
Tak hanya Jendral Nolan seorang yang terkena dampak dari domain yang Asta ciptakan, bahkan Yuan Tiandu, orang-orang yang ikut mengantri, hingga Master Senpu yang berada di ruangannya pun merasakan domain tersebut. Hal baiknya adalah orang-orang yang sedang mengantri di luar menjadi lebih tenang setelah merasakannya karena mereka pikir Master Senpu lah yang melakukannya demi menghentikan mereka.
Merasakan betapa luar biasanya domain itu Master Senpu pun bergegas untuk menemui sosok itu.
"Senior, apa kau tidak apa-apa..?" Tanya Asta khawatir.
"Ukh.. kemampuan junior sungguh diluar dugaan, itu sungguh menyakitkan, hahahahaha," ucapnya pelan sambil memegangi dadanya yang sesak.
Tak seperti Jendral Nolan, sebelum terjatuh Yuan Tiandu sempat mengeluarkan pedangnya untuk menjadi tumpuan agar tetap berdiri.
'Tak ada kebohongan apapun dalam ceritanya, Asta benar-benar serius berlatih di dalam Lembah Neraka, kupikir ia hanya berlatih dipintu masuknya. Jika Asta saja sekuat ini lalu seperti apa sosok gurunya itu,' gumam Yuan Tiandu didalam hatinya penasaran dengan sosok yang mengajarinya.
Asta pun bergegas mengeluarkan pil penyembuh dan memberikannya pada Yuan Tiandu. Untungnya Asta menerima pemberian dari Pak Helio sebelumnya yang mana didalam cincin beberapa cincin itu tak hanya terdapat bahan obat dan material saja melainkan ada beberapa pil obat juga.
Disisi lain Jendral yang juga memiliki pil penyembuh sendiri langsung menelannya untuk segera menyembuhkan cideranya.
"Hei, nak, kau cukup membuatku terkejut karena bisa mempelajari sebuah Tekhnik Area di usia dan Ranahmu saat ini, hanya saja aku sarankan kau untuk tidak terlalu sering menggunakannya, kulihat kau juga belum sepenuhnya mampu mengendalikannya. Siapa namamu?" Puji Jendral Nolan yang saat ini berubah pandangannya, ia sangat terkejut ada seseorang yang belum menapaki Ranah Tetua Suci tapi mampu menggunakan sebuah Tekhnik Area, Domain.
"Namaku Asta, jendral cukup memanggilku seperti itu. Seperti yang jendral katakan aku memang belum sanggup untuk bisa mengendalikannya dengan baik, setidaknya semua orang yang ada di kediaman ini merasakan tekanannya," ucap Asta memperkenalkan dirinya.
"Apa?!!" Teriak Yuan dan Jendral Nolan bersamaan.
"Maksudmu, Master Senpu saja merasakan penekanannya?" Tanya Jendral Nolan dan Yuan secara bersamaan lagi.
Dengan santainya Asta pun mengangguk dan berkata bahwa mungkin Master Senpu sedang berjalan kemari.
"Nolan...!!!" Teriak Master Senpu dari dalam, terdengar suaranya panik memanggil nama Jendral Nolan.
Bruakk..!!!!
Pintu lain pun terbuka, memperlihatkan seseorang bertubuh besar dan kekar yang terlihat panik, yakni Master Senpu.
"Dimana Tuan yang terhormat itu, kenapa kau malah diam dan mengobrol dengan Yuan disini, cepat susul dia sebelum menghancurkan kediamanku. Nolan, Yuan dan kau juga, bocah, cepat..!!!" perintahnya.
Jendral Nolan dan Yuan Tiandu pun hanya bisa tersenyum kaku, ia tak tahu harus berkata seperti apa untuk memberitahu bahwa dalang dibalik Tekhnik Area itu adalah bocah yang ada dihadapannya kini.
"Jendral, siapa pria kekar ini, mengapa ia tiba-tiba memerintah kita bertiga?" Tanya Asta dengan polosnya.
Dengan cepat Master Senpu mengayunkan palunya memukul kepala Asta.
"Aduhh..!!"
"Apa begitu sikapmu nak pada seorang Master Penempa," ujar Master Senpu mengajarinya.
"Ahh, jadi anda Master Senpu itu," ujar Asta lagi sambil berusaha berdiri dan memegangi kepalanya.
Melihat Master Senpu ingin memukulkan kembali palunya, Jendral Nolan dan Yuan pun langsung menghentikannya dan mengajaknya sedikit menjauh dari Asta untuk menceritakan yang sebenarnya mengapa mereka masih disini.
Master Senpu pun membelalakkan matanya mendengar cerita tersebut, ia lalu meminta Asta untuk menunjukkan Giok Penanda miliknya. Asta lalu memberikan Giok yang telah Manager berikan padanya, dimana dalam giok tersebut Asta tercatat sebagai orang yang sangat penting dalam Asosiasi.
'Ini benar-benar asli, jika memang apa yang dikatakan mereka berdua ini benar maka kemungkinan terbesar anak ini adalah anak emas dari Asosiasi Fajar Merah. Itulah mengapa disini tertera bahwa posisinya sangat penting bagi Asosiasi diusianya yang masih terbilang sangat muda,'
Master Senpu pun mengembalikan Giok tersebut padanya dan mengajaknya untuk masuk. Yuan Tiandu pun ikut untuk melihat-lihat koleksi apa saja yang dimiliki oleh Master Senpu yang cukup dikenal besar sebagai Master Penempa tingkat tinggi.
Master Senpu pun mengangguk dan mengijinkannya untuk ikut, sedangkan Jendral Nolan diperintahkan kembali untuk menjaga pintu tersebut.
"Silahkan masuk," ujar Master Senpu menyuruh mereka untuk memasuki ruangannya.
__ADS_1
Di dalam ruangan Master Senpu terdapat berbagai jenis koleksi tungku perapian yang Master Senpu miliki. Selain itu tungku-tungku koleksi Master Senpu juga mengeluarkan aura yang khas sehingga membuatnya menjadi sangat terasa perbedaan di setiap tungkunya. Meski tak memahami aura apa itu Asta tetap saja tertarik untuk memilikinya.
"Nak, coba kau tunjukkan bahan-bahannya kepadaku, mungkin aku bisa merekomendasikan jenis artefak yang paling cocok menggunakan material yang kau bawa," ujar Master Senpu mempersilahkannya untuk mengeluarkan bahan-bahannya.
"Maaf Master, tapi aku sudah mempunyai rekomendasi dari guruku dan aku yakin, bahan-bahan yang ku punya sangatlah cocok untuk membuat Artefak semacam itu," ujar Asta sambil mengeluarkan dua bongkahan Kristal Katun yang berusia sekitaran 200 tahun-an. Bersama dengan Taring dari Siluman Merah, serta Duri ekor Banteng Ekor Berduri.
Master Senpu pun hanya mengangguk pelan, tak ada keterkejutan apapun di wajahnya melihat material langka tersebut karena dengan asosiasi dibelakangnya tentu bukan hal aneh Asta memilikinya.
"Baiklah, sekarang dengan material serta bahan ini, aku yakin gurumu ingin memintaku untuk membuatkanmu sebuah Artefak Roh bukan? Jadi sejenis apa artefak itu, aku tebak dengan 3 jenis bahan ini gurumu menyarankanmu untuk membuat Zirah Pelindung dengan efek serangan balik, kan? Dengan tekstur Kristal Katun yang kuat dan fleksibel serta kekuatan dari duri dan taring ini aku yakin itu yang gurumu sarankan," ujar Master Senpu mencoba menebaknya.
Asta pun menggeleng pelan, menurutnya zirah dengan efek serangan balik memang terkesan hebat akan tetapi bukan itu yang ia butuhkan. Asta pun menjelaskan jenis artefak seperti apa yang ingin ia minta Master Senpu buatkan dengan bahan tersebut.
"Guruku menyarankanku untuk membuat sebuah Artefak sejenis sarung tangan, dimana Taring Siluman Merah di letakkan di lengan kanan, sedangkan Duri Ekor Banteng Berduri di lengan kiri. Aku harap Master Senpu bisa mengabulkan permintaanku ini," ujar Asta.
Master Senpu pun menarik nafasnya panjang, sungguh tak terpikirkan pemikiran cerdas untuk memanfaatkan sebuah bahan dan membuat sepasang artefak roh namun dengan karakteristik berbeda. Dari perincian tersebut saja Master Senpu langsung mendapatkan pemahaman lebih jauh mengenai dunia Penempaan.
'Siapa sebenarnya guru dari anak ini, pemahaman Manager Row terhadap Jalan Tempa saja berada dibawahku. Sedangkan gurunya bahkan terpikirkan hal serumit ini. Apakah aku sedang di permainkan oleh gurunya,' pikir Master Senpu mempertanyakan hal tersebut.
Master Senpu pun menyetujui permintaan tersebut dan akan segera mengerjakan pemurniannya. Setelah itu, ia pun menyuruh Asta untuk kembali dalam waktu 6 hari untuk mengambil artefak itu nantinya.
Akan tetapi Asta menolak untuk pulang karena tujuannya sendiri kemari bukan hanya sekedar untuk meminta pemurnian Artefak, melainkan ia juga ingin meminta arahan dari sang Master Penempa tentang pengendalian api dan metode penempaan.
"Nak, apa kau yakin ingin nenapaki dua jalan yang berbeda-beda, tidaklah mudah untuk menjadi seorang kultivator sekaligus penempa disaat yang sama," jelas Master Senpu.
"Master tenang saja, kesulitan apapun itu aku akan tetap mencobanya, lagipula aku hanya ingin memperhatikan Master saat proses pemurnian," jawab Asta.
"Baiklah, tapi berjanjilah kau tak akan menggangguku di tengah-tengah progres pemurnian atau Artefak Roh yang kau minta akan gagal," ujarnya lagi memintanya agar tak mengganggunya jika ia benar-benar hanya ingin melihat semata.
Proses pemurnian pun dimulai, pertama-tama tentu saja yang paling penting adalah menempatkan material dan bahan-bahan kedalam tungku api. Master Senpu mencoba mengendalikan apinya untuk melebur semuanya.
Setelah suhu api telah mencapai derajat tertentu Master Senpu mencoba mengeluarkan bahan-bahan dan material tersebut dari dalam tungku. Pemurnian pun memasuki proses penempaan, dengan cepat Master Senpu mengambil palunya memperlihatkan metode Penempaannya untuk membentuk artefak tersebut.
Proses penempaan pun berlangsung secara beberapa kali, kini tinggal pembentukan inti roh dari tubuh Hewan Ghaib yang akan di tempatkan pada Artefak. Proses ini tak lebih lama dari proses penempaan.
Inti Roh pun selesai dibuat proses Penempaan pun berlanjut ke proses penyatuan. Proses yang sangat sulit bagi seorang Penempa saat menciptakan Artefak Roh.
Sesaat Master Senpu hendak menyatukan keduanya, inti roh itu pun mengeluarkan reaksi sisa-sisa jiwanya begitu juga dengan material tersebut. Sebuah bayangan sisa-sisa jiwa Siluman Merah dan Banteng Ekor Berduri muncul dari dua inti roh tersebut.
Artefak sarung tangan yang berhasil dibuat oleh Master Senpu pun sama juga memunculkan sisa-sisa jiwa dari Material Katun Merah, yang menyerupai selendang merah.
Asta memperhatikan semua pertarungan sisa-sisa jiwa tersebut dengan seksama, ia menyadari bahwa disini kemampuan Master Penempa adalah hal yang terpenting. Jika sang Master Penempa saja tak sanggup menerima semua tekanan yang di hasilkan dari pertarungan sisa-sisa jiwa tersebut maka pemurnian Artefak akan benar-benar gagal.
Proses penyatuan pun berhasil terselesaikan dan memasuki tahap akhir yakni pembersihan, hal ini dilakukan agar sisa-sisa kesadaran jiwa dari material Katun Merah berhasil di bersihkan untuk mengantisipasi terjadinya Artefak yang mengamuk.
Proses pembersihan tersebut dilakukan dengan cara memasukkan kembali Artefak kedalam tungku dan membakarnya dengan suhu yang sama. Cepat atau lambatnya tergantung pada keterampilan si Penempa tersebut.
Seperti yang sebelumnya Master Senpu katakan padanya, bahwa paling tidak ia membutuhkan waktu sekitar 6 hari untuk menyelesaikan proses tersebut. Proses pembersihan sendiri hampir tak berbeda dengan proses peleburan.
Setelah selesai dengan itu Asta dan Yuan pun pamit undur diri tak lupa Asta juga berterima kasih pada Master Senpu atas arahannya, berkatnya kini ia telah memahami tentang konsep Penempaan itu sendiri.
Selepas menemui Master Senpu Asta yang tak mempunyai kegiatan lain pun berniat untuk berkeliling kota. Namun Yuan Tiandu saat itu mendapatkan pesan dari Giok Komunikasi yang diberikan keluarganya.
"Asta, sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk berkeliling kota, sayangnya ada hal yang harus ku lakukan," ujar Yuan memperlihatkan artefak komunikasinya yang bercahaya.
Asta pun mengangguk membiarkan Yuan pergi untuk memenuhi kewajibannya sebagai bagian dari keluarganya.
Setelah Yuan tak lagi kelihatan Asta pun mulai berjalan menyusuri kota yang tampak sangat ramai, kota itu dipenuhi orang-orang yang berlalu lalang.
__ADS_1
Sesaat kemudian ia menemukan sebuah kerumunan ramai orang-orang yang tampak mengerubungi sesuatu, penasaran ia lalu bergegas untuk melihatnya.
"Dasar keparat!! Berani sekali kau mencuri barang dagangan ku lagi, hah..!!!!!"
"Dasar keparat!! Berani sekali kau mencuri barang dagangan ku lagi, hah..!!!!!"
Teriak seorang pria sambil menendangi tubuh mungil seorang anak kecil, anak laki-laki itu hanya bisa diam menerima pukulan sembari berusaha melindungi kepalanya.
"Hehhh! Anak ini bukankah anak yang kemarin di pukuli Pak Zhang, bisa-bisanya dia mencuri lagi di tokonya,"
"Anak ini cukup beruntung bisa bertahan hidup setelah sekian kali ia tertangkap dan di pukuli,"
Asta yang tentu melihat kejadian tersebut tentu tak bisa tinggal diam, terlebih lagi orang-orang yang ada di sekitarnya seperti tak peduli jika anak itu mati.
Terlihat sebuah kemarahan dalam sorot matanya menandakan betapa marahnya saat ini.
Sesaat kemudian orang-orang pun mulai menyadari kehadirannya, bagaimana tidak Asta menyebarkan auranya sehingga menarik perhatian semuanya.
Anak itu mencoba untuk melihat siapa yang menarik perhatian orang-orang hingga mengalihkan perhatian Pak Zhang yang saat itu tengah memukulinya.
Tatapan mata mereka pun bertemu berbanding terbalik dengan orang-orang yang melihatnya penuh amarah, akan tetapi di mata anak itu Asta terlihat sedang bersedih. Asta mengeluarkan beberapa keping emas dan melemparkannya ke orang yang sebelumnya menendangi anak tersebut.
Meskipun lemparannya tak terlalu kuat, namun Asta memasukkan sedikit spiritnya kedalam kepingan emas tersebut. Sehingga si pedagang pun sampai kesakitan hingga batuk darah ketika kepingan emas tersebut mengenai dadanya.
"Siapa...." ujarnya bertanya dengan nada ketakutan.
"Ada apa lagi! Bukankah beberapa keping emas itu sudah cukup untuk membeli beberapa roti yang ia curi dari tokomu!" Ucapnya pelan namun penuh intimidasi, Asta lalu membantu anak itu berdiri.
Tentu setelah melihat auranya yang merupakan seorang kultivator para orang-orang biasa itu tak berani bermacam-macam dengannya. Hanya dengan mengetahui bahwa ia seorang kultivator saja sebenarnya sudah cukup untuk membuat orang-orang itu ketakutan, namun karena Asta kelewat emosi ia kelepasan melepaskan aura bertarungnya, seolah-olah memperlihatkan bahwa ia siap untuk bertarung.
Anak itu awalnya menatap Asta heran karena biasanya orang-orang tak akan mempedulikan keselamatannya selain seseorang yang telah membesarkannya hingga kini.
'Siapa orang ini, kenapa juga ia membantuku,' ucap anak itu di dalam hatinya bertanya-tanya.
'Jangan khawatir, aku pasti akan melindungimu. Dengan adanya diriku mereka tak akan bisa menyentuhmu sedikitpun,' ujar Asta berbicara kepadanya melalui pikiran, kemampuan yang juga di ajarkan gurunya.
Anak itupun menganggukan kepalanya, 'dia orang yang baik,'
"Hehhh, bocah ini lagi-lagi mendapatkan keberuntungan yang tak terduga sepertinya ia akan terselamatkan,"
"Kupikir dia akan menemui akhirnya kalau sudah begini, ya sudahlah. Untuk apa kita melihatnya lebih lama lagi, lebih baik kita pergi sebelum kultivator muda itu mulai membunuh satu persatu dari kita,"
Satu persatu orang-orang itu pun membubarkan diri, pria yang sebelumnya belum menyadari bahwa sesuatu yang menghantam dadanya adalah kepingan emas. Pria itu pun tersenyum melihat kepingan-kepingan emas yang kini ada di tangannya itu.
"Bocah, kau sungguh beruntung karena ada tuan muda disini. Tanpanya mungkin hari ini adalah hari kematianmu. Pergilah! Jangan lagi mencuri di toko ku ini," ujar si pedagang melepaskan bocah tersebut.
Setelah itu Asta mengajaknya ke sebuah gang yang lumayan sepi orang lewat. Ia berniat berbincang dengan anak tersebut.
"Sepertinya disini cukup sepi," ucap Asta pelan sambil mencoba memeriksa sekitar.
"Baiklah, kita berbicara disini saja, jadi siapa namamu kawan? Tampaknya usia kita tak berbeda jauh,"
***
Catatan Surgawi
Master Senpu, merupakan seorang Master Penempa dengan Lencana Ungu. Ia mempunyai perawakan yang tinggi dan besar, ia juga dikenal sebagai Master Artefak Pengelana. Dalam pemurnian Artefak biasa Master Senpu mampu membuat sebuah Artefak tingkat 7, namun untuk Artefak Roh setidaknya ia saat ini hanya mampu menciptakan paling tinggi tingkat 5.
__ADS_1