Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 11


__ADS_3

...Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...


Bara terbangun sambil mengerjapkan matanya lalu mengedar kan pandangan nya mengitari ruangan yang menurut nya asing tersebut.


"Akhh, gue lupa! Gua kan semalam nginap di rumah Ricky," gumamnya menyadari.


Lalu ia melirik jam dinding yang ada di kamar tersebut. " Astaga! Sudah jam 10! Bara melihat ke arah samping nya tempat di mana Ricky dan Adit tidur semalam. Namun kedua nya tidak ada di sana.


Ia bergegas menuju teras tapi tidak melihat kedua teman nya tersebut. Ketika ia kembali ke dalam terdengar suara seseorang yang sangat ia kenal tentu nya.


"Mereka pergi mancing ke danau, mungkin sebentar lagi pulang," ucap Raisa memberi tahu kan keberadaan Adit dan Ricky. "Sambil menunggu sebaiknya kmu sarapan dulu."


"Eh..,iya...," Bara menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Bara duduk di kursi menghadapi meja makan dengan perasaan yang sulit di ungkapkan. Bahagia sekaligus salah tingkah.


"Ini kamu makan dulu, Adit sama Ricky mereka udah sarapan tadi pagi," Raisa meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Bara. "Tante gak tau kamu biasa minum apa, tapi kalo kamu mau yang lain akan tante buatkan," ucap Raisa sambil menuangkan secangkir teh dan memberikannya ke Bara.


"Gak perlu repot-repot, saya bisa minum apa aja koq," sahut Bara antara gugup dan bahagia.


Kelak kamu akan tau apa aja kesukaan ku karena setiap hari kamu akan melayani ku seperti ini. Tapi yang perlu kamu tau adalah, kamulah yang paling ku sukai🤭


Bara mulai menyuap nasi goreng nya karena memang perutnya sudah meronta-ronta sejak ia terbangun tadi. Di tengah asik menyantap nasi goreng, ponselnya berbunyi.


Bara menerima panggilan tersebut. " Iya ma...."


"Kenapa udah jam segini kamu belum pulang ke rumah?"


"Bara lagi di danau," Bara memelankan suaranya sambil melirik ke arah dapur khawatir Raisa mendengar percakapan nya dengan ibu nya. Dan terlebih lagi ia berbohong kepada ibu nya.


"Kamu berenang di danau!?"


"Bara lagi mancing, lumayan buat hiburan," Bohong nya lagi.


"Ya sudah, kalo udah dapet ikan nya kamu bawa pulang ya..?" Ucap Mala seraya mengakhiri panggilan nya.


"Aaa...!"


Terdengar jeritan dari arah dapur.


Bara bergegas menghampiri untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Terlihat Raisa kebingungan dengan pakaian nya yang setengah basah karena terkena percikan air dari keran air yang bocor.

__ADS_1


Dengan naluri nya Bara pun segera membetulkan keran tersebut.


Melihat pakaian Bara yang juga basah karena sempat terkena percikan air dari keran air tersebut Raisa pun berinisiatif untuk mengambil kan handuk.


"Sebentar tante ambilkan handuk dulu."


Akibat lantai yang licin karena sempat tergenang percikan air tadi Raisa terpeleset dan untung nya Bara dengan sigap menyambut tubuh nya.


Merasa mendapatkan pertolongan, Raisa pun reflek melingkarkan tangannya di leher Bara.


Sempat bertemu pandang dengan jarak yang sangat dekat membuat Bara hampir kehilangan kendali.


"Maaf...,tante gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Bara berusaha mencairkan ketegangan di antara mereka.


"Iya, gak apa koq, terimakasih?" Ucap Raisa dan berlalu dari hadapan Bara. Tidak lama ia kembali dengan sebuah handuk di tangan nya lalu memberikan nya ke Bara.


"Sekali lagi terimakasih kamu udah nolongin Tante."


"Sama sama," setelah mengambil handuk yang di beri kan kepada nya, Bara pun berjalan menuju teras sambil mengelap wajah dan pakaian nya dengan handuk tersebut.


Terlihat Adit dan Ricky keluar dari mobil dengan wajah sumringah tanpa dosa, terutama Adit yang tersenyum penuh arti kepada Bara.


"Bangun juga loe," ucap Ricky yang sudah datang dari kegiatan memancingnya.


"Sorry Bar, kita tadinya udah niat bangunin loe tapi ngeliat loe kayak lagi koma kita gak tega. Iya gak Rick," ucap Adit meminta pendapat pada Ricky.


"Iya Bar, kita gak tega bangunin loe, kali aja loe lagi mimpiin si Mumun." Timpal Ricky sambil terkekeh. "Yaudah gue masuk dulu ya mau mandi, udah kayak bau empang gue." ucap Ricky sambil mengendus badan nya sendiri.


"Yaudah, gue mau pulang." pamit Bara.


"Gue juga," ucap Adit yang ikutan pamit karena ingin segera mendengar hasil kerja nya. Mereka berdua pun berjalan menuju mobil sambil beriringan.


"Gimana?" Tanya Adit memdekati Bara sambil setengah berbisik.


"Apaan sih loe!?" Dengus Bara kesal.


"Terus loe basah-basahan kayak gini kenapa?" Tanya Adit melirik handuk di tangan Bara sambil tersenyum jahil.


"Gue abis ngebenerin keran air tadi." Bara duduk di kursi mobil sambil mengelap pakainnya yang masih sedikit basah.


"Bagus dong kalo begitu rencana kita berhasil," Adit tersenyum puas.


"Bagus pala loe pe*ng, loe gak liat gue jadi basah!?"

__ADS_1


"Loe pikir tuh keran bocor karena kebetulan doang, gue kan udah bilang kalo gue bakal kasi jalan buat loe, jadi pinter-pinter loe aja manfaatin."


"Oo..., jadi ini semua karena ulah loe!?"


"Tapi loe seneng kan bisa jadi pahlawan keran bocor?" Adit terkekeh. "Gimana basah-basahannya, seru gak?" Tanya Adit.


"Ngaco loe!" Sahut Bara seolah tak peduli sambil mengemudikan mobil nya. Bukan hanya senang tapi hati nya bahkan berbunga bunga.


"Loe tenang aja, gue bakal terus kasi loe jalan biar loe makin deket. Tapi gue masih penasaran nih, emang loe beneran serius suka sama tante Raisa?" Tanya Adit memastikan.


Bara tidak langsung menjawab sambil fokus menyetir. "Loe liat aja nanti."


"Gue takut aja kalo tante Raisa jadi baper terus loe cuma main-main doang, gue gak tega kalo sampe dia sakit hati karena loe, apa lagi tante Raisa tuh orang nya baik banget," jelas Adit sambil mengenang kabaikan Tante Raisa padanya sejak awal ia bersahabat dengan Ricky.


"Loe tenang aja, kelak gue bakal jadi orang yang paling mengkhawatirkan keadaan nya," Bara terlihat sangat yakin.


"Dasar bucin!"


"Berarti peluang gue buat dapetin imbalan semakin terbuka lebar dong?" Adit tersenyum senang.


"Loe mikirin soal imbalan mulu, heran gue kenapa punya temen kayak loe," keluh Bara.


"Tapi loe menikmatin kan hasil jerih payah gue?" Cibir Adit.


"Cih! Ngebocorin keran air loe bilang jerih payah!"


"Yaudah mulai sekarang loe berjuang aja sendiri gue gak akan bantu loe."


"Gue becanda Dit, ngambekkan loe.Gue masih butuh otak loe koq," ucap Bara meralat ucapan nya.


"Serius? Berarti loe ngakuin dong kalo otak gue berguna?" Adit cengengesan.


"Udah, mana hasil ikan pancingan loe?" Tanya Bara.


"Ada di bagasi."


"Sini buat gue aja," Pinta Bara.


"Enak aja loe maen minta-minta aja, ini ikan udah setengah mati gue rayu biar mau ikut sama gue," tolak Adit


"Gue bayarin deh," Bara sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan.


"Loe ngotot banget, loe nggak lagi ngi*am, kan?" Adit menatap aneh ke Bara.

__ADS_1


"Gue udah terlanjur boong ke nyokap gue kalo gue tadi pergi mancing, eh gak tau nya nyokap gue malah nyuruh bawa hasil pancingan gue," jelas Bara.


__ADS_2