
MENCINTAI OM ASISTEN 74
Bab 74 Refreshment
Pagi itu Brenda sudah bersiap untuk datang ke kantor. Menemani mama nya sarapan dengan menu sederhana yang menjadi favorit keluarga mereka sejak dulu. Nasi goreng dengan telur ceplok.
“Nak, kamu yakin mau ke kantor hari ini?” Bukannya kata papa hari ini kamu tak perlu datang ke kantor. Nanti doumen yang perlu tanda tangan kan bisa diantarkan oleh Mayang ke sini Nak.”
“Tidak apa Ma, aku juga suntuk jika harus di rumah seharian.”
“Nak, kamu perlu keluar dan jalan jalan. Kamu perlu refreshing. Istirahatkan pikiran mu sayang. Bagaimana siang nanti kita ke salon, mama juga sudah lama tidak perawatan.”
“Ide bagus Ma. Siang saat istirahat nanti, aku pulang dan kita ke salon perawatan ya.”
Brenda berangkat ke kantor dengan menyetir sendiri. Tak ada lagi Han yang memaksa untuk menjemput, tak ada lagi yang melarang dan mengomel setiap kali Ia menyetir dengan kecepatan tinggi.
Rindu, ya rasa itu kian mengikat kala berusaha di lepas.
Cuaca panas siang itu seperti mendukung kala 2 wanita beda generasi itu memutuskan perawatan di sebuah salon dalam Mol.
“Ma, aku daftar dulu ya. Mama tunggu disini sja.” Brenda menunjuk sebuah sofa di depan resepsionis sementara Ia daftar ke bagian resepsionis.
Setelah menunggu beberapa saat, keluar lah nomor antrian yang di tujukan untuk Brenda dan sang mama. Samar mendengar suara yang seperti tak asing bagi nya, Brenda meninggikan kepalanya, berusaha mendengar suara itu lebih jelas.
__ADS_1
‘*Ah, honey, mala mini aku lelah. Aku ingin menyusul calon suami ku ke Bali. Aku tak ingin memberikan kelonggaran berlebih pada nya.’
‘Ya, malam itu aku tak melakukan apapun, karena aku hanya memberikan obat tidur pada nya. Dia tertidur bagai bab*. Tak bisa menghangatkan tubuhku*.’
Suara itu mirip suara Bela. Ya wanita itu sedang mengobrol bersama entah siapa yang jelas Brenda tak lagi bisa mendengar percakapan yang tak jelas wujudnya itu.
“Brenda, sudah belum?” Mama nya memanggil.
“Ya Ma, sudah.”
“Oh ya sayang. Tadi papa sempat menelpon mama, semalam papa kamu bilang Dia sudah bicara pada Han untuk membatalkan perjodohan kalian. Kita akan menemui kembali Rita agar hubungan keluarga kita tetap baik baik. Begitu mau papa mu, Nak.”
“Ya Ma atur saja.”
“Brenda, kamu kok pasrah gitu sih? Memang kamu sudah gak cinta lagi sama Han?”
“Sabar ya Nak, mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian. Mama berharap yang terbaik untuk kamu.”
“Ya Ma, terima kasih.”
Menyelesaikan treatment nya, Brenda dan sang mama berencana membeli beberapa potong roti baru pulang.
Brukk
__ADS_1
Tak sengaja Brenda bertabrakan dengan seorang wanita yang baru menyelesaikan perawatan di salon yang sama.
“Maaf.”
“Brenda?”
“Tante Bela?”
“Perawatan disini kan mahal, kamu…..”
“Permisi tante.”
Brenda tak mau ribut dan memilih menghindar, Ia menarik tangan mama nya untuk segera keluar dari salon.
“Pakai uang perusahaan?”
Kata kata Bela sanggup menghentikan langkah Brenda dan mama nya.
Brenda berbalik dan mendorong tubuh Bela hingga terjengkang ke belakang. Wanita itu sempat mengaduh dan di tolong oleh karyawan salon.
“Kamu berani ya!”
“Tante duluan yang mulai. Jangan pernah menghina keluarga saya. Tante boleh merebut milik saya. Tapi jangan pernah menghina apa lagi menyentuh keluarga saya.”
__ADS_1
“Mengancam? Saya tidak takut! Satu hal yang perlu kamu ingat, bukan saya yang merebut milik kamu. Tapi kamu yang menyerahkan nya pada saya.”
Brenda tak bisa menjawab, karena memang benar adanya saat itu ia menyerah pada hubungannya sendiri demi menyelamatkan perusahaan papa nya. Brenda dan mama nya pergi meninggalkan tempat itu segera setelah menjadi tontonan orang sekitar yang lewat.