
Disisi lain orang yang bertugas untuk menjemput Ace dan Zaru sekaligus memberi kabar kepada penjaga.
“Hei! Kalian bertiga bagaimana? Apa kalian baik-baik saja?!” teriaknya dari kejauhan.
Ketiga penjaga yang sedang memanggang daging pemberian Asta menengok kebelakang,“Yun Shan? Kenapa dia kemari,” ucap salah seorang dari mereka bertiga heran.
Orang disampingnya memukul kepalanya,“apa yang kau katakan?!” ucapnya.
“Hei! Yun Shan cepat kemari! Mari kita makan bersama-sama! Kita mempunyai daging disini!” teriak yang lainnya memanggilnya.
Yun Shan mengerutkan dahinya heran,“daging? Darimana mereka mendapatkannya,” Yun Shan bergumam pelan.
Yun Shan berlari menuju ke arah mereka, dilihatnya mereka memang benar sedang memanggang daging dan baru saja matang.
“Saudara Yun sebelumnya kami...”
“Tak perlu khawatirkan masalah sebelumnya, sekalipun kalian bertiga mencoba melawan mereka kalian hanya akan terbunuh,” potong Yun Shan.
“Ngomong-ngomong dari mana kalian mendapatkan banyak sumber daya makanan ini?” lanjutnya.
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain,“apa tuan tak memberi kalian juga?” tanya salah satu dari mereka.
“Tuan siapa? Apa dia bertopang serigala?” Yun Shan balik bertanya.
Mereka bertiga lalu mengangguk bersama,“bagaimana dengan keadaan kota sekarang, mengapa kau bisa ada disini?” tanya salah satu dari mereka.
Yun Shan mengerutkan dahinya,“bukankah kalian sempat bertemu dengannya? Sebagai sesama kultivator seharusnya kalian tahu kan tingkatannya mana mungkin kalian tidak tahu,” ujar Yun Shan tidak percaya.
Mereka bertiga hanya tersenyum ringan menanggapi ucapannya tersebut. Mereka pun mengajaknya untuk makan bersama.
Yun Shan menolaknya dengan ringan,“aku kemari mencari peliharaan tuan itu, jadi aku ditugaskan untuk membawa peliharaannya kepadanya. Apa kalian tau dimana peliharaannya?” tanya Yun Shan pada mereka bertiga.
“Peliharaan?!” ujar mereka serempak bingung.
“Kami memang bertemu dengannya tapi tuan itu tak menitipkan hewan peliharaan apapun pada kami bertiga, kami bahkan tak mengetahuinya sama sekali,” salah satu dari mereka berbicara.
Mata Yun Shan terfokuskan pada daging-daging tersebut,“baiklah sekarang aku tahu. Tunggu saja nasib kalian karena telah berani memanggang hewan peliharaannya, kalian benar-benar berani,” ujarnya.
Mereka bertiga terkejut dan panik mendengarnya,“sumpah demi apapun kami tidak tahu hewan apa yang kau bicarakan, kami saja tak tahu daging hewan apa ini. Saat tuan itu memberikannya pada kami daging-daging ini sudah berbentuk seperti ini, kau sendiri lihat, tidak ada kulit ataupun darah bekas kami menyembelih hewan,” ujar salah satu dari mereka mencoba menjelaskannya.
“Bisa saja kalian menyembelihnya di tempat lain,” ucapnya sambil menatap mereka tajam.
“Mana mungkin!” teriak mereka bersamaan.
“Sudahlah ini semua salah kalian sendiri, kalian bertiga tunggu saja sampai aku memberitahu tuan itu,” ucapnya melenggang pergi.
Sontak mereka panik dan langsung menghentikannya,“kami benar-benar tidak tahu soal peliharaan tuan itu yang kau maksud! Aku bersumpah! Aku bersumpah!” ucapnya menghentikan langkahnya.
“Kalau bukan kalian bertiga yang...”
“Sepertinya memang ada sesuatu yang telah terjadi di kota ini, bisakah salah satu dari kalian memberitahuku siapa orang yang kalian sebut-sebut tuan topeng api suci itu,” ucap seseorang memotong pembicaraan mereka berempat.
Melihat dua sosok hewan kecil yang lucu mereka berempat bukannya merasa gemas melainkan menelan ludah ketakutan.
Yun Shan bahkan tak berani berkata sedikitpun setelah melihatnya karena ia tahu hewan yang bisa berbicara bukanlah hewan biasa.
“Lari...!!”
Mereka berempat langsung berpaling darinya dan buru-buru lari secepat mungkin memasuki kota.
“Hehe.. sepertinya kalian ingin bermain kejar-kejaran denganku. Baiklah akan ku ikuti permainanmu ini,” ucap Zaru pelan.
“Kebetulan aku juga agak bosan,” ucap Ace setuju.
Flares yang sosoknya tak dapat mereka lihat hanya bisa menahan tawanya melihat mereka yang tampak ketakutan terlebih orang yang seharusnya menjemput Zaru dan Ace.
“Sepertinya Asta tak memberitahunya siapa yang ia maksud. Hahaha..!!!”
“Tunggu...!!! Berhenti berlari atau aku akan memakan kalian berempat..!!!” teriak Zaru dan Ace bersamaan.
“Tidak...!!! Tuan tolong kami...!!!!” teriak mereka berlari ketakutan.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman walikota Lira masih terus berbicara mengenai Asta, ia berdebat dengan Raka bahwa ia benar-benar diangkat menjadi muridnya. Pikirnya bagaimana bisa seseorang sepertinya diangkat menjadi murid seorang kultivator yang hebat.
“Paman lihat saja nanti! Setelah kita bertemu dengan guru paman juga pasti tahu!” teriaknya kesal.
“Sudahlah Lira mungkin saja dia hanya asal bicara sa...”
__ADS_1
“Ayah juga?!” potong Lira.
Mendengus kesal,“ayah sendiri liat dengan mata kepala ayah mana mungkin guru asal bicara, dia sudah berjanji!” lanjut Lira mempercepat laju jalannya meninggalkan mereka mereka berdua di belakang.
“Lihat saja nanti biarkan guru yang menjelaskannya secara langsung pada kalian,” gumamnya kesal.
“Yao Shen! Raka! Lira! Cepat lari..!!!!”
Yao Shen, Raka dan Lira membalikkan kepala mereka untuk melihat siapa yang berteriak itu.
“Cepat lari...!! Apa yang kalian tunggu...!!!” teriak Yun Shan sekali lagi.
“Hahahaha...!! Berhenti..!!! Ku makan kalian semua..!!!” teriak Zaru menakuti mereka semua.
“Aaauuuuu....!!!!!” Ace melolong degan keras.
Mereka bertiga terbelalak melihat sosok yang di belakang mereka terkejut.
“Hewan Kuno..?!!”
“Apa yang kalian tunggu...!!!” teriak Yun Shan menyadarkan mereka.
Mereka pun tersadar dan langsung ikut berlari,“apa-apaan ini Yun Shan?! Bukankah kau bilang kau disuruh menjemput hewan peliharaan tuan itu mengapa kau kembali membawa bahaya dengan 2 Hewan Kuno?!” teriak Raka penuh tanda tanya.
“Tanya pada mereka bertiga! Mereka yang memanggangnya!” teriak Yun Shan bermaksud ke 3 penjaga itu.
“Sudah kubilang kami tidak tahu! Daging itu tuan sendiri yang memberikannya pada kami! Kami tidak tahu hewan peliharaan apa yang kalian cari!” balas salah satu dari mereka.
“Kubilang tunggu ya tunggu..!!!” teriak Zaru sembari memukul tanah dengan keras.
Refleks mereka pun melompat untuk menghindari getaran yang diakibatkan oleh pukulannya tersebut.
“Kalian bertiga berhentilah dan bertanggung jawab karena telah menyembelih hewan peliharaan guru!” teriak Lira pada 3 penjaga itu.
“Kalian hanya bertiga mereka berdua kenapa kalian takut! Cepat berhenti dan hadapi mereka!” teriak Lira sekali lagi.
“Ide bagus!” ucap Raka dan Yun Shan bersamaan.
“Jangan bercanda! Seratus orang seperti kami pun akan jadi perkedel kalau melawannya!” teriak salah satu dari mereka tak setuju.
“Mereka hanya berdua, ayolah bukankah kalian ini orang-orang kuat,” ucap Raka pada mereka.
“Pokoknya kami menolak ide gila kalian ini! Kami tidak mau!” teriak salah satu dari mereka.
Dengan perlahan Lira mendekati mereka bertiga, tiba-tiba tangannya bergerak mencoba menangkap salah satu dari mereka begitupun dengan Yun Shan dan Raka. Untungnya mereka menyadari itu dan menghindari gerakan tangan mereka.
“Apa yang kalian lakukan?! Kami bisa terbunuh oleh kalian!” teriak mereka terkejut.
“Sudah kubilang berhenti...!!!” teriak Zaru sekali lagi, ia melompat dan menjatuhkan dirinya ke tanah, seketika tanah pun bergoncang dengan keras.
“Tambah kecepatan..!!” teriak salah satu penjaga kemudian mereka bertiga pun berlari lebih cepat meninggalkan yang lainnya.
“Kejar mereka..!!!” teriak Lira.
Di dalam kediaman walikota Asta sedang berbincang dengan Walikota Yun mengenai keadaan Kekaisaran Arkhan saat ini.
“Apa separah itu?”
“Ya. Karena itulah sekte-sekte Kekaisaran Arkhan tak memberikan bantuan seorang pun untuk kita dalam situasi saat ini, Asosiasi Fajar Merah pun menutup tokonya beberapa tahun ini di seluruh Kekaisaran dan Negara-negara yang lainnya,”
“Apa?! Manajer Row menutup Asosiasi?!” tanya Asta tak percaya.
Walikota Yun terkejut tiba-tiba Asta menaikkan suaranya,“maaf, maaf. Aku terbawa suasana,” ucap Asta meminta maaf,“tapi apakah paman walikota tau alasan mengapa Manager Row menutup Asosiasi?” lanjutnya bertanya.
“Dari rumor yang ku dengar Manager Row mendapatkan luka dalam yang cukup parah dari pertempuran 5 tahun lalu di perbatasan utara, hanya itu saja yang aku tahu,” jelas Walikota Yun.
“Manager Row adalah orang yang sangat hebat dan kultivasinya juga sangat tinggi, bagaimana bisa ia dikalahkan oleh seseorang di tambah di sampingnya ada Paman Hao dan Kaisar Arkhan sendiri,” batin Asta.
“Tuan apa anda tidak apa-apa?” tanya Walikota Yun khawatir melihatnya tiba-tiba diam.
“Aku tidak apa-apa. Paman walikota apa anda tahu siapa dalang atau pemimpin yang melakukan penyerangan 5 tahun lalu itu?” tanya Asta.
Walikota Yun tampak berpikir sejenak sebelum berbicara,“aku bisa saja memberitahu tuan tapi bisakah tuan melakukan deteksi area dalam radius 100 kilometer dari sini?”
Asta mengerutkan dahinya dibalik topeng,“kenapa memangnya? Kalau aku ingin tentu aku bisa melakukannya,” jawab Asta ringan.
“Aku mendengar dari orang-orang mengenai demon yang bisa mendengar dari jarak sejauh itu, jika ada seseorang yang berani mengucapkan nama pemimpin dari penyerangan 5 tahun lalu siapapun itu akan terbunuh,” jelas Walikota Yun.
__ADS_1
Asta tersentak mendengarnya, ia baru tahu ada metode membunuh dari jarak sejauh itu.
“Metode apa yang digunakannya?” tanya Asta penasaran.
Mendengar Asta yang bertanya seperti itu justru Walikota Yun terkejut,“tuan kan tahu para demon, goblin, werewolf, Reptilia, dan sekutu mereka kebanyakan adalah Kultivator Iblis. Tentu saja bisa untuk mereka para Master Setan Pembunuh melakukan pembunuhan dari jarak jauh, mereka tinggal memerintahkan setan mereka untuk melakukannya tanpa ia sendiri yang yang turun tangan,”jelas Walikota Yun.
Asta pun terbatuk-batuk untungnya ia mengenakan topeng kalau tidak akan malu sekali baginya yang merupakan seorang kultivator tapi tak mengetahui Jalan Surgawi yang lain.
“Tuan kau baik-baik saja?” tanya Walikota Yun khawatir.
Asta pun mengangkat tangannya memberi tanda bahwa ia tidak apa-apa,“baiklah aku akan melebarkan deteksi ku hingga ratusan kilometer untuk mengetahui apakah ada demon atau tidak di sekitar sini,”
Baru saja Asta bersiap melepaskan deteksinya tiba-tiba tempat mereka berpijak sedikit berguncang.
“Gempa?! Kenapa bisa ada bencana disaat sekarang?!” ucap Walikota terkejut.
“Tidak ini bukan gempa bumi biasa, ada seseorang yang menyebabkannya,” mereka pun bergegas keluar dari kediaman walikota untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Di luar kediaman tak jauh dari sana terlihat ratusan orang dan bahkan terus bertambah yang berlari menuju ke arah kediaman walikota sembari berteriak-teriak memanggil Walikota Yun dan juga Asta.
“Walikota Yun! Tuan Topeng Api Suci! Cepat keluar! Bahaya datang!”
“Walikota Yun! Hewan Kuno Lembah Obat menyerang! Kota dalam bahaya!”
“Guru!! Kau dimana?!!”
Keributan tersebut ternyata hanya disebabkan oleh dua hewan kecil, yakni Zaru dan Ace. Mereka berdua tertawa dengan keras sehingga menakuti para warga tersebut.
Yang awalnya hanya ada beberapa orang Yun Shan, Raka, Lira, serta 3 penjaga kota kini malah bertambah banyak orang yang ikut berlari. Dari tingkah Yun Shan yang terus berteriak mengatakan bahaya datang semua orang sepertinya mulai panik dan ikut berlari.
Ace dan Zaru tertawa terbahak-bahak melihat warga kota tersebut menjadi ketakutan dan ikut berlari, tak terpikirkan sekalipun di kepala mereka untuk menakuti warga satu kota. Flares ikut tertawa menikmati keributan yang mereka sebabkan sendiri tersebut.
“Apa yang terjadi?!” walikota Yun terkejut melihat warganya.
Asta menepuk jidatnya pelan,“bagaimana aku bisa lupa memberitahunya,” gumam Asta pelan.
“Walikota! Cepat tinggalkan Kota Permata Biru! Dua hewan kuno yang diduga berasal dari lembah obat mengamuk! Kita harus bergegas meninggalkan kota!” teriak mereka.
“Apa?! Hewan Kuno?!” Walikota Yun ikut panik mendengarnya, ia hampir saja berlari bersama dengan mereka.
“Tuan! Apa yang kau lakukan?! Aku tidak ingin mati secepat itu! Ayo kita pergi secepatnya!” teriak Walikota panik ketika Asta memegang tangannya.
“Untuk apa panik, paman tenang saja takkan ada masalah apapun yang akan menimpa paman,” ujar Asta menenangkannya namun walikota tetap tak bisa mengabaikannya, Hewan Kuno tetap saja Hewan Kuno di pikirannya.
“Walikota! Tuan Topeng Api! Apa yang kalian lakukan! Ayo bergegas!” teriak mereka berlari melewati kediaman Walikota.
Walikota Yun semakin panik karena Asta belum saja melepaskan tangannya,“ayolah tuan kumohon! Aku masih ingin hidup, kumohon lepaskan aku!” pintanya sembari memohon-mohon.
“Guru! Apa yang kau lakukan! Kita harus pergi dari sini sekarang juga!” Lira berhenti menghampirinya, tentu saja Yao Shen tak bisa membiarkannya tetap di sana.
“Putriku! Ayo cepat berlari tinggalkan kota ini sementara! Jangan menunda-nunda waktu! Tuan kau juga! Mengapa kau tetap diam disini?!” teriak Yao Shen panik.
“Tenang saja. Aku bisa menjamin keamanan kalian, kalau paman Yao tak percaya paman bisa kembali berlari,” ujarnya.
Walikota Yun pun mulai menangis dan memohon-mohon padanya untuk segera melepaskannya.
“Tuan ayolah tuan, kenapa kau hanya menahan ku...” ucapnya memohon.
“Karena aku masih memerlukan paman untuk bertanya-tanya,” jawab Asta singkat masih memandang ke arah belakang orang-orang yang lewat.
“Guru! Tunggu apa lagi?! Ayo cepat!” teriak Lira ikut membujuknya.
“Ayolah tuan kita bisa mati..” Walikota Yun masih terus memohon-mohon padanya.
Yao Shen sudah cukup panik dan ingin segera berlari tapi putrinya menolak untuk pergi kalau Asta juga tak ikut pergi, mau tak mau ia pun tetap di sana sembari berharap takkan ada hal apa-apa yang terjadi.
Para warga terus berlarian melewati kediaman walikota, mereka berteriak keras kepada mereka berempat untuk segera berlari.
Akhirnya rombongan yang paling belakang pun telah melewati mereka, bisa dilihat olehnya Zaru, Ace dan gurunya yang tertawa menikmati hal itu. Mereka berdua berhenti tepat di kediaman walikota dan berjalan ke arahnya.
Kaki Yao Shen, Lira dan juga Walikota Yun gemetaran hebat melihat mereka berdua yang tertawa tepat di hadapannya.
“Bagus! Kerja bagus! Karena kau telah membantuku menangkap mereka maka aku akan membiarkanmu lolos kali ini,” ujar Ace menyeringai kepada mereka.
“Apa?!” teriak mereka bersamaan, Walikota Yun dan Yao Shen langsung terjatuh tak sadarkan diri.
Lira langsung memeluk Asta cepat dengan raut wajah ketakutan,“guru kau tak benar-benar mengorbankan..”
“Sudah ku bilang takkan ada apa-apa yang akan terjadi padamu dan yang lainnya, ini juga kesalahanku karena lupa memberitahunya siapa yang harus ia jemput di gerbang kota. Mereka berdua adalah hewan yang aku maksud,”
__ADS_1