
...Jangan lupa untuk memberikan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...
Berhubung tidak ada kegiatan, akhirnya Bara memutuskan untuk pergi ke kantor. Hitung-hitung cari kegiatan demi mengalihkan pikirannya.
Hari ini ia pulang agak malam karena memang sedang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan bahkan ia telah membawa beberapa pekerjaannya ke rumah.
Entah takdir atau hanya kebetulan, saat ia tiba di halaman rumah, Adit pun juga ada disana memarkirkan motornya.
"Wiihh..., motor baru nih!" Ucap Ricky yang memang sedang menunggu kedatangan Adit.
"Yo'i...," jawab Adit memamerkan motor barunya.
"Loe nyolong dimana tuh motor?"
"Enak aja loe kata nyolong, ini hasil kerja keras gue!" Sahut Adit.
"Loe kerja? Kerja apaan!?" Tanya Ricky dengan mimik serius.
"Ada deh, lebih tepatnya ini hasil gue investasi!" Jawab Adit percaya diri 😁
Investasi apaan!
T**uh motor hasil loe malak gue!
Batin Bara seraya tersenyum kecut ke arah Adit yang masih sumringah memamerkan motornya.
"Eh, ada om Bara ternyata," ucap Adit yang pura-pura tidak menyadari keberadaan Bara.
"Loe kalo namu kudu ingat waktu!" Ujar Bara.
"Sekarang aja loe ngomong begitu, kemaren-kemaren loe mewek depan gue!" Balas Adit.
"Itu kan dulu, sekarang gue bahagia," ucap Bara lalu masuk kedalam rumah.
"Cih! songong amat loe!"
Bara mengitari ruangan dengan ekor matanya mencari keberadaan Raisa. Ia tersenyum lalu menghampiri Raisa yang terlihat sedang sibuk di dapur.
"Sayang...," Bara memeluk dari arah belakang.
Raisa pun membalikkan badannya. "Sayang, kamu mandi dulu, setelah itu kamu makan."
Setelah mandi dan berpakaian ia pun menemui Raisa yang sedang menata menu di meja makan.
"Kamu gak makan?" Tanya Bara yang tidak melihat piring Raisa.
"Nggak, aku udah makan tadi sore. Aku nemenin kamu aja disini."
"Ricky gak makan?"
"Ricky itu gak bisa telat makan, jadi dia udah makan duluan tadi. Kamu makan yang banyak yah?"
"Kasi semangat dulu...," Bara memajukan wajahnya.
"Sayang..., di rumah ini bukan cuma ada kita berdua, gimana kalo nanti Ricky liat!?"
__ADS_1
"Ricky lagi maen sama Adit, ayo buruan," Bara bersikeras.
Akhirnya Raisa mengalah dan 😘🤭
Usai makan, Bara ikut nimbrung di teras. Baru beberapa menit mereka mengobrol, hujan turun sangat deras, hingga mereka pun masuk kedalam rumah dan menyambung obrolan mereka di ruang tamu.
Sebenarnya bukanlah obrolan yang penting, hanya cerita-cerita mati yang tidak bermutu, dan sesekali mereka berdebat.
"Wahh..., hujannya belum berenti juga nih!" Ucap Adit yang mulai kebingungan karena hari sudah semakin larut sementara hujan belum berhenti dan malah semakin deras.
"Nginap aja, besok sebelum ke kampus loe bisa pulang ke kostan dulu, tapi bangunnya pagi-pagi, jangan molor!" Usul Ricky.
"Boleh juga ide loe."
Masalah Adit pun terpecahkan.
"Kebiasaan loe!" Ucap Bara melemparkan bantal sofa pada Adit. Lalu ia pun meninggalkan obrolan tersebut.
"Sayang, kamu lagi ngapain?" Bara menghampiri Raisa yang terlihat sibuk dengan kertas dan pulpen di tangannya.
"Aku lagi ngecek jadwal pengiriman, besok aku akan mulai pergi ke toko."
"Jangan pulang terlalu sore."
"Kenapa? Apa kamu gak mau jemput aku?" Raisa menoleh seraya tersenyum.
"Tentu. Sebelum ke kantor aku juga akan mengantarmu," Bara mengecup puncak kepala Raisa, tapi saat kecupan itu mulai berubah arah Raisa buru-buru menghentikan nya.
"Ayo tidur, besok kamu harus bangun pagi."
"Aku pasti tidur sayang...,kan besok aku juga harus pergi ke toko. Kamu duluan aja," bujuk Raisa. "Sebentar lagi aku selesai."
Bara akhirnya merebahkan tubuhnya di tempat tidur, meskipun ia belum bisa memejamkan matanya samasekali. Hujan di malam itu membuatnya --- Ya gitu deh ☺
Beberapa saat Raisa pun sudah selesai dan menyusul Bara ke tempat tidur setelah sebelumnya menyelesaikan ritual perawatan malamnya seperti biasa.
"Sayang... kamu wangi banget," bisik Bara seraya mendekati.
"Jangan mulai, sebaiknya kamu tidur," ujar Raisa menepuk pelan pipi Bara lalu buru-buru mengambil posisi memunggungi.
"Peluk boleh?" Ia meminta izin tapi kenyataan nya ia sudah memeluk sebelum di beri jawaban.
"Emang kamu gak pa-pa?" Tanya Raisa kembali. Raisa khawatir sekaligus prihatin dengan suami bocahnya itu. Tapi mau bagaimana lagi.
Tidak ada jawaban, akhirnya Raisa mulai memejamkan matanya. Tapi baru saja ia mulai terlelap, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang bergerak di bagian belakangnya. Ia tau betul itu apa dan darimana asalnya.
"Sayaang...! Aku tau kamu belum tidur!" Pekik Raisa melepaskan lengan Bara yang masih melingkar di pinggangnya.
Bara pun sudah tidak bisa berpura-pura lagi, ia membuka matanya lalu bersandar di tempat tidur. "Mau bagaimana lagi, ini udah hukum alam jika positif dan negatif saling berdekatan maka...," Bara tidak melanjutkan ucapannya. Lalu ia menutupi wajahnya dengan bantal.
"Ya udah, untuk malam ini kamu tidur sama Ricky aja dulu, kalo kamu disini yang ada kita sama-sama gak bisa tidur," ujar Raisa.
"Iya deh," Bara beranjak dari tempat tidur tapi sebelum itu ia kembali ingin memberi kecupan sayangnya pada Raisa.
"Udah..., entar kamu semakin susah tidur," tolak Raisa.
__ADS_1
"Maaf," ucap Bara.
"Untuk apa? Harusnya aku yang minta maaf," balas Raisa.
Sambil membawa bantalnya Bara akhirnya mengungsi ke kamar Ricky.
"Ngapain loe bawa-bawa bantal segala! Kayak korban kebanjiran aja!?" Ucap Ricky ketika membuka pintu.
"Berisik loe!" Sahut Bara yang langsung menerobos masuk.
"Loe kenapa jadi ikutan tidur disini!?" Tanya Adit seraya menggeser posisinya agar Bara mendapat tempat.
"Bawel loe!" Bara segera memejamkan matanya berharap segera tertidur dan bangun di pagi hari. Tapi itu sia-sia, kenyataan nya ia kembali membuka matanya tatkala mendengar Ricky dan Adit asik bermain game dari ponsel mereka.
Bara beranjak mengambil ponselnya lalu ikut bermain.
Setelah lelah bermain akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi masing-masing.
Alarm dari ponsel Ricky berbunyi tanda sudah pagi. Ricky menggeliatkan badannya lalu mematikan alarm. Sebenarnya Adit juga telah terbangun ketika alarm berbunyi, hanya saja ia sangat kesulitan membuka matanya.
"Bar, HP loe tuh getar mulu dari tadi, geli gue!" Ucap Ricky yang merasakan HP Bara terus bergetar di pinggangnya. "Bar! Jauhin dulu HP loe, gue masih ngantuk nie!" Ricky mengeraskan suaranya.
"Berisik loe!" Sahut Bara lalu merubah posisinya.
"Auww! Adit memekik, karena giliran pinggangnya yang merasa sakit. " Bar! Loe kalo tidur jangan bawa barang, pinggang gue sakit nie!"
"Apaan shi loe ah, berisik banget!" Sahut Bara masih dengan mata terpejam.
Adit meraba demi menjauhkan barang itu dari pinggangnya meskipun dengan rasa kantuk yang amat sangat akibat begadang main game tadi malam. Mata Adit yang semula terpejam, tiba-tiba menjadi melek merasakan yang ia pegang ternyata bukan ponsel, melainkan SENJATA Bara.
"Eh, gila loe yah! Senjata loe nusuk pinggang gue nie!" Teriak Adit membangunkan seisi kamar.
"Apaan shi kalian berisik banget!?" Ricky akhirnya membuka matanya.
"Bokap tiri loe nie, pagi-pagi udah nusuk aja! Pinggang gue lagi yang di tusuk!" Sahut Adit yang langsung bangun dari posisinya.
Terjadilah kegaduhan pagi itu.
G**a! S*****a Bara kenceng amat!
Alhasil, Ricky dan Adit pergi tanpa sarapan pagi, karena mereka buru-buru dan masih harus singgah dulu ke kostan Adit.
"Kamu mandi dulu, setelah itu kita sarapan," ujar Raisa yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih basah.
Cobaan apa lagi ini!?
Bara memekik di dalam hatinya.
"Sayang..., ini darurat!" Ucap Bara menghampiri Raisa yang tengah berdiri di depan cermin. Suaranya hampir tak terdengar karena menahan sesuatu yang bergejolak.
...👍...
...❤...
...🎁Bila berkenan😚...
__ADS_1