Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 37


__ADS_3

...Jangan **lupa untuk memberikan** jejak dukungannya sebelum membaca👍...


...Terimakasih🤗...


Setelah usai makan Raisa kembali ke kamar dan kembali tidur. Ia terbangun ketika Bara membangunkan nya.


"Sayaang..., aku masih mau tidur, capek," ujar Raisa lalu kembali menutup matanya.


"Terus tukang urutnya gimana? Apa di suruh pulang saja?" Tanya Bara.


Sontak Raisa terbangun tatkala mengingat kalau ia sedang membutuhkan tukang urut tersebut.


"Ya sudah, suruh masuk!" Titahnya.


Bara pun keluar dari kamar, setelah beberapa saat ia kembali dengan di iringi Nek Minah, tukang urut yang di maksud.


Nek Minah dulunya memang sudah biasa menerima panggilan dari rumah ke rumah karena keahlian mengurutnya yang sudah tidak di ragukan lagi. Tapi sejak usianya kian bertambah, Nek Minah hanya menerima pelanggan yang datang ke rumahnya. Kecuali ada pelanggan yang bersedia menjemput dan mengantarnya pulang.


"Sayang, kamu keluar dulu yah?" Pinta Raisa pada Bara. "Sayaang...," Raisa menatap seakan memelas pada Bara yang tampak masih diam.


Bara pun paham dan segera pergi meninggalkan kamar.


"Kenapa mesti di suruh keluar toh, kan suaminya," ucap Nek Minah.


Karena dia lah aku harus seperti ini.


Batin Raisa.


"Astaghfirullah..., neng itu badan nya kenapa!? Koq bentolan gitu?" Tanya Nek Minah yang kaget tatkala melihat bagian tubuh Raisa yang di penuhi tato abstrak pemberian Bara. "Alergi apa gimana itu Neng?"


"Iya, kayaknya saya salah makan kemaren," jawab Raisa berbohong.


Setelah hampir kurang lebih satu jam akhirnya Raisa selesai di urut Nek Minah. Ricky pun mengantarkan Nek Minah kembali pulang ke rumahnya.


"Sayang, malem ini kamu tidurnya sama Ricky dulu aja yah? Badan aku bau minyak urut nih, kamu kan gak suka nyium bau minyak urut," pinta Raisa pada Bara yang baru masuk ke kamar. "Kata tukang urutnya besok pagi baru boleh mandi."


"Beneran?" Tanya Bara dengan wajah serius.

__ADS_1


"Iya sayang...,katanya sih Biar lebih maksimal aja," jelas Raisa. Ia benar-benar ingin istirahat untuk memulihkan tenaganya hingga esok pagi.


Bara akhirnya bisa mengerti.Setelah memberikan kecupan di kening istrinya ia pun pergi ke kamar Ricky.


Paginya Bara kembali ke kamar, namun ia tidak mendapati Raisa disana, tempat tidur pun sudah tampak rapi. Ia pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya setelah itu ia pergi ke dapur. Matanya menyorot setiap sudut ruangan tapi Raisa tidak terlihat di sana.


"Kemana dia? Apa sudah pergi ke toko? Apa mungkin dia pergi sepagi ini!?


Bara mondar mandir mencari keberadaan istrinya.


"Rick, loe liat nyokap loe gak?" Tanya Bara pada Ricky yang sedang menuju meja makan untuk sarapan.


"Mana gue tau, gue kan baru keluar dari kamar juga! Harusnya loe lebih tau, kan loe suami nyokap gue!" Sahut Ricky acuh seraya duduk dan memakan sarapan nya. "Suami apaan, gak tau istrinya lagi dimana!" Tambah Ricky mencibir.


"Gue serius! Gue kan juga dari kamar loe!" Balas Bara.


"Pagi-pagi loe udah berisik aja! Loe cari dulu deh di taman belakang, kali aja nyokap lagi Yoga!" Titah Ricky. "Oiya, bilangin nyokap, gue pamit, karena ada urusan!" Pesan Ricky pada Bara yang terlihat menuju pintu taman belakang rumah.


Bara menatap takjub tatkala melihat sosok yang di carinya sejak tadi. Ia tersenyum seraya bersedekap memerhatikan dari jarak beberapa meter saat Raisa melakukan gerakan-gerakan Yoga.


Perlahan Bara mendekat lalu melingkarkan kedua lengan nya di pinggang Raisa.


"Sayaaang, kamu koq belum siap-siap? Hari ini kan kamu harus ke kantor!?" Ucap Raisa yang langsung mengakhiri gerakannya.


"Masih banyak waktu," sahut Bara lirih.


"Sayang, aku keringetan, badan aku lengket semua...!"


"Aku gak keberatan, dan aku juga belum mandi," Bara terus melancarkan aksinya


"Kalo Ricky mergokin kita lagi gimana!?"


"Ricky sudah pergi dari tadi. Katanya ada urusan. Dan sebaiknya kita juga menyelesaikan urusan kita. Akan aku ajarkan gerakan Yoga yang lainnya.


Bara memutar tubuh Raisa lalu me*um*t bibir indah Raisa yang berwarna pink alami. Raisa ikut terhanyut dalam ci*man itu. Ia melingkarkan lengan nya di leher Bara dengan sedikit berjinjit.


"Apa kita harus menyelesaikan nya disini?" Bisik Bara di sela ci*man mereka.

__ADS_1


Dengan sigap Bara pun membopong tubuh Raisa menuju ke tempat dimana mereka bisa menyelesaikan rapat menpora tersebut.


...***...


Seperti biasa setelah pulang dari kantor, sore itu Bara akan menjemput Raisa ke toko.


"Sayang, besok aku mau pergi nengok keluarga di kampung," ucap Raisa ketika sudah di dalam mobil.


"Kenapa kamu gak bilang dari awal?Kalo aku tau kan aku bisa atur jadwal pertemuan aku biar bisa nemenin kamu," sahut Bara dengan nada kecewa mengingat ia tidak mungkin membatalkan semua janji nya dengan klien dan beberapa investor.


"Aku pergi sendiri aja gak apa koq, lagian cuma dua hari aja. Tadinya aku mau ngajak Ricky sekalian pergi ziarah ke makam almarhumah mbak Ranti. Tapi Ricky minggu depan ada ujian, aku juga khawatir dia sakit kalo aku ajak pergi, karena dia gak bisa terlalu kecapean. Jelas Raisa. "Gak apa kan kalo aku nitip Ricky sama kamu?"


"Gak masalah sayang, tapi...,masalah nya aku gak pengen jauh-jauh dari kamu. Kalo aku kangen sama kamu gimana?"


"Sayang..., hanya dua hari."


"Iya deh," Bara pasrah meski hatinya tidak rela jika Raisa harus jauh darinya. "Perlu aku suruh orang buat antar jemput kamu?"


"Gak perlu, aku bisa sendiri, lagian perjalanan kesana cuma beberapa jam."


"Ya udah, aku minta kamu baik-baik ya di sana, jaga kesehatan kamu. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa."


Kedua orangtua nya memang sudah tidak ada lagi, tapi Raisa masih memiliki beberapa kerabat yang bisa ia tumpangi untuk sementara. Karena tidak memungkinkan baginya menginap di rumah peninggalan orangtua nya yang sudah lama tidak di tempati tersebut.


Malam setelah kepergian Raisa pagi itu, Bara dan Ricky duduk di teras rumah nya.


Saking fokus nya dengan lamunan masing-masing, mereka tidak menyadari bahwa Adit sudah berada di sana sejak tadi.


"Kompak bener ngelamun nya," ucap Adit membuyarkan lamunan kedua nya.


"Eh, loe Dit," ucap Bara lesu.


"Kalian kenapa? Kayak karyawan abis kena PHK aja?"


"Gak pa-pa," Sahut Ricky yang juga terlihat tidak bersemangat.


...👍...

__ADS_1


...❤...


...🎁 Bila berkenan😚...


__ADS_2