
...Jangan lupa untuk memberikan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...
Bara masih duduk di tepi tempat tidur sambil menatapi pintu kamar mandi yang masih tertutup semenjak Raisa masuk kesana.
Beberapa saat Raisa pun keluar, ia masih diam tanpa mempedulikan Bara yang masih terlihat murung menyesali kesalahan nya.
Bara akhirnya mencoba mendekati lagi demi mendapatkan pengampunan.
"Sayang....''
Sebelum Bara mengeluarkan kata-kata nya, Raisa segera beranjak dari bangku meja riasnya. Namun Bara segera menghentikan langkahnya dengan memeluknya dari belakang.
"Sayaang...,aku minta maaf! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi, aku benar-benar gak sengaja," Bara memeluk erat tubuh istrinya.
Bara memutar tubuh Raisa hingga berhadapan, tanpa ragu ia memohon sembari memegangi kedua tangan Raisa. "Sayang, kalo kamu mau, aku juga akan meminta maaf dengan pelanggan kamu tadi. Tapi tolong maafkan aku juga."
"Gak perlu, aku udah maafin kamu kok," ucap Raisa yang seketika membuat wajah Bara terlihat ceria.
"Kamu udah gak marah lagi?"
"Nggak. Tapi jangan kamu ulangi lagi."
"Gak akan, aku janji," ucap Bara bersungguh-sungguh.
"Ya sudah, kamu mandi dulu."
"Beri semangat dulu."
"Nggak, aku gak percaya!" Raisa membuang wajahnya, ia tidak ingin pemberian semangat itu memunculkan semangat-semangat yang lainnya.
"Baiklah, aku aja yang kasi kamu semangat!" Bara pun mengecup pipi istrinya setelah itu ia pergi ke kamar mandi.
Setelah mandi dan berpakaian, Bara menemui Raisa di dapur. "Sayang, malam ini kita pergi ke rumah mama yah, sekalian makan malam disana, kamu mau kan?"
"Iya, aku mau.Lagian kita belum pernah nengokin mama selama kita menikah," jawab Raisa terlihat senang. "Kalo gitu, aku masak makan malam buat Ricky aja," ujar Raisa
"Apa Ricky belum pulang?" Tanya Bara.
"Udah pulang dari tadi. Tapi katanya dia pergi ke bengkel buat ganti ban motorny.
"Sayang...,udah dong, gak kelar-kelar nih masaknya, entar keburu malam lho," ucap Raisa ketika Bara memulai kebiasaan nya.
"Ehmm!"
Baik Bara maupun Raisa merasa kaget dan segera menoleh ke arah suara tersebut.
Terlihat Ricky sedang berdiri di depan kulkas, dan mengambil air mineral dari sana.
Setelah melepas dahaganya, Ricky pun pergi meninggalkan dapur dan masuk ke kamarnya.
"Auww!" Pekik Bara seraya mengusap perut nya yang kena cubitan Raisa.
__ADS_1
"Aku kan udah bilang!" Ucap Raisa dengan nada kesal.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya di dapur, Raisa pun bersiap-siap untuk acara makan malam ke tempat mertuanya.
Bara sudah sejak tadi duduk di teras menunggu kedatangan Adit yang berjanji akan menginap untuk menemani Ricky.
"Lama loe!" Ucap Bara pada Adit yang baru datang.
"Santai aja kenapa shi!? Loe ngegas mulu!" Sahut Adit seraya duduk sejajar dengan Bara.
Tidak lama Raisa pun keluar menemui Bara yang tengah mengobrol dengan Adit.
"Ya udah, gue cabut dulu, loe mending masuk aja temuin Ricky," titah Bara.
"Iya deh, semoga sukses," Adit memelankan suaranya sambil berjalan melewati Bara lalu masuk ke dalam.
"Waah..., loe makan gak ngajak-ngajak," ucap Adit yang mendapati Ricky tengah menyantap makan malamnya.
"Mana gue tau kalo loe dateng!"
Tanpa menunggu Adit pun segera menarik kursi untuk nya dan ikut makan malam bersama Ricky.
Mala sangat senang menyambut kedatangan anak dan menantunya.
Sejak Bara mengabari akan kedatangannya bersama Raisa, ia segera menyuruh pelayan di rumah nya untuk memasak makanan dengan berbagai menu, terutama menu yang di sukai oleh anak dan menantunya tersebut.
Di meja makan mereka berbincang panjang lebar. Tapi Mala belum berani membahas perihal anak, mengingat pernikahan keduanya masih sangat baru.
Setelah usai makan malam dan berbincang sebentar di ruang tengah, akhirnya Bara dan Raisa pun pamit untuk pulang.
"Tenang aja, nanti juga kamu bakal tau," jawab Bara sembari menggenggam tangan Raisa lalu mengecupnya, sedangkan tangannya yang lain memegang kemudi.
Raisa hanya menurut saja hingga Bara membawanya ke sebuah apartemen.
"Ini tempat siapa?Kenapa kita kesini?'' Tanya Raisa masih tidak mengerti kenapa Bara membawanya kesana.
''Ini apartemen aku sayang, dan sekarang punya kita,'' jawab Bara seraya menggandeng bahu Raisa lalu mengajaknya masuk. "Kamu gak keberatan kan kalo malam ini kita nginap di sini?" Tanya Bara penuh makna saat memasuki kamar yang sudah ia persiapkan sedemikian rupa indahnya.
Raisa tahu benar apa maksud pertanyaan itu. Ia tidak sampai hati jika harus menolak, apa lagi saat melihat suasana kamar yang sepertinya memang sengaja di persiapkan.
"Sayang, aku gak bawa baju tidur, seandainya kamu bilang dari awal mungkin aku bisa bawa dari rumah," ucap Raisa.
"Aku udah siapin semuanya," Bara mengambil sebuah paper bag dari dalam lemarinya. "Ini, kamu pake yah?'' Seraya menyerahkan paper bag tersebut.
Raisa menerima paper bag tersebut dan memeriksa isinya. Ia tercengang melihat keadaan dan model baju tidur tersebut. Meskipun sebelumnya ia sudah pernah menikah, ia belum pernah mengenakan pakaian tidur seperti itu.
"Sayang, kamu dapat ide dari mana buat nyuruh aku pake pakaian seperti ini?" Tanya Raisa. ''Sepertinya kamu udah banyak belajar! Apa sebelumnya kamu pernah melakukan hal seperti ini!?"
"Nggak sayang, aku gak pernah ngelakuin dengan siapa pun, dan ini termasuk sifat alamiah. Mana ada sekolah yang mengajarkan hal ini, tapi buktinya manusia tetap bisa berkembang biak."
"Sumpah demi aku kamu gak bohong!?" Tegas Raisa.
__ADS_1
''A --- aku, sebenernya aku pernah nonton film dewasa," jawab Bara jujur.
''Apa!? Jadi Kamu nonton film dewasa!? Tunggu, kamu nggak ngajak Ricky juga kan!? Tanya Raisa menyelidik.
''Nggak sayang, sumpah! Seraya menaikkan dua jarinya. "Aku gak pernah ngajak Ricky atau siapa pun, itu pun aku nontonnya udah lama banget!'' Jawab Bara. ''Ya udah, kalo kamu gak suka bajunya gak usah di pake, lagian kita gak perlu ini semua untuk malam ini."
Bara mengambil baju tersebut dan melemparkannya entah kemana. Ia mulai menyerang b*bir istrinya yang tampak menggodanya dari tadi.
Dalam sekejap ia sudah membuat tubuh Raisa benar-benar pol*s tanpa sehelai benang.
Ternyata film dewasa itu benar-benar berbahaya 😌
Beberapa saat mengendalikan permainan tersebut akhirnya Bara berhenti seiring lenguhan panjang yang terdengar dari kedua insan itu.
Bara menjatuhkan tubuhnya di samping Raisa lalu mencium kening Raisa yang sedikit berkeringat akibat permainan mereka barusan. Meskipun di ruangan tersebut AC sedang menyala, namun tidak mampu meredam hawa panas yang keluar dari tubuh keduanya.
Bara tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk terus mengulangi permainan yang sama dan saling bergantian untuk memimpin permainan tersebut.
Untuk kesekian kalinya permainan berakhir hingga 03.30, Bara menyudahi permainannya dan membiarkan Raisa tertidur hingga pagi.
Saat pagi Raisa terbangun dan ingin melangkah ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba ia terjatuh karena kakinya terasa lemas. Ia lalu berusaha bangkit dengan berpegangan di sisi tempat tidur dan usaha nya pun berhasil, ia menguatkan langkahnya untuk mencapai kamar mandi tersebut.
Setelah masuk ke kamar mandi, Raisa membersihkan tubuhnya.Ia menatapi dirinya di depan cermin kamar mandi. Ada rasa ngeri saat ia melihat warna merah yang ada di sekujur tubuhnya, terutama di bagian leher. Tapi juga ada rasa bahagia di hatinya, untuk pertama kalinya ia merasa benar-benar di inginkan.
Raisa buru-buru keluar ketika Bara mengetuk pintu dan memanggilnya.
"Sayang, kamu gak apa kan?'' Tanya Bara agak khawatir karena Raisa cukup lama di dalam sana.
''Nggak, aku gak kenapa-kenapa koq sayang,'' jawabnya.
''Mau lagi boleh?'' Entah itu sebuah pertanyaan atau permintaan, yang jelas Bara sudah melancarkan aksinya tanpa menunggu jawaban.
''Sayang, kan udah banyak, emang kamu gak capek?'' Raisa memelas.
''Banyak? Kapan? Aku lupa, emang ada buktinya?''
''Kamu gak liat nie!?'' Raisa lalu memperlihatkan bagian tubuhnya yang berubah seperti macan tutul🤔
''Maaf, tapi aku gak ingat! Emang kamu bisa ngebuktiin?'' Bara berusaha menggoda istrinya.
''Kamu tuh ya bener-bener!'' Raisa memukuli dada suaminya.
''Emang aku ngelakuinnya gimana? Contohin dulu."
Bara mendekat seraya berbisik di telinga Raisa sambil tangannya mulai melakukan gerakan gerakan kecil.
Mereka pun mengulang kembali permainan dengan banyak gaya, karena ternyata Bara melakukannya lebih dari sekali.
Raisa tertipu mentah-mentah!
Sungguh terlalu 😌
__ADS_1
Soal gaya, silahkan berhalu dengan gaya masing-masing. Mau ****jumping**** depan, jumping belakang, atau gaya bebas. Pokoknya terserah deh!
Yang jelas Author juga butuh istirahat, karena Author juga manusia biasa 😴