MENCINTAI "OM" ASISTEN

MENCINTAI "OM" ASISTEN
MENCINTAI OM ASISTEN 48


__ADS_3

MENCINTAI OM ASISTEN 48


Bab 48 Untuk apa mengemis cinta pada gadis kecil?


Setelah malam pertemuan Bela dan Han waktu itu, hubungan keduanya mulai membaik. Walau masih ada rasa canggung ketika Bela yang kadang tak bisa menahan diri untuk melakukan yang menjadi kebiasaan mereka dulu sewaktu menjalin kisah kasih.


Bela menyempatkan diri datang ke kantor Papa Brenda demi bertemu Han.


“Pagi Love.” Sapa Bela. Namun Han langsung menatapnya tajam membelah ingatan nya semalam bahwa Ia sudah berjanji akan mengubah panggilan itu demi menjaga perasaan wanita yang saat ini menjadi penghunibaru di hati Han.


“Ma-maaf maksudku, Han. Maaf, aku hanya belum terbiasa.”


“Tidak masalah, ada apa kamu datang menemui saya disini?”


“Han, ada yang perlu kamu tahu. Malam itu sebulan lalu, kamu ingat…kamu sempat menginap di rumah ku. Ehmmm, bagaimana aku harus mengatakannya?”

__ADS_1


“Katakan saja ada apa, apa yang terjadi?”


“Malam itu sewaktu kamu menginap di rumah ku. Kamu tidur di kamarku, dan …”


“Kita berbagi ranjang dan…”


“Dan apa? Katakan…” Wajah Han yang tenang berubah tegang. Jujur selama ini Ia tidak pernah mengingat kejadian dimana Ia pernah menginap di rumah Bela di hari pertama pertemuannya.


“Malam itu, kita tak hanya berbagi ranjang tapi kita juga menghabiskan malam bersama.”


“Tapi Han, kita memang melakukannya. Kita melakukan atas dasar sama sama mau.”


“Tidak, cukup jangan katakan itu.”


“Han, sebagai seorang laki laki yang di pegang adalah kata katanya. Dulu kamu pernah berjanji padaku untuk tidak akan pernah menyakiti ku. Namun hari ini mataku terbuka dan aku merasakan sakit yang begitu dalam yang sudah kau torehkan di hati ini.” Bela menunjuk ke dada nya sendiri.

__ADS_1


“Tapi ….malam itu setelah minum kopi saya hanya merasa kepala ini sedikit pusing, lalu saya bersandar di sofa ruang tamu. Sampai pagi pun saya tak pernah masuk ke kamar kamu.”


“Han, aku mengungkapkan ini bukan ingin menuntut mu atas anak ini. Aku hanya ingin mengatakan jika anak ini suatu saat akan bertanya siapa papa nya. Dan kamu harus tahu saat itu aku akan mengatakan bahwa Ia hanya memiliki seorang Mama.”


Bela menahan tangisnya sendiri. Sekuat apapun tangis itu di tahan, nyatanya butiran bening itu tetap menyempurnakan kesedihannya pagi ini. Ia datang menemui Han bukan untuk meminta pertanggung jawaban laki laki itu. Ia hanya ingin Han kembali pada diri nya secara sukrela tanpa paksaan.


Walau sulit tapi wanita itu akan mengusahakan agar cinta nya kembali. Segera kembali dan menyempurnakan bahagianya. Jalan apapun akan di tempuh, sekalipun harus berbuat licik atau dengan cara kotor sekalipun.


Sepeninggal Bela, Han berusaha berpikir keras. Mengingat seluruh kejadian sebisanya. Mengurutkan kejadian demi kejadian semua yang di lakukan dan dialami nya.


Perjalanan menuju bandara Bela menghapus sisa air mata nya. Wanita itu juga menyempatkan diri untuk memoles tipis lagi make up yang sebelumnya sudah terkena air mata.


‘Love, sampai hari ini aku masih tidak rela dan tidak pernah rela membiarkan mu dengan wanita lain. Untuk apa kamu mengemis cinta pada gadis kecil itu?’


ucap Bela pada diri nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2