MENCINTAI "OM" ASISTEN

MENCINTAI "OM" ASISTEN
MENCINTAI OM ASISTEN 44


__ADS_3

MENCINTAI OM ASISTEN 44


Bab 44 Sakit dan bahagia nya mencintai


Han masih tak patah arang untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis kecilnya. Seminggu lalu Ia meninggalkan sang kekasih dengan tidak ada masalah sama sekali. Bahkan Brenda terus bermanja manja dengan meminta ikut ke Bali seakan tak peduli dengan kuliahnya.


Han memeluk erat Brenda dengan posesif seakan tak mau melepaskan gadis nya sedetik pun.


“Om, lepasin aku, aku mohon Om. Aku mau kita putus. Aku gak mau punya hubungan apa apalagi sama Om selain hubungan pekerjaan Om dengan Papa ku.”


“Tapi kenapa Brenda. Bukannya kamu bilang kamu mencintai saya?”



“Gak Om, aku sudah salah mengartikan perasaan ku. Aku gak cinta sama Om. Aku hanya kagum.”


“Tolong Om, lepasin aku.”

__ADS_1



“Brenda saya gak akan lepasin kamu sampai kamu bisa memberikan penjelasan masuk akal. Maksud kamu apa tiba tiba mau membatalkan perjodohan kita. Bukan nya kita sudah sepakat untuk tetap melanjutkan. Apa karena Bela lagi? Katakan Bela berulah apalagi?”


“Gak Om, aku cuma mau kita putus, jangan bawa bawa Tante Brenda. Ini gak ada sangkut pautnya sama Tante Brenda. Tolong Om bisa menghargai aku.”



Kata kata Brenda bagai belati menancap sempurna tepat di jantung Han. Laki laki dewasa itu terpaku di tempat melemas seakan tak bertenaga. Tak siap bertempur lagi dengan masalah percintaan.


Jujur, ciuman Han bisa saja membuatnya terbuai indah menikmati keindahan dunia percintaan. Sekuat tenaga Ia memberontak dan mencoba melepaskan ciuman itu. Han malah mengeratkan ciumannya, menekan tengkuk mulus Brenda, tak membiarkan gadis kecilnya melarikan diri lagi.


Lima belas menit membuat sepasang beda usia itu, akhirnya Han menyudahi bukan untk melepaskan tawanannya namun untuk memberi kesempatan mengambil napas. Kesempatan ini diambil oleh Brenda untuk kabur dari Han.


Laki laki yang sudah membuat dunia nya beralih dan memberikan kesakitan dan kebahagiaan secara bersamaan.


Brenda menginjak pedal gas dalam, dan kuat kuat. Rasanya bukan saja Ia ingin melarikan diri dari Han, tapi Ia ingin menghilang sejenak dari dunia ini. Dunia suadh menyakiti nya. Gadis itu kembali menangis.

__ADS_1


Han sempat melihat ada pergerakan seseorang penguntit berkerudung, namun tak terlalu menggubrisnya, ia memilih bergegas mengendarai mobil nya mengejar Brenda. Malam sudah larut, akan bahaya Brenda menyetir sendiri di kala keadaan hati nya tak baik baik saja.


Brenda berkali kali berteriak di dalam mobilnya, ingin rasanya melepas penat, kesal, dan sakit yang datang bersamaan.


Gadis itu membelah kota Jakarta di kala malam dengan kecepatan tinggi dan keadaan emosi yang tak stabil. Beberapa kali ia harus menginjak pedal rem mendadak karena hampir menabrak. Bukan karena kemampuan menyetirnya masih kurang, namun demi menghindari Han yang masih terus mengejar, Brenda harus menyetir dengan mengebut.


Seumur hidupnya selama delapan belas tahun ini Ia tak pernah menyangka dan membayangkan bahwa kenyataan dalam mencintai akan sebagaia dan sesakit ini.


Han tak menyerah Ia terus mengikuti kemana arah Brenda berkendara, sesekali laki laki dewasa itu membuka jendela mobil nya dan meneriakkan nama Brenda.


Sampai akhirnya Han berhasil memblokade jalan di depan mobil Brenda.


Pria itu mengetuk berkali kali kaca mobil milik Brenda. Deru mesin mobil masih menyala dan Brenda masih keras kepala tak kunjung keluar menampakkan diri.


Note:


Jujur beberapa bab terakhir yang aku tulis ini membuat aku sendiri sesak dan ingin menangis guyssss

__ADS_1


__ADS_2