MENCINTAI "OM" ASISTEN

MENCINTAI "OM" ASISTEN
MENCINTAI OM ASISTEN 54


__ADS_3

MENCINTAI OM ASISTEN 54


Bab 54 Masalah baru


Pak Yanto mendapat kabar bahwa pemilik hotel berubah pikiran dan tidak bisa menunggu lagi. Jika pembangunan tidak bisa selesai dalam kurun waktu yang di tentukan atau sesuai perjanjian dalam surat ber materai, itu artinya Ia berhak menuntut kerugiaan materil atau di pidanakan.


Sebenarnya dalam surat perjanjian tertulis juga ada kurun waktu tambahan selama 7-14 hari kerja untuk tahap finalisasi dan jika memang terjadi hambatan ringan lainnya.


‘Apa, bagaimana mungkin pimpinan kalian berubah pikiran dalam waktu singkat?’


‘Tapi baru beberapa jam lalu saya bertemu dengan Ibu Bela di Jakarta. Katakan apa saya bisa menemui Ibu Bela lagi?’

__ADS_1


‘Apa mana mungkin Ibu Bela pergi ke luar negri saat pembangunan hotelnya sedang berlangsung?’


Berbagai alasan tak masuk akal harus di terima pria tua itu. Keriput di dahi nya mulai basah oleh keringat. Jujur saat ini sungguh menyulitkan posisi nya. Ia bisa saja pasrah dan melepaskan tender itu, menyatakan perusahaan nya tak lagi mampu dan menyerahkan pada kontraktor lain. Tapi nama baik perusahaan di pertaruhkan.


Tapi jika Ia harus membayar denda lagi atas pembuatan hotel yang tak tepat waktu, harus menggunakan uang dari mana lagi. Ia tak mungkin memilih yang terakhir harus mendekam di penjara jika bersikukuh melanjutkan pembangunan, tidak akan bisa selesai tepat waktu walau termasuk dengan penambahan waktu yang di berikan.


Pusing memikirkan masalah yang membelitnya, membuat pria tua itu terduduk di sofa kamarnya. Menyendiri merasakan nyeri menusuk di dada nya sebelah kiri. Tenggorokannya terasa kering dan sulit bernapas. Perlahan penglihatannya mulai kabur dan tak sadarkan diri.


“Brenda, kamu dimana?” tanya Mama nya terisak.


“Brenda, Papa mu kena serangan jantung. Sekarang Mama lagi di rumah sakit Cinta Kasih. Mama takut Brenda, Mama takut.” Tangis mama dan suaranya bergetar.

__ADS_1


“Ma, Mama tenang, aku kesana sekarang. Aku kesana, Mama tunggu aku.”


Brenda mematikan sambungan teleponnya, dan Ia bergegas pergi bersama Han menuju rumah sakit tempat papa nya di rawat. Beruntung tadi Brenda menerima telepon dari mama nya dengan mode loudspeaker, jadi Han langsung tahu apa yang terjadi.


“Om, gimana ini, gimana kalau papa…..”


“Brenda tenang dulu, kamu harus tenang. Kita sebentar lagi sampai rumah sakit.”


“Om, memangnya masalah apa sih yang terjadi di Bali. Aku rasa Papa terlalu memikirkan masalah pekerjaan sampai seperti ini.”


“Pembangunan hotel di Bali mengalami masalah besar. Bangunan roboh, setelah di selidiki, bahan yang di gunakan sebagian di tukar dengan bahan baku murahan. Jadi membuat bangunan tidak kuat. Papa kamu harus mengganti rugi biaya kerusakan yang di timbulkan oleh bangunan roboh itu. Setahu saya pemilik hotel nya memberikan kelonggaran waktu pada perusahaan papa kamu untuk dapat memperbaiki. Tadi terakhir Papa kamu kabarin begitu.”

__ADS_1


“Ma..” Brenda berlari berteriak memanggil mama nya yang duduk menunduk di depan ruang gawat darurat. Kondisi Papa nya tak stabil. Dokter mengatakan papa nya terkena serangan jantung dan masih dalam kondisi kritis.


Jika Papa nya bisa melewati masa kritis nya kemungkinan terburuk akan mengalami stroke ringan. Namun jika kondisi Papa Brenda tidak stabil bisa saja Ia akan koma.


__ADS_2