Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 8


__ADS_3

...***Jangan lupa untuk memberikan jejak dukungannya sebelum membaca👍...


...Terimakasih🤗***...


"Nih loe abisin deh sekalian," Ricky meletak kan minuman yang di bawa nya di atas meja.


"Minum doang?"


"Udah..., minum aja dulu. Yang laen nyusul, gak enak gue keluarin makanan buat loe soalnya om Herman cuma gue kasi minum doang abis nya ribet gue harus bongkar isi kulkas lagi," Ricky memelankan suaranya.


Adit terpingkal mendengar ucapan Ricky.


"Akhirnya gue bisa juga ngeliat loe boong Rick."


"Gimana, mereka bisa gabung gak?" Tanya Ricky.


"Gue lupa kalo Dimas tugas keluar kota. kalo Bara dia bilang minggu ini libur dulu mau istirahat, mungkin dia capek kali secara kan dia udah jadi BigBoss," Adit sambil meminum teh kemasan di botol.


Pusshhh...! Untuk kedua kalinya di teras yang sama Adit menyemburkan minuman dari mulutnya. Matanya tertuju pada Bara yang hadir di situ tetapi Ricky belum menyadari kedatangan Bara tersebut.


"Loe kebiasaan ya Dit, di kasi minum malah di buang-buangin!" Ricky terkejut, untung tidak sampai mengenainya lagi.


Adit tidak menjawab sambil terus mengerjapkan matanya untuk memastikan bahwa yang ia lihat benar-benar Bara.


"Kenapa nih si recehan?" Bara mendudukkan tubuh nya di samping Ricky.


"Eh, loe disini? Adit bilang loe gak bisa dateng?" Ricky memandang ke Adit karena mengira Adit berbohong.


"Sumpah! Dia bilang gak bisa makanya gue kaget liat dia tiba-tiba udah disini," ucap Adit membela diri.


"Muka loe kenapa Bar, apa loe sakit?" Tanya Ricky yang melihat wajah Bara terlihat kumal malam itu. "Loe yakin mau maen dengan muka kayak gini, kalo loe kurang sehat mending gak usah dulu deh biar gue sama Adit aja, loe istirahat aja di rumah," jelas Ricky yang merasa tidak tega melihat keadaan Bara.


"Iya Bar, gak usah di paksain dulu," timpal Adit.


"Kalian yang maen gue jadi penonton aja deh, lagian gue bosen di rumah," sahut Bara.


Beberapa saat kemudian Ricky dan Adit pun mulai bermain. Tatapan Adit tidak luput untuk terus memperhatikan tingkah Bara yang terlihat gelisah namun hanya ia yang menyadarinya.


"Kalau begitu aku pamit dulu, terimakasih sudah menerima kunjunganku," Herman berpamitan pulang setelah mengakhiri obrolannya. dan Raisa pun mengantarkan tamunya sampai ke teras.


"Rick, terimakasih teh manisnya ya," pamit Herman.


"Iya om," sahut Ricky.


Adit tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus mendapatkan kebenaran, ia terus memperhatikan setiap gerak-gerik Bara.

__ADS_1


"Rick, itu siapa? Tanya Bara.


"Itu om Herman, teman SMA nyokap gue," jawab Ricky masih fokus ke layar HP nya. Sementara Adit fokus memperhatikan tingkah Bara.


"Bar, pulang dari sini gue nebeng ya," Adit buru buru memotong perkataan Bara.


"Bukannya loe mau nginap?" Tanya Ricky karena sebelumnya Adit mengatakan bahwa ia akan menginap.


"Gak dulu deh malem ini, kayaknya gue juga gak enak badan," Adit pun beralasan.


"Ya udah, kalian pulang aja istirahat dulu, semoga besok udah baikkan," ucap Ricky sambil menepuk pundak Adit.


Di perjalanan pulang Adit dan Bara.


"Bar, waktu loe dateng ke kostan gue dan loe curhat tentang pasangan beda usia itu sebenarnya siapa sih yang loe maksud?"


"Tumben loe mau bahas masalah orang lain, biasanya kan loe peduli sama diri loe sendiri," Bara menjawab sambil fokus menyetir.


"Ya udah kalo loe gak mau cerita biar gue yang ceritain perasaan gue."


Bara terkekeh mendengar ucapan Adit.


"Apa yang loe mau ceritain, perasaan dalam hidup loe gak ada hal yang menarik," ledek Bara.


Ckiiiitt...!


Bara menginjak rem mendadak.


"Loe bilang apa barusan!?" Bara merasa tidak percaya apa yang barusan ia dengar.


"Gue naksir sama tante Raisa nyokapnya Ricky. jelas loe sekarang!?" Adit pun menegaskan kembali ucapan nya.


"Apa!? Loe serius!?" Bara bahkan masih tidak percaya.


"Iya emang kenapa? Secara kan tante Raisa itu singel dan gue juga jomblo jadi gak masalah dong, tinggal bagaimana caranya aja nanti gue ngomong ke Ricky. Gue yakin Ricky gak keberatan koq secara gue, kan sahabatnya"


"Eh denger ya Dit gue gak bakal ngebiarin loe deketin tante Raisa!" Bara tersulut emosi tanpa sadar ia menarik kerah baju Adit dan jelas terpancar kilatan kecemburuan di matanya.


"Kenapa gue mesti minta ijin sama loe, emang loe siapa!?" Adit melepaskan genggaman Bara dari kerah bajunya.


"Gue emang bukan siapa-siapa tapi gue...


"Loe kan yang suka sama tante Raisa!?" Ngaku aja loe, gue udah tau!"


"Maksud loe!?"

__ADS_1


"Mending loe gak usah ngelak deh gue bisa liat semua," sahut Adit sambil membenarkan kerah bajunya yang sempat di tarik Bara.


Bara menarik nafas sejenak lalu menepikan mobilnya di pinggir jalan karena pengendara lain sudah membunyikan klakson nya dari tadi.


"Loe punya pemikiran dari mana kalo gue naksir tante Raisa?"


"Alaah..., tanpa loe ngomong juga udah keliatan banget Bar. Loe sebenarnya cemburu kan waktu gue bilang Ricky punya calon bokap tiri? Terus loe dateng tiba-tiba padahal sebelumnya loe bilang gak bakalan dateng," Tebak Adit.


"Sejak kapan loe tau tentang ini semua?"


"Jadi bener loe naksir tante Raisa!?"


Bara mendengus kesal sambil memandang ke luar jendela mobil.


"Iya gue emang suka sama tante Raisa,"


jawab Bara lirih namun bagaikan petir di telinga Adit.


"Apa...!? Ja --- jadi..., Bar aduuh loe bener-bener... waduuh... gue gak tau harus ngomong apa lagi, parah loe Bar!" Adit meremas rambutnya dengan kedua tangannya sambil menyandarkan punggungnya di kursi mobil.


"Gue juga gak tau Dit kenapa gue dari dulu suka sama tante Raisa, dan gue pikir dengan gue pergi ke Amerika gue bakal lupa, tapi kenyataannya begitu gue balik gue malah semakin gak bisa menahan perasaan gue!" Bara meratap.


"Jadi loe udah lama suka sama tante Raisa!? Waduh parah parah parah...., loe bener-bener di luar dugaan Bar, gak nyangka gue," Adit beralih memijat jidatnya dengan tangan kanan nya.


"Loe bilang gak nyangka tapi kenyataannya loe tau kan!?" Bara mendengus kesal.


"Awalnya gue cuma curiga dan gue berharap kecurigaan gue salah tapi ternyata loe ngakuin sendiri. Gue gak tau gimana reaksi Ricky kalo sampe tau loe naksir nyokapnya.


"Tapi loe gak ngomong apa-apa kan ke Ricky!?" Tanya Bara frustasi.


"Gue sih belum ngomong apa-apa ke Ricky tapi sebaiknya loe jangan keseringan mondar mandir nguntit tante Raisa."


"Tau dari mana loe!?" Bara terkejut mendengar Adit sejauh itu mengetahui pergerakan nya.


"Eh dengerin nih ya, nyokapnya Ricky tuh udah cerita ke Ricky kalo loe sering lewat dan kasi tumpangan ke nyokapnya, dan Ricky kemarin ngomong ke gue."


"Terus loe bilang apa?"


"Yah gue bilang aja barangkali loe ngincer si Mumun tetangga nya, ya dia emang gak percaya sih tapi setidaknya dia gak curiga kalo loe ngincer nyokapnya," ungkap Adit.


..._ 👍...


..._ ❤...


..._ 🎁 Bila berkenan 😚...

__ADS_1


__ADS_2