
MENCINTAI OM ASISTEN 15
Bab 15 Pertama kali ke klub malam
Selesai acara perayaan ulang tahun, rumah itu kembali tenang, sang papa juga sudah masuk kamar untuk beristirahat.
Brenda mengambil kesempatan untuk meminta ijin pada Mama nya untuk ikut pergi ke klub.
“Ma, hari ini aku di ajak Kak Wety untuk ikut ke klub nih. Boleh ya, please…” dengan tangan mengatup di dada, gadis muda itu meminta ijin dari mama nya.
“Brenda, kamu tahu sendiri, Papa di rumah, gimana kalau ketauan Papa. Makanya ini aku bantuin Mama beresin semua nya, habis ini Mama ke kamar temenin Papa istirahat. Aku gak bawa mobil, nanti di jemput.”
“Aduh resiko nya besar kalau sampai Papa tahu. Bisa habis Mama juga kena omelan Papa kamu.”
“Mama tenang aja, Mama tugasnya cuma temenin Papa tidur aja. Biar aku yang atur semuanya.”
“Kamu sama siapa aja?”
__ADS_1
“Yah banyak lah Ma, ada Kak Wety juga sama Mas Tio. Kita cuma mau party katanya sih, karena sekarang agency kita mulai lagi dilirik sama media asing Ma. Doain aku bisa go internasional ya.”
“Wah hebat kamu. Tapi Nak, …Mama khawatir deh, kalau ke diskotik pasti kamu nanti….”
“Mabuk? Ya gak dong Ma, aku kan gak minum alkohol, aku tahu kok bahayanya.”
“Bener kamu janji?”
“Iya Mama ku sayang. Mama jadi kaya Papa deh lama lama. Aku kan udah dewasa Ma, aku perlu bergaul sama temen temen, aku perlu tahu dunia luar seperti apa. Aku pengen ngerasain party party gitu. Sekali ini aja.”
“Sekali ini aja ya?”
“Janji Ma, kali ini aja ya, Mama ijinin aku ya.”
Walau pun sedikit cemas, namun karena Brenda terus mendesak, akhirnya sang mama mau tidak mau memberikan ijin nya. Mama mewanti wanti, tidak boleh pulang lewat dari jam dua dini hari. Karena kebiasaan sang papa yang suka bangun subuh bisa meningkatkan resiko ketahuan dan imbas nya akan runyam.
Brenda terpaksa berbohong pada sang Mama bahwa Ia akan di jemput oleh temannya, nyatanya Ia naik taxi online dengan perasaan was was. Jujur saja, ini kali pertama Ia membohongi Mama nya dan pergi keluar malam tanpa orang tuanya.
“Hai Brend, nyampe juga elo kesini, kirain gak di bolehin sama Mama Papa nya…”
__ADS_1
“Iya nih, kok anak manja kaya elo di kasih ijin sih, biasa ya kemana mana dianter kan sama Papa Mama?”
Ejek dua orang seniornya, namun Ia tak berniat menggubris.
Beruntung dirinya mendapat ijin dari sang Mama walau sedikit berbohong, namun kini Ia sampai juga ke klub. Mencari sosok Wety yang mengajaknya, Brenda hanya berani meneguk orange juice dari meja bartender.
“Brenda…..kamu dateng juga…Mama Papa kamu tahu?” sapa seorang wanita yang suara nya tak asing lagi.
“Kak Wety? Kamu udah sembuh?”
“Apaan sih, aku baik baik aja kok, tadi ada Mas Tio kan yang nolongin aku.”
“Kamu kesini naik apa?”
“Aku naik taxi kak.”
“Gitu ya, nanti pulang bareng aku aja kalau gitu.”
Wety memperkenalkan Brenda ke beberapa teman nya. Beberapa kali menawarkan minuman beralkohol, Wety sadar dan tahu seperti apa Brenda. Ia hanya gadis baik baik yang ingin menjadi seorang model tapi belum masuk sepenuhnya ke dunia malam para model.
__ADS_1
Akhirnya karena terus di desak untuk mencoba, Brenda memberanikan diri untuk meneguk minuman yang di sediakan.
Brenda meneguk minuman beralkohol untuk pertama kali nya. Cairan cokelat keemasan itu mengalir lancer membasahi tenggorokannya yang sedari tadi sudah berteriak ingin mencoba. Mengernyit saat rasa pahit menjalar di tenggorokan dan lidahnya. Brenda langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke kamar mandi. Ia memuntahkan isi perutnya.