Mencintai Ibu Sahabatku

Mencintai Ibu Sahabatku
Episode 59


__ADS_3

Hari dan tanggal pernikahan sudah di tentukan. Baik Dimas mau pun Fitri hanya mengikuti kemauan orangtua mereka saja mengenai bagaimana nantinya acara pernikahan mereka di laksanakan. Harapan Dimas terpenting ia bisa segera menikahi Fitri dan sah sebagai suami istri ๐Ÿ˜…


Namun sebagai orangtua, baik Pak Edy maupun Mama dan Papa Dimas ingin yang terbaik untuk hari penting anak-anak mereka.


Berita bahagia ini tak lupa ia kabarkan pada para sahabatnya. Mendengar bahwa Dimas akan segera menikah, Raisa tak kalah sibuk untuk mempersiapkan gaun yang akan ia kenakan nanti. Kehamilannya tak menghalanginya samasekali untuk memilih pakaian untuk mereka bertiga.


"Sayang...,kamu jangan terlalu capek, aku nggak mau kenapa-kenapa," ucap Bara seraya menghampiri istrinya yang terlihat sibuk memilih milih pakaian.


"Nggak apa sayang..., setelah ini kita langsung pulang. Lagian, kan Dimas itu sahabat kamu dan Ricky, aku mau kita kompak di hari bahagia dia nanti," jelas Raisa sambil terus memilih milih pakaian. Setelah mendapatkan pakaian yang cocok untuk mereka bertiga mereka pergi ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran lalu pulang ke rumah.


Tiba di rumah Raisa kembali membongkar barang belanjaan nya seraya mengepaskan baju tersebut ke tubuhnya dan berdiri di depan cermin ia bertanya pada suaminya. "Sayang, kamu nggak malu kan kalau pergi sama aku nanti?"


Bara pun mendekati istrinya lalu memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. "Buat apa malu? Kamu sedang mengandung keturunanku, calon anak kita. Kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku. Dulu aku hampir putus asa untuk mendapatkan kamu, bagaimana bisa aku malu, hmm?" Bara memutar tubuh istrinya lalu mengecup puncak kepala istrinya.


Hari yang di nanti pun telah tiba. Raisa pergi lebih dulu ke kamar mandi lalu ia menyiapkan pakaian yang akan mereka kenakan.


"Sayang..., ayo mandi," ucapnya membangunkan Bara yang masih tertidur.


Mengingat hari ini adalah hari bahagia sahabatnya, ia pun beranjak dari tempat tidur. "Beri aku semangat dulu," ucapnya seraya mendekati Raisa yang sedang mengeringkan rambutnya. Setelah mendapatkan semangat berupa kecupan Bara langsung pergi ke kamar mandi.


"Aduuhh..., perut aku kenapa mules ya," Raisa memegangi perutnya lalu berjalan menuju kasur dan duduk disana.


"Sayang...,kamu kenapa?" Tanya Bara ketika melihat istrinya tampak kesakitan.


"Perut aku tiba-tiba mules."


"Ini pasti karena kamu terlalu kecapean. Kamu istirahat dulu sebentar," ucap Bara seraya membantu Raisa untuk berbaring.


"Auw! Sayang,ini sakit banget," pekik Raisa seraya memegangi perutnya. Melihat Raisa yang kesakitan membuat Bara semakin panik.


"Ya sudah, kita ke rumah sakit saja. Kamu tunggu sebentar aku suruh Ricky buat nyiapin mobil," ucap Bara.


Terlihat Ricky duduk di ruang tamu dan sudah terlihat rapi pagi itu. "Rick, siapin mobil sekarang!" Titah Bara dengan wajah yang terlihat panik.


"Maksud loe gue yang bawa mobil? Loe, kan tau gue udah lama gak bawa mobil. Yang ada kita malah telat tiba di sana," sahut Ricky.

__ADS_1


"Kita harus pergi ke rumah sakit, nyokap loe kayaknya mau melahirkan," jelas Bara. Mendengar Mamanya mau melahirkan Ricky langsung menyiapkan mobil dan Bara pergi ke kamar untuk memapah Raisa hingga ke dalam mobil.


"Pelan-pelan aja Rick, Mama nggak apa-apa koq," ucap Raisa pada Ricky yang mengemudikan mobil. Ia agak khawatir karena ia tau Ricky sudah lama tidak mengemudikan mobil.


Tiba di rumah sakit Raisa langsung di periksa oleh dokter lalu setelah itu ia di bawa ke ruang bersalin. sedangkan Ricky menunggu di luar karena hanya suami pasien yang di perbolehkan masuk.


Atas perintah Bara sebelumnya, Ricky langsung menghubungi Mala dan Tari.


Selama lebih dari dua jam berjuang, akhirnya Raisa berhasil melahirkan buah cintanya ke dunia.


"Selamat Pak, bayi anda perempuan. Ibu dan bayinya sehat " ucap seorang suster seraya menyerahkan bayi dalam gendongannya.


Bara sangat terharu melihat bayinya yang kini sudah bisa ia gendong.


"Sayang..., makasih ya sudah melahirkan anak kita," ucapnya.


"Tapi, Mama sudah punya cucu perempuan, aku takut Mama nantinya kecewa," murung Raisa.


"Siapa bilang Mama kecewa? Laki-laki atau perempuan yang penting cucu Mama bisa lahir dengan selamat," sahut Mala yang baru datang dan mendengar semuanya. "Sini gantian Oma yang gendong," ucapnya seraya mengambil alih cucunya dari gendongan Bara.


Raisa terharu hingga meneteskan air matanya melihat kasih sayang Mala dan Tari. Tak pernah ia bayangkan bisa mendapatkan kasih sayang sebesar ini.


"Sayang..., makasih ya sudah melahirkan anak kita ke dunia ini," ucap Bara lalu menghujani Raisa dengan kecupan.


Beberapa saat suster datang untuk memindahkan Raisa ke ruangan lain. Sementara Bara menemui Ricky yang masih menunggu di luar.


"Selamat, loe udah jadi Abang," ucap Bara seraya menepuk pundak Ricky.


Ricky hanya tersenyum karena ia juga senang walau tidak bisa mengungkapkan nya. Lalu ia memeriksa ponselnya yang sejak tadi ia abaikan. Ia melihat ada puluhan panggilan dari Dimas.


"Bar,gak apa kan kalo gue pergi dulu, nanti gue kembali," ucapan Ricky seraya memperlihatkan layar ponselnya ke Bara.


"Oiya, gue sampe lupa buat ngabarin Dimas kalo kita nggak jadi pergi," Bara menepuk jidatnya sendiri. "Ya udah, loe pergi deh, dan sampein permintaan maaf dari gue," ucap Bara.


"Ok, gue pergi dulu," ucap Ricky.

__ADS_1


"Iya, loe bawa mobil aja. Loe udah gede, udah dewasa, kudu pinter jaga diri!" Pesan Bara pada Ricky yang setengah berlari meninggalkan ruangan rumah sakit.


-


-


-


Acara pernikahan yang di laksanakan di sebuah hotel mewah tersebut telah di hadiri tamu undangan dari berbagai kalangan. Namun tujuan mereka sama, untuk memberikan do'a terbaik pada pasangan baru tersebut.


"Sorry banget, gue telat," ucap Ricky pada Dimas dan Fitri yang bak Raja dan Ratu. Lalu menyalami kedua mempelai tersebut.


"Bara mana? Koq nggak barengan?" Tanya Dimas.


"Loe kemana aja? Sahabat apaan telat pake banget!?" Protes Adit.


"Gue mesti nganterin nyokap gue lahiran ke rumah sakit," jelas Ricky.


Ternyata kabar bahagia bukan hanya dari Dimas saja, tapi Ricky pun juga membawa kabar bahagia itu untuk para sahabatnya.


"Wahh, selamat bro loe akhirnya udah jadi Abang," ucap Adit menyalami dan merangkul Ricky.


"Selamat ya Rick," ucap Dimas juga


Tamu yang hanya melihat kejadian itu tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, memandang heran karena kedua mempelai malah menyalami tamu dan memberikan ucapan selamat.


Tidak lupa ketiga sahabat itu mengabadikan momen bahagia itu melalui jepretan kamera walau terasa kurang karena ketidakhadiran Bara di antara mereka. Lalu setelah itu mereka menghubungi Bara melalui VC dari ponsel Dimas.


Bara meminta maaf secara langsung pada Dimas atas ketidakhadiran nya tersebut, lalu ia pun memamerkan bayinya pada Dimas yang akhirnya membuat Dimas berbisik pada istrinya. "Aku juga mau bayi." ๐Ÿ˜…


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungannya ya, terimakasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2