Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 40


__ADS_3

...Jangan lupa untuk memberikan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...


Bara benar-benar merasa telak dengan jawaban Raisa yang menjadikan kata bijak itu sebagai sindiran atas kesalahan nya.


"Sayang! Kamu gak harus dengerin kata-kata seperti itu, pasti ada orang iseng yang sengaja membuatnya,'' ujar Bara terlihat kesal sambil tetap fokus mengemudi.


"Aku juga iseng aja nyebut nya, tapi kenapa kamu kayak tersindir gitu?''


Bara hanya diam tanpa bisa membalas ucapan Raisa. Ia tidak menyangka jika wanita yang dulu di anggap nya lemah lembut itu ternyata bisa mengucapkan kalimat bijak yang sangat menohok.


Bara menghentikan mobilnya ketika sudah sampai di halaman rumah. Raisa turun dari mobil dan masuk ke dalam. Sementara Bara dengan langkah yang tidak kalah cepat mengekori Raisa dari belakang. Ia tidak ingin lagi Raisa menjauhinya lagi, sudah cukup baginya sehari semalam ia di acuhkan.


Untungnya kali ini Raisa membiarkan nya masuk ke kamar meski sikapnya masih sama.


Raisa mengambil handuk dan pakaian ganti lalu masuk ke kamar mandi. Beberapa saat ia pun keluar dengan handuk yang masih membungkus kepalanya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah setelah keramas.


Bara hanya bisa menahan keinginannya seraya menatapi wajah Raisa dari cermin saat ia mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Meski menyadari kalau Bara memperhatikan nya, Raisa seakan tidak mempedulikan keberadaan nya di sana.


"Bener yang di bilang Ricky, ternyata lebih baik di omelin dari pada di diemin kayak gini!"


Bara akhirnya memutuskan untuk menyegarkan dirinya dan masuk ke kamar mandi. Saat ia keluar Raisa sudah tidak ada di kamar. Setelah berpakaian ia pergi ke kamar Ricky.


Beberapa kali Bara mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban dari dalam. Akhirnya Bara menekan gagang pintu yang ternyata memang tidak di kunci. Ternyata kamar itu kosong karena Ricky belum pulang.


''Udah jam segini koq Ricky belum pulang,'' gumam Bara seraya bergegas menuju ke dapur. Di lihatnya Raisa sedang memotong sayuran.


Ingin rasanya ia menghampiri dan melakukan kebiasaan nya, namun entah kenapa sikap Raisa benar-benar membuat nyalinya menciut. Ia ingin berbicara dan mengatakan sesuatu hal agar Raisa berhenti dari kebisuannya, tapi ia takut jika ia salah bicara maka akan ada kata-kata bijak lainnya yang keluar dari mulut istrinya tersebut.


Setelah menyiapkan semuanya Raisa pun kembali ke kamar nya.


Tidak lama Ricky pun datang. Setelah mandi dan berpakaian ia menuju ke dapur. Di lihat nya Bara sudah duduk termangu di sana.


"Muka loe gitu banget!?'' Ucap Ricky seraya menarik kursi untuknya. "Udah, entar gue ngomong ke nyokap. Sekarang kita makan aja dulu."


"Loe serius!"


"Emang loe mau kalo gue boong?''Balas Ricky


"Iya iya, gue percaya."

__ADS_1


Usai makan Ricky menuju kamar mamanya. Setelah beberapa kali mengetuk pintu pun terbuka.


"Ma... ,ada yang Ricky mau omongin ke mama."


"Ada apa?" Sahut Raisa tanpa menoleh ke arah Ricky yang menghampirinya.


"Ma, Ricky minta maaf," ucap Ricky memohon di pangkuan Raisa.


"Memangnya apa kesalahan kamu?''


"Harusnya Ricky gak pergi ke tempat itu.Tapi Ricky bener-bener gak ngapa-ngapain ma, sebenernya kita udah mau balik tapi mama sendiri kan pernah bilang kalo kita harus menghargai orang lain," ungkap Ricky.


"Mama ngajarin kamu buat menghargai orang lain, tapi bukan berarti kamu gak bisa bersikap tegas, terutama sama diri kamu sendiri. Kali ini mama maafin, tapi lain kali mama gak janji."


"Terimakasih mama udah mau maafin kesalahan Ricky."


Ricky pun beranjak dan melangkah pergi. "Dan Bara juga gak salah ma...," ucap Ricky sebelum benar-benar meninggalkan kamar dan menghilang di balik pintu.


Raisa termenung sejenak tatkala mendengar ucapan Ricky barusan. Tiba-tiba saja ada rasa bersalah yang merayapi hatinya.


Sementara Bara masih termenung di meja makan. Ia menoleh saat ada sentuhan lembut di pundaknya. "Sayang...," ucapnya antara terkejut dan bahagia mengetahui bahwa Raisa yang berdiri sana.


"Maaf...."


"Sayang...."


"Iya. Apa?" Sahut Bara seraya menengadah.


Raisa merangkup wajah Bara lalu memberikan ciuman singkat.


Bara membelalak kaget. Ini pertama kalinya Raisa mendahuluinya. "Lagi...," pinta Bara🤭🤭


"S*al! Umpat Bara ketika mendengar bel berbunyi. "Biar aku saja," ucapnya.


"Ngapain loe kesini!?" Ucap Bara saat mengetahui siapa tamu tersebut.


"Ya pengen ketemu Ricky lah! Loe, kan pasti sibuk bikin adek buat Ricky!" Sahut Adit sambil cengar cengir.


"Gue gak ngijinin loe buat ketemu Ricky lagi! Loe membawa pengaruh buruk tau gak!"


"Berarti niat loe buruk juga dong waktu pengen nikahin nyokap nya Ricky!? Buktinya loe pake jasa gue buat pedekate!" Cibir Adit.

__ADS_1


"Sia*an loe!"


"Ada apaan? Mau ngajak ke pesta lagi!?" Tanya Ricky yang sudah bersender di bibir pintu.


"Bukan, ini penting banget, lebih penting dari pesta!" Jawab Adit.


"Eh, kalo mau ngomong ya ngomong aja, gak usah pake teka-teki segala!" Cerca Bara.


"Ini urusan anak muda, orangtua di larang ikut campur!" Sahut Adit. "Mending loe masuk aja deh!"


"Awas aja kalo loe bikin masalah lagi!" Ucap Bara lalu ia pun masuk ke dalam.


"Buruan!" Ucap Ricky mendudukkan tubuhnya di bangku teras.


"Temenin gue ke rumah Susan. Gue ada nitip tugas ke dia. Dan besok udah harus di setor."


"Kenapa loe gak minta di bawain besok aja sekalian!?"


"Susan besok gak masuk, katanya ada acara keluarga. Gue bisa aja pergi sendiri ke rumah dia, tapi kan loe tau bokapnya galak banget! Kalo kita pergi berdua bokapnya gak akan mikir macem-macem!" Jelas Adit.


"Iya deh, gue ijin dulu sama nyokap gue!" Ucap Ricky beranjak dan masuk ke dalam. Setelah mendapatkan ijin Ricky pun pergi menemani Adit.


Raisa menoleh saat tiba-tiba Bara memeluknya dari belakang. Bara mulai melakukan kebisaan yang sudah dua hari ini tidak di lakukannya.


"Sayang, kalo ada yang liat gimana!?" Ucap Raisa menggeliat karena aksi Bara yang membuatnya merasa agak geli.


"Ricky sedang pergi, cuma ada kita berdua di sini," ucap Bara dan tangannya pun mulai bergentayangan kemana-mana.


"Kamu gak liat aku masih nyuci," Raisa memperlihatkan tangannya yang masih berbusa karena sedang mencuci piring.


"Tapi aku mau sekarang...," bisik Bara dengan suara serak.


SKIP


"Terimakasih sayang...," Bara menyibakan rambut dan mengusap keringat yang membasahi dahi istrinya tersebut. "Kamu istirahat dulu, nanti kita lanjutkan," tambahnya seraya me*c*um bi*ir istrinya yang tampak menggoda saat sedang mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"Sayang..., aku bisa mati kehabisan nafas," ucap Raisa.


"Bib*r kamu terlalu menggoda...."


...👍...

__ADS_1


...❤...


...🎁Bila berkenan😚...


__ADS_2