
Sementara Bara terus memelototi Adit yang sibuk memasukkan makanan ke mulutnya tanpa melihat ke arahnya. Sepertinya Adit sengaja.
"Bukan pacar, tapi baru inceran."
"Lantas apa masalah nya?" Ricky antusias bertanya meskipun dia sendiri belum pernah pacaran, kecuali sekedar cinta monyet itu pun hanya lewat chat dan berakhir di chat juga.
"Dia barusan ngeliat incerannya jalan sama pria laen," timpal Adit.
"Oh gitu doang loe patah hati, kirain di tinggal kawin hahaha...."
Sepanjang permainan Bara terlihat gelisah karena pikirannya yang terbagi, sesekali ia menatap ke arah jalan depan rumah berharap sang pujaan hati segera pulang.
"Kemana ya mereka?
apa jangan-jangan dia udah di tembak duluan sama si Om Herman?
Kalo bener bisa-bisa gawat nih!
Ini akibat gue ngikutin saran si Adit nih, gue jadi kalah cepat!!"
Bara mengumpat di dalam hati.
"Bar, loe yang bener dong..., kita kalah nih!" Protes Adit yang merasa kalau Bara asal-asalan saat bermain.
"Udah dulu deh, kasian Bara kayaknya gak fokus," usul Ricky mengakhiri permainan. "Kalo boleh tau siapa sih cewek inceran loe, barangkali kita bisa bantu?" Tanya Ricky mulai merasa prihatin.
"Udah, loe gak perlu tau entar loe step lagi," sahut Adit.
"Jangan bilang kalo loe beneran naksir si Mumun?" Tebak Ricky.
Adit terpingkal mendengar terkaan Ricky, yang ternyata benar-benar menelan mentah-mentah omongan nya waktu itu.
"Jawab dong...,loe kenapa diem aja?" Adit tersenyum jahil ke Bara.
"Iya gue naksir Mumun, puas loe!?" Sahut Bara kesal seraya menatap Adit.
Adit terpingkal puas melihat reaksi yang di tunjukkan Bara.
__ADS_1
"Yaudah, loe tenang aja yah entar gue bantuin deh gimana caranya loe bisa deketin si Mumun, gue ke belakang dulu deh mules," Ricky pun bergegas masuk ke dalam.
"Sekali lagi loe buka mulut gue tab*k loe!" Ancam Bara.
"Lagian loe plin plan amat jadi orang."
"Bukannya loe sendiri yang bilang kalo gue jangan terlalu mencolok, kenapa loe jadi nyalahin gue!?"
"Loe nya yang gak faham nih, maksud gue loe seharusnya lebih fokus ke pendekatan yang lebih berarti bukan malah seliweran gak jelas di daerah sini."
"Perasaan loe gak ngomong gitu?"
"Gue udah ngomong tapi loe nya aja yang gak fokus," Adit mencoba membela diri meski sebetulnya ia memang tidak mengatakan hal itu.
"Terus gue harus gimana?" Tanya Bara pasrah.
"Loe ikutin aja saran gue, malam ini kita nginap aja di sini," usul Adit setengah berbisik.
"Gila loe Dit, gak mau ah entar bisa-bisa malah ketahuan," tolak Bara.
"Jadi loe mau umpetin terus tuh perasaan loe, yang ada tante Raisa keburu nikah baru tau rasa loe."
"Masalah berhasil atau gak nya itu ada di tangan loe, gue cuma kasi jalan. Tapi kalo emang berhasil loe bakal kasi imbalan apa ke gue?"
"Loe maen minta imbalan aja, hasil kerja loe aja belum kelihatan," ingin rasanya Bara menjitak kepala Adit yang selalu memikirkan masalah imbalan sementara hasil kerja nya belum terlihat samasekali.
"Kalian berduaan aja, Ricky kemana?" Tanya Raisa yang baru datang tapi tidak melihat Ricky di sana.
"Oh, Ricky lagi ke belakang katanya mules," sahut Adit.
"Oo, yaudah tante masuk dulu ya?" Raisa pun masuk ke dalam untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 sementara ia harus pergi ke toko besok pagi.
Beberapa saat Ricky pun keluar. "Waduh sorry ya gue agak lama, mules banget soalnya."
"Rick, kita nginap ya bolehkan?" Tanya Adit memulai langkah nya.
"Boleh lah...,loe kayak baru kali ini aja nginap disini," jawab Ricky cuek. Karena sebelumnya Adit memang sering menginap di rumahnya.
__ADS_1
"Maksud gue Bara ikut nginap juga."
"Boleh banget, tapi emang loe gak di cariin sama nyokap loe?" Tanya Ricky dengan polos nya ke Bara.
"Ya gak lah, emang gue kayak loe di jagain mulu?" Jawab Bara.
"Iya iya gue tau, loe pengen ngecengen Mumun kan?" Balas Ricky seraya tersenyum usil.
"Yaudah kita ke dalam aja yukk, gue takut kelamaan di luar entar gue masuk angin, gue kan baru enakan abis sakit kemarin," Ujar Adit berkilah.
"Ok, loe pada ke kamar aja duluan, gue mau ambilin bantal tambahan buat kita bertiga," ucap Ricky pada kedua teman nya.
Ricky pun berlalu pergi.
"Loe yakin ini cara yang tepat?" Tanya Bara yang masih merasa ragu ragu dengan kepatenan ide dari Adit.
"Loe tenang aja, yang penting loe bisa deket dulu sama tante Raisa," Jawab Adit yang merasa yakin, sementara Bara hanya mengangguk seperti anak kecil yang sedang mendapat pengarahan.
Sebelum nya Bara sudah menghubungi ibu nya bahwa ia tidak pulang ke rumah dan akan menginap di apartemen nya. Bukan tanpa alasan ia berbohong, tentu ia tidak ingin mendapat banyak pertanyaan dari ibu nya karena merasa khawatir.
Pikiran yang berkecamuk memenuhi otak nya. Ada rasa yang kuat untuk memperjuangkan niat nya tapi di sisi lain ia merasa bimbang akan keberhasilan nya tersebut mengingat orang yang ia inginkan tidak lain ibu dari sahabat nya sendiri.
Malam dengan misi pertama untuk langkah awal pendekatan pun di jalan kan meski dengan ada nya rasa sedikit keraguan yang meliputi hati.
Tidak peduli seberapa tinggi kedudukan seseorang, maka akan tunduk di hadapan yang nama nya cinta.
Mereka kembali melanjutkan bermain game meski Bara masih saja belum bisa melupakan dimana tadi ia melihat wanita yang ia cintai pergi dengan orang lain. Dugaan demi dugaan terus bermunculan di kepala nya.
Karena terlalu lelah dengan pikiran nya akhirnya ia tertidur mengarungi alam mimpi meninggalkan kedua teman nya yang masih terjaga.
Adit melirik sekilas ke arah Bara yang sudah tampak pulas dengan tidur nya. Ia tersenyum kecil lalu kembali sibuk menatap layar ponsel nya. Tenang aja, besok gue bakal jadikan kenyataan mimpi loe.
"Rick, emang Om Herman sering ya datang ke kemari?" Tanya Adit kepada Ricky yang ada di sebelah nya dengan masih menatap layar ponsel nya.
"Nggak sering, hanya jika kebetulan ada urusan di dekat sini aja."
Adit memutar otak nya untuk mendapatkan informasi yang mungkin berguna untuk langkah berikutnya.
__ADS_1
"Apa dia biasa nya selalu ngajak nyokap loe pergi keluar?" Pertanyaan Adit mungkin terlalu to the point tapi bagi Ricky pertanyaan seperti itu ia anggap biasa dari seorang Adit yang memang selalu blak-blakan.
Hai...haii...jangan lupa untuk meninggalkan jejak 👍 komen ❤ atau 🎁 jika berkenan😅