Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa

Menapaki Jalan Surgawi: Pemburu Dewa
Ch43 Penempa Tingkat 1


__ADS_3

"Guru benar-benar memberikan latihan yang sangat sulit, kupikir guru hanya sedang bercanda," gumam Asta pelan sembari meninggalkan ruangan Manager Row, ia pun memasuki salah satu ruangan yang tidak digunakan untuk mulai membuat Artefak.


"Apa yang harus kubuat dengan ini..?" Ucapnya didalam hati berpikir untuk menciptakan apa.


Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Asta terpikirkan untuk membuat sebuah Artefak yang mungkin memiliki tingkat keberhasilan sangat tinggi terlebih itu hanyalah artefak sederhana, yaitu jarum.


Asta mulai memasukkan material kedalam tungku api memulai proses peleburan. Hingga beberapa saat kemudian tungku api pun meledak mengakibatkan kegagalan pertamanya dalam mencoba membuat sekaligus dua artefak hanya dengan satu material.


Para Master Penempa yang saat ini tengah memurnikan Artefak di setiap ruangan bertanya-tanya apakah salah satu dari mereka ada yang meledakkan tungku api, para Master itu kemudian tertawa berpikir bahwa salah satu rekan kerja mereka melakukan kesalahan.


Beberapa saat pun telah berlalu semenjak Asta memulai proses penempaan kini sudah kedua kalinya ia meledakkan tungku api. Para Master Penempa itu langsung tertawa lagi mendengar seseorang yang meledakkan tungku api.


Kesal karena merasa di tertawakan Asta pun menekadkan untuk bisa berhasil kali ini, karena kalau tidak ia tidak akan berhasil sama sekali. Mustahil baginya untuk bisa membuat 3 Artefak hanya dengan satu material.


Waktu pun kembali berlanjut namun para Master Penempa yang sudah menunggu-nunggu adanya suara ledakkan suara api lagi tak mendapatkan apapun.


Kali ini adalah keberhasilan pertama Asta dalam latihan tersebut, wajahnya dipenuhi dengan senyuman.


Ia pun kembali melanjutkan latihannya hingga sampai para Master Penempa yang sebelumnya penasaran dengan siapa yang meledakkan tungku api lalu memeriksa ruangannya. Kini para Master itu pun berhenti menertawakan dan membicarakannya karena mereka lihat Asta sepertinya tengah berlatih, mereka mengoreksi sedikit demi sedikit setiap gerakan yang seharusnya tidak perlu, sehingga dengan itu Asta juga menjadi lebih baik di setiap prosesnya.


Hingga malam hari dimana para Master Penempa Asosiasi sudah ingin beristirahat disisi lain Asta masih saja terpaku pada latihannya, tepat disaat ia memurnikan 2 artefak terakhir gurunya datang memasuki ruangan.


Flares membuka matanya lebar-lebar melihat muridnya ternyata benar-benar melakukan apa yang ia pinta.


'Anak ini benar-benar melakukannya dengan sangat baik,' gumamnya di dalam hati.


Flares pun menetap disana memperhatikan setiap gerakan muridnya, ia menemui masih banyak kesalahan yang Asta lakukan akan tetapi setidaknya ia benar-benar berkembang dengan sangat cepat dibandingkan dengan dirinya hari kemarin. Pikirnya mungkin para Master Penempa di Asosiasi telah sedikit membantunya untuk bisa berkembang.


Beberapa saat kemudian pemurnian terakhir pun berhasil ia selesaikan, terlihat wajahnya penuh dengan senyum kebanggaan.


"Akhirnya aku berhasil menyelesaikannya, sekarang aku....."


Baru saja Asta berbalik ingin kembali ke ruangannya untuk menunggu gurunya kembali. Asta pun menganga lebar melihat gurunya yang ada di depan pintu.


"Sepertinya kau telat, muridku tercinta," ujar Flares sambil berjalan mendekat.


"Tapi guru aku telah....." Belum sempat ia mengucapkannya dengan jelas Flares langsung mengangkat salah satu kakinya dan mulai memukuli pantatnya.


"Inilah hukumannya,"


"Aww!! Aww!!! Aww!!! Guru kau sungguh kejam, Aww!!"


"Hukuman tetap hukuman sekalipun kau sudah menyelesaikan permintaan guru tapi kau telat menyelesaikannya. Jadi terimalah ini,"


"Guru!!! Kau sungguh tidak manusiawi...!!!!"


***


Satu jam kemudian terlihat Asta baru saja kembali ke ruangannya, Manager Row yang melihatnya berjalan sembari memegangi pantatnya bertanya apa yang terjadi.


"Asta apa yang terjadi padamu? Apa latihan menempa membuat bokongmu menjadi sakit?" Tanya Manager.


"Tidak bukan itu, tapi guruku yang melakukannya. Guru benar-benar tak manusiawi padahal aku sudah menyelesaikan permintaannya," jawab Asta pelan yang kemudian hanya dibalas tawa oleh Manager.


Kesal melihat Manager Row juga menertawakannya, ia pun memasuki ruangannya untuk memulihkan keadaannya.


Keesokan harinya Asta pun bangun-bangun pagi sekali, tepat sebelum gurunya yang membangunkannya. Benar saja gurunya kali ini datang dengan ember di tangannya.


"Ahh, jadi murid tercintaku ternyata sudah bangun," ucapnya sambil berusaha tersenyum manis.


"Apa-apaan senyuman itu!" Teriak Asta padanya.

__ADS_1


Flares pun tertawa kecil dengan tingkah Asta, ia pun memberikannya beberapa material lagi dan menyuruhnya berlatih setelah itu ia pun kembali pergi dengan Zaru yang entah Asta sendiri tak tahu ia kemana.


Sudah beberapa hari semenjak Asta berlatih menempa, namun dengan arahan dari Gurunya hal yang seharusnya cukup sulit untuk dipelajari menjadi sangat mudah. Bisa dibilang saat ini ia merupakan seorang Penempa tingkat 1 meski tanpa lencana Penempa sekalipun.


Asta pun pergi ke keluar dari ruangannya berniat mengunjungi Master Senpu untuk mengambil artefak miliknya.


"Pedang Penebas Langit sudah terkontaminasi oleh aura dari Pedang Iblis Malam, siapa sangka Artefak Roh Legendaris bisa memiliki efek seperti ini," gumam Asta sambil menghela nafasnya pelan, memang positifnya pedang itu berevolusi menjadi Artefak Roh dan bahkan naik satu tingkat akan tetapi, kini Pedang tersebut menjadi memiliki kemampuan yang sama dengan Iblis Malam meskipun hanya sekitar seperempat dari kemampuannya.


Dikarenakan hal tersebut pedang Penebas Langit menjadi berubah nama menjadi pedang Langit Kelam, meskipun kekuatan jiwanya telah meningkat karena latihan menempa namun belum cukup baginya untuk bisa bertahan dari aura pedang tersebut.


Kau harus meningkatkan kekuatan jiwamu terlebih dahulu jikalau ingin menggunakannya lagi, begitulah yang dikatakan oleh gurunya yang juga sama seperti pesan Paman Hao padanya.


"Junior, darimana kau dapatkan topeng seperti itu, bisakah kau memberi tahu ku dimana membelinya?" Tanya Yuan Tiandu yang tertarik untuk membeli topeng yang Asta kenakan, topeng dengan motif api menyerupai kepala serigala.


Alasan Asta mengenakan topeng tersebut adalah demi menyembunyikan identitasnya yang saat ini telah di ketahui, topeng tersebut merupakan salah satu artefak yang ia ciptakan sendiri selama beberapa hari ia berlatih.


"Aku mendapatkannya dari Manager, jika senior ingin mungkin aku bisa meminta satu kepada Manager Row untuk senior," ucapnya berbohong mengenai asal topeng tersebut.


"Ahh, sepertinya tidak perlu nanti aku akan membelinya saja," jawab Yuan Tiandu tersenyum kecil.


"Ingin pergi kemana?" Tanya Yuan.


"Ini sudah 6 hari seperti yang di janjikan Master Senpu, aku akan ke kediamannya untuk mengambil Artefak ku," jawab Asta.


"Junior ingin kesana, baiklah aku akan menemanimu," jawabnya sambil tersenyum tipis.


"Tidak masalah,"


Sesampainya di kediaman Master Senpu yang kini terlihat sepi tanpa pengunjung sama sekali, dua pemuda laki-laki yang pada sebelumnya pernah Asta lihat sedang menenangkan antrian, kini terlihat sedang bersenda gurau di teras.


"Tampaknya hari ini hanya kita berdua yang datang kemari," ucap Yuan.


Didepan gerbang masuk terlihat Jendral Nolan yang tengah berdiri membelakangi gerbang, Jendral Nolan memicingkan matanya melihat Yuan yang datang bersama sosok bertopeng.


Asta kemudian membuka topengnya sedikit demi memperlihatkan sebagian wajahnya, Jendral Nolan pun tersenyum setelah mengetahui bahwa itu dirinya.


"Apa itu benar Jendral..?!!" Tanya Yuan tak percaya.


"Hei, bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Jendral heran.


"Aku hanya menebaknya semata karena saat ini aku tak bisa membaca sedikitpun kekuatan dari Jendral, saat ini jikapun aku menggunakan itu sepertinya Jendral tidak akan mengalami masalah apapun," ujar Asta yang kemudian dibalas tawaan olehnya.


Jendral Nolan lalu mengantarkan mereka berdua menuju ke ruangan Master Senpu.


Didalam ruangan Master Senpu tengah membersihkan tungku api miliknya, ia kemudian menengok kebelakang menyadari ada seseorang yang mengetuk pintunya.


Master Senpu lalu menyuruh mereka berdua memasuki ruangannya, sedangkan Jendral Nolan kembali berjaga di pintu gerbang.


"Kebetulan sekali, baru saja aku menyelesaikan pemurnian artefak milikmu, ambil ini," ucap Master Senpu memberikan pesanan Asta sebelumnya.


Master Senpu tampak terkejut saat melihat cincin penyimpanan yang Asta kenakan. Cincin itu tampak berbeda baginya dengan cincin penyimpanan kebanyakan karena warnanya yang hitam pekat.


'Ini-?!! Darimana anak ini mendapatkannya, bukankah ini cincin penyimpanan yang setara dengan gelang penyimpanan, hanya ada satu orang di dunia ini yang mempunyai metodenya yaitu Master itu,' Batin Master Senpu bertanya-tanya.


"Whoaa..!! Master apakah aku boleh mencobanya?"Tanya Asta berantusias melihat sarung tangan tersebut.


"Ahh,, lagipula itu adalah milikmu tentu kau boleh mencobanya. Namanya adalah Cakar Taring Duri merupakan Artefak Roh level 4. Cakar kiri memiliki kemampuan untuk mengalirkan listrik hingga menyetrum target, sedangkan cakar kanan memiliki kemampuan racun darah," jelas Master Senpu tentang kemampuan dari Cakar Taring Duri.


Asta pun mulai mengenakan cakar tersebut dan mencoba beberapa gerakan sederhana.


"Apakah kau merasa itu nyaman digunakan, Asta?" Tanya Yuan.

__ADS_1


"Ya, tampaknya cakar ini bisa menyesuaikan besar kecilnya sendiri. Master, harus ku bayar apa untuk sarung tangan ini?" Tanya Asta.


"Tidak perlu, semua biaya pemurnian nya sudah dibayarkan oleh Manager beberapa hari yang lalu. Ia menyuruh salah seorang kepercayaannya untuk mengantarnya padaku," jelas Master.


'ahh, iya. Aku hampir lupa bahwa anak ini juga di lindungi oleh Manager, harusnya aku tidak heran akan hal ini,' batin Master Senpu.


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih, Master," ucapnya berterima kasih, Master Senpu pun mengangguk.


"Apakah kau akan memulai perjalanan kembali, Asta?" Tanya Yuan setelah mereka meninggalkan kediaman Master Senpu.


Asta pun mengangguk,"Ya, seperti yang kubilang sebelumnya aku akan mewakili Asosiasi dan pergi ke Kota Hansu demi mendapatkan pengalaman bertarung yang lebih," jawabnya sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu terima ini, jangan lupa untuk mengabariku sesaat kau telah sampai di sana. Giok ini adalah Giok Komunikasi, kebetulan aku juga yang bertugas dalam mengantarkan peserta yang mewakili Keluargaku dalam Turnamen tersebut, jadi kita akan bertemu lagi disana," ujarnya sambil memberikan giok komunikasi tersebut.


"Ahh, kalau begitu kenapa kita tidak berangkat bersama saja bukankah tujuan kita sama?" Tawar Asta sambil menerima giok komunikasi tersebut.


Yuan terlihat berpikir sejenak. "Sepertinya tidak bisa, masih ada sesuatu yang harus aku kerjakan terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Lagipula aku akan berangkat beberapa hari lagi,"ujarnya menolak.


"Yasudah kalau begitu, aku pasti akan menghubungi Senior saat sudah tiba di sana," ujar Asta.


Setelah itu mereka pun berpisah, Asta tak kembali ke Asosiasi Fajar Merah melainkan pergi menuju ke gerbang kota. Karena sebelumnya mereka sudah berjanji akan bertemu di gerbang kota dan langsung melakukan perjalanan ke kota Hansu.


"Hmm,, tidak buruk juga hasilnya," ucap Flares yang muncul secara tiba-tiba mengkoreksi Cakar Taring Duri yang Asta kenakan.


"Guru bisakah guru tidak selalu muncul secara tiba-tiba, bisa-bisa aku mati hanya karena terkejut," protes Asta.


"Hahahaha," balasnya tertawa.


Tak jauh dari gerbang kota terlihat Manager Row bersama Zaru yang tengah berbincang-bincang bersama penjaga gerbang kota, Asta pun menghampirinya.


"Manager, bisakah kita berangkat sekarang?"tanya Asta.


"Ohh,, cukup menarik, tampaknya Senpu cukup serius dalam mengerjakan Cakar tersebut," ucapnya memuji hasil pekerjaan Master Senpu dalam menciptakan Artefak tersebut.


"Dasar kau ini, bisakah kau lebih cepat sedikit, kau tahu aku paling benci menunggu,"ucap Zaru kesal.


"Sudahlah, mari kita segera berangkat, kemungkinan kita akan sampai dalam 10 hari perjalanan, sedangkan untuk Turnamennya akan diadakan 13 hari lagi, kita mempunyai waktu 3 hari di Kota Hansu untuk bersiap," ajak Manager Row.


Mereka pun pergi meninggalkan Kota Tiandu menuju Kota Hansu tempat diadakannya Turnamen Seni Bela Diri.


Perjalanan pun tampak lancar tanpa halangan, meskipun Asta melihat beberapa Hewan Ghaib mereka seolah-olah menghindari mereka. Asta pun heran akan hal tersebut. Pasalnya, saat ia bersama Ace ia selalu di ganggu oleh Hewan Ghaib setiap kali Hewan Ghaib melihatnya.


Melihat ekspresi Asta yang keheranan setiap kali mereka melewati Hewan Ghaib Zaru pun menyimpulkannya.


"Apa kau sedang berpikir mengapa mereka tak menyerang kita?" Ujar Zaru, Manager Row pun ikut menengok melihat Asta.


"Ya, Karena sebelumnya aku sendiri harus bersembunyi dan menghindari mereka. Namun sekarang mereka terlihat seperti tak peduli sama sekali meskipun mereka menatap kita,"ucapnya mengatakan keheranannya tersebut.


"Hahahahaa," Manager Row dan Flares pun tertawa.


"Asta, hewan ghaib mempunyai insting yang kuat akan bahaya, jangankan untuk mencegat jika pun mereka melihat kita mereka akan berusaha langsung menjauh. Dengan Zaru yang menyebarkan auranya secara terus-menerus mustahil ada hewan ghaib yang berani menyerang kita," lanjut Manager menjelaskan.


"Tapi bukankah Ras Serigala Dewata juga merupakan salah satu dari ke-11 Ras Hewan Kuno? Lalu kenapa saat aku bersama Ace aku malah harus bersusah payah untuk bersembunyi, meskipun aku sembunyi saat itu tetap ada seekor Singa Bulu Biru yang menyerangku. Apakah Ras Serigala Dewata tidak memiliki aura penindasan layaknya Ras Beruang Bertanduk?" Ujarnya bertanya.


"Hahahahaha," kali ini Zaru yang tertawa keras mendengarnya.


"Mau Ras Hewan Kuno yang mana pun, semuanya memiliki aura penindasan terhadap Hewan Ghaib biasa. Serigala itu hewan licik. Sembunyi pun tak ada gunanya selagi ada dia. Singa tersebut menyerangmu karena serigala itu yang memaksanya. Hahahahaha,"ujarnya menjelaskan.


Asta hanya terdiam tak berkata-kata mendengar hal itu. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Ace lah penyebab dari pertarungan yang harus ia hadapi saat itu.


*****

__ADS_1


Catatan Surgawi


Giok Komunikasi, merupakan semacam alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam jarak yang jauh. Agar dapat digunakan persyaratan yang diperlukan cukup mudah. Yakni dengan memasukkan cap roh kedalam giok komunikasi. Cap roh yang sudah tersimpan tidak akan bisa dihapus ataupun hilang sampai si pemiliknya meninggal.


__ADS_2