
Hai..haii...sebelum membaca jangan lupa untuk memberikan👍 terimakasih🤗🤗
"Gila loe Dit pake bilang gue ngincer si
Mumun segala," kesal Bara.
"Ya mendingan gue gila dari pada bucin sama nyokap temen sendiri," tangkis Adit.
"Mulut loe ya awas sampe kelepasan di depan Ricky."
"Lagian loe ada-ada aja pake naksir emak-emak segala kayak gak ada cewek lain aja," dengus Adit.
"Sekali lagi loe ngomong gitu gue tonjok muka loe ya."
"Jiahh..., yang lagi bucin. Eh tadi loe bilang udah lama naksir sama tante Raisa, jangan bilang kalo loe naksir sejak loe masih SMA."
"Dulu gue cuma sebatas suka, gak pernah berharap sampai sejauh ini," Bara meratapi dirinya sendiri.
"Iya gue tau...,karena dulu kan bokap Ricky belum almarhum jadi gak mungkin lah loe ngerebut tante Raisa dari suaminya, tapi loe pernah ngambil fotonya tante Raisa diam-diam kan?" Ledek Adit.
"Koq loe tau!? Jangan-jangan loe waktu itu..., wahh gak bisa di pecaya loe Dit!" dengus Bara.
"Mending cuman gue yang liat, kalau Ricky yang liat gimana!?" Adit masih bisa membela diri.
Bara membuang pandangannya percuma ia berdebat dengan Adit yang tak ada hujungnya.
"Loe seolah gak tertarik waktu gue muji nyokapnya Ricky waktu itu, ehh gak taunya loe bucin parah," Adit kembali mencibir.
"Gak mungkin kan gue ngakuin di hadapan loe sama Dimas!? Buat jaga mulut satu orang kayak loe aja gue susah," umpat Bara.
"Hehe... iya juga sih," ucap Adit sambil nyengir.
"Receh sih loe..., awas kalo sampe loe cerita ini ke Ricky," ancam Bara sambil menyalakan mobilnya.
"Jadi loe gak niat buat nyatain perasaan loe? Gue pikir loe bakal ngomong ke Ricky buat ngelamar nyokapnya," Adit tergelak usai mengatakan itu.
"Untuk saat ini belum," Bara menjawab bimbang.
"Jangan kelamaan loe...kayaknya loe punya saingan berat tuh, jangan sampai loe nungguin jandanya yang kedua kali."
__ADS_1
Pagi sekali Ricky sudah berpamitan pada mamanya untuk pergi keluar. Apa lagi kalau bukan menjenguk teman malam minggu nya, si Adit.
Seperti nya Ricky menanggapi serius ucapan Adit yang merasa kurang sehat malam tadi, jadi ia berniat melihat keadaan temannya itu.
"Hay udah baikkan loe?" Tanya Ricky saat menemui Adit yang terlihat lemas.
"Nih gue bawain kue kesukaan loe," sambil meletak kan bungkusan kue di atas meja yang terlihat sedikit berantakan dengan barang-barang mati milik Adit.
"Gue udah sehat koq, tumben loe pagi bener kesini?" Adit kembali berbaring di kasur lusuhnya.
"Bukannya berterimakasih loe malah gak ngehargai kedatangan gue, jadi nyesel gue kemari," sungut Ricky menanggapi reaksi Adit.
"Iya...sorry, terimakasih loe datang kemari, terimakasih juga loe udah bawain makanan kesukaan gue." Sebenarnya ia merasa khawatir tidak bisa menjaga mulutnya di depan Ricky. Karena ia pun menyadari kalau mulutnya sering kelepasan.
"Tumben loe diemin aja tuh makanan, biasanya juga langsung di embat?" Ucap Ricky pada Adit yang terlihat lugu di hadapan makanan yang di bawanya.
"Tenang aja... pasti gue sikat, gue masih ngantuk nih," Adit terlihat tidak bersemangat, tidak seperti biasanya.
Sebenarnya hampir semalaman Adit tidak bisa tidur setelah mendengar langsung pengakuan dari Bara sejak kepulangan mereka dari rumah Ricky.
...***...
Semenjak kejadian malam pengakuannya pada Adit, Bara mulai mengikuti saran dari Adit agar ia tidak terlalu mencolok dalam misi pergerakannya.
"Bara...," panggil Mala pada Bara yang terlihat sangat rapi dengan aroma wangi yang menyeruak.
"Iya ma...."
"Kamu mau kemana, wangi banget?" Tanya Mala sambil mengibas kan tangan nya karena tidak tahan dengan aroma wangi yang begitu menyengat.
"Biasa ma, ke tempat Ricky. Bara pergi dulu." Bara pun berpamitan.
Bara bersiul senang sambil mengemudikan mobilnya. sesekali ia melirik ke arah spion mobilnya memastikan tatanan rambutnya.
Koq gue deg degkan gini yah, padahal kan gue belum pacaran, dia aja belum tau perasaan gue." Batin Bara.
Sebelum ke rumah Ricky ia menjemput Adit terlebih dahulu.
"Wangi bener, kayak wangi Om om aja loe minyak nyonyong apaan loe pake sampe hidung gue mau bengkak?" Adit terkekeh geli sambil memijit hidungnya.
__ADS_1
"Enak aja loe bilang gue Om-om, awas aja loe kalo sampe gue udah nikah sama nyokapnya Ricky gue bakal ngelarang dia buat maen sama loe."
Adit terkikik mendengar ucapan Bara. "Terus gue harus manggil loe Om Bara dong?"
"Okeey... selamat berjuang bro." Adit menepuk punggung Bara masih dengan senyum jahilnya.
Mereka pun sudah tiba di halaman rumah Ricky.
Matanya tertuju pada sosok pria yang tengah asik mengobrol dengan Ricky di bangku teras.
"Lha bukannya itu temannya nyokap Ricky ya, kalo gak salah namanya Om Herman," celetuk Adit di tengah kegundahan hati Bara.
Tidak lama Raisa keluar dari dalam rumah dengan penampilan yang terlihat elegant.
"Wah Bar, kayaknya nyokap Ricky mau kencan tuh sama si Om, yang kuat ya Bar," Adit mengelus punggung Bara seolah, menenangkan padahal terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia sedang menertawakan.
Raisa melihat ke arah Adit dan Bara yang baru datang. "Kebetulan kalian ada di sini, tante mau pergi sebentar. Kalian temenin Ricky di rumah ya?" Pesan Raisa.
"Iya tante tenang aja kita bakal lama koq di sini, biar pergi lama juga gak masalah," sambut Adit merasa dapat hiburan baru dengan menyaksikan raut wajah Bara yang terlihat patah hati.
Bara menatap pilu melihat kepergian wanita pujaan nya bersama orang lain.
"Eh kenapa pada bengong?" Tanya Ricky pada keduanya. "Sebentar ya, gue udah siapin buat teman kita begadang," ucap Ricky masuk ke dalam rumah untuk mengambil makanan dan minuman yang sudah di persiapkan nya dari tadi.
Sepeninggal Ricky. "Sabar ya bro, mungkin bukan jodoh loe," Adit coba menenangkan Bara yang terlihat syok sejak melihat pemandangan yang cukup menohok barusan.
"Mending loe cari cewek laen aja, kan masih banyak tuh. Gue yakin di kantor loe pasti banyak tuh yang bening-bening, tanpa loe minta pun mereka pasti mau."
Adit terus mengoceh tanpa mempedulikan perasaan Bara.
Mungkin yang di ucapkan Adit ada benarnya, tapi pasalnya ini adalah kesempatan baginya setelah hampir mustahil mendapatkan orang yang yang di sukainya selama beberapa tahun ini.
"Ok, bisa kita mulai?" Ricky sudah datang dengan suguhan nya.
"Entar aja dulu kan masih banyak waktu." Sahut Adit sambil menjumput cemilan yang baru di letakkan di atas meja.
"Bar, koq loe kayak gak semangat gitu?" Tanya Ricky melihat wajah Bara yang terlihat murung.
"Dia lagi patah hati," Adit yang menjawab.
__ADS_1
"Serius, emang dia punya pacar?" Tanya Ricky merasa terkejut karena tidak mengetahui hal itu meskipun mereka sangat dekat.
"Koq gue gak tau? Loe di duain?" Tanya Ricky bersimpati.