Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa

Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa
Ch65 Serangan di Benteng Utara


__ADS_3

 


Di suatu tempat di Pegunungan Negeri Terlantar, Istana Kehancuran.


Istana Kehancuran merupakan sebuah tempat yang didirikan oleh Tian Wei di Pegunungan Negeri Terlantar setelah ia di kalahkan oleh 3 Putra Api Sejati, Row Riqu sebagai pendiri Asosiasi Fajar Merah, Arkhan sebagai Kaisar dari Kekaisaran Arkhan dan Hao Ryun sang pemburu iblis yang terkenal dengan 7 Pedang Iblis miliknya.


“Tuan Putri! Utusan telah kembali dari tugasnya!”


Terlihat seorang gadis berparas cantik sedang memejamkan matanya di dalam ruangan, seruan seseorang dari luar membangunkan dirinya.


Gadis yang di panggil Tuan Putri itu pun berbalik ke arah pintu, “suruh ia datang ke ruangan ku! Sekarang juga!” perintah gadis itu, “jika bukan hal penting sudah ku potong kepalanya! Sial! Mengganggu saja!” gumamnya sembari mendengus kesal.


Seseorang datang lagi dan mengetuk pintunya, “cepat sampaikan apa yang kau temukan! Jangan membuang-buang waktu ku!” teriak gadis itu.


Terdengar suara helaan nafas dari balik pintu, “andai saja tuan putri tak sedingin ini, huhh,” gumamnya pelan.


“Apa kau bosan hidup?!!”


“Ahh?! Tidak, tidak tentu saja aku masih mau hidup, ahahaha,” pemuda itu terkejut tak menyangka ucapannya akan terdengar sampai ke telinga Tuan Putri.


“Tuan Putri Rosalina hamba mempunyai info menarik mengenai Turnamen Seni Bela Diri yang di adakan di Ibukota Hansu,”


Rosalina adalah putri dari Tian Lan, nama lengkapnya adalah Tian Rosalina. Sedangkan yang berada di luar ruangannya kini adalah Aaron, meskipun dengan dua tanduk kecil di kepalanya tak mengurangi ketampanan wajah Aaron. Aaron merupakan teman masa kecil sekaligus tangan kanan Rosalina.


Rosalina merapatkan giginya kesal mendengar hal itu “Aaron..!! Tunggu disana sebentar! Ku penggal kepala mu sekarang juga!” Rosalina bangkit dari duduknya mengambil pedang yang ada di sampingnya.


Pemuda yang di panggil dengan sebutan Aaron itu menarik nafasnya terkejut, “Tuan Putri aku...” belum sempat Aaron menyelesaikan ucapannya Rosalina sudah berdiri keluar di hadapannya dengan sebilah pedang.


Aaron terkejut dan langsung mengangkat kedua tangannya, “aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf Tuan Putri Rosalina kami yang cantik, aku minta maaf,” rayunya sambil bersujud kepadanya berulang kali.


“Memangnya selama ini aku buruk rupa?!" Ucap Rosalina sembari memainkan pedangnya.


“Tentu saja tidak. Tuan Putri adalah wanita yang terlahir dengan paras cantik dan indah, saking cantiknya Tuan Putri bahkan orang buta yang tidak bisa melihat pun seketika akan sembuh karena kehadiran Tuan Putri Rosalina kami,” Aaron terus berusaha merayu Rosalina dengan memujinya terus-menerus.


Setelah beberapa saat kemudian Rosalina yang tadinya terlihat sangat dingin sekali menunjukan senyumannya yang memang sangat indah dari kebanyakan wanita.


Melihat Rosalina yang sudah tersenyum sedemikian Aaron pun bisa bernafas lega kembali. Itu artinya Rosalina sudah tak akan mempermasalahkan lagi hal sebelumnya.


“Ceritakan hasil dari penyusupan mu di Negeri Tanah Api Suci, semuanya tanpa terkecuali,” Rosalina kemudian membiarkan Aaron untuk kembali berdiri dan ikut ke dalam ruangannya untuk menceritakan semua kejadian yang ia temukan saat sedang menyamar.


Aaron mulai menceritakan semua penemuannya kepada Rosalina perihal seluruh peristiwa yang terjadi selama penyelidikannya.


“Yang paling menarik dari semua yang ku temukan di turnamen hanya satu yaitu perwakilan dari Asosiasi Fajar Merah yang ku ceritakan sebelumnya, meskipun pengalamannya kurang dalam hal bertarung namun bakatnya tidaklah rendah. Yang mulia raja bahkan leluhur pun sepertinya akan terkejut jika aku mengatakan kalau dia adalah pewaris Roh Api Pemakan Cahaya,”


Rosalina terkejut hingga menghancurkan meja di sampingnya, “jangan bercanda! Apa kau sedang bermain-main denganku lagi, Aaron?!” Rosalina mengeluarkan auranya sehingga ruangan benar-benar menjadi terasa sangat panas.


Aaron bukannya takut ia menyeringai lebar mempertahankan tubuhnya memperlihatkan bahwa ia benar-benar tak bercanda tentang ini.


“Aaron apa kau yakin jika itu benar-benar api pemakan cahaya?!” Rosalina menekankan auranya lebih tebal lagi ke arahnya.


Sambil tersenyum tipis Aaron pun menjawab, “Jika aku berbohong tentu aku tak akan melakukannya disaat benar-benar berada di dalam ruanganmu, atau aku akan mati jika melakukannya,” ucapnya sembari mempertahankan senyum di wajahnya.


Rosalina menghela nafasnya pelan, ia mondar-mandir di dalam ruangan seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Dimana ia berada sekarang?” tanya Rosalina penasaran setelah mondar-mandir beberapa saat.


Aaron tertawa pelan sejenak mendengar suara Rosalina yang sedikit berubah daripada biasanya, “Aku tidak tahu ke mana ia pergi ataupun dimana ia sekarang tapi aku yakin dalam waktu dekat ini ia tak akan menunjukkan dirinya kembali setelah membuat keributan di turnamen,” Aaron meyakini bahwa Asta akan pergi berlatih atau setidaknya bersama dengan seseorang yang menjadi gurunya untuk melakukan pelatihan tertutup.

__ADS_1


“Bagaimana kau bisa menyimpulkan semuanya seperti itu..?” Rosalina bertanya sembari menatapnya tajam.


“Tuan Putri bercanda?! Mana mungkin aku hanya menyimpulkan sesuatu begitu saja. Sebelumnya aku menempatkan tanda budak iblis di salah satu pohon, meskipun ada seseorang yang menyadarinya namun aku sudah tahu apa yang di lakukannya, hasilnya tentu saja ia pergi meninggalkan ibukota,” sambil menjelaskan senyuman wajah Aaron tak memudar sedikitpun.


Rosalina menganggukan kepalanya pelan, “kalau begitu cepat beritahukan informasi ini kepada kakek, berita semacam ini bukanlah sesuatu hal yang bisa kita simpan berdua,”


“Apa?! Leluhur sudah keluar?!”


“Ya. Maka dari itu cepatlah sampaikan berita ini kepadanya, setelah itu kita berangkat ke Negeri Bulan Beku,” Aaron menganggukkan kepalanya lalu pergi melaporkan informasi tersebut ke Tian Wei yang baru saja keluar dari pengasingannya.


“Manusia rendahan! Akan ku bunuh kalian semua! Beraninya kaum budak seperti kalian membunuh saudara-saudara ku..!!!” seketika ruangan tersebut menjadi berantakan karena hempasan gelombang energi yang dilepaskannya.


 


Di Istana Kekaisaran Manager Row bersama dengan Hao Ryun dan Kaisar Arkhan sedang terlibat sebuah perdebatan panas.


“Kakak Hao meskipun aku tahu kau sangat membenci mereka namun kita tak bisa begitu saja memerangi mereka, lagipula kita baru saja selesai dari peperangan banyak kultivator kita yang terluka dan bahkan perlu beberapa waktu untuk pulih. Apa kau benar-benar ingin memulai perang..?!” Kaisar Arkhan menolak untuk menyerang Pegunungan Negeri Terlantar saat ini juga, meskipun mereka bertiga cukup kuat namun apa jadinya jika mereka mendapatkan bala bantuan dari wilayah lain.


Hao Ryun berdiri dari duduknya mengambil kedua pedang di sampingnya, “Memulai perang..? Kau pikir siapa sebelumnya yang memulai perang duluan..?” Hao Ryun menggendong kembali pedangnya.


“Kak Hao jangan-jangan kau..”


“Mereka membunuh dua putraku yang mana bisa saja menjadi dua orang terkuat di dunia ini, dua ratus ribu nyawa mereka tak sepadan dengan kematiannya kecuali aku meratakan mereka dengan tanah,” Hao memotong Manager Row yang seketika membuat mereka berdua membuka mata lebar-lebar.


Seketika itu juga meja di hadapan mereka hancur berkeping-keping karena pukulan Arkhan yang menghancurkannya saat itu juga.


Sekarang Arkhan menyesal karena waktu itu malah angkat tangan dalam permasalahan perang tersebut. Bukannya membantu membalaskan dendam Hao kepada mereka ia malah membiarkan mereka mengacak-acak wilayahnya tersebut.


"Bruakk...!!!"


“Apa?!!”


“Berapa jumlah mereka?!”


“Menurut laporan dari komandan pasukan musuh diperkirakan mencapai satu juta orang yang mana merupakan gabungan dari 3 pasukan besar, setiap pasukan di pimpin oleh seorang master Ahli Surgawi! Mereka meminta bala bantuan segera..!!”


Tiga orang di ruangan tersebut langsung menarik nafas mereka dalam-dalam karena saking terkejutnya.


“Sampaikan perintahku kepada seluruh sekte ataupun rakyat Kekaisaran Arkhan untuk bersiap dalam peperangan dalam waktu dekat ini,” perintah Arkhan.


“Siap laksanakan yang mulia..!!!” sosok itu lalu pergi untuk menyampaikan informasi tersebut ke seluruh daerah kekuasaan Kekaisaran Arkhan untuk ikut membantu perang yang mungkin tak akan dapat di hindari kali ini.


“Kakak bisakah kalian..”


“Tanpa kau meminta pun aku memang akan kesana, lagipula aku sudah menebak hal ini akan terjadi. Row kau kumpulkan seluruh pasukan Asosiasi dan kau Arkhan juga persiapkan seluruh pasukan untuk menyerbu. Kebetulan aku sudah tak sabar untuk berolahraga lagi, serahkan saja padaku,” Hao Ryun memotong ucapan Arkhan dan memerintahkan mereka berdua untuk bersiap-siap dan mengumpulkan kekuatan secepatnya.


Mereka berdua pun mengangguk dengan cepat, “Kakak Hao aku serahkan masalah ini padamu,” Hao Ryun pun mengangguk meninggalkan ruangan tersebut lebih dahulu.


Sebelum pergi Hao Ryun berhenti di salah satu penginapan dimana Hao Chen sedang menunggunya disana, “Apa kita akan berangkat sekarang juga, ayah..?” tanya Hao Chen penuh antusias.


Sedikit bingung dalam menjelaskan mengenai hal tersebut Hao Ryun pun mengatakannya dengan jelas kepadanya, “Perbatasan Utara di serang oleh musuh yang mana di perkirakan ada satu juta pasukan. Pasukan tersebut terdiri dari 3 pasukan besar yang masing-masingnya di pimpin oleh Master Ahli Surgawi, jadi ayah tak bisa menemani latihanmu kali ini. Ayah harap kau dapat berkembang dengan baik ayah tunggu hari itu,” Hao Ryun kemudian mengeluarkan sebuah kitab dari cincinnya yang lalu ia berikan padanya.


“Ayah apa kau juga..”


“Apa kau meremehkan ayah? Bukankah kau sudah tahu sekarang ini siapa ayah yang sebenarnya, berhenti berkata seperti itu kau meremehkan ayah,” ujar Hao Ryun sambil tersenyum masam.


Melihat perubahan raut wajahnya itu Hao Chen pun tertawa pelan, “Baiklah ayah aku percaya padamu,” ujarnya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Nah begitulah seharusnya!” Hao Ryun mengelus-elus rambut Hao Chen.


“Kau masih hapal tempatnya kan? Awas jangan sampai tersesat,” Hao Ryun mengingatkan.


“Ingatanku lebih baik daripada yang ayah pikirkan, berhenti menganggap ku anak-anak,” ujarnya kesal.


Setelah tertawa bersama sejenak anak dan ayah itu pun berpisah ke jalan yang berbeda.


“Dengan pedang iblis langit di sisinya aku tak perlu khawatir akan terjadi sesuatu padanya, ditambah selain aku dan anakku orang lain tak mungkin bisa menemukan tempat itu dengan mudah sekalipun Ahli Surgawi,” gumam Hao Ryun melihat bayangan putranya semakin menjauh.


Hao Ryun menarik satu pedang di punggungnya lalu melemparkannya dengan keras ke langit bagian utara, ia kemudian melompat ke udara menaiki pedang tersebut yang melesat dengan cepat di atas langit dengan kecepatan tinggi.


Kecepatan pedang tersebut melesat dengan sangat cepat. Meskipun jaraknya sangat tinggi dari permukaan tanah namun udara yang dihasilkan pedang tersebut meninggalkan kesan yang membuat orang-orang terkejut melihatnya.


“Sial..!! Apa-apaan itu..?!!”


“Apa itu..?!!”


“Lihat..!! Itu sebilah pedang..!! Seseorang berdiri di atasnya..!!!”


Orang-orang mulai melihat ke arah atas dan memperhatikan sebilah pedang yang melesat dengan kecepatan tinggi tersebut. Karena kecepatannya tersebut orang-orang tersebut hanya mampu melihatnya sekilas tanpa bisa mengenali lebih jauh sosok yang berdiri di atas pedang tersebut.


Hanya butuh waktu kurang lebih sekitar setengah jam untuknya sampai di benteng perbatasan utara. Dari jauh sudah terlihat pertarungan tengah berlangsung, menahan serangan dari banyaknya jumlah pasukan musuh benteng utara terlihat sudah di tembus beberapa saat sebelumnya.


Benteng Utara hanya dipimpin oleh satu Kultivator Master Suci dengan seribu kultivator yang paling rendah seorang Kultivator Guru benar-benar tak bisa bertahan dari terobosan tiga pasukan besar tersebut yang di pimpin oleh 3 Ahli Surgawi di belakangnya.


Tiga pasukan tersebut terdiri dari ras yang berbeda, pasukan tersebut terdiri dari gabungan Ras Demon, Goblin dan Werewolf. Pasukan khusus kekaisaran yang menjaga gerbang terlihat hanya tersisa ratusan orang dari jumlah awalnya.


Hao Ryun menarik pedang yang di punggungnya sebelum melompat turun ke bawah dengan kecepatan tinggi, pernah yang lainnya berbelok menuju ke arahnya saat ia melompat ke bawah.


"Booomm...!!!!!"


Hao Ryun jatuh di tengah-tengah pasukan musuh memberikan tekanan gelombang kejut yang sangat kuat hingga menghempaskan mereka semua.


3 pemimpin pasukan itu menyipitkan mata saat melihat ada sesuatu yang tiba-tiba jatuh di tengah-tengah pasukan mereka sehingga merusak formasi pasukan.


“Ternyata hanya sampah yang baru saja naik tingkat, kupikir tokoh hebat,” Hao Ryun mendarat di atas salah satu pedangnya, sebelum benar-benar sampai di permukaan Hao Ryun mengeluarkan 3 pedang iblisnya yang lain.


Hao Ryun menggenggam erat dua pedang iblis di tangannya, ia melompat turun dari atas pedang yang tertancap di tanah, pedang itu kemudian keluar dari tanah dan ikut melayang di sekitarnya bersama dengan dua pedang yang lain.


“Karena kalian sudah datang kemari maka aku tak akan sungkan lagi dengan kalian, kebetulan aku memang hendak mencari kalian,” Hao Ryun tersenyum meremehkan.


“Meskipun kau dikenal sangat kuat tapi kau hanya sendirian sekarang, sepertinya seseorang yang di kenal sebagai Pemburu Iblis hari ini akan menjadi buruan para iblis,” ujar pemimpin pasukan demon itu meremehkannya balik.


“Hanya kalian saja pedang iblis ku cukup,” balas Hao Ryun meremehkan.


“Ku dengar tuan pemburu iblis memiliki 7 pedang iblis kenapa sekarang hanya ada lima? Kemana yang lainnya apa kau kehilangan mereka,” ejek pemimpin pasukan goblin.


“Karena aku sungguh baik maka aku akan memberitahumu......”


“Satunya ku berikan pada putraku, satunya lagi ada di juniorku,” sambung Hao Ryun yang tiba-tiba muncul di belakang pemimpin goblin.


“Go Zing San! Belakangmu!” Pemimpin Demon langsung mengingatkan dengan cepat.


“Kau terlalu meremehkan kami bertiga, apa kau lupa dengan kehadiranku disini,” sang pemimpin Werewolf langsung bergerak cepat mendorong Go Zing San dengan cepat.


“Terima kasih, Su Yang Ji! Jika tanpamu mungkin aku akan langsung terkapar karenanya,”

__ADS_1


__ADS_2