedangkan untuk 3 Ranah lanjutan yaitu ;
Tetua Suci (level 81-120),
Master Suci (level 121- 160),
Dewata Agung (level 161-200).
Yang artinya, 1 bintang setara dengan 8 level.
Kultivasi Ahli terdiri dari level 201-999. Yakni Menuntun Jalan Takdir Surgawi.
Dao Agung 201-400 level
Dao Master 401-600 level
Dao Leluhur 601-800 level
Dao Surgawi 801-999 level
Kultivasi Kaisar di level 1000. Sang Pemilik Jalan Takdir Surgawi.
Untuk tingkatan Hewan Ghaib, sama halnya dengan tingkatan kultivasi yakni ada 12 tingkat.
Tingkatan Peracik Obat, Penempa, Ahli Susunan, Peracik Racun, Budak Iblis, dan Setan Pembunuh. Dan juga Seni Surgawi, Pil Obat, Artefak, Racun, Tanda Iblis, dan Roh Iblis.
Rendah
Menengah
Tinggi
Epik
Ajaib
Legendaris
Dewa
Tingkat Penguasaan dasar
Rendah
Menengah
Tinggi
__ADS_1