Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 51


__ADS_3

...Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungannya sebelum membaca👍 Terimakasih🤗...


Seperti yang di janjikan Fitri, bahwa ia setuju untuk pergi bersama Nia di akhir pekan.


Setelah menjemput Fitri di rumahnya, Nia pun membawa gadis pujaan Dimas tersebut. Dimana Dimas dan juga Adit sudah menunggu mereka disana.


"Gak nyangka kalo gue bakal dapat kerjaan tambahan jadi kacung cinta!" Batin Nia sambil terus menjoki motornya.


Tidak lama mereka pun sudah sampai.


Setelah memesan beberapa makanan yang mereka inginkan pada pelayan cafe. Dimas pun memulai pembicaraan terkhusus pada Fitri yang kebetulan duduk di sampingnya.


Baik Adit mau pun Nia hanya jadi penonton saja atas perbincangan keduanya. Karena mereka sendiri pun tidak tau harus berbuat apa selain hanya mendengarkan pembicaraan yang menurut mereka sangat canggung tersebut. Terutama Dimas yang terlihat gugup saat memberikan pertanyaan dan Fitri selalu menjawab dengan telak pertanyaan dari Dimas.


Wanita itu penting untuk bersikap tegas saat di luar rumah. Setidaknya antisipasi untuk menangkal segala serangan dari buaya, kadal, dinosaurus atau apalah itu namanya🤣🤣🤣


Sebetulnya Dimas masih ingin berlama lama lagi mengobrol dengan Fitri. Namun, sayangnya gadis itu ingin segera pulang.


"Aku udah janji sama ayah untuk pulang tepat waktu," ucapnya di akhir obrolannya dengan Dimas.


Dimas hanya bisa menarik nafas kekecewaannya saja. Namun ia berharap kelak bisa bertemu lagi di lain waktu karena masih ada banyak hal yang ingin ia bicarakan.


Melihat kekecewaan di wajah Dimas, Adit pun tidak tinggal diam. Ia buru buru memutar otaknya untuk mendapatkan sebuah ide.


Nia melihat ponselnya ketika ada sebuah pesan yang masuk disana. Ia mengerut saat membaca isi pesan tersebut.


"Fit..., aku bener bener minta maaf. Aku gak bisa nganterin kamu pulang karena harus buru buru ke rumah sakit buat nengokin temen aku," ucap Nia.


"Oh iya.Biar nanti aku naik taksi aja. Mbak tengokin aja temannya, karena orang sakit kan harus lebih di utamakan."


Kata kata Fitri barusan sontak membuat Nia semakin merasa bersalah karena sebetulnya ia tidak sedang ingin menjenguk temannya yang sakit, tapi Adit lah yang mengirim pesan tersebut agar memberikan kesempatan pada Dimas untuk mengantarkan Fitri pulang.

__ADS_1


"Lain kali panggil Nia aja, jangan pake embel-embel mbak segala...," pesan Nia.


Seiring dengan kepergian Nia maka Adit pun ikut pamit dengan alasan ada urusan mendadak yang mengaharuskan ia segera pergi sana.


Tinggalah Dimas dan Fitri berduaan saja.


"Baiklah...,kalau begitu aku pamit pulang juga."


"Ayo, biar aku antar," ucap Dimas dengan segera menawarkan bantuan.


"Aku bisa pulang sendiri. Lagian apa kata orang orang nanti kalau aku pulangnya sama laki laki," jelas Fitri seraya pergi meninggalkan Dimas yang masih terpaku dengan penolakan tersebut.


Ini pertama kalinya ia mendapatkan penolakan dari sekian banyak wanita yang pernah di dekatinya. Namun penolakan tersebut, membuat tekadnya semakin kuat untuk bisa mendapatkan wanita tersebut.


Tidak ada yang bisa mencegah kehendak dari yang maha kuasa. Hujan pun tiba tiba turun sangat deras hingga pengunjung cafe yang berniat pulang pun segera mengurungkan niatnya hingga menunggu hujan reda.


Fitri mulai panik karena hujan belum juga berhenti. Iya teringat pada ayahnya yang pasti sudah menunggunya di rumah dengan perasaan cemas.


"Sepertinya hujannya bakal lama baru berhenti," ucap Dimas yang kini sudah berdiri di sampingnya. "Yakin, nggak mau nerima bantuan dari aku?"


Tanpa membuang waktu Dimas pun membukakan pintu dan mempersilakan Fitri untuk masuk ke mobilnya.


Tidak sepatah kata pun yang keluar dari keduanya. Fitri hanya melihat ke arah jendela mobil sambil memandangi rintik hujan yang turun. Sementara Dimas fokus mengemudi.


Mereka pun sudah sampai di depan rumah Fitri. Dimas menepikan mobilnya di pinggir jalan beberapa meter dari halaman rumah tersebut.


"Terimakasih atas tumpangannya. Lain kali jadilah pria sejati, jangan memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan keuntungan. Jangan seperti kucing liar yang diam-diam mencuri ikan dari pemilik rumah. Jika bisa meminta dengan sopan kenapa harus mencuri," ucap Fitri seraya turun dari mobil dan berlalu meninggalkan Dimas yang masih terpaku disana.


Fitri mengetuk pintu seiring dengan salam yang ia ucapkan. Rasa cemas bergelayut di hatinya. "Tapi bukankah sudah sepantasnya jika kelak aku mendapatkan teguran dari ayah,"Fitri berkata dalam hatinya.


Fitri tertunduk mematung di hadapan ayahnya yang kini sudah berdiri depan pintu. "Maaf Fitri telat pulang, karena ---

__ADS_1


"Lain kali apa pun alasannya ayah tidak ingin lagi melihat kamu pulang telat seperti ini. Kamu itu satu satunya peninggalan berharga dari ibumu, ayah tidak ingin kalau kamu kenapa-kenapa."


"Iya yah.., maafin Fitri."


"Maaf jika saya telat mengantarkan Fitri pulang ke rumah. Karena sedang hujan, jadi saya harus pelan dan hati hati saat mengemudi," ucap Dimas, yang sudah berada di sana dan entah sejak kapan.


Fitri seakan tidak percaya kalau pria yang berdiri di sana adalah Dimas.


"Seingat saya tadi anak saya pergi dengan temannya yang bernama Nia. Lantas sejak kapan ada laki laki bernama Nia?" Tanya Ayah Fitri mulai langsung menginterogasi.


"Saya temannya Nia Om. Karena tadi Nia pamit untuk menjenguk temannya yang sedang sakit. Dan dia meminta bantuaan saya untuk mengantarkan Fitri pulang. Sekali lagi saya minta maaf atas keterlambatan nya," jelas Dimas sekaligus memohon maaf.


"Baiklah. Terimakasih telah mengantarkan anak saya pulang. Tolong sampaikan pada temanmu itu, lain kali jangan meninggalkan seorang teman di jalan, demi teman yang lainnya."


"Iya Om...," jawab Dimas.


Sementara Fitri hanya menggeleng seraya menahan senyumnya. Ia tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran ayahnya saat mengatakan itu. Sementara ia tersenyum karena melihat Dimas yang tertunduk manut pada apa yang di katakan ayahnya tersebut.


Jadi keinget bokap gw yang galak nya super duper wawww....🤣🤣


Ayaahhh....maafkan anakmu ini yang memasukan karakter ayah ke dalam novel untuk menjadi ayah Fitri....😭😭😭😭😭


"Terimakasih...," ucap Fitri kepada Dimas yang membalikkan badannya setelah sebelumnya berpamitan. Sementara Ayah Fitri sudah lebih dulu masuk ke dalam.


Dimas pun kembali berbalik memandang ke arah wanita yang sangat ia dambakan itu. "Aku pria sejati. Aku tidak akan memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan keuntungan. Dan aku bukan kucing liar yang diam-diam mencuri ikan dari pemilik rumah," ucap Dimas di iringi senyum percaya diri dari wajah tampannya.


Fitri tersenyum senyum sendiri saat tiba di kamarnya. Ia kembali membayangkan Dimas yang telah meniru kata katanya.


Kata kata dari Fitri benar benar telah memotivasi Dimas.


..._ 👍...

__ADS_1


..._ ❤...


..._ 🎁 Bila berkenan 😚...


__ADS_2