Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 38


__ADS_3

...Jangan lupa untuk memberikan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...


"Kenapa muka kalian pada lecek gitu?"


"Kepo loe!" Sahut Bara kesal.


"Ya gue cuman nanya doang, kalo loe gak mau ngomong juga gak apa. Tapi ngomong-ngomong gue haus nih."


'Loe ambil sendiri aja!" Titah Ricky.


"Loe yang ambilin lah, masa tamu loe suruh ambil sendiri."


"Sejak kapan loe jadi tamu. Biasanya juga loe kayak tuan rumah kan?"


Adit pun masuk kedalam. Beberapa saat ia pun keluar dengan membawa minuman di tangan nya.


"Sepi amat.Nyokap loe lagi nggak ada di rumah ya?"


"Pergi nengok keluarga di kampung."


"Oo, gue ngerti. Pantesan aja kalian kayak anak ayam yang kehilangan induknya!" Adit pun terkekeh.


"Eh, gimana kalo kita pergi ke acara temen gue? Hitung-hitung buat nyari hiburan, biar gak suntuk aja," ajak Adit pada Bara dan Ricky.


"Acara apaan? Kan, itu acara temen loe. Kenapa loe ngajak kita!?" Kata Bara.


"Bukan temen juga shi, yah cuman kenal gitu doang..., tapi dia ngundang gue buat hadir di acara ulang tahunnya. Dan dia bilang gue bebas buat ngajak siapa aja. Tapi mana mungkin gue ngajak nyokap gue. Jadi gue ngajak kalian aja, gimana?"


Bara dan Ricky setuju untuk ikut menghadiri pesta tersebut.


"Kita cuma bentar doang, abis itu balik," ucap Bara.


Setelah menunggu Bara dan Ricky berganti pakaian, mereka pun pergi menuju tempat acara yang di maksud.


"Ini bener tempatnya?" Tanya Bara agak ragu saat menemukan alamat tersebut yang ternyata adalah sebuah club'.


"Iya, udah bener koq!" Sahut Adit. "Kita masuk aja dulu, lagian kita udah nyampe, nanggung kalo balik lagi."


Akhirnya mereka bertiga masuk ke club tersebut. Alunan musik terdengar cukup keras dengan aroma alkohol yang begitu menyengat.


Terlihat seorang pria menghampiri mereka. "Hai bro, loe dateng juga!" Ucapnya seraya berjabatan dengan Adit.


"Eh, kenalin temen gue," ucap Adit seraya memperkenalkan pria tersebut kepada dua sahabatnya.


"Julian," ucap Julian seraya menyalami keduanya bergantian.


Bara dan Ricky pun saling berjabatan dan memperkenalkan nama mereka masing-masing.


"Hai Julian, cowok-cowok keren ini siapa sih? Mau dong di kenalin," ucap dua orang wanita seksi yang lumayan cantik.


"Aku harus bilang apa pada wanita-wanita ini?" Ucap Julian seraya mengangkat kedua pundaknya.


"Hai, namaku Nesi."

__ADS_1


"Nama aku Welli," ucap wanita satunya tidak mau kalah mengulurkan tangannya.


Mereka bertiga pun menyambut uluran tangan dari kedua wanita itu secara bergantian.


"Ok, gue tinggal dulu, silahkan kalian nikmatin pestanya," pamit Julian berlalu pergi menemui beberapa tamunya yang baru datang.


Mereka bertiga akhirnya memilih untuk mengambil minum dan duduk sebentar demi menghargai pemilik pesta. Sementara Welli dan Nesi terus saja memperhatikan mereka.


"Hai, kita ikutan duduk di sini boleh gak?" Tanya Welli yang langsung mengambil posisi duduk di samping Ricky.


Tidak kalah cepat, Nesi juga mengambil tempat di samping Bara yang membuat Adit mau tidak mau menggeser posisi duduknya.


Baik Ricky maupun Bara sangat terkejut dengan tingkah kedua wanita yang tiba-tiba nyempil di samping mereka. Apa lagi Ricky yang belum pernah berada sedekat itu dengan wanita.


Terlihat jelas wajah Ricky tampak sangat kesal, apa lagi ketika Welli mulai berani meletakkan tangannya di pangkuannya.


"Gue nunggu di mobil aja!" Ujar Ricky seraya beranjak dari duduknya.


"Gue cabut deh, kalo loe masih mau disini silahkan!" Ucap Bara pada Adit, lalu ia pun menyusul langkah Ricky.


"Maaf Nona-nona, kita cabut dulu, sampai ketemu lagi!" Ucap Adit.


Adit menyusul Bara dan Ricky Setelah sebelumnya menemui Julian untuk berpamitan.


"Loe kenapa?" Tanya Adit pada Ricky yang sedang bersandar seraya mencubit di kedua alisnya.


"Kepala gue pusing!" Jawab Ricky. Bukan hanya pusing, tapi ia juga merasa mual.


"Lain kali loe gak usah ngajak-ngajak kalo mau pergi ke tempat begituan!" Serang Bara tak kalah kesal saat sedang mengemudi.


"Ini semua karena ulah loe!" Sahut Bara sambil fokus menyetir. "Rick, loe gak bakal ceritain ini ke nyokap loe kan?" Bara melirik Ricky lewat spion.


"Ngapain gue ngomong!? Yang ada malah gue yang di omelin!" Sahut Ricky masih bersandar seraya memijit pelipisnya. Sementara Adit terpingkal mendengar perundingan antara anak dan ayah tiri tersebut.


...***...


Sore itu setelah menghadiri sebuah acara peresmian, Bara buru-buru pulang mengingat hari ini adalah hari kepulangan Raisa. Ia melajukan mobilnya membelah kemacetan jalan sore itu.


Tiba di rumah ia segera mencari keberadaan Raisa di kamar. Matanya berbinar kala mendapati Raisa yang baru keluar dari kamar mandi.


Raisa yang melihat Bara sudah berada di kamar juga tampak terkejut. "Sayang, kamu udah pulang?"


"Kenapa? Apa kamu gak kangen sama aku?" Bara melangkah mendekati posisi Raisa yang sedang berdiri mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Bukan begitu..., tapi biasanya, kan jam segini kamu belum pulang."


"Tapi, kan aku udah gak sabar buat ketemu sama kamu," balas Bara seraya memeluk tubuh istrinya yang sangat ia rindukan.


"Mandi dulu sana, kamu bau," ucap Raisa. Padahal bukan itu alasannya, ia hanya tidak ingin Bara menghabisinya saat itu karena ia juga masih merasa lelah.


"Olahraga dulu baru mandi, gimana?" Ujar Bara melakukan penawaran.


Raisa tak kuasa menolak, meski lelah tapi ia juga tidak bisa berbohong bahwa sebenarnya ia juga merindukan sentuhan dari suaminya. Pada akhirnya dua babak permainan pun terselesaikan sore itu.

__ADS_1


Bara menyembulkan kepalanya di celah pintu yang sengaja di buka sedikit."Kenapa?" Tanya nya pada Ricky yang suah berdiri di depan pintu.


"Gue nyari nyokap gue, bukan loe!" Jawab Ricky.


"Nyokap loe lagi tidur, kayak nya kecapean jadi gak bisa di ganggu," jelas Bara. "Gue pesenin loe aja yah, entar loe tunggu aja di depan," titah Bara yang kini sudah memahami tingkah manja Ricky.


"Ya udah," Ricky pun melangkah pergi. Sementara Bara kembali meneruskan babak selanjutnya.


Paginya Raisa berniat akan pergi berbelanja kebutuhan dapurnya dan di temani oleh Bara.


Bara sengaja tidak pergi ke kantor demi menemani Raisa berbelanja. Setelah membeli keperluan dapur dan memasukan belanjaannya ke bagasi mobil, Bara mengajak Raisa berjalan-jalan di mall. Mereka bergandengan layaknya orang yang sedang menikmati masa-masa pacaran.


Mereka berhenti di bagian yang menjual pakaian, dan Raisa mulai memilih-milih beberapa kaos, setelah itu ia juga mengambil beberapa kemeja.


"Sayang, baju-baju itu bukan ukuran aku," ucap Bara.


"Emang bukan ukuran kamu, karena baju ini buat Ricky," sahut Raisa.


"Kamu gak mau nyariin baju buat aku juga?"


Raisa lalu tersenyum. "Iya iya, entar aku cariin yang cocok buat kamu," ucapnya.


Bara tersenyum memperhatikan Raisa yang tampak serius memilihkan baju untuknya.


"Bara!


Bara menoleh tatkala ada yang memanggil namanya.


"Hay, kamu Bara kan!?" Ucap seorang wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Maaf, apa kita pernah kenal sebelumnya?" Tanya Bara menatap heran.


"Aku Nesi! Kita pernah ketemu di ulang tahun Julian yang di adain di club kemarin malam, masa kamu lupa?" Nesi berbicara dengan gaya manja nya.


"Oo, e iya," Bara sangat gugup, apa lagi saat ia melihat Raisa sudah diam mematung memperhatikan nya di sana.


"Sayang, kamu udah selesai?" Tanya Bara seraya menghampiri.


Raisa tidak menjawab, ia melangkah sebelum Bara mendekati nya.Di lihat dari sikapnya sepertinya Raisa sudah mendengar semuanya.


Raisa mempercepat langkah nya tanpa mempedulikan Bara yang terus memanggil sejak tadi. "Mbak, semua ini dia yang akan membayarnya!" Ucap Raisa seraya memberikan isyarat pada pegawai tersebut. Lalu ia melangkah pergi.


Setelah menyelesaikan pembayaran Bara buru-buru menyusul Raisa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Sayang, itu gak seperti yang kamu dengar," Bara ingin menjelaskan.


"Buruan! Atau aku harus nyari taksi!?" Sahut Raisa ketus.


Bara menyalakan mobilnya dan mulai mengemudi dengan perasaan yang tidak karuan. S*all! Tau gini gue gak bakal nerima ajakan Adit!


...👍...


...❤...

__ADS_1


...🎁Bila berkenan😚...


__ADS_2