
MENCINTAI OM ASISTEN 31
Bab 31 Masuk perangkap buaya
Baru saja Han menginjak pedas gas, tiba tiba mobil nya di hadang beberapa orang yang menggunakan penutup wajah. Beberapa orang itu menyerang dengan mengetuk ngetuk kaca jendela. Awal nya Han tidak ingin membuka jendela sama sekali. Namun kawanan itu mulai brutal dan melempari batu ke kaca mobil Han.
Mau tak mau Han membuka jendela mobil nya dan kawanan itu menerobos memukuli Han secara brutal dan membabi buta. Han yang babak belur hampir pingsan sempat melihat Brenda di gendong ke sebuah mobil hitam. Namun beberapa saat setelah itu Han pingsan. Tubuhnya bebak belur, penuh lebab. Kondisi nya cukup mengenaskan.
“Bos, kita langsung bawa ke TKP?” ucap salah seorang laki laki bertato di ponsel.
Kawanan penculik itu membawa Brenda yang tengah terlelap ke sebuah hotel melati di daerah pinggiran Jakarta.
“Brenda sayang, bangun. Brenda.”
“Om? Kenapa bangunin aku sih, aku ngantuk Om.” Brenda sempat membuka mata melihat sosok Tio sebagai Han.
“Brenda, bangun, ayo kita take photo.”
“Ehm Mas Tio, kenapa kita harus pemotretan sekarang, aku ngantuk banget Mas, kepala aku lagi pusing. Besok aja ya?”
“Brenda, aku udah bawain kostum buat kamu.”
__ADS_1
Dalam kondisi setengah sadar, Brenda melihat lingerie berwarna merah jambu.”
“Ih Mas Tio, aku gak mau pake itu, kamu jangan bercanda deh. Itu sama aja telanjang Mas.”
“Brenda ayolah, kamu pasti **** banget dan saat ini cuma kita berdua. Aku yang fotoin kamu. Gak ada yang lihat juga kok. Mau ya sayang.”
“Gak Mas, aku gak mau.”
“Ayo aku bantu ya.”
“Gak Mas Tio, aku gak mau. Aku mau pulang Mas.” Brenda sudah mulai menangis ketakutan.
Ya sentuhan laki laki. Belaian lembut dan lain nya. Brenda merasa dada nya kian mengencang. Membatnya sulit bernafas dengan baik. Kepala nya kian berdenyut, semakin Ia menahan hasrat nya, semakin menggelora. Keinginan itu semakin kuat mencengkram sanubari.
“Panas, tolong, panas, tolong aku. Siapapun.” Pakaiannya pun sudah sobek di beberapa bagian, rambut panjangnya sudah berantakan.
Brenda menekan tengkuk nya sendiri, tangannya mulai menjamah tubuhnya, mata nya memerah dan akhirnya Tio berhasil menelanjangi tubuh Brenda. Brenda yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, buru buru menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya. Sementara Tio yang sempat mengambil beberapa gambar dari pose Brenda yang sedang on fire akibat obat perangsang, merasa puas. Ia buru buru menyimpan ponsel nya dan kini laki laki yang sudah menahan gairah nya sejak tadi ikut membuka pakaianya.
“Brenda sayang, ayo kita bersenang senang mala mini, lupakan penat dan semua masalah mu sayang. Aku akan memuaskan mu.”
__ADS_1
“Mas, kamu mau apa?” Brenda berteriak sembari menangis. Kini gadis itu tengah berjuang menahan hasrat nya yang terus mendorong nya untuk berbuat hal yang tak pantas.
Tiba tiba pintu kamar berhasil di dobrak paksa oleh beberapa orang polisi.
Wety masuk dan segera menolong Brenda. Weti membantu Brenda mengenakan pakaiannya dan menuntun gadis itu ke kamar mandi, kemudian memandikannya tengah malam dengan air dingin.
Sementara Tio sudah di ringkus oleh polisi. Wety berhasil memberikan bukti berupa rekaman percakapan pada saat dirinya di paksa untuk meminum obat untuk menggugurkan kandungan.
“Kak Wety, kak terima kasih udah nolongin aku. Kakak kok bisa tahu aku disini.” Tanya Brenda heran.
“Aku beberapa hari ini ikutin Mas Tio. Aku gak bisa diem aja nungguin dia tanggung jawab sama perbuatannya. Dia itu manusia jahat. Dia bahkan maksa aku buat gugurin anak aku sama dia.”
“Jadi Kak Wety hamil anak Mas Tio?”
“Iya. Makanya aku gak mau kamu sampai masuk perangkap buaya juga, seperti aku.”
“Kak Wety, makasih kakak udah nolongin aku.” Wety dan Brenda berpelukan.
__ADS_1