
Betapa terkejutnya Helio setelah mengetahui siapa dibalik sosok guru Asta. Tak hanya itu bahkan Asta pun memiliki Hewan Ghaib Kuno yang akan menjaganya, yakni Zaru.
'Jadi ini, sosok asli Zaru. Sosok yang pernah menggemparkan dunia. Ternyata dibalik kebrutalan yang diceritakan orang-orang. Wujud aslinya malah, sangat imut ketimbang menyeramkan. Apakah semua petinggi Ras Hewan Kuno mempunyai wujud asli yang seperti ini,' gumam Helio didalam hati.
"Utake. Apakah kau tahu dimana Row berada saat ini..?" Tanya Flares.
"Ahh. Jadi Tuan sedang mencari Manager. Kebetulan, sebelumnya aku mendengar kabar tentang keberadaannya. Aku mendengar Manager akan mengadakan pelelangan malam ini di Asosiasi Fajar Merah yang ada di Kota Tiandu," ujar Helio memberitahunya.
"Baiklah kalau begitu. Asta, mari kita berangkat. Kita tak boleh membuang-buang waktu lebih lama lagi. Lagi pun, kau juga sudah mengetahui apa yang menjadi kekhawatiranmu bukan..?" ajak Flares.
"Baik guru. Pak Helio, aku duluan ya. Jaga kesehatan anda baik-baik. Ohh iya, sampaikan salam ku pada Kenshin dan yang lainnya saat anda kembali ke Sekte," ujar Asta berpamitan dengannya.
Helio pun mengangguk sambil tersenyum. Membiarkannya pergi bersama gurunya dalam melanjutkan pengembaraannya.
"Asta. Sepertinya sebentar lagi kau pun akan menyusulku. Dilihat dari Kultivasi mu yang benar-benar melebihi perkiraan ku. Aku tak menyangka, kau akan ke Lembah Neraka dan melakukan Kultivasi disana," gumam Helio melihat Asta yang berjalan menjauhinya.
Helio pun berbalik arah dan kembali melanjutkan tugasnya dalam membasmi Perkemahan Goblin.
***
'Slashh..!!!'
"Gerakan mu begitu kaku. Geserkan posisi kaki kirimu. Coba sekali lagi,"
Setelah beberapa waktu sebelumnya meninggalkan Sekte. Kenshin kini tengah berada di wilayah Negara Dark Elf, Negara Tebing Tinggi.
Dark Elf sebenarnya hampir tidak berbeda jauh dengan Elf. Yang membedakan Dark Elf hanyalah warna kulit mereka yang ke biru-biruan gelap. Berbanding terbalik dengan Elf yang berkulit putih bersih.
Dibawah bimbingan pamannya. Kenshin meningkatkan penguasaan Roh nya. Agar bisa menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Dan dalam waktu dua bulan, Kenshin telah menguatkan pondasi kultivasinya.
"Kita sudahi latihan hari ini. Kita lanjutkan besok. Ingat Kenshin, kau tak perlu memaksakan diri. Roh Sejati tidak sama dengan Roh lainnya. Selama kau belum mencapai tingkat Penyatuan Mana dan Qi. Esensi Rohmu akan mudah mengamuk apabila kau tak memikirkan cara untuk mengatasi tergoncangnya jiwamu. Apalagi kau sering memaksakan diri, kecuali kau mempunyai Roh Hewan Kuno. Yang bisa kapan saja membantu meredakan amukan Roh mu," ucap Shiba memberitahunya.
Kenshin pun mengangguk mengerti. Setelah itu pamannya pun pulang meninggalkannya sendirian disana.
"Asta, sudah sampai mana kultivasimu sekarang. Sebagai sesama pewaris Roh Sejati, aku benar-benar ingin segera bertemu denganmu dan berlatih tanding seperti dulu," gumam Kenshin.
Angin yang sepoi-sepoi, membuat Kenshin jadi mengantuk. Tanpa sadar, Kenshin pun terlelap hingga malam hari.
Di kegelapan malam yang dingin tersebut. Terlihat sekelebat bayangan menghampirinya. Rupanya itu adalah seekor Hewan Ghaib sejenis burung hantu.
Burung hantu itu hinggap di atas wajahnya dan mulai mematuki jidat Kenshin. Merasa terganggu, Kenshin lalu mengibaskan tangannya mencoba mengusirnya.
Namun burung hantu itu tampak keras kepala dan tak mau pergi. Burung itu hinggap kembali di atas wajahnya dan kembali mematuknya.
Kesal karenanya, Kenshin pun bangun dan duduk mencari keberadaan burung yang terus-menerus mengganggu tidurnya tersebut. Namun setelah memperhatikan sekitar, Kenshin tak menemukan apapun keberadaan burung apapun.
"Lagipula sudah terlanjur malam. Lebih baik aku lanjut tidur saja," gumam Kenshin pelan kembali melanjutkan tidurnya.
Beberapa saat kemudian, burung hantu yang sebelumnya mengganggunya terlihat datang kembali. Sama seperti sebelumnya, burung itu kembali mengganggu Kenshin yang tengah tertidur.
Kenshin pun kembali terbangun. Namun hasilnya sama seperti sebelumnya. Ia tak menemukan keberadaan burung yang menggangunya tersebut.
Kejadian itu kembali terulang hingga lima kalinya. Kenshin pun tak lagi bisa menahan emosinya dan berteriak memancing burung tersebut agar menampakkan diri.
Sesaat kemudian, terdengar suara tawa. Kenshin pun menjadi waspada dan memegang gagang pedangnya.
Kenshin pun kembali berteriak menyuruh sosok tersebut agar menampakkan diri. Yang kemudian hanya dibalas tawa lagi olehnya.
"Sepertinya aku hanya bisa memaksamu keluar. Kitab Ilmu Pedang Tak Berwujud Bagian keempat, Area Tebasan Pedang,"
Kenshin pun menebaskan pedangnya secara horizontal. Yang kemudian, dalam area 10 meter darinya muncul tebasan-tebasan pedang lainnya.
"Cukup menarik. Hanya saja kau masih terlalu lemah. Meskipun Ras ku terbilang yang terlemah di ke-11 Ras. Tapi Ras ku terkenal sebagai Hewan Abadi. Apalagi jika di kegelapan malam seperti ini," ucap burung hantu tersebut. Yang dengan santainya menampakkan diri di hadapan Kenshin.
Tangan Kenshin pun bergemetaran. Melihat sosok yang mengganggu tidurnya tersebut. Saking gemetarnya, Kenshin pun menjatuhkan pedangnya di tanah.
"Mata... Biru... Kau.... Kau... Burung Hantu Mata Biru," ucap Kenshin terbata-bata.
Burung itu pun kembali terbang ke atas dan berputar-putar di langit malam. Sebelum akhirnya kembali turun dan merubah wujudnya menjadi manusia kerdil yang berkepala burung hantu.
__ADS_1
"Hei. Apa-apaan dengan ekspresi wajahmu itu. Apakah sebegitu mengejutkannya bisa melihat sosok Hewan Kuno?" Ujarnya.
Sedari tadi, Kenshin hanya melongo melihat sosok Hewan Kuno tersebut. Ia benar-benar tak menyangka akan dapat bertemu dengan sosok Hewan Kuno lainnya.
"Ahh. Maafkan ketidaksopanan ku," ucap Kenshin membungkuk padanya.
Setelah itu, ia pun mengajak Kenshin untuk duduk dan berbincang-bincang. Membahas mengenai kultivasi Kenshin. Hingga kemudian ia pun teringat bahwa ia belumlah memperkenalkan namanya.
"Namaku Tao. Aku kemari untuk menjadi Roh Hewanmu. Kuharap kau tak keberatan dengan hal itu, kan?" Ujar Tao.
Kenshin pun mengangguk. Mana mungkin ia menolaknya. Yang kebetulan sekali dia juga belum memiliki satu Roh Hewan pun.
Karena Tao tak punya hal lain lagi untuk di bahas. Ia pun segera meminta Kenshin untuk melakukan pengikatan Roh.
Tak butuh waktu lama, pengikatan pun selesai. Kenshin merasakan tubuhnya seolah menjadi lebih kuat. Kenshin langsung mencoba tekhnik transformasinya.
"Transformasi Sempurna Burung Hantu Mata Biru. Sayap Kegelapan,"
Seketika, dari punggungnya muncul dua kepak sayap yang cukup besar. Matanya berubah menjadi kebiruan. Kenshin lalu mencoba mengepakkan sayap tersebut dan terbang ke udara.
Di udara, Kenshin tidak kesulitan sedikitpun dalam melihat. Matanya tak hanya berubah warna. Namun juga meningkatkan penglihatannya pada kegelapan malam.
"Anak ini cukup jenius. Hanya dalam sekali percobaan ia langsung mampu mengendalikannya," puji Tao melihat Kenshin yang terlihat tak begitu kesulitan untuk terbang di udara dengan sayapnya.
Tak lama setelah itu, Kenshin pun turun. Secara perlahan, transformasinya pun memudar.
Kenshin lalu membungkukkan badannya. Sambil mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Tao. Yang telah mengajukan diri untuk menjadi Roh Hewan nya.
"Tentu saja aku pun mendapat keuntungan karena menjadi Roh Hewan mu. Hanya saja aku tak perlu repot-repot lagi untuk memperlihatkannya," ujar Tao.
"Lalu, bagaimana aku memanggilmu sekarang?" Tanya Kenshin.
"Kau boleh memanggilku dengan nama. Asalkan jangan merubahnya menjadi sesuatu yang konyol," ujar Tao.
Kenshin pun mengangguk mengerti.
"Kenshin, asal kau tau. Ras ku Burung Hantu Mata Biru tidak memiliki transformasi pertama dan kedua, hanya memiliki satu tingkat Transformasi dan itu langsung transformasi sempurna. Apa kau tak menyesal telah menjadikanku Roh Hewan mu?" Tanya Tao.
"Hahahaha. Ternyata begitu ya. Baguslah kalau begitu, sekarang kembalilah tidur. Hari masih terlalu malam. Kita lanjutkan kembali besok," ujar Tao.
Kenshin pun setuju. Ia pun kembali membaringkan tubuhnya di atas Padang rumput dan mulai tertidur. Sedangkan Tao kembali ke bentuk burungnya. Dan hinggap di dahan pohon yang ada di sekitar sana.
*****
Keesokan harinya, Shiba mengunjungi Kenshin di kediamannya. Namun menurut penjaga kediamannya Kenshin belumlah pulang sedari kemarin.
"Anak ini, padahal sudah ku peringatkan kemarin agar tak terlalu memaksakan diri," gumam Shiba sambil menggelengkan kepalanya.
Shiba pun langsung bergegas ke lokasi dimana kemarin ia melatihnya. Belum sampai dilokasi, dari kejauhan tampak sesuatu yang melayang-layang di udara. Shiba mencoba menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas sosok apa itu.
"Siapa dia?! Berani sekali bermain-main di wilayah Dark Elf! Dia pikir ini adalah taman bermain!" Gumam Shiba kesal masih mencoba untuk melihat dengan jelas sosok yang melayang-layang tersebut.
Shiba pun langsung mematung ditempatnya seketika menyadari sosok tersebut tak lain adalah Kenshin. Menyadari kehadiran Shiba pamannya Kenshin pun terbang ke arahnya untuk menyapanya.
"Kenshin.. Sayap itu.. Kenapa kau bisa memilikinya..?" Tanya Shiba sedikit terkejut setelah melihatnya lebih dekat lagi.
"Ah, sayap ini ya. Ini merupakan Transformasiku. Transformasi dari Hewan Kuno Burung Hantu Mata Biru," jawab Kenshin singkat.
"Kenshin.. kau.. Bagaimana bisa..?! Semenjak kapan kau melakukan perjanjian ikatannya. Atau mungkin.. kau.. mempunyai Permata Hewannya. Dan semalam kau menyerapnya," ucap Shiba mencoba menyimpulkan bagaimana Kenshin bisa mempunyai Roh Hewan tersebut.
"Ahh,, tidak paman. Lagipula darimana aku mempunyai sesuatu yang seberharga itu. Semalam aku didatangi oleh sesosok Burung Hantu Mata Biru. Ia mengenalkan dirinya sebagai Tao. Ia mengajukan dirinya untuk menjadi Roh Hewanku. Begitulah kejadiannya," ujar Kenshin.
"Lalu kau?" Tanya Shiba.
"Tentu saja aku menerimanya," jawab Kenshin sambil tersenyum.
"Tanpa perjanjian?" Tanya nya lagi.
"Yap. Tanpa perjanjian apapun," jawabnya lagi.
__ADS_1
"Ini.. Sungguh menarik.. Sungguh menarik.. Aku tak tahu ada sesosok Burung Hantu Mata Biru yang sedermawan dirinya. Kenshin, pelajari lah dengan baik transformasi mu itu. Masih ada waktu sebelum Turnamen Seni Bela Diri dimulai. Teruskan latihanmu," ujar Shiba.
Kenshin mengangguk mengerti dan kembali melanjutkan latihannya bersama Pamannya.
***
Beberapa hari pun berlalu, Asta yang sedang menuju Kota Tiandu bersama Zaru dan gurunya. Kini sudah sampai di depan gerbang Kota Tiandu.
"Woahh...!!! Guru, apakah ini Kota Tiandu..! Ramai sekali..! Apakah sedang ada festival di kota ini?" Tanya Asta antusias.
"Entahlah, lagipula kenapa kau tanya guru. Guru sendiri baru bangun beberapa bulan yang lalu," jawab Flares sambil melihat ke arah lain.
"Ya siapa tau dimasa lalu ketika guru masih hidup. Kota ini ramai seperti ini," ujar Asta.
"Tidak, guru tidak tau,"
"Ahh, guru..!!! Kau berbohong..!! Matamu menjelaskan semuanya, meskipun guru baru terbangun beberapa bulan yang lalu, tapi guru bisa menjelajahi seluruh Kekaisaran Arkhan dengan singkat. Guru pasti tahu sesuatu,"
"Asta apa kau mau tau keadaan kota ini dahulu sekali?" Ucap Zaru padanya.
"Memangnya kau tau?" Tanya Asta penasaran.
"Tentu saja..! Kota ini dahulu hanyalah sebuah pedesaan. Hanya ada satu keluarga di desa ini. Seiring berjalannya waktu desa ini pun makmur. Banyak orang-orang pindah kemari dan sekarang, jadilah sebuah Kota Tiandu," ujar Zaru.
Asta pun mengangguk mengerti dengan penjelasan Zaru. Setelahnya mereka pun langsung memasuki kota dan mencari letak Asosiasi Fajar Merah.
Kali ini tak seperti sebelumnya saat pertama kali Asta memasuki kota. Ia langsung menyiapkan Giok Penandanya sebagai prasyarat untuk bisa memasuki kota. Sedangkan Flares tak ada seorangpun yang bisa melihatnya, kecuali mereka berdua.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan Asosiasi Fajar Merah. Terlihat banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang keluar masuk Asosiasi. Asta pun ikut memasuki Asosiasi.
"Wooaaahhh..!!! Besar sekali. Ini kah Asosiasi Fajar Merah yang terkenal itu. Ku pikir Asosiasi Fajar Merah hanyalah sebuah toko dengan bangunan sederhana. Ternyata aku salah,"ucap Asta sambil melihat-lihat.
Mendengar suara ribut Asta yang terkejut. Orang yang disekitarnya pun memperhatikannya dengan ekspresi wajah bingung.
"Dari tempat terpencil mana anak ini berasal,"
"Hahaha.. Apa-apaan dengan anak ini,"
"Sepertinya dia tersesat,"
Ucap orang-orang mulai mengejeknya. Asta pun heran dengan sikap orang-orang itu padanya. Namun begitu ia tak mempedulikannya dan lanjut berjalan melihat-lihat.
"Heii, Nak. Bisakah kita berbicara sebentar..?" Ucap seorang pemuda tampan menghentikannya. Ia tampak tersenyum ramah padanya.
'Sadari posisimu. Kau pikir kau siapa ingin mengajaknya berbicara,'
Belum sempat Asta menjawabnya, Zaru langsung berkomunikasi melalui pikiran pemuda tersebut. Seketika pemuda tersebut pun mematung. Tubuhnya mengucurkan keringat dingin setelah memperhatikan sekilas rupa Zaru.
"Ahh, maaf. Tapi aku sedang terburu-buru. Mungkin lain kali," ujar Asta menolaknya dengan halus.
'Bicaralah. Jika kau terus diam. Maka aku akan membuatmu diam selamanya,' ucap Zaru melalui pikirannya.
"Ahh, tidak apa-apa. Seharusnya akulah yang meminta maaf pada tuan muda. Karena telah mengganggu waktu anda. Tuan muda, kalau boleh tau anda sedang mencari apa. Mungkin aku bisa membantu mencarikannya," Ujar pemuda tersebut.
"Kalau begitu kebetulan sekali. Aku tengah mencari keberadaan seseorang. Bisakah Senior membantuku?" Ujarnya tak segan ketika pemuda tampan tersebut yang menawarkan bantuan padanya.
"Seseorang? Siapa itu. Mungkin aku mengenalnya. Kebetulan aku mempunyai banyak kenalan di kota ini," ujar pemuda tersebut.
"Kalau tidak salah, namanya adalah Row Riqu. Aku di tugaskan Guru ku untuk bertemu dengannya. Bisakah Senior mengantarkanku menemuinya?"
*****
Catatan Surgawi
Roh Hewan, pada umumnya bisa didapatkan dengan cara menyerap Permata Hewan. Ataupun dengan melakukan pengikatan Roh pada Hewan Ghaib yang masih hidup.
Roh Hewan yang didapatkan dari penyerapan Permata Hewan. Hasilnya, semua atribut yang dimiliki hewan akan menyatu dengan Esensi Roh. Dan si kultivator juga bisa menggunakan Transformasinya.
Sedangkan Roh Hewan yang didapatkan melalui jalur pengikatan Roh. Hasilnya, atribut dari Hewan tersebut tidak akan menyatu kedalam Esensi Roh sang kultivator. Karena Hewan tersebut masihlah hidup. Namun begitu, sang kultivator tetap masih bisa menggunakan tekhnik transformasinya.
__ADS_1
Setiap Kultivator, bisa mempunyai Roh Hewan tergantung berapa banyak titik inti roh. Pendekar (Qi) maksimal hanya mampu mempunyai satu Roh Hewan. Kstaria/Penyihir (Mana) maksimal dapat mempunyai dua Roh Hewan. Dan Spiritualis (Spirit) maksimal tiga Roh Hewan.