Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa

Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa
Ch37 Jendral Nolan


__ADS_3

Asta pun pergi meninggalkan ruangan dengan membawa Kristal Katun Merah yang Manager berikan padanya.


"Ingat ini Asta, jangan pernah sekali-kali menyebutkan nama lengkapmu dimuka umum, cukup perkenalkan dirimu dengan nama Asta. Dan satu hal lagi sebelum kau menemui seorang Penempa jangan dulu keliaran di kota ini, cukup pergi untuk menemui Penempa dan perlihatkan ini. Setelahnya kau bebas berjalan-jalan di kota. Ambil ini..." Ujar Manager memberikan Kristal Katun Merah diikuti dengan Giok Penanda yang baru sebelumnya.


Asta pun berjalan menuju ruangan utama, disana Yuan Tiandu yang melihat ia berjalan meninggalkan ruangan Manager bergegas mendekatinya.


"Junior, apa kau sudah menemukan apa yang sedang kau cari?"


Asta pun memalingkan wajahnya kearah suara tersebut, terlihat Yuan Tiandu mendatanginya dengan wajah cerah penuh senyum ramah.


"Awalnya aku kemari tidak untuk mencari apa-apa, akan tetapi Manager menyuruhku keluar untuk mencari salah seorang Penempa di kota ini," jelasnya.


"Jadi begitu ya, junior tenang saja aku mengenal salah seorang Penempa yang terkenal akan kehebatannya di seluruh wilayah Kekaisaran Arkhan. Saat ini ia juga sedang berada kota untuk mengikuti sesi pelelangan yang akan diadakan Manager malam ini. Ia adalah Penempa yang selalu pergi berkeliling untuk menawarkan jasa Penempaan Artefak, aku bisa membawamu kepadanya saat ini juga jika junior benar-benar mencari seorang Penempa,"ujarnya menawarkan bantuan.


"Jika senior mengatakan kemampuannya sehebar itu apa boleh buat, kalau begitu junior ini akan merepotkan senior lagi kali ini," jawab Asta menerima tawaran tersebut sambil tersenyum, setidaknya ia tak perlu bepergian keliling kota untuk mencari seorang Penempa.


"Baiklah, mari ikuti aku menemui Penempa itu," ajak Yuan Tiandu.


Dengan bantuan yang datang dari sosok seperti Yuan Tiandu, Asta pun pergi ke tempat seorang Penempa. Asta merasa yakin sebelumnya telah mencoba menganalisis kekuatan Yuan Tiandu, yang mana ia hampir setara dengan Pak Helio. Jika sosok sekuat dia saja sampai memujinya, tak ada salahnya menerima bantuan dari Yuan Tiandu sekali lagi.


Sepanjang perjalanan Yuan Tiandu menanyakan hal-hal mengenai kultivasi, seperti semenjak kapan ia mulai berlatih dan karena apa ia memilih untuk menjadi kultivator.


'Lagipula Manager hanya melarangku untuk menyebutkan namaku bukan melarangku untuk menceritakan masa laluku, lagipula senior Yuan juga sudah mengetahui namaku sebelumnya,'


Menjawab pertanyaan yang Yuan Tiandu berikan Asta mulai menceritakan kembali kisah lamanya, berawal dari ia mendapatkan informasi mengenai hilangnya kedua orangtuanya. Yang mana ternyata merupakan informasi palsu yang sengaja di rancang untuknya agar tak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Hal itu terjadi pada saat ia berumur 7 tahun, tepatnya pada 3 tahun yang lalu. Secara tidak langsung Asta menyebutkan usia aslinya saat ini.


"Apa benar junior masih semuda itu?! Kupikir junior beberapa tahun lebih tua dari itu," ucapnya terkejut mendengarnya berbicara tak langsung mengenai usianya, yakni baru saja menginjak 10 tahun saat ini.


Yuan Tiandu awalnya berpikir Asta setidaknya berusia belasan tahun mengingat kultivasinya yang begitu tinggi. Yuan Tiandu pun teringat kembali dengan sosok Jenius Spiritualis digenerasinya, yang juga memenangkan Turnamen Seni Bela Diri sebelumnya, sosok yang sekarang dijuluki sebagai Kaisar Kecil.


Setelah mengingat kembali Yuan mulai berpikir apakah di zaman sekarang sudah menjadi kewajaran seorang anak berusia 10 tahun mencapai Ranah Guru.


"Heemm, usiaku memang baru sekitar 10 tahun, jika senior tak percaya senior bisa memeriksanya melalui kerangka tulang ku..." ujar Asta menyodorkan tangannya.


"Ehhh tapi aku sudah menyelesaikan penguasaan ragaku hingga ke tingkat tinggi, kerangka tulangku juga sudah pasti berubah," ujarnya lagi sambil terkekeh.


"Pfffttt.. Hahahahaa,"


"Ehhhhhh?! Senior kenapa tertawa," ucapnya heran.


"Maaf, maaf, tapi cara kerja pemeriksaan usia melalui metode kerangka tulang tidak berfokus pada bentuk atau kekuatan tulang, tetapi pada usia tulang itu sendiri. Jadi tidak masalah meskipun kau telah memperkuatnya karena usia tulang akan tetap pada aslinya," ujar Yuan menjelaskan mengenai metode pemeriksaan usia melalui tulang.


Asta pun hanya bisa tersenyum malu mendengarnya. Yuan tak mengira di balik kultivasinya yang tinggi di usia yang masih sangat muda, ternyata Asta mempunyai ketidaktahuan akan hal-hal sederhana seperti itu.


Memang tak logis jika seorang kultivator Ranah Guru tidak mengetahui hal sesederhana pemeriksaan usia melalui tulang, namun melihat raut wajah dan reaksinya Yuan hanya bisa yakin bahwa ia tak berbohong padanya.


Yuan pun kembali meminta Asta agar melanjutkan ceritanya karena ia sekarang benar-benar penasaran bagaimana bisa Asta sepolos itu.


Dan seperti yang telah Asta lalui sampai sekarang, ia menceritakan tentang pilihannya untuk meninggalkan rumah disaat ia baru menginjak Ranah Jiwa yang pada akhirnya membawanya dalam pelatihan tertutupnya selama beberapa bulan di Lembah Neraka.


Dalam latihannya Asta menjelaskan hal itu berfokus pada meningkatkan Penguasaan Dasarnya dan untuk kesempatan menerobos ke Ranah Guru ia sendiri mendapatkannya tak sengaja, karena gurunya yang memang melatihnya dengan keras dan sungguh-sungguh.


Memang banyak hal yang tak Asta ceritakan karena Asta pikir mungkin sebaiknya tidak ia jelaskan, seperti lokasi tempat tinggalnya, siapa Roh Hewannya dan juga tentang Kitab Dewa Api Kegelapan.


Sungguh nekat! Begitulah yang terpikirkan di kepala Yuan Tiandu saat ini, bagaimana bisa seorang anak kecil berusia 10 tahun mempunyai keinginan pergi menjelajah ke dunia luar disaat keadaan Kekaisaran yang sedang riuh saat itu. Menurutnya ketidaktahuan Asta itulah yang mungkin menyebabkannya begitu ingin pergi berkelana dengan bebas.


Ditambah Lembah Neraka sendiri bukanlah tempat sembarangan yang bisa dimasuki oleh siapa saja, dikarenakan tempat tersebut merupakan salah satu tempat terlarang di Kekaisaran Arkhan. Lembah Neraka merupakan tempat dimana disegelnya suatu entitas yang sangat kuat dan berbahaya, namun dengan polosnya Asta malah mengunjunginya.


Namun entah karena ketidaktahuannya itu atau mungkin kepolosannya itu yang membawanya ke tempat tersebut, ia jadi bisa bertemu dengan seseorang hebat yang kemudian menjadi gurunya. Yuan Tiandu teringat kembali kabar angin sosok kuat yang berhasil menjinakkan Zaru hingga menjadikannya peliharaan. Ia pikir sosok itulah yang sekarang menjadi gurunya.


"Junior, sebenarnya aku tertarik untuk mengajakmu bergabung dengan keluargaku, kau mempunyai kemampuan yang tinggi untuk itu. Aku berniat untuk membawamu mengikuti Turnamen Seni Bela Diri yang diadakan Kekaisaran, dengan bantuan keluargaku kau bisa berpartisipasi dalam ajang bakat ini. Asal kau tahu keluargaku merupakan salah satu Keluarga Besar di Kekaisaran Arkhan," ujarnya dengan antusias menjelaskan tentang keluarganya.


"Senior sangatlah baik padaku akan tetapi aku harus meminta maaf untuk itu, aku memang tertarik untuk bergabung dengan keluarga senior namun saat ini aku sudah tergabung dengan kelompok lain, yang mana aku juga akan berpartisipasi mewakilinya. Guruku memberikan ku opsi untuk memilih kelompok ini, termasuk kenapa aku jauh-jauh ke kota ini untuk menemui Manager," jelas Asta.

__ADS_1


"Junior, maksudmu kau menjadi bagian dari Asosiasi?" Tanya Yuan Tiandu.


"Heemm, itulah alasan mengapa aku mencarinya. Aku sendiri cukup terkejut saat mengetahui bahwa Manager merupakan salah seorang kenalan guruku di masa lalu," jawab Asta.


Kini Yuan Tiandu pun semakin yakin dengan kabar angin itu, tak hanya memiliki kekuatan yang tinggi sehingga mampu menundukkan Zaru, setidaknya sosok itu merupakan seseorang yang berumur ratusan tahun jika memang ia kenalan lama Manager jika mengingat usia Manager sekarang saja sekitar 4 abad.


"Hahahaha, jika memang begitu baguslah. Asosiasi sendiri merupakan Kelompok Netral terbesar saat ini, jika seorang jenius seperti junior bergabung ke dalam Asosiasi setidaknya masa depan junior akan lebih terjamin. Dibandingkan dengan reputasi Manager Row keluargaku masih cukup jauh dari pada cukup, tentu aku takkan berani merebut junior dari Manager," ujarnya lalu tertawa.


Tak terasa beberapa waktu sudah berlalu ketika mereka asik berbincang, mereka pun akhirnya sampai di kediaman sang Master Penempa yang sebelumnya Yuan Tiandu ceritakan.


Di atas gerbang masuk Kediaman tergantung sebuah papan nama yang tertuliskan nama dari sang master Penempa tersebut, Master Senpu.


"Inilah kediaman dari seorang master Penempa yang ku ceritakan padamu sebelumnya, ini memang kediamannya namun Master Senpu tak benar-benar selalu berada di sini seperti yang ku jelaskan ia selalu pergi berkeliling," setelah sampai di gerbang masuk para penjaga yang melihat kedatangan Yuan Tiandu langsung memberi hormat dan membiarkannya masuk.


"Master Senpu ini benar-benar sesuai akan reputasinya, bahkan kediaman sampai seramai ini,"ujar Asta melihat begitu banyak sekali orang yang sedang mengantri hanya untuk bisa bertemu dengan Master Senpu.


"Hahahaha... Tentu saja akan seramai ini, kau lihat itu kan.." tunjuk Yuan Tiandu pada lencana berlogo palu yang dipakai orang-orang tersebut.


"Mereka yang memakai lencana itu merupakan orang-orang yang setidaknya adalah Penempa tingkat 1, alasan mengapa mereka kemari tidak lain dan tak bukan hanya sekedar untuk meminta arahan dari Master Senpu terhadap proses penempaan," ujar Yuan Tiandu melanjutkan ucapannya.


"Tapi Senior, mengapa itu berbeda-beda warnanya? Apa itu tergantung pada warna kesukaan orang tersebut?" Tanya Asta dengan polosnya.


"Bukan begitu tapi lebih tepatnya itu untuk menunjukkan tingkat perkembangannya pada orang lain..." dengan sejelas-jelasnya Yuan pun mulai menjelaskan level dari setiap warna tersebut.


***


Lencana Penempa memiliki 7 warna yang berdasarkan pada tingkat seorang Penempa maupun Peracik itu sendiri, yang mana di berikan oleh Serikat Penempa pada seseorang yang mempelajari Penempaan setelah mengikuti ujian Penempaan di Serikat Penempa.


Tingkatan seorang Penempa sendiri ditentukan dari seberapa tinggi tingkatan Artefak yang bisa dibuat dan pihak Serikat akan memberikan Lencana Penempa sesuai dengan tingkatan Artefak tertinggi yang bisa di buat oleh master Penempa.


Hal ini tak hanya terdapat dalam dunia Pemurnian Artefak saja, dalam dunia Peracikan Obat juga terdapat pemberian Lencana Peracik.


1) Lencana Putih Bersih, Penempa/Peracik tingkat 1.


2) Lencana Biru Laut, Penempa/Peracik tingkat 2.


3) Lencana Hijau Daun, Penempa/Peracik tingkat 3.


4) Lencana Kuning Mentari, Penempa/Peracik tingkat 4.


6) Lencana Ungu Gelap, Penempa/Peracik tingkat 6.


7) Lencana Hitam, Penempa/Peracik tingkat 7.


Untuk Lencana Hitam agak berbeda cara mendapatkannya dibandingkan dengan 6 lencana di bawahnya, yang mana Penempa/Peracik hanya perlu menciptakan Artefak ataupun Pil Obat tingkat 6. Tak perlu Artefak Roh, ataupun Pil Suci.


Sedangkan persyaratan untuk mendapatkan lencana hitam, seorang Penempa harus bisa menciptakan Artefak Roh tingkat 7, sedangkan Peracik harus bisa menciptakan Pil Suci tingkat 7 jika untuk bisa mendapatkan lencana hitam tersebut.


***


"Lencana ungu gelap adalah yang dimiliki oleh Master Senpu saat ini, meskipun sebenarnya Master Senpu cukup mampu membuat Artefak biasa tingkat 7, tapi Master Senpu belum cukup mampu untuk menciptakan Artefak Roh tingkat 7. Namun begitu tetap saja ia merupakan seorang Ahli yang hebat," ujar Yuan memberitahukan lencana yang dimiliki Master Senpu saat ini.


Disaat mereka masih berbincang tentang Lencana Penempa terlihat dua orang lelaki yang tampak kesulitan dalam mengatur serta mengendalikan antrian tersebut, mereka hanya terlihat sedikit beberapa tahun lebih tua dari Asta.


"Bisakah para tuan-tuan bersikap tenang, Master sedang dalam pemurnian artefak..!! Untuk yang ingin meminta arahan Master silahkan berkumpul di sebelah sini..!!! Master akan keluar beberapa waktu lagi...!!"


"Tuan-tuan mohon tenang..!!! Master sedang melakukan pemurnian artefak, untuk para tuan-tuan yang ingin mendapatkan pelayanan Master silahkan memisahkan diri dan mengantri disebelah sini...!!!"


Lelaki itu terus-menerus meneriakkan kata-kata yang sama untuk berusaha menenangkan antrian panjang tersebut.


"Ada apa dengan orang-orang itu? Bukankah mereka tak perlu sampai merusuh seperti itu, apakah mungkin setiap seorang Penempa mempunyai jadwal waktunya sendiri?" Tanya Asta.


"Ya kurang lebih seperti itu, seorang Penempa membutuhkan waktu dalam melakukan pemurnian artefak. Apalagi jika itu artefak roh, sebab karena itu kebanyakan Master Penempa membatasi seberapa banyak permintaan yang bisa ia penuhi setiap harinya," jelas Yuan Tiandu menjelaskannya.

__ADS_1


"Ahh jadi begitu, kalau begitu ayo kita juga harus cepat sebelum kita kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Master Senpu itu," ajak Asta lalu menariknya untuk ikut mengantri.


"Tidak-tidak kita tidak bisa mengikuti antrian panjang tersebut ikuti aku..." ketimbang mengikuti antrian panjang itu Yuan membawanya menuju pintu sisi lain dari samping kediaman Master Senpu.


Namun disana ada seseorang dengan caping yang menutupi wajahnya, ia tampak sedang duduk menyender tepat di depan pintu sambil memejamkan matanya seolah-olah sedang tertidur. Asta pun bertanya pada Yuan mengenai siapa lelaki tersebut.


"Senior, siapa pria itu..?" Tanya Asta.


"Jendral Nolan, ia merupakan seorang penjaga Master Senpu, sosok yang akan kita temui," ucap Yuan memberitahunya.


Yuan pun segera mengajaknya masuk, namun disaat mereka melewati Jendral Nolan hanya Yuan Tiandu yang tampaknya di ijinkan masuk. Sedangkan Asta terhenti ditempat dikarenakan sebuah tekanan yang menahannya.


"Cukup jarang keluarga Tiandu mengunjungi kami jadi ada apa kali ini. Apakah untuk pembicaraan formal atau sekedar untuk permintaan pemurnian artefak," ucap Jendral Nolan yang ternyata tidak tidur sama sekali.


"Jendral bisakah kau tak melakukan itu kepadanya, takutnya aku bahkan tak bisa menolongmu sama sekali nantinya,"ujar Yuan meminta Jendral Nolan agar melepaskan Asta.


"Aku tidak bisa membiarkan nama Master Senpu tercoreng dengan asal membiarkan seseorang masuk melalui pintu pribadi tanpa halangan apapun. Jika dia ingin menggunakan jalan ini maka ia harus melewati ujian yang kuberi," jelas Jendral Nolan.


"Senior Yuan, Senior tidak perlu khawatir soal ini. Hal seperti ini masih belum seberapa dibandingkan dengan apa yang telah ku lalui, aku mampu mengatasinya dengan kemampuanku tanpa perlu repot-repot mengaktifkan Esensi Rohku atau guru akan menghukumku," seru Asta melihat Yuan yang menyentuh gagang pedangnya.


"Baiklah kalau begitu," balas Yuan tak jadi menarik pedangnya.


"Hei Nak, bakatmu lumayan mampu tetap berdiri dibawah auraku, tapi dengan ranahmu sekarang apa kau yakin mampu bertahan jika aku mengeluarkan kekuatan penuh auraku, bagaimanapun juga aku adalah Pendekar puncak Ranah Suci," ujarnya meremehkan.


"Nolan..!!!" Bentak Yuan.


"Senior, bukankah sudah ku bilang aku baik-baik saja. Dengan kekuatan penuhnya pun aku tak akan jatuh membungkuk padanya," ujar Asta.


Melihat Asta yang begitu yakin dengan kemampuannya sendiri apa boleh buat, Yuan hanya bisa menghela nafasnya pelan melihat keyakinan Asta yang begitu kuat.


"Nak, kau begitu memandang tinggi kultivasi Ranah Gurumu, aku akan menyadarkanmu bahwa tanah selamanya tak akan bisa menyentuh langit..!!" ujar Jendral Nolan lalu meningkatkan penekanan auranya.


"Jika begitu aku hanya perlu menarik langit itu dan menjatuhkannya ke tanah..!!! Tekhnik Area, Domain Dewa Api Kegelapan..!!!"


"Ukhh-!! Uhuk-! Uhuk-!" Jendral Nolan seketika mengeluarkan batuk darah merasakan Lautan Qi nya kacau, tatapannya seketika berubah padanya.


'Tekhnik ini benar-benar sangat sulit dikendalikan dengan kekuatanku saat ini, tak hanya itu tekhnik ini benar-benar menghabiskan seluruh spirit dan jiwaku dan itu aku hanya bisa melakukannya selama satu detik,' gumam Asta didalam hati, Asta pun langsung menelan pil yang ia dapat memulihkan kondisinya kembali.


***


Catatan Surgawi


***


Lencana Penempa memiliki 7 warna yang berdasarkan pada tingkat seorang Penempa maupun Peracik itu sendiri, yang mana di berikan oleh Serikat Penempa pada seseorang yang mempelajari Penempaan setelah mengikuti ujian Penempaan di Serikat Penempa.


Tingkatan seorang Penempa sendiri ditentukan dari seberapa tinggi tingkatan Artefak yang bisa dibuat dan pihak Serikat akan memberikan Lencana Penempa sesuai dengan tingkatan Artefak tertinggi yang bisa di buat oleh master Penempa.


Hal ini tak hanya terdapat dalam dunia Pemurnian Artefak saja, dalam dunia Peracikan Obat juga terdapat pemberian Lencana Peracik.


1) Lencana Putih Bersih, Penempa/Peracik tingkat 1.


2) Lencana Biru Laut, Penempa/Peracik tingkat 2.


3) Lencana Hijau Daun, Penempa/Peracik tingkat 3.


4) Lencana Kuning Mentari, Penempa/Peracik tingkat 4.


6) Lencana Ungu Gelap, Penempa/Peracik tingkat 6.


7) Lencana Hitam, Penempa/Peracik tingkat 7.


Untuk Lencana Hitam agak berbeda cara mendapatkannya dibandingkan dengan 6 lencana di bawahnya, yang mana Penempa/Peracik hanya perlu menciptakan Artefak ataupun Pil Obat tingkat 6. Tak perlu Artefak Roh, ataupun Pil Suci.

__ADS_1


Sedangkan persyaratan untuk mendapatkan lencana hitam, seorang Penempa harus bisa menciptakan Artefak Roh tingkat 7, sedangkan Peracik harus bisa menciptakan Pil Suci tingkat 7 jika untuk bisa mendapatkan lencana hitam tersebut.


__ADS_2