MENCINTAI "OM" ASISTEN

MENCINTAI "OM" ASISTEN
MENCINTAI OM ASISTEN 6


__ADS_3

MENCINTAI OM ASISTEN 6


Bab 6 Hari kelulusan


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba, Brenda lulus dari jenjang SMA dengan prestasi luar biasa. Pak Yanto tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya atas kelulusan putri tercinta dengan banyaknya penghargaan yang di raih semasa sekolah, tak sulit jika Brend harus bersaing untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi di Universitas unggulan.


“Brenda sayang anak Papa, selamat ya kamu sudah lulus. Papa harap prestasi kamu semakin baik lagi dan tidak sampai disini saja. Raih lah cita cita mu setinggi langit. Biar seluruh dunia tahu, Brenda anak Papa ini paling hebat.”


“Papa, Brend sayang Papa, terima kasih sudah memberikan dukungan luar biasa untuk Brenda Pa.”


Papa Brenda lantas menghapus air mata yang mengalir di pipi putri kesayangannya.


“Ma, Brenda persembahkan ini untuk Mama dan Papa.” Brenda menunjukkan piala yang di raihnya, sembari memeluk erat Mama nya. Brenda merasa haru luar biasa, perasaan gembira, bangga, haru semua jadi satu.


Brenda kini mempersiapkan diri menapaki jenjang berbeda dalam hidupnya. Ia sadar bahwa pendidikan tetap harus di perjuangkan sampai Ia memiliki pangkat untuk mengangkat derajat keluarganya.

__ADS_1


Diam diam Brenda sudah menyusun rencana dengan sang Mama untuk daftar menjadi model sebuah majalah.


“Ma, kita jadikan hari ini ketemu Kak Wety?”


“Jadi donk sayang, tapi jangan keras keras ya, nanti Papa mu denger bisa berantakan lagi.”


“Yah enggak lah Ma, Papa cepat atau lambat pasti tahu, kan aku juga kerja buat bantu Papa sama Mama. Aku gak mungkin tinggal diam lihat kondisi keuangan keluarga kita yang semakin menurun gini Ma. Lagian aku sudah lulus sekolah, sudah gak ada alasan lagi buat Papa larang aku. Toh aku akan bagi waktu untuk kuliah dan kerja. Mama tenang saja.”


“Pagi Pa.” sapa Brenda sembari mencium pipi sang Papa, seperti yang rutin Ia lakukan setiap pagi sebelum memulai sarapan.


“Aku hari ini mau jalan jalan saja Pa, sama Mama. Aku mau refreshing Pa, mumpung belum masuk kuliah. Boleh kan Pa?”


“Tentu boleh donk anak Papa mau kemana? Papa antar ya?”


“Tidak usah Pa, biar nanti Brenda sama Mama naik taxi saja. Paling kita jugak gak lama kok, sore pasti sudah sampai rumah.”

__ADS_1


“Loh, kenapa harus naik taxi, ini Papa beliin kamu hadiah si Merah buat nemenin kamu kuliah nanti nya. Tapi kan sekarang bisa buat nemenin kamu liburan dulu.”


Brenda terbelalak, menegaskan pendengarannya. Ia tidak bisa menahan haru nya, lagi lagi sang Papa membuatnya meneteskan air mata bahagia.


“Papa serius? Papa beliin Brenda mobil?”


“Iya donk sayang, masa minta sih….ada aja kamu.”


“Papa….” Anak dan ayah itu berpelukan lagi lagi Brenda menangis haru mendapatkan ketulusan Papa nya.


“Sudah cantik jangan nangis, sana kamu lihat dulu mobilnya. Kan kamu sudah lancar nyetir juga, jadi Papa tenang juga beliin mobil buat kamu. Tapi inget harus hati hati.”


“Terima kasih Pa. Nanti aku coba ya mobilnya setelah sarapan. Ayo Ma, sarapan nya jangan lama, aku mau lihat si merah hadiah dari Papa ku tersayang.”


Sepasang suami istri itu kini bahagia ikut menahan haru mendapati binar suka cita di wajah putri semata wayangnya.

__ADS_1


__ADS_2