
Raisa sangat murka saat mendengar penjelasan dari Ricky yang menyebabkan Kiara harus berjuang melawan maut akibat perbuatan Putranya itu. Namun untuk saat ini ia hanya bisa berd'oa semoga Kiara bisa selamat dan baik-baik. Ia berjanji tidak akan memaafkan Putranya itu jika terjadi apa-apa dengan Kiara.
Dokter yang menangani pun keluar dari ruangan. Dimas dan Usman langsung menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Kiara.
Mereka bersyukur karena ternyata Kiara sudah di tangani dengan baik tanpa harus menjalani operasi.
Mendengar penjelasan dokter tersebut, mereka yang berada di ruangan itu akhirnya bisa merasa lega.
Malamnya Kiara sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap.
Dimas menyarankan agar Ricky segera pulang dan beristirahat karena saat itu Ricky terlihat sangat kacau. Bara dan Raisa mengajak Ricky pulang meski sebenarnya Ricky enggan meninggalkan rumah sakit tersebut. Ia ingin menunggu Kiara siuman dan segera meminta maaf pada wanita yang telah ia sakiti jiwa dan raganya tersebut.
Esoknya pagi-pagi Ricky sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Kiara yang kabarnya sudah siuman. Ia ingin meminta pengampunan setelah sebelumnya ia hampir tidak bisa tidur karena perasaan bersalah yang terus menghantuinya.
Tiba di rumah sakit ternyata sudah ada beberapa rekan Kiara yang juga sedang menjenguknya. Bahkan Arfan juga sudah di sana.
Satu persatu mereka berpamitan hanya tinggal Ricky dan Arfan di ruangan itu.
Namun beberapa saat Arfan pun memilih untuk keluar dan membiarkan keduanya untuk berbicara.
"Maaf...,semuanya terjadi karena aku," ucap Ricky sambil tertunduk menyesali perbuatannya.
"Tidak apa-apa, aku yang salah karena terlalu buta untuk mengejar laki-laki yang tidak pernah dan bahkan tidak mungkin bisa mencintai aku."
"Tapi kamu terluka karena aku. Aku benar-benar minta maaf."
Kiara hanya mengangguk. "Aku ingin istirahat, tinggalkan aku sendiri."
__ADS_1
"Baik lah, nanti aku akan kembali," ucap Ricky lalu hendak pergi dari sana.
"Tidak perlu," jawab Kiara yang langsung membuat langkah Ricky terhenti. Kemudian ia berbalik.
"Kamu kesini untuk meminta maaf,kan? Dan aku sudah memaafkanmu," tambah Kiara.
Ricky mengurungkan niatnya untuk tetap berada di ruangan itu ketika seorang perawat masuk untuk memeriksa keadaan Kiara.
Sepanjang perjalanan Ricky teringat ucapan Kiara saat di rumah sakit tadi. Entah kenapa tiba-tiba ada perasaan takut yang muncul di hatinya. Perasaan takut jika wanita itu memutuskan untuk berhenti mengejarnya. Tapi kemudian ia berusaha menetralkan kembali perasaannya. Egonya mengatakan mungkin itu hanyalah sebuah perasaan bersalah saja karena ia telah membuat wanita itu mengalami kecelakaan karena dirinya.
-
-
-
Beberapa hari kemudian Kiara sudah bisa pulang ke rumah. Ia sudah tidak betah berada di rumah sakit dan ia juga sangat merindukan tempat tidurnya. Ia merebahkan tubuhnya seraya memejam. Ia teringat kembali pada Ricky. Walau bagaimana pun ia tidak akan mudah melupakan sosok lelaki yang sangat ia cintai itu. Tapi kini ia mulai berusaha untuk tegar dan melupakan meski tidak akan mudah.
Ricky yang telah di acuhkan oleh Mamanya hanya bisa pasrah menerima hukumannya karena dia memang pantas untuk itu. Ia hanya bisa bersabar menunggu kemarahan Mamanya segera mereda dan mau memaafkannya.
Sudah waktunya jam istirahat makan siang. Ricky masih sibuk melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali ia melirik ponselnya. Ia seperti sedang menunggu telpon dari seseorang. Namun tiba-tiba ia tersadar kalau seseorang yang ia tunggu tidak mungkin menghubunginya. Dia menunggu telpon dari Kiara yang biasa mengajaknya makan siang. Ia bahkan tadi sempat menolak ajakan dari rekan-rekannya karena kebiasaannya yang selalu makan siang bersama Kiara.
Ricky menghentikan pekerjaannya lalu menyusul teman-temannya yang sudah pergi lebih dulu.
Sudah beberapa hari ini ia kehilangan konsentrasinya. Bahkan semalam ia sempat di tegur oleh atasannya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah melakukan kesalahan karena ia selalu berusaha untuk teliti dan berhati-hati dalam pekerjaannya.
Hari yang sangat melelahkan membuat Ricky ingin segera sampai ke rumah dan mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
Ia terbangun karena merasa lapar. Di liriknya jam dinding yang ada di kamarnya menunjukan pukul 08.00 malam. Setelah cukup mengumpulkan nyawanya ia pun beranjak dan pergi ke dapur. Ia memeriksa kulkas yang di dalamnya masih ada sisa sayuran yang di beli Kiara tempo hari. Bahkan Kiara masih memberikan manfaat untuknya karena karena telah banyak menyimpan sayuran di sana. Ia mengambil beberapa sayuran itu lalu mulai memotong dan memasak untuk makan malamnya.
Setelah selesai makan malam ia kembali ke kamarnya. Ada keinginan untuk menghubungi Kiara untuk sekedar menanyakan sedang apa dia sekarang. Dan bagaimana keadaannya.
Puas berpikir akhirnya ia memutuskan untuk datang langsung ke rumahnya besok. Sekalian melihat bagaimana keadaannya.
Setelah pulang dari kantornya Ricky langsung pergi menuju ke rumah Kiara.
Ia menekan bel pintu. Setelah menunggu beberapa saat pintu pun terbuka.
"Kiaranya ada!" Tanya Ricky pada pembantu yang membukakan pintu.
"Oh, Non Kiara tadi pergi keluar."
"Keluar? Bukannya dia sedang sakit?"
"Iya, tapi katanya hanya sebentar untuk nyari angin. Lagian Non Kiara pergi nggak sendiri. Ada den Arfan yang menemani."
Degg
Tentu ia belum lupa siapa Arfan. Lelaki yang sempat jadi perdebatannya dengan Kiara waktu itu sebelum akhirnya ia membuat Kiara mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit.
"Terimakasih, kalau begitu saya permisi," pamit Ricky lalu berjalan menuju ke mobilnya.
Sebelum sampai di mobilnya ia melihat dua orang yang sangat di kenalnya. Kiara dan Arfan berjalan memasuki halaman rumah sambil berbicara dan tampak sesekali mereka tertawa bersama.
Kiara yang melihat Ricky saat itu berada di sana sempat terdiam untuk memastikan apakah laki-laki yang di lihatnya saat itu adalah Ricky atau hanya halusinasinya saja. Melihat Kiara yang tiba-tiba terdiam mematung Arfan pun mengikuti objek yang kini di lihat oleh Kiara.
__ADS_1
Setelah melihat keadaan Kiara yang menurutnya baik-baik saja, Ricky pun melanjutkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah Kiara.
Kiara hanya bisa memandangi mobil Ricky yang meninggalkan halaman rumahnya. Meski sebenarnya ia penasaran dan ingin tau apa tujuan Ricky datang ke rumahnya.