
MENCINTAI OM ASISTEN 61
Bab 61 Aku masih Brenda yang sama bukan wonder woman
Pagi ini Brenda menyetir sendiri sedan merahnya dan tiba di kantor sejak pukul tujuh pagi. Gadis itu segera membuka laptop dan memeriksa deretan angka pada laporan keuangan yang dikirimkan oleh Pak Danu dua hari lalu.
Mengecheck satu per satu email, memeriksa laporan aalah rutinitas baru bagi Brenda. Dulu Ia bermimpi menjadi seorang model, tapi papa nya menginginkan dirinya menjadi seorang pebisnis. Maka Ia pun harus rela meninggalkan karirnya sebagai model dan berakhir di meja kerja dengan tumpukan kertas.
Bersandar di kursi kebesaran sang papa, Brenda baru menyadari Han sudah berdiri di depannya.
“Brenda, kamu kenapa berangkat sendiri, kenapa tidak menunggu saya jemput?”
“Hai, selamat pagi Om asisten. Aku itu sudah hampir sembilan belas tahun Om, aku sudah punya SIM, aku tidak mau merepotkan Om terus menerus. Aku harus belajar mandiri mulai dari sekarang.”
Tokk
Tokk
Sekertaris Pak Yanto mengetuk pintu.
“Masuk.” Teriak Brenda.
“Pagi Bu Brenda, Pagi Pak Han. Maaf pagi ini ada janji bertemu dengan…… setelah itu ada meeting dengan …. Satu lagi, mengenai proyek di Sulawesi….” Memaksakan pikirannya yang sedang kacau untuk mendengarkan baik baik apa saja yang harus di lakukannya hari ini, Brenda kemudian tersenyum.
__ADS_1
“Terima kasih Kak Manda. Tante cantik sekali pagi ini.”
"Terima kasih Bu Brenda. Bisa saja. Kalau begitu saya permisi Bu, Pak.”
“Brenda tunggu, kamu mau kemana?” Han menangkap salah satu tangan Brenda.
“Mau ke toilet Om, aku mau pipis. Om mau ikut?” Brenda tertawa melihat expresi Han.
Sebisa mungkin gadis manis itu tersenyum dan terlihat ceria di depan Han menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Tak memperlihatkan luka yang sedang menganga lebar pada siapapun.
“Mari Om asisten, kita ke ruang rapat.” Ajak Brenda melangkah mendahului Han tanpa merangkul manja seperti biasa.
Akhirnya meeting selesai, Brenda mulai menunjukkan keahliannya dalam berbisnis. Berhari hari Ia terpaksa belajar dan mempelajari berbagai macam rumus dari Han dan Manda, asisten dan sekertaris papa nya.
Bebeda dari meeting di awal awal kehadirannya tempo hari, kini Brenda mendapat pengakuan dari beberapa petinggi perusahaan, bahwa bakat berbisnis dari papa nya menurun pada dirinya.
“Om, kita mau kemana, aku mau makan di kantor saja, aku bawa bekal.” Han menarik paksa tangan Brenda.
Han mengambil kotak bekal milik Brenda dan tak menerima penolakan dari sang kekasih. Ia membawa Brenda ke sebuah chinese food terdekat.
“Kamu mau pesan apa? Nasi goreng seafood?”
__ADS_1
“Aku bawa bekal Om. Om saja yang pesan.”
“Saya yang makan bekal kamu. Kamu saya pesankan, tunggu sebentar.” Tanpa memberikan kesempatan pada Brenda untuk menolak, Han memesankan nasi goreng seafood kesukaan Brenda.
“Nasi goreng seafood tanpa daun bawang, pedas.” Perintah Han pada pramusaji bertubuh gendut itu.
Lagi Brenda mengeluarkan botol air mineral yang Ia bawa dari kantor, Han merebut nya dan memesankan jus jeruk kesukaan Brenda.
“Om, cukup. Om itu kenapa sih? Aku bawa bekal malah di pesenin nasi goreng seafood, aku bawa minum di pesenin jus jeruk.” Brenda mulai protes.
“Kamu yang kenapa Brenda, sejak kita bertemu Bela, sikap kamu berubah lagi ke saya. Jangan bilang kamu mau minta putus lagi.”
“Ih apaan sih Om, sensitive banget kaya alat tes kehamilan deh.” Brenda melempar candaan namun kali ini Han tak menggubrisnya seperti biasa.
“Brenda, jawab saja, sebenarnya ada apa? Kamu kenapa jadi berubah gini sih?”
“Berubah apanya sih Om, aku masih Brenda yang sama Om. Aku gak ada niat berubah jadi wonder women kok.” Lagi lagi Brenda melempar candaan dan Han tak tertawa sedikit pun.
“Kamu tidak merencakan sesuatu yang aneh aneh kan? Kamu tidak akan berbuat macam macam yang akan merugikan saya kan?”
“Ih Om lama lama kaya pengacara deh, pengen tahu aja apa pengen tahu banget Om?”
“Ya maaf tapi saya jadi curiga sama kamu. Karena sejak Bela datang ke kantor waktu itu, sikap kamu berubah. Kamu seperti menghindari saya.”
__ADS_1
“Ya ampun Om, lebih baik sekarang Om makan yang banyak dan sini kembalikan bekal aku, aku butuh makan sekarang karena aku lapar dan sebentar lagi jadwal meeting meeting meeting dan meeting akan dimulai lagi.”
Kali ini kata kata Brenda sukses membuat Han menyunggingkan tawa nya.