Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 68


__ADS_3

Di sebuah cafe terlihat sepasang kekasih yang sedang merayakan hari jadi mereka. Adit membuka sebuah kotak kecil berbentuk hati lalu menunjukannya pada Nia yang duduk di hadapannya.


"Untuk apa?" Tanya Nia sambil memandang pada Adit.


"Untuk mu." Adit mengambil tangan Nia lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya. Cincin itu sangat pas di jari Nia.


"Terimakasih, tapi ini terlalu berlebihan kalau sebagai hadiah hari jadi kita," ucap Nia seraya memandangi cincin tersebut. Ia tau Adit pasti menggunakan semua yang gajinya hanya untuk membeli cincin itu. Cincin yang sederhana namun terlihat cantik dan sangat cocok berada di jari manisnya.


"Anggap aja itu tanda keseriusan hubungan kita," jawab Adit seraya tersenyum.


Untuk sesaat Nia tidak dapat berkata-kata. Ia sangat terharu dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak menyangka kalau hubungannya dengan Adit bisa berjalan hingga sejauh ini. Bisa di katakan secara tidak langsung Adit telah melamarnya.


"Aku akan menjaga cincin ini dengan baik," ucap Nia tersenyum penuh haru.


"Harus. Karena jika cincin itu hilang aku harus mengumpulkan 3 bulan gajiku untuk bisa beliin cincin lagi buat kamu," balas Adit dengan senyum jahilnya. Wajah Nia pun langsung berubah jadi cemberut karena kesal. Adit tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk selalu mengerjainya.


Setelah selesai Adit langsung mengantarkan Nia pulang ke kostannya lalu setelah itu ia juga kembali ke kostan nya karena ada banyak tugas kuliah yang harus di selesaikan karena ia saat ini juga sedang menyiapkan skripsi.


-


-

__ADS_1


-


Hari wisuda pun telah tiba.Bara dan Raisa juga tak ketinggalan untuk mengabadikan momen tersebut. Mereka mengambil banyak foto hari itu. Kedua orangtua Adit pun juga datang untuk menghadiri pelantikan putra mereka yang kini menyandang gelar Sarjana. Adit juga tak menyia-nyiakan momen tersebut untuk memperkenalkan Nia pada kedua orangtuanya. Acara perkenalan itu berjalan lancar. Kedua orangtua Adit menyerahkan sepenuhnya kepada anaknya. Toh yang menjalani kehidupan pernikahan kelak adalah kalian berdua, kami sebagai orangtua hanya bisa mendo'akan. Begitu lah kata-kata yang mereka ucapkan pada Adit dan Nia. Jika ada waktu Adit berniat akan meminta restu pada ibu dan saudara-saudara Nia kelak. Meski mereka belum ada rencana untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini, setidaknya mereka sudah mengantongi restu dari kedua belah pihak. Karena sebelumnya Adit sudah banyak belajar dari kasus kedua sahabatnya dan ia tidak mau itu terjadi juga padanya.


Sebelumnya Nia juga mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan kuliahnya dan Adit pun juga masih harus bekerja untuk menambah pundi-pundinya.


Di tempat lain ada sepasang mata yang menatap sendu pada laki-laki yang sudah lebih dari setahun ini ia kejar untuk mendapatkan cintanya. Namun waktu setahun tersebut benar-benar tidak membuahkan hasil. Jangan kan untuk mendapatkan cinta darinya, untuk menjadi temannya saja sangatlah sulit. Kiara melangkahkan kakinya meninggalkan keramaian itu dengan membawa kekecewaan di hatinya.


Kiara menatap dirinya di depan cermin. hatinya bertanya-tanya, apa yang kurang dari dalam dirinya? Bukankah selama ini banyak laki-laki yang tertarik padanya dan tak sedikit yang memuji kecantikannya. Tapi kenapa?


Kadang terlintas di benaknya apakah laki-laki yang ia cintai itu normal? Ia bahkan hampir gila hanya dengan membayangkan itu. Ia tersadar dari lamunannya ketika ponselnya berbunyi. Ada pesan dari Arfan anak dari rekan Papanya yang beberapa waktu lalu sempat di kenalkan padanya dengan harapan agar mereka bisa dekat dan menikah. Itu adalah harapan Papanya, tapi berbeda dengan yang ia harapkan saat ini. Ia mengabaikan pesan tersebut lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


-


-


-


Dimas dan Fitri juga tak ketinggalan untuk datang dan mengucapkan selamat. Bahkan mereka mengajak Kiara juga. Seperti biasanya Ricky akan bersikap acuh terhadap wanita yang selalu mengejar-ngejarnya itu. Ia tak habis pikir pada Dimas yang tampak sangat mendukung Kiara untuk mendekatinya.


"Rick, loe nggak kasian sama Kiara? Setidaknya loe ajak bicara, bukan mengacuhkan dia seperti ini," nasehat Dimas. Karena ia juga sangat kasihan pada Kiara yang selama setahun ini jatuh bangun untuk mendapatkan cinta sahabatnya itu. Menurutnya Kiara wanita baik dan juga mandiri. Sehingga bisa mengimbangi karakter Ricky yang manja. Sementara Kiara adalah wanita yang pernah terluka karena pengkhianatan dari mantan kekasihnya yang membuat ia trauma untuk kembali menjalani hubungan. Sampai akhirnya ia menemukan seseorang yang sangat berbeda seperti Ricky.

__ADS_1


Ricky jauh berbeda dari pria yang banyak di temuinya selama ini. Betapa bahagianya jika kelak ia bisa bersanding di dengan lelaki dingin itu, harap Kiara.


Ricky berusaha menjauh saat Kiara tiba-tiba mendekat ke arahnya. Namun dengan cepat Kiara mencekal tangan Ricky.


"Aku mau bicara. Mungkin ini tidak lah penting bagimu, tapi sangat penting bagiku," ucap Kiara dengan tatapan memohon.


Ricky hanya diam dan kembali duduk ke posisinya, dan artinya ia setuju untuk mendengarkan Kiara.


"Mungkin setelah ini kamu akan sangat membenciku karena dengan tidak tahu malunya aku selalu mengejar-ngejar pria yang tidak pernah mencintaiku.Tapi bisakah aku meminta kali ini saja beri aku kesempatan untuk dekat denganmu, meski hanya sebagai teman?" Kiara menanggalkan harga dirinya untuk memohon agar di berikan kesempatan untuk ia membuktikan perasaannya. Lagi pula sudah kepalang karena bahkan satu kampus pun sudah mengetahui hal itu. Jadi tidak ada yang perlu di tutupi lagi batinnya.


Ricky menghela nafas berulang-ulang lalu ia melihat ke arah Dimas yang mengangguk padanya memberi isyarat untuk ia memberikan kesempatan itu pada Kiara.


"Ok, aku beri kamu kesempatan selama 6 bulan untuk kita berteman. Dan kamu harus terima kenyataan jika kelak aku emang gak ada rasa apa-apa sama kamu."


Bagai tikus yang menemukan lubang untuk jalan keluar Kiara memandang dengan mata berbinar pada pria yang sangat ia impikan itu. Ia tidak tau apakah waktu 6 bulan tersebut cukup untuk ia bisa mengambil hati pria itu tapi setidaknya ia sudah mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat.


-


-


-

__ADS_1


Nanti kita buat bucinnya Ricky lebih dramatis ya 🀭🀭


Love you all😘😘


__ADS_2