Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa

Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa
Ch69 Memperbaiki Kegagalan


__ADS_3

Ditempat lain, Benteng Pertahanan Utara.


“Sebenarnya apa yang ketiga pemimpin Negara Lembah Terkutuk memutuskan untuk menyerang kita?”


Peperangan telah berakhir dengan kemenangan di tangan padukan kekaisaran yang dipimpin langsung oleh sang Kaisar sendiri, namun hati Manager Row masih saja merasa tidak nyaman dengan kemenangan singkat itu.


Negara Lembah Terkutuk hanya memiliki luas wilayah sebesar Negeri Bulan Beku dan memiliki kekuatan yang lumayan besar, tapi seharusnya mereka sadar jika kekaisaran memiliki kekuatan yang lebih besar berkali-kali lipat dari pasukan mereka.


“Motif mereka benar-benar membingungkan mana mungkin mereka ingin menguasai kekaisaran hanya dengan satu juta pasukan?” Arkhan sama bingungnya.


Hao Ryun terdiam memandang ke arah timur dimana Pegunungan Negeri Terlantar berada seharusnya.


“Sudah datang..” Hao Ryun bergumam pelan.


Sontak Manager dan Kaisar langsung berpaling ke arah tersebut dan benar saja dari kejauhan terlihat asap yang membumbung tinggi memenuhi langit.


Sekitar 2 juta pasukan menyerbu dari arah timur dengan kecepatan tinggi, dalam setengah jam kemudian pasukan tersebut akan sampai di tempat tersebut.


“Sudah kubilang membiarkan mereka hidup sama saja memelihara seekor ular berbahaya,” Hao Ryun bersiap dengan lima pedangnya.


Kaisar Arkhan mengangkat tombaknya kembali sedangkan Manager yang merupakan kultivator dengan esensi roh tabung dimensi bersiap menggunakan kemampuannya untuk memberikan beberapa waktu agar mereka bersiap.


“Tekhnik Roh, Benteng Dimensi”


Manager Row mengaktifkan esensi rohnya dan menciptakan bentang tak kasat mata untuk melindungi mereka, para pasukan bersiap dengan senjata mereka untuk kembali berperang.


“Tian Wei..!!! Keluar kau pengecut...!!!!” teriak Hao Ryun memimpin pasukan untuk memberikan serangan pembukaan.


-----


“Kakek apa kau sekarang baik-baik saja?” tanya Rosalina.


“Tenang saja, kakek bahkan lebih sehat daripada biasanya,” jawab demon dengan tubuh kekar tersebut, Tian Wei.


“Hari ini adalah hari dimana kejayaan Kekaisaran Arkhan selama bertahun-tahun lamanya runtuh,” Tian Lan tersenyum sinis.


“Tentu saja,” jawab Tian Wei ikut tersenyum dan lalu tertawa lebar.


Ditengah-tengah perbincangan ayah dan anak tersebut suara lantang teriakan perang sudah dimulai.


“Tian Wei..!!! Keluar kau pengecut...!!!!”


Tawa Tian Wei seketika terdiam saat itu juga, wajahnya menjadi murka daripada sebelumnya.


“Keparat..!!!” Tian Wei langsung melompat ke arah depan pasukan.


“Siapapun kau aku takkan segan menghancurkanmu tak bersisa...!!!” Tian Wei mendarat di depan penghalang buatan Row, ia mengepalkan tangan dan memukul penghalang tersebut.


Pukulannya menggetarkan penghalang tersebut namun demikian Tian Wei juga terpental sedikit kebelakang.


Dari dalam penghalang tersebut Hao Ryun melompat keluar dan memberikan beberapa serangan, “si tua Wei kau ternyata masih belum mati karena luka waktu itu,” ujarnya.


Tian Wei sedikit tersentak mendengar suara yang ia kenali tersebut,“Nak ternyata itu kau ku pikir siapa, kau kemanakan dua pedangmu yang lain..?” tanya Wei sambil tersenyum meremehkan.


“Yang lain? Tentu saja aku berikan pada generasi muda yang menjanjikan,” jawabnya singkat tak berhenti memberikan serangan.


Benturan energi yang dipancarkan dari aura Hao Ryun melawan Tian Wei menyebabkan gelombang energi yang sangat besar, beberapa orang langsung terhempas sesaat mereka mulai bertarung.


“Ini adalah kesalahan kalian sendiri yang memilih tak membunuhku puluhan tahun lalu,” ujarnya tersenyum,“Saudaramu memang seseorang yang sangat baik, aku mengagumi kebaikannya daripada dirimu,”


“Jika kau banyak bicara kau akan terbunuh olehku loh,”balasnya mengejek.


“Mulutmu selalu tajam seperti biasanya, tapi karena itulah aku lebih tertarik untuk membunuhmu disini dan menyusul mastermu ke alam baka,” Tian Wei mengeluarkan goloknya menghadapi Hao Ryun yang bertarung dengan 5 pedang tersebut.


Penghalang yang dibuat Manager ternyata sangat kuat dan sulit dihancurkan sehingga membutuhkan waktu lama untuk pasukan musuh menyerang, sedang dari dalam benteng tersebut pasukan kekaisaran bisa memberikan serangan-serangan keluar.


“Kekuatan yang begitu kokoh dan kuat aku yakin ini adalah tekhnik yang digunakan oleh bocah Row,” tebak Tian Wei, “Tak ku sangka kalian tiga bocah Dao Master yang dulu bekerja sama mengalahkan ku sekarang adalah anak-anak Dao Leluhur,”


“Wei kau terlalu banyak bicara kau pikir aku takkan mampu membunuhmu,”remeh Hao Ryun.

__ADS_1


“Tentu saja kau takkan bisa terlebih hanya dengan lima pedang saja,”


“Transformasi, Darah Iblis"


Tian Wei bertransformasi ke bentuk roh hewannya yang mana merupakan Iblis Neraka, Hao Ryun terpukul mundur oleh serangan golok Tian Wei yang tiba-tiba menguat.


Wujud dan penampilan Tian Wei yang sebelumnya saja sangat menakutkan sekarang setelah ia bertransformasi menjadi Iblis Neraka penampilannya benar-benar membuat kultivator ahli surgawi pun merinding. Tak aneh Iblis Neraka adalah salah satu dari 11 Ras Hewan Kuno Benua Atalist.


Hao Ryun tentu tak terus-menerus menahan kekuatannya, ia juga mengaktifkan 3 transformasinya sekaligus namun tak seperti kebanyakan orang Hao Ryun mengaktifkannya pada pedangnya.


Sosok besar dengan tinggi puluhan meter terjatuh dari atas langit menghancurkan benteng ciptaan Manager Row.


“Tuan Wei senang bisa bekerjasama denganmu lagi setelah puluhan tahun sudah berlalu,”


Tian Wei tersenyum padanya,“Sudah saatnya kita memenangkan pertarungan yang tertunda ini,”ujarnya pada sosok tersebut yang tak lain adalah roh hewannya, Iblis Neraka.


Hao Ryun tentu takkan diam begitu saja membiarkan sosok tersebut bermain-main dengan pasukan kekaisaran, ia bersiul memanggil 3 Elang Kembar Sejati sebagai roh hewannya yang juga sama-sama Roh Hewan Kuno.


“Senang bisa bertarung bersama denganmu lagi, tuan,” ujar mereka bersamaan.


“Kalian bertiga bantu aku menahannya,” perintah Hao Ryun.


Ditengah-tengah pertarungan tersebut Kaisar Arkhan dan Manager Row muncul membantu, mereka berdua muncul dalam keadaan sudah bertransformasi.


“Kawan aku mengandalkanmu..!!!” teriak Kaisar Arkhan pada roh hewannya, Beruang Bertanduk.


“Tentu saja,” Beruang tersebut berubah menjadi besar sebesar Iblis Neraka tersebut dan bertarung melawannya bersama dengan 3 Elang Sejati Hao Ryun yang kemudian disusul oleh Harimau Mata Merah milik Row.


“Buktikan kalau kau adalah raja....!!!” teriak Row.


“Kau bisa mempercayaiku,”


Dengan begitu Iblis Neraka tersebut ditekan oleh Beruang Bertanduk, Harimau Mata Merah juga tiga Elang Sejati yang terus menyerangnya tanpa henti.


Tian Wei bukannya takut ia malah tersenyum tenang penuh percaya diri, “Pasukanku..!!! Panggil Roh Hewan kalian...!!!! Kita ratakan sekaligus Kekaisaran Arkhan..!!! Sudah saatnya kita yang memimpin kekaisaran ini...!!!!” perintah Tian Wei dengan lantang.


Mereka bertiga tentu saja berdecak terkejut mendengar hal tersebut.


-----


Kembali lagi dimana Asta berada bersama gurunya, Ace dan Zaru.


“Hahahahaha...!!! Aku tak pernah melihat seorang peracik obat yang meledakkan tungkunya beberapa kali sepertimu,” cibir Zaru sembari tertawa, sedangkan Ace tak henti-hentinya terus tertawa.


“Diam!!” teriak Asta kesal.


Setelah itu Asta pun mencoba kembali peracikannya dan setelah beberapa saat ia pun berhasil namun pil yang ia ciptakan masih saja belum mendapatkan pil dengan efektivitas seratus persen, hanya bisa mendapat pil dengan efektivitas seperempat persen dari aslinya.


Ace dan Zaru kembali menertawakan kegagalannya tersebut, sembari mendengus kesal Asta beranjak pergi dan menghentikan latihannya.


Asta duduk di salah satu tempat di sana merenungi kegagalannya, ia mencoba mencari tahu apa yang menyebabkannya gagal berulang kali padahal ia sudah benar-benar melakukan apa yang gurunya arahkan.


“Sebenarnya dimana letak kesalahanku?” batin Asta bertanya-tanya.


Asta memandangi batu berlubang yang mana dilewati air terjun, ia berpikir siapa yang menempatkan batu berlubang itu di sana mengapa lubangnya pas sekali dengan debit air terjunnya.


Dalam pikirannya ia terpikir untuk menutup lubangnya dengan sebuah batu yang lebih besar, ia pun melompat turun ke bawah. Flares tak menghentikannya dan membiarkannya begitu saja untuk merenungi kegagalannya tersebut.


“Seorang Master hebat adalah mereka yang menemukan kegagalannya sendiri dan memperbaikinya kembali menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” gumam Flares pelan.


Keesokan harinya Flares hanya menyuruh Asta untuk memburu beberapa hewan ghaib di sungai tersebut untuk mereka makan, setelahnya ia pun membiarkan Asta kembali melakukan apa yang ingin ia lakukan.


“Zaru jangan mengganggunya, ini adalah kesempatannya untuk belajar dari kesalahannya, kau juga,” perintah Flares pada Ace dan Zaru, mereka mengangguk dan pergi.


Asta pun kembali melihat ke bawah air terjun, batu yang sebelumnya ia tempatkan sedikit mengalami perubahan pada bagian atasnya.


Asta kembali pada gurunya dan bertahan kapan mereka akan melanjutkan perjalanan ke Lembah Negeri Batu.


“Sebenarnya tujuan guru mengajakmu ke Lembah Negeri Batu adalah untuk mendapatkan sebuah bahan yang akan kamu gunakan untuk membentuk tubuh guru, kita tidak perlu terburu-buru ke sana lagian tempat ini juga mengandung obat-obatan yang berlimpah. Kita bisa menggunakan tempat ini untukmu berlatih dan mendalami Kitab Dewa Api Kegelapan dan juga Kitab Peremuk Jiwa dengan sempurna,” ujar Flares menjelaskan.

__ADS_1


Asta pun mengangguk mengerti, “Guru sebelum itu aku ingin meminta beberapa waktu...”


“Guru mengerti. Guru akan membiarkanmu kali ini untuk merenungi apa yang membuatmu gagal. Sebelum kau menyadarinya guru tak akan memberitahumu apapun mengenai peracikan, hal ini demi kemajuanmu sendiri,” potong Flares.


“Terima kasih, Guru!”


Beberapa hari kemudian setelah Asta menempatkan batu dibawah air terjun ia kembali mengecek apakah ada perubahan pada batu tersebut, apakah lubang itu tercipta oleh air terjun atau memang ada yang menempatkannya di sana secara sengaja.


Dan benar saja batu besar yang ia tempatkan di atas batu berlubang itu juga ikut berlubang setelah beberapa hari dijatuhi air terjun secara terus-menerus. Dari sana Asta mendapatkan pencerahan mengapa ia selalu gagal dalam meracik obat.


“Ternyata begitu. Pantas saja aku selalu gagal melakukannya,” Gumam Asta pelan.


Ace dan Zaru terheran-heran melihat Asta yang tiba-tiba mengeluarkan tungku api naga kembar setelah beberapa hari hanya menghabiskan waktu dengan memburu hewan ghaib tingkat rendah di sungai.


“Ingin meledakkan tungku api setelah beberapa hari bermain-main?” tanya Zaru.


“Apa yang ingin kau lakukan apa kau benar-benar mampu meracik pil tingkat dua sekarang?” tanya Ace.


Asta tak menjawab satupun pertanyaan mereka berdua dan memilih untuk memulai proses peracikan pil pembuluh darah.


Asta memasukan bahan-bahan pil dan memulai proses peleburan,“Jika dulu aku masih belum mengerti apa itu proses peleburan bahan tapi sekarang aku benar-benar memahaminya dengan baik, kali ini aku pasti akan berhasil,” batin Asta dalam hati penuh percaya diri.


-----


Hal yang Asta pikirkan adalah mau dia meleburkan bahan satu persatu atau sekaligus pada akhirnya bahan tersebut akan ia leburkan, namun bahan yang dileburkan terlebih dahulu pasti akan kehilangan khasiatnya beberapa persen sehingga memengaruhi khasiat pilnya.


Namun setelah percobaannya menumpuk batu ia menjadi paham, batu yang sebelumnya berlubang sudah kehilangan kekokohannya ketika Asta menempatkan batu yang masih kokoh diatasnya. Jadi ketika batu yang diatasnya juga ikut berlubang karena air terjun tapi batu yang dibawahnya sudah hampir hancur karena menahan tekanan dari air juga batu tersebut.


Dari kejadian tersebut Asta membayangkannya sebagai bahan-bahan pil dan proses peleburan bahan obat.


-----


Proses peracikan kali ini berjalan lumayan lebih lama daripada sebelumnya, Asta memusatkan perhatiannya secara penuh pada proses peracikan tersebut.


Flares tersenyum melihat Asta yang telah belajar dari kesalahannya tersebut dengan sangat cepat, Asta memang anak yang cerdas Flares yakin Asta bisa melewatinya.


Memasuki proses pembentukan obat Asta tersenyum sumringah, ia sudah bisa melihat pil buatannya akan segera terbentuk.


“Selamat! Mulan sekarang kau adalah peracik obat tingkat 2, Muridku Asta!” ujar Flares memujinya.


Asta tersenyum bangga dengan hasilnya tersebut, ia akhirnya bisa mengatasi hambatan yang menghalanginya dan berhasil menciptakan pil pembuluh darah tingkat dua dengan khasiat seratus persen.


Tak hanya Flares yang memujinya Ace dan Zaru juga tersenyum bangga.


“Hei!! Meskipun kali ini kau telah berhasil tapi jadwal latihanmu mulai esok hari akan sangat padat. Dalam 7 hari kau akan berlatih bersamaku dan Ace selama 4 hari berturut-turut lalu 3 harinya kau akan berlatih dengan Master,” Zaru menegurnya karena terlalu senang.


Seketika Asta yang penuh ceria wajahnya berubah menjadi hambar,“Apa itu benar guru?” Asta memastikan pada gurunya.


“Heemm. Kau akan berlatih bersama Ace dan Zaru selama 4 hari berturut-turut yakni untuk menguji setiap kali latihanmu dari memahami Kitab Peremuk Raga dan juga Kitab Dewa Api Kegelapan bersama mereka. Jadi dua hari mempelajari Kitab Dewa Api dua harinya lagi mempelajari Kitab Peremuk Jiwa. Dan tiga hari itu guru akan mengajarimu tentang peracikan dan penempaan,” jelas Flares.


“Sepadat itu? Berapa lama?” tanya Asta penasaran akan memakan waktu berapa lama latihan tersebut.


“Sampai kau menginjak ranah Dewata tentunya,” jawab Flares singkat sambil tersenyum ceria.


Asta menggosok telinganya tak percaya dengan pendengarannya, “bisakah guru mengucapkannya sekali lagi sepertinya pendengaranku bermasalah,” pintanya.


“Sampai kamu menginjak Ranah Dewata Agung dan kau menguasai Kitab Dewa Api Kegelapan juga Kitab Peremuk Jiwa dengan baik baru kita akan meninggalkan tempat ini,” Flares mengulangi ucapannya sekali lagi sambil tersenyum ramah.


“Kalau kau ingin tahu berapa lamanya paling cepat adalah 5 tahun dan paling lama ya puluhan tahun. Itu tergantung apakah kau cukup berbakat untuk bisa berlatih dengan cepat atau tidak,”


“Zaru kenapa kau sangat meremehkan ku sekali? Tua mudamu ini anak yang berbakat apa-apaan dengan ucapanmu itu,”


“Memerlukan beberapa hari hanya untuk mencari kesalahan dari kegagalan meracik pil obat tingkat 2 dan kau bilang kau berbakat?”


“Ace kenapa kau setuju dengannya?!” teriak Asta.


“Tentu aku setuju itu karena ucapannya benar apa adanya,”


“Arrrghh..!!!! Baiklah akan aku tunjukkan pada kalian bahwa aku adalah anak berbakat yang di takdirkan untuk menggapai ketinggian di dunia kultivasi,”

__ADS_1


“Guru tunggu kata-katamu,”


__ADS_2