
Setelah usai bercerita Asta pun mengajak Moegi untuk pergi ke restoran dimana Shiro dan yang lainnya menunggu disana.
"Asta apa Kenshin tidak akan kembali lagi..?" Tanyanya khawatir.
"Aku tidak tahu pasti mengenai hal itu, lagipula selama ia masihlah Kenshin yang dulu bukanlah masalah," jawabnya sambil tersenyum.
"Kau benar Asta," ucapnya setuju.
Mereka pun sampai di restoran, terlihat restoran sangat ramai dengan pengunjung, terdengar dari segala penjuru mereka sedang membicarakan turnamen esok hari. Asta pun ikut bergabung dengan Shiro dan yang lainnya.
"Apa sudah selesai pacarannya..?" Ucap Zaraki tiba-tiba.
"A-apa kau bilang?!!" Raut wajah Moegi seketika memerah saat Zaraki menanyakan hal tersebut padanya secara tiba-tiba.
Asta memicingkan matanya,"kita hanya bercerita saja apanya yang pacaran," Asta pun mendekatinya lalu memukul kepalanya.
"Hei!! Apa perlu sampai memukul juga?!" Ujar Zaraki.
"Zara kau terlalu usil, itu masih lebih baik untukmu," timpal Gao Li.
Mereka bertujuh pun berbincang-bincang hingga malam hari. Asta pun pamit pulang karena takut gurunya akan mencarinya.
"Kita akan bertemu lagi kan..?" Tanya Moegi padanya yang kemudian dibalas anggukan kepala olehnya.
"Asta kau beri makan apa singa ini hingga ia luluh padamu seperti ini," ujar Zaraki.
"Kau!! Brengsekkk!!!" Moegi pun langsung mengejar Zaraki yang sudah lebih dulu melarikan diri. Melihatnya Asta pun tertawa kecil dan lekas pamit pulang.
Di depan penginapan terlihat Ace dan Zaru yang tengah meributkan sesuatu, Asta mengangkat kedua alisnya heran.
'apa yang tengah mereka pikirkan disaat malam-malam begini..?' pikirnya.
"Bukankah tidak baik membuat keributan di tengah malam seperti ini, apa yang kalian berdua lakukan," ujarnya bertanya.
"Urus saja urusanmu sendiri! Jangan ikut campur!" Teriak Zaru.
"Pergilah masuk dan tidur bocah bodoh! Apa yang telah kau lakukan seharian ini mengapa kau baru pulang!" Teriak Ace.
Asta pun melangkah mengabaikan mereka berdua yang masih saja terus beradu argumen didepan penginapan. Dari balik pintu restoran penginapan itu Manager Row terlihat sedang menikmati waktu luangnya dengan melihat keributan yang di sebabkan oleh mereka berdua. Sambil tertawa-tawa sesekali ia meminum secangkir kopi di atas meja makan.
Samar-samar Asta mendengarkan pertengkaran diantara mereka berdua, ia mendengar percakapan tentang Ludo dan Dadu dimana salah satu dari mereka seharusnya pemenang sedangkan yang lainnya bermain licik.
"Hoaamm..!!!" Flares pun terbangun dari tidurnya, ia menyipitkan matanya melihat mereka berdua yang bertengkar.
"Apa yang mereka berdua lakukan di tengah malam seperti ini..?"tanya Flares padanya.
"Aku mendengar sedikit tentang ludo dan dadu dari pertengkaran mereka," jawab Asta singkat.
"Ohh, begitu. Kalau begitu jangan ganggu guru, guru mengantuk dan ingin tidur kembali," ujarnya lalu kembali masuk ke dalam cincin.
"Guru sudah tidak mempunyai tubuh fisik apa perlu guru sepemalas ini hingga terus-menerus hanya tidur setiap hari, bangunlah sebentar guru ada yang ingin muridmu tanyakan perihal peracikan pil..!!!" Teriak Asta namun gurunya sama sekali tak menjawabnya.
Asta pun menghela nafasnya pelan karena ia menemui teman-temannya ia sampai melupakan tujuannya pergi berkeliling ibukota dan malah asik berbincang hingga tengah malam. Awalnya ia berpikir ingin menanyakannya pada gurunya saja jikalau nanti ia terbangun, namun ternyata gurunya malah pergi tidur lagi tak lama setelah ia terbangun.
"Guru benar-benar pemalas. Bagaimana bisa guru mencapai ketinggian yang begitu tinggi jika ia saja lebih banyak bermalas-malasan seperti ini, apa karena ia mendapatkan keberuntungan surgawi, mungkin saja," gumamnya pelan sambil memperhatikan cincin tersebut.
"Lagipula guru sudah lama mati, jadi sekarang guru bisa bebas ingin bermalas-malasan seperti apapun, namun kau sebagai muridku tentu tak akan kubiarkan mempunyai banyak waktu luang bermalas-malasan," ujar Flares tiba-tiba membuatnya terkejut.
"Bilang saja kau belum puas mempermainkan ku...!!" Balas Asta yang kemudian dibalas tawaan olehnya.
Tak peduli lagi dengan hal itu Asta memilih membersihkan badannya dan lekas beristirahat untuk persiapan hari pertama di Turnamen Seni Bela Diri.
***
"Jelas-jelas kau kalah, kau pikir aku buta sampai tidak melihat kecurangan yang kau perbuat hah! Beruang Hutan!!!"
"Apanya yang curang! Kau hanya mengada-ada perihal kemenanganmu itu, kalah ya kalah saja dasar Anjing Hutan!!"
"Apa kau bilang?!! Ku ingin berkelahi denganku hah?!!!" Teriak Ace tak terima dipanggil Anjing.
"Ayo!!! Kau pikir aku takut denganmu?!!" Balas Zaru.
Manager Row yang melihatnya terus saja tertawa dan tertawa.
'Siapa kira sosok-sosok yang sangat di hormati di seluruh daratan benua ini mempunyai sisi yang seperti ini, hahahaa,' gumam Manager didalam hatinya.
***
__ADS_1
Hari pun sudah berganti menjadi pagi, ibukota tampak menjadi lebih ramai lagi daripada sebelumnya, wajar karena hari ini adalah hari Turnamen Seni Bela Diri akan dimulai.
Asta pun terbangun dari tidurnya dan bersiap berangkat, begitu juga dengan Flares yang sudah siap dan rapih. Asta sendiri bingung bagaimana caranya gurunya itu bisa mengganti pakaiannya sedangkan ia sendiri hanya roh semata, lalu terbuat dari apa pakaiannya itu.
Asta pun keluar dari ruangannya menuju ke bawah, dilihatnya Ace, Zaru dan Manager Row yang tengah tertidur di meja restoran sambil saling memeluk satu sama lain.
'apa yang terjadi bukankah semalam mereka berdua bertengkar hebat..?' gumam Asta kebingungan.
Flares pun langsung memukul kepala mereka bertiga, mereka terlihat linglung sesaat sebelum menyadari bahwa hari sudah pagi.
"Ahaha, aku lupa,"jawab Manager Row saat ditanyai Flares.
"Ini semua gara-gara kau semalam, jika bukan..."
"Diam..!!! Kalian berdua adalah sosok yang dihormati mengapa kalian bertingkah seperti anak-anak," potong Flares melihat Zaru ingin memulai pertengkaran kembali.
"Guru abaikan saja mereka berdua, mereka hanyalah bayi kecil yang imut jangan terlalu kasar dengannya,"ujar Asta sambil memasang wajah gemas dan ingin memeluk tubuh kecil dua hewan kuno tersebut.
"Pergi kau!!" Teriak mereka bersamaan sambil memukul wajahnya.
"Ukh-!! Kalian cukup kasar sekali,"ujarnya.
Setelah beberapa saat menunggu mereka bertiga siap mereka pun berangkat menuju ke arena dimana Turnamennya diadakan.
"Wooahhh..!!!" Asta pun kagum dengan pemandangan arena pertarungan di depannya sungguh luar biasa besar yang mungkin bisa menampung ribuan orang.
"Asta kau pergilah ke sana, jangan lupakan pesanku untuk tetap menutup wajahmu saat di arena dengan topeng buatanmu itu, selain itu kau bebas untuk mengeluarkan tekhnik apapun asalkan jangan sampai membunuh peserta lain," pesan Manager padanya Asta pun mengangguk mengerti.
"Guru juga tak akan keluar selama kau di dalam,"
"Siapa yang tanya pada guru, lagipula memangnya guru pernah keluar untuk membantuku," Flares pun tertawa mendengar ucapan tersebut.
"Tapi ingat kau harus memenangkan Turnamen ini atau kalau tidak setidaknya kau harus berada di posisi 5 besar, atau akan ada hukuman baru menantimu," pesan Flares.
"Hukuman, hukuman, hukuman, apa guru tak bosan dengan kata-kata itu..?!"
"Tentu saja guru bosan mengatakannya tapi apa boleh buat, itu satu-satunya cara untuk mengatasi sifat malasmu itu," ujarnya sambil berpura-pura menghela nafas.
"Guru kau berbohong! Jelas-jelas kau menikmatinya dan juga guru lah yang pemalas!!" Teriaknya yang kemudian dibalas tawa lagi oleh Flares.
Saat memasuki area arena terlihat banyak sekali partisipan dari banyak tempat yang juga mengikuti turnamen tersebut.
'beginikah suasana turnamen sangat ramai dipenuhi oleh orang-orang yang pastinya tak kalah hebat denganku. Aku harus berjuang keras jika ingin memenangkan ini atau guru akan memukul pantatku lagi,'
Terlihat ada 4 arena besar yang sudah di siapkan. Asta pun berjalan menuju ke samping salah satu arena tersebut. Seluruh area di samping arena di penuhi dengan para peserta tersebut.
Terlihat begitu banyak sekali partisipan yang mengikuti Turnamen Seni Bela Diri, ada ratusan peserta yang mengikuti Turnamen tersebut.
Area samping arena dipenuhi para jenius muda yang mewakili kelompok ataupun sekte mereka di ajang bergengsi tersebut.
Terlihat seluruh peserta sangat antusias dengan turnamen tersebut apalagi dengan kehadiran sosok besar seperti Manager dan Kaisar dalam podium yang sama. Dibawahnya juga terdapat beberapa podium yang di duduki para 7 Sekte Besar dan 5 Keluarga Besar.
Pandangan Asta terfokus pada dua orang yang menduduki kursi Ketua Sekte Tanah Neraka Keabadian dan juga Sekte Kobaran Api Sejati yang sama-sama memakai topeng yang nampaknya sepasang. Pandangannya terfokus selama beberapa saat sebelum ia mendengar suara seseorang memanggilnya.
"Saudara..!!! Saudaraku..!!! Saudara Asta..!! Disini..!!"
Asta mencoba mencari siapa yang memanggilnya di tengah keramaian tersebut, saat ia menengok ke arah kirinya terlihat Yu Tiandu melambaikan tangan kepadanya, terlihat juga disampingnya Yami dan Jaza sedang bersamanya.
"Bukankah mereka trio dari keluarga Tiandu, siapa pemuda bertopeng itu, kelihatannya mereka saling kenal,"
"Mereka bertiga terkenal hebat dengan bakat mereka di Kota Tiandu siapa pemuda bertopeng ini apa dia juga dari keluarga Tiandu?"
Asta pun berjalan menuju mereka bertiga,"Saudaraku kita bertemu lagi, bagaimana dengan pelajaran tentang Peracikannya apa itu sulit?" Tanya Yu Tiandu.
"Hoyy, Asta! Apa kau serius ingin menjadi seorang Peracik juga, bukankah bakatmu sangat bagus dalam bela diri mengapa ingin menjalani Jalan yang lain juga..?" Tanya Jaza penasaran.
"Jika kau membagi fokusmu aku akan meninggalkan mu loh, Asta," ujar Yami sambil tersenyum kepadanya.
"Hahahaha, saudara Yami tenang saja aku pasti akan bekerja keras agar bisa tetap berdiri bersama dengan kalian bertiga ditempat yang sama,"
"Kau cukup menarik, saudaraku! Aku menantikan pertarungan diantara kita berdua, hahahaha," ujar Yami sambil memegang kedua pundaknya.
"Sepertinya turnamen akan dimulai," ujar Yu memberitahu mereka sang pembawa acara sudah bersiap menyuarakan suaranya.
***
"Baiklah semuanya..! Selamat datang di acara Turnamen Seni Bela Diri..! Ajang bergengsi yang diadakan pihak Kekaisaran Arkhan bagi para calon jenius muda yang dari seluruh Negeri dibawah Kekaisaran Arkhan..!!!!
__ADS_1
Meskipun sebelumnya turnamen ini sempat tertunda selama satu tahun karena perihal permasalahan internal akhirnya kita bisa melanjutkan kembali ajang bergengsi turnamen ini..!!!
Diatas sudah ada Kaisar dari Kekaisaran Arkhan kita, Kaisar Arkhan yang akan langsung melihat pertandingan kalian semua secara langsung..!!
Seperti biasanya Manager Row juga datang berkunjung sebagai sponsor Turnamen Seni Bela Diri..!!!
Hanya akan ada hadiah bagi mereka yang bisa bertarung hingga babak akhir..!! 5 pemenang akhir yang terpilih akan mendapatkan hadiah secara langsung dari Asosiasi Fajar Merah sekaligus mendapatkan kesempatan berlatih secara langsung dibawah arahan dari Kaisar Arkhan dan Manager Row...!!!
Peraturan turnamen kali ini masih sama dengan sebelumnya dimana hanya ada tiga cara untuk mengalahkan musuh..!!!
Pertama, peserta dianggap kalah saat tak sadarkan diri..!! Kedua, peserta dianggap kalah jika keluar dari arena pertarungan..!! Ketiga, peserta akan dianggap kalah jika mengucapakan kata menyerah atau mengaku kalah, entah sengaja ataupun tidak sengaja..!!!
Setiap peserta dipersilahkan naik ke arena untuk mengambil angka kalian masing-masing yang akan menentukan siapa lawan pertama kalian...!!!!
Naiklah..!!!"
Satu persatu para peserta turnamen pun menaiki arena untuk mengambil nomor masing-masing.
"Asta, ayo ini giliran kita," ajak Yu Tiandu.
"Asta aku akan menunggumu," ujar Yami lalu melompat ke arena lebih dulu.
"Semoga beruntung, Asta..!!" Ujar Jaza ikut melompat lebih dulu.
Asta pun mengangguk pelan," kalian duluan saja," ucapnya pelan.
Disaat semua orang sudah mengambil bagian nomornya masing-masing Asta pun melompat ke atas arena untuk mengambil bagiannya.
"Kupikir kita tak akan bertemu lagi, Tuan Muda," ucap seseorang yang sangat ia kenali suaranya, Asta pun menengok kesamping mencoba melihat siapa pemilik dari suara tersebut.
"Ini aku," ucap seseorang bertopeng motif Teratai Biru, ia sedikit membuka topengnya lalu menutupnya kembali.
Asta pun membuka matanya lebar-lebar,"Saudara Chen...!!" Ucapnya terkejut.
"Jadi saat itu kau sebenarnya.."
"Bukankah sudah kubilang pada Tuan Muda bahwa aku sedang menjalani latihan, apa Tuan Muda lupa atau aku yang lupa mengatakannya ya," ucapnya sambil mencoba mengingat-ingat kembali kejadian tersebut.
"Saudara Chen kau tak pernah mengatakannya sedikitpun padaku soal tersebut akan tetapi Paman Hao lah yang mengatakannya padaku,"ujar Asta.
"Ahh iya, itu Paman yang memberitahumu ya, hahaha," ujarnya lalu tertawa.
"Tuan Muda kuharap aku tak bertemu denganmu di pertandingan pertama nanti," lanjutnya lalu pergi turun dari arena, Asta pun mengangguk tersenyum dibalik topengnya.
Asta pun ikut turun dari arena bergabung kembali bersama Yu Tiandu dan yang lainnya.
"Siapa dia Asta, sepertinya itu kenalanmu kan?" Tanya Jaza.
"Heem, ia memang kenalanku," jawabnya singkat.
"Hahahaha, jika kau mengenalnya pasti ia merupakan salah seorang yang hebat juga. Aku sungguh tak sabar melihat penampilannya," ujar Yami bersemangat.
"Yami, bukankah kamu terlalu bersemangat untuk itu," ujar seseorang yang lainnya.
"Ohh, sepertinya tuan Ye Juan juga mengikuti Turnamen ya," ujar Yami sambil tersenyum tipis meremehkan.
"Siapa itu..?" Tanya Asta bisik-bisik pada Yu.
"Dia adalah Ye Juan, ia berasal dari Keluarga Juan, kekuatannya setara dengan Yami, ia merupakan rival Yami sejak kecil. Kau jangan terkejut melihatnya," ujar Yu memberitahu, Asta pun mengangguk pelan.
"Siapa dia..? Sepertinya ini baru pertama kali aku melihatnya apa keluarga Tiandu mengirimkan 4 orang kali ini, Yami?" Tanyanya soal Asta.
"Ahh, maaf saudara Ye, aku bukan peserta yang mewakili Keluarga Tiandu aku hanya berteman baik dengan mereka saja. Perkenalkan namaku Asta," ujarnya memperkenalkan diri sambil mengajaknya berjabat tangan.
Ye Juan pun menerima jabat tangan tersebut,"Namaku Ye Juan, meskipun kamu berteman dengan Yami ku harap kamu tak mengikuti sifat buruknya, Asta," ujarnya.
"Hei!! Apa-apaan dengan omong kosong mu itu apa kau belum puas ku hajar, hah..?!!" Teriak Yami tak terima Ye Juan menjelekkan namanya.
"Upss..!! Pertandingan sebentar lagi akan dimulai setelah pengocokan angka untuk apa aku bertarung denganmu sekarang. Kalau kau ingin didiskualifikasi jangan mengajak orang lain pergi saja sendiri," balasnya menolak sambil tersenyum mengejek.
"Kau....!!!"
"Sudah-sudah sebentar lagi pengocokan akan dimulai untuk apa ribut-ribut sekarang," ujar Yu melerai mereka.
"Baiklah sekarang semua orang sudah mengambil bagian nomor masing-masing sekarang adalah saatnya penentuan lawan..!!! Bersiaplah semuanya..!!! Apa kalian siap para jenius muda...?!!!!"
"Siapp..!!!!!!"
__ADS_1