Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 12


__ADS_3

Adit pun terpingkal. "Bukannya loe bilang nyokap loe gak bakal ngerecokin loe, ya?"


"Namanya juga orangtua wajar lah khawatir kalo anaknya semaleman gak pulang.Dan gue udah boong juga kalo gue tadi malem nginap di apartemen. Loe sih enak gak ada yang nyariin, biar loe ma*pus juga gak bakal ada yang peduli."


"Kita tukeran posisi aja, gimana?" Usul Adit dengan ide konyol nya.


"Loe yang keenakan. Udah buruan ikannya gue yang bawa."


"Gak, gue gak mau," Adit masih tidak mau merelakan ikannya.


"Segini deh," Bara mengganti dengan uang seratus ribuan.


"Dua ratus ribu gue mau."


"Loe meras gue!?"


"Kalo gak mau yaudah," Adit pun tetap bersikeras.


"Loe bener-bener ya, yaudah nie...!" Bara akhirnya menyerah sambil menyerahkan uang dua ratus ribu seperti yang di minta Adit.


"Nahh, gini kan enak," Adit menerima uang tersebut lalu memasukkan uang tersebut ke sakunya. "Lagian loe perhitungan banget cuma uang segitu, loe kan punya perusahaan," ucap Adit.


"Itu perusahaan, bukan pohon uang yang bisa tumbuh hanya dengan di siram," sahut Bara lalu menjalankan mobilnya.


"Oiya bilang ke pembantu loe kalo ngebersihin ikan nya harus ekstra teliti, karena tuh ikan gue rayu pake cacing, kali aja masih nyangkut di tenggorokan," pesan Adit sambil menutup pintu mobil.


Bara melajukan mobilnya tanpa mempedulikan ucapan konyol Adit.


Bara terus tersenyum-senyum sendiri di kamarnya mengingat dimana ia menahan tubuh Raisa ketika hampir terjatuh.


Masih terbayang aroma harum dari tubuh Raisa, bahkan aroma itu masih tercium jelas di ruangan kamarnya.


"Astaga!"


Bara baru sadar bahwa ia telah membawa pulang handuk yang di berikan Raisa untuk mengeringkan bajunya.


"Nanti saja aku kembalikan."


"Bara..., mama perhatiin sejak tadi kamu diam aja, apa ada masalah?" Tanya Mala saat masuk ke kamar dan mendapati putra nya tengah melamun di kamar nya.


"Gak ada yang serius koq ma." jawab Bara mendudukkan tubuh nya di tepi ranjang.


"Masalah di perusahaan?"


"Ya namanya juga perusahaan, pasti ada naik turun nya, tapi mama gak perlu khawatir Bara pasti bisa mengatasi semuanya."

__ADS_1


"Mama percaya sepenuhnya sama kamu." sambil menepuk pundak Bara. "O iya, mbak Tari tadi telepon katanya minggu depan mau ngerayain ultah Alina yang ke 5 di rumah nya, kamu datang ya?" Pinta Mala.


"Nanti Bara usahain deh," Bara menyahut malas.


"Pokoknya kamu harus datang, apa kamu gak mau nengokin Alina, dia udah nanyain kamu, karena belakangan ini kamu sudah hampir gak pernah kesana lagi!" Tegas Mala.


Memang benar akhir-akhir ini ia hampir tidak pernah lagi kesana. Selain sibuk mengurus perusahaan ia juga sibuk mengejar jodohnya.


Tiba-tiba ide tercetus di kepala nya. "Oiya, mama tenang aja, bilang ke mbak Tari untuk mengurus dekorasi nya saja selebihnya Bara yang tanggung, hitung-hitung sebagai ucapan maaf."


"Ya udah, nanti mama telepon mbak Tari. Dia pasti senang, tapi kamu harus tetap datang ya awas kalo nggak."


...***...


Bara mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju toko RB CAKE dimana ia memesan kue ultah dan paket cemilan untuk keponakan nya yang akan berulang tahun.


Setelah memarkirkan mobil nya, ia berkaca sebentar di spion mobil lalu memasang kacamata hitam nya dan mulai berjalan memasuki toko tersebut.


"Selamat siang..., ada yang bisa kami bantu?" Sambut Rina dengan ramah.


Bara tidak langsung menjawab, ia mengitari ruangan toko tersebut dengan pandangannya lalu melepaskan kacamatanya.


"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Rina lagi seraya menghampiri.


"Saya ingin memesan kue untuk ulang tahun," jawab Bara masih sesekali menyapukan pandangannya.


"Minggu depan," jawab singkat Bara.


"Baik, untuk contoh nya anda bisa pilih sendiri." ucap Rina sambil memperlihatkan contoh gambar kue yang akan di pesan.


Bara menerima buku itu dan mulai membuka satu persatu halaman buku tersebut. Hampir semua kue-kue di situ terlihat bagus sehingga ia bingung harus memilih yang mana.


"Bagaimana, apa ada yang cocok?" Tanya Rina kemudian.


Namun Bara masih bingung menentukan pilihan nya.


Raisa yang baru datang lewat pintu masuk tersebut, mengarahkan pandangan nya pada pengunjung yang tak asing baginya.


"Bara...," sapanya


Jantung Bara mulai berdetak cepat mendengar suara seseorang yang amat ia tunggu-tunggu dari tadi.


"I iya," Bara pun menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya. Entah kenapa dada nya selalu bergejolak. Ada aura yang berbeda dari wanita yang kini ada di hadapan nya yang sukses membuatnya selalu salah tingkah. Kepiawaiannya dalam menghadapi seorang wanita runtuh ketika berhadapan dengan ibu satu anak tersebut.


"Siapa yang berulang tahun?" Tanya Raisa setelah melirik buku yang ada di tangan Bara.

__ADS_1


"Keponakan," jawab nya singkat.


"Oo, sudah mendapat pilihan?" Tanya Raisa dengan ramah seperti biasanya.


"Belum. Semua kue-kue ini tampak bagus."


Raisa tersenyum kecil menatap Bara yang terlihat kebingungan. "Mau tante bantu?" Tanya Raisa sambil menduduki bangku di hadapan Bara.


"Boleh....," Bara menatap sebentar wajah itu, wajah yang hampir tanpa riasan namun terlihat sangat cantik dan membuat siapa saja betah mamandanginya.


"Keponakan kamu cowok apa cewek?" tanya Raisa menatap Bara sekilas.


"E..--- e cewek. Namanya Alina minggu depan usianya tepat 5 tahun," sahut Bara tergagap karena hampir keterusan memandangi sosok di hadapannya.


"Baiklah, akan tante buatkan kue ultah yang spesial untuk keponakan kamu," ucap Raisa seraya tersenyum.


"Terimakasih. O iya, sekalian saya juga mau pesan paket camilan untuk hari yang sama."


"Oke, mau pilih sendiri jenis kue nya?" Tanya Raisa yang tak lepas dari senyum di bibirnya.


"Tante saja yang pilihkan, hanya sekedar camilan tambahan untuk anak-anak yang hadir nanti, lagi pula saya kurang tau tentang jenis kue apa yang di sukai dan tidak di sukai anak-anak." Jelas Bara.


Yang aku tau hanyalah aku sangat menyukaimu dan tidak bisa bernafas tanpamu🤭


"Baik, semua akan siap tepat waktu," jawab Raisa setelah mencatat semua pesanan.


Bara pun meninggalkan toko dengan senyum ceria yang masih terlihat di wajahnya.


...***...


Hari ulang tahun pun tiba. Persiapan yang sudah terencana sangat baik pun bisa terlihat. Baik dekorasi maupun aneka camilan yang sudah tertata rapi di meja.


Terlihat gadis kecil bergaun pink dengan motif renda-renda tersenyum bahagia sambil memainkan gaunnya.


Acara berjalan lancar dan meriah, Alina sangat senang melihat kue ulang tahunnya dengan berbagai macam karakter tokoh animasi.


"Makaci ya om." ucapnya mencium kedua belah pipi Bara secara bergantian.


"sama-sama sayang...," Bara mencubit gemas pipi keponakannya.


Acara selesai, tersisa hati Bara yang sedang gundah, karena minggu ini tidak bisa pergi menemui seseorang yang di rindukan. Sementara selama seminggu ini ia sibuk dengan pekerjaannya.


"Mbak, ada yang ingin aku bicarakan," Bara menemui Tari yang baru saja menidurkan Alina karena gadis kecil itu terlalu lelah setelah acara ulang tahunnya sore itu.


"Iya, kamu mau bicara apa?" Balas Tari setelah mereka duduk di ruang keluarga. Hanya mereka di ruangan itu, Mala pulang ke rumah di antar supirnya dan berjanji akan kembali untuk memalami cucunya.

__ADS_1


Jangan lupa 👍 ❤ 🎁 terimakasih 🤗


__ADS_2