MENCINTAI "OM" ASISTEN

MENCINTAI "OM" ASISTEN
MENCINTAI OM ASISTEN 68


__ADS_3

MENCINTAI OM ASISTEN 68


Bab 68 Mengaku kalah?


Sepanjang perjalanan menuju rumah Bela, Han memilih diam. Tak begitu menanggapi berbagai celoteh manja dari Bela.


“Love, kamu itu kenapa sih?”


“Bel…..”


“Iya maaf, lidahku ini sulit sekali membiasakan diri.”

__ADS_1


“Bersiaplah, aku tidak mampir, aku harus pulang dan segera kembali ke rumah sakit menemani Brenda.”


“Han, aku bagaimana?”


"Bagaimana apa nya? Tugasku hanya mengantarkan mu pulang, itu sudah ku lakukan. Mau apa lagi?”


“Han, aku mencintaimu, kau dengar?” Bela menarik tangan Han untuk menyentuh dada nya.


Melihat Han bergeming dan tetap kaku pada posisi nya, Bela semakin agresif.


“Saya sudah memberikan kesempatan pada diri ini untuk kembali ke masa lalu, untuk melihat sisa cinta pada wanita yang dulu tega membuangku demi harta. Maaf anggap saja sekarang saya hilang arah dan tak menemukan hasil perjuangan saya sendiri untuk kembali menyerukan nama mu di hati ku Bel.”

__ADS_1


“Han, tidak, jangan katakan itu. Jangan. Kamu mencintai aku. Aku yakin cinta mu luar biasa untuk ku. Katakan begitu, iya kan? Han tolong katakan.” Bela memajukan wajahnya mencium Han dengan agresif tepat di bibir. Bibir yang semalam menyapu bersih kelembutan milik Brenda.


“Maaf Bel. Tak ada lagi. Tak ada lagi rasa itu. Bahkan sisa pun tak ada. Semua sudah habis termakan waktu. Saya hanya manusia. Saya tidak sanggup selamanya meratapi nasib dan berharap kamu kembali. Saya sudah menganggap langit memberikan yang terbaik dengan kepergian kamu.”


“Tidak, tolong, jangan, tidak. Jangan begini sayang. Kamu menyakiti aku.” Bela mulai berteriak dan menangis. Wanita itu tak mau turun dari mobil. Tapi Han sudah keluar dan menyeretnya untuk turun dari mobil.


Bela duduk di depan rumahnya sendiri. Ia termangu akan kisah cintanya yang belum dimulai.


‘Bahkan untuk sekedar menjadi ilusi dalam lamunanmu setiap pagi saja aku tak mampu. Aku akui kalah dari Brenda.’ ~ Bela merendahlan dirinya sendiri.


Kini wanita itu masuk ke rumahnya dalam keadaan hati yang rusak parah akibat perbuatan nya sendiri. Kesalahan di masa lalu rupanya terlalu besar hingga membuat luka besar di hati Han, sang kekasih. Han benar benar sudah melupakannya. Han selalu gelisah dan jika terpaksa mengantarkan nya pulang itu karena Han menuruti permintaan Brenda.

__ADS_1


Bukan karena dirinya yang meminta. Namun Brenda. Sesuai permintaan Brenda, sesuai keinginan Brenda, Han akan mengabulkannya. Sekalipun itu menyakitkan. Menyesal, ya kini hanya penyesalan yang tersisa. Dulu Ia pikir Han yang sudah sangat mencintainya, pasti akan menunggu untuk nya kembali. Kalau bukan karena Ia terkena sakit kanker, Ia pun tak rela harus menikah dengan pria tua kaya raya itu. Sebagai anak tunggal dan demi membantu bisnis papa nya yang sekarat saat itu, Bela akhirnya setuju menikahi pria tua pilihan papa nya. Ya demi harta, bisa dikatakan demikian.


Kini rasa sakitnya baru terasa, menusuk hingga ke bagian paling dalam tubuhnya. Nyeri terasa tanpa luka dan darah. Wanita itu nyatanya kalah dalam pertarungan nya sendiri. 


__ADS_2