
"Boleh aku ikut?"
Terdengar suara seseorang saat ketiga sahabat ini sibuk mengabadikan kebersamaan mereka.
"Tentu, ayo," ajak Dimas pada Kiara yang tidak kalah cantik hari itu.
"Ehm," Adit berdehem ketika Kiara lebih memilih posisi berdiri di sebelah Ricky.
Beberapa gambar berhasil di abadikan. Dan giliran tamu yang lain juga ingin berfoto dengan kedua mempelai.
Setelah cukup berbincang dan mengabadikan momen tersebut, Ricky buru-buru ingin kembali ke rumah sakit. Mungkin Bara dan Mamanya akan memerlukan bantuannya, batinnya.
-
-
-
Acara pernikahan yang sangat meriah dan berlangsung selama seharian itu menyisakan lelah dan bahagia untuk kedua mempelai. Dimas dan Fitri sudah berada di kamar mereka yang sudah di persiapkan oleh pihak hotel untuk pasangan pengantin baru. Fitri terlihat gugup dengan wajah yang merona ketika melihat tempat tidur mereka yang bertaburan dengan kelopak bunga mawar.
"Kamu pakai aja dulu kamar mandinya," ucap Dimas mempersilakan agar istrinya lebih dulu mandi.
Fitri mengangguk lalu pergi ke kamar mandi. Namun ia kesulitan saat membuka gaun pengantinnya karena resleting gaun tersebut macet. Berbagai cara ia coba agar gaun tersebut bisa segera ia lepaskan tapi sia-sia saja malah tenaganya habis hanya untuk menjangkau resleting tersebut.
Dimas melirik ke arah pintu kamar mandi, sudah 20 menit berlalu namun Fitri belum juga keluar dari sana.
Sementara Fitri kebingungan antara harus meminta bantuan suaminya atau melanjutkan usahanya membuka gaun itu sendiri. Tapi ia juga khawatir jika nanti gaun itu akan rusak.
"Mas...!?" Teriak Fitri dari dari dalam kamar Mandi yang daun pintunya sengaja ia buka sedikit. Panggilan nya untuk Dimas pun kini sudah berubah, karena Dimas yang meminta untuk di panggil Mas saja.
"Ada apa?" Tanya Dimas yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Hm..., bisa bantu aku untuk melepas gaun ini?" Terlihat wajah malu-malu Fitri.
"Kenapa nggak bilang dari tadi...?" Ucap Dimas seraya ikut masuk ke kamar mandi. "Perlu aku bantu untuk membuka yang lain nya?" Tanya Dimas setelah ia berhasil membuka resleting gaun yang sempat macet.
__ADS_1
Fitri hanya tertunduk malu dengan wajah yang merona. "Mas keluar dulu, aku mandi."
Dimas pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang nampak puas karena telah berhasil membuat istrinya jadi salah tingkah.
Tidak lama Fitri keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang terurai. "Mas nggak mandi?" Tanya nya pada Dimas yang masih terlihat bengong duduk di sofa.
"E , i -- iya," jawab Dimas terbata. Lalu ia masuk ke kamar mandi dan menyegarkan diri.
Saat Dimas keluar dari kamar mandi kini giliran Fitri yang terpukau melihat tubuh sixpack suaminya yang hanya berbalut handuk di bagian pinggang. Ia buru-buru memalingkan wajahnya ketika Dimas berhasil menangkap basah dirinya.
Dimas menghampiri istrinya yang tampak masih malu-malu itu lalu berbisik, "kenapa kamu masih malu-malu seperti ini kita, kan udah suami istri? Jangan kan hanya melihat, mau lebih pun nggak apa-apa."
"Mas...." Fitri jadi semakin salah tingkah saja karena ulah suaminya.
"Aku mau bayi, bahkan yang lebih lucu dari bayi Bara dan istrinya," ucap Dimas seraya memulai langkah pertamanya.
Tok tok tok!
Kegiatan Dimas terhenti ketika ia harus merelakan Fitri menjauh darinya dengan alasan akan membukakan pintu. Ternyata pelayan hotel yang sedang membawakan makan malam untuk mereka.
Dimas pun segera mengenakan kaosnya lalu mereka makan bersama. Setelah usai menyantap makan malam terlihat Fitri semakin salah tingkah dengan suasana yang menurutnya masih sangat canggung.
"Aku mau ke kamar mandi dulu," ucapnya.
Dimas yang memperhatikan tingkah polos istrinya itu hanya bisa tersenyum saja.
Di kamar mandi Fitri memastikan kalau dia tidak sedang kedatangan tamu bulanan mengingat tanggal menstruasi nya sudah sangat dekat. Setelah memeriksa dan menyatakan aman dari zona merah ia pun keluar dari kamar mandi dan langsung menuju tempat tidur di mana Dimas sudah bersandar disana dengan memainkan ponselnya.
"Udah selesai?" Tanya Dimas menoleh ke arah istrinya yang sudah berada di sampingnya. Fitri yang kurang mengerti dengan pertanyaan suaminya hanya menatap dengan wajah bingung.
"Udah nggak ada alasan, kan buat menjalankan misi kita malam ini?" Dimas bergeser mendekati istrinya.
Fitri semakin terlihat gugup, meski ini pertama baginya, namun ia tidak terlalu bodoh untuk memahami ucapan suaminya tersebut.
Dimas meraih dagu Fitri dan mengecup bibir lembut itu. Fitri yang baru pertama kali merasakan ciuman itu hanya diam saja dengan apa yang di lakukan suaminya. Lagi pula mereka adalah pasangan halal pikirnya. Dimas menghentikan ciumannya ketika Fitri mulai kehabisan nafas. Lalu ia menatap wajah istrinya untuk meminta ijin mengambil hak nya malam itu. Fitri hanya mengangguk saja lalu memejamkan matanya ketika Dimas mulai melakukan penyatuan mereka.
__ADS_1
"Terimakasih telah memberikan nya untuk ku," ucap Dimas seraya mengecup kening istrinya.
"Itu sudah menjadi hak kamu Mas," jawab Fitri. Lalu mereka pun tidur dengan saling berpelukan.
Pagi saat terbangun Fitri buru-buru masuk ke kamar mandi karena perutnya terasa sakit. Saat ia sudah berada di dalam kamar mandi ternyata sakit tersebut di sebabkan oleh tamu bulanannya. Ia pun segera mandi dan memakai pembalut.
"Kamu nggak kenapa-kenapa, kan sayang?" Tanya Dimas ketika melihat Fitri baru keluar dari kamar mandi. Karena yang ia teringat Fitri sangat kesakitan semalam saat ia mencoba membobol benteng pertahanan.
"Aku nggak apa-apa Mas," jawab Fitri.
Mendengar jawaban istrinya tersebut Dimas langsung memeluk tubuh istrinya lalu menyibakan rambut yang masih basah terurai itu. "Aku mau mencobanya lagi." Dimas berbisik.
"Harus nunggu satu minggu dulu. Aku lagi menstruasi," ucap Fitri.
Dimas menghela nafasnya lalu, "ok, nggak apa-apa, hanya satu minggu. Satu minggu nggak akan lama," ucapnya tampak seperti sedang menguatkan dirinya sendiri, padahal ia masih merasa penasaran😅
Fitri yang melihat ekspresi wajah suaminya tersebut hanya bisa menahan tawanya.
Karena tidak ada kegiatan pagi itu akhirnya Dimas memutuskan untuk menghubungi Bara melalui VC. Ternyata Bara baru saja pulang dari rumah sakit. Lagi-lagi Bara memamerkan buah hatinya yang ia beri nama Ayara Raima Pranaja.
"Kalo anak gue cowok nanti kita jodohin ya?" Ucap Dimas.
"Enak aja main jodohin. Loe itu mantan playboy, kata orang buah jatuh nggak jauh dari pohonnya. Gue nggak rela anak gue yang cantik dan suci ini di sakitin sama anak loe!"
Usai berkata seperti itu Bara mematikan panggilan video mereka.
-
-
-
**Maaf kalau cabe nya kurang, untuk malam pertama Dimas & Fitri 🙏😅 karena udah dua kali dapet teguran akibat cabe yang terlalu wahhh...😅😂padahal jauh2 hari sebelumnya Author udah berpetualang ke beberapa novel untuk mencari inspirasi namun apalah daya😭😂 dan novel ini udah revisi ya,, yang dari awal baca pasti udah tau apa yang terjadi jika Author'nya ngetik sambil merem 🤣🤣🤣 sekarang Author udah nggk merem lagi kalau ngetik 🤭🤭
Dan...terimakasih untuk yang selalu mampir di setiap up'nya 😘😘**
__ADS_1