Mendadak Bangsawan

Mendadak Bangsawan
Antara Cinta dan Kekuasaan


__ADS_3

Sudah genap dua hari sejak keluarga Lumiere itu datang ke Clingeer. Baik Zachary maupun putra-putranya, mereka semua mudah beradaptasi sehingga kehadiran mereka kini telah disambut hangat oleh penduduk desa. Akhir-akhir ini, berkat Eve, Garlein dan Declan menjadi teman dekat. Begitu juga dengan Ethan dan Beckett yang terus berambisi untuk mendapatkan ikan paling besar di sungai. Padahal di awal kedatangannya, mereka berdua lah yang paling anti dengan yang namanya memancing ikan.


Sejak kemarin Margaret sudah merasa baikan. Tanpa bermalas-malasan wanita itu langsung mengambil pakaian kotor, pergi ke muara sungai, dan mencucinya sampai bersih. Malam sudah larut. Berhubung jarak antara muara sungai dan rumahnya dekat, jadi Margaret tidak takut mencuci pakaian saat malam hari berbekal sebuah lentera kecil yang dia jinjing.


"Masih ada hari besok. Kenapa harus mencuci sekarang?"


Margaret menoleh. Wajahnya kembali datar begitu tahu siapa yang datang. "Lebih baik Anda lekas tidur, Your Grace. Lagipula saya sudah sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."


"Kau berani mengusirku, begitu?"


"Tidak, saya masih menghormati Anda. Masih sama seperti dulu." Margaret mengambil selembar pakaiannya lalu mencelupkan ke dalam air. "Saking menghormatinya, saya menjadi takut kalau-kalau Anda merasa jijik tinggal sementara di sini, karena saya berbagi tempat yang sama dengan Anda."


Zachary mengernyit. Ah, dia tahu bahwa Margaret kembali mengungkit masa lalu mereka dan kembali mengungkit perkataan kasar darinya.


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa kau menjijikkan."


"Ya, memang tidak pernah." Sekali lagi Margaret berbicara. Dia masih sibuk dengan pekerjaannya sehingga enggan menatap Zachary yang berdiri di belakang. "Tetapi Anda pernah mengatakan bahwa kastil Lumiere berubah menjijikkan semenjak saya juga tinggal di sana. Kalau bukan saya, lantas siapa yang Anda maksud menjijikkan itu?"


"Kau tidak menjijikkan. Dan kau juga masih menjadi istriku."


Gerakan Margaret terhenti. Dia berbalik, lalu tersenyum sinis. "Saya tidak mengerti dengan omong kosong yang seperti itu."


"Sampai sekarang aku belum menceraikan dirimu, Margaret. Sama sekali belum. Katakan, apa yang kau lakukan padaku sampai-sampai aku tidak bisa mengambil keputusan untuk mengajukan perceraian kita. Belasan tahun berlalu, kenapa aku masih memikirkan mu?" Zachary tertawa. Untuk dirinya sendiri. Dia menertawakan dirinya yang begitu tolol. Tanpa disadari, belasan tahun belakangan ini dia sudah diperbudak cinta. Cinta yang seharusnya tidak dia berikan kepada istrinya itu.

__ADS_1


Cinta yang tidak boleh diberikan kepada putri musuh.


"Bukankah wanita Anda itu yang menjadi Duchess Lumiere yang baru? Jadi, maaf saja, Your Grace. Sebanyak apapun kau memuji, mulut manis Anda tidak mempan lagi terhadap saya," balas Margaret sengit. "Lagipula, apapun yang terjadi kepada Anda sekarang, saya tidak berhak dan juga tidak peduli sama sekali."


Hening. Baik Zachary maupun Margaret, keduanya tidak ada yang bersedia membuka suara. Membiarkan angin malam menjadi saksi atas kejujuran mereka yang ... begitu terlambat.


"Kehadiran Britney ... hanya sebagai alibi." Zachary menyugar rambutnya. Benar-benar frustasi. Seharusnya dia memang tidak ke Clingeer sehingga hatinya akan baik-baik saja tanpa melihat sosok Margaret. Sekarang, perasaannya kembali porak-poranda. "Margaret, andai kau bukan putri dari Earl of Averish yang dulu hampir mengambil alih keluarga Lumiere. Andai kau bukan putri dari musuh dalam selimut Lumiere sendiri. Mungkin aku akan terus mencintaimu sampai akhir."


"Saat itu, mencintaimu sama saja menambah kekuranganku sebagai pendiri Lumiere yang belum tegak seperti sekarang. Apakah kau tahu, Margaret, bagaimana hatiku hancur saat tahu wanita yang berdansa bersamaku di malam debutante itu ternyata adalah kau, putri dari Earl of Averish?"


Margaret terdiam. Hanya mendengus. "Belasan tahun sudah berlalu, mengapa Anda baru mengatakannya sekarang? Anda bersikap begitu dingin terhadap saya, bahkan selama ini saya berpikir ... bahwa kehadiran saya di sana hanya sebatas penghasil keturunan Lumiere yang baru."


Di balik gelapnya malam, Margaret menangis. Tanpa suara. "Mengapa Anda baru mengatakannya sekarang." Ulangnya lagi gemetar. "Tentang hubungan rumit antara Averish dan Lumiere, mengapa dari awal Anda tidak mengatakan yang sejujurnya kepada saya. Anda tahu, setelah malam di mana Anda menjanjikan pernikahan itu, malam yang sama saat kita berdansa, say selalu membujuk ayah agar mau menerima Your Grace sebagai menantunya. Dan terkabul. Sayangnya sikap Anda tidak lagi sama."


Zachary menerima cercaan itu dengan lapang dada. Dia memang patut mendapatkannya. Ya, memang pantas. Dia tahu bahwa mengatakan realitanya ini sudah sangat terlambat. Tapi setidaknya Margaret berhak tahu.


"Dan sekarang. Dari semua orang yang terlibat, hanya saya yang tersingkirkan. Lucu sekali." Margaret menghempas pakaian-pakaiannya itu lalu berlalu meninggalkan Zachary sendirian. Sebelum dia benar-benar pergi, Margaret kembali bersuara. Ucapan paling menohok dari yang pernah ia ucapkan kepada suaminya itu. Anggap saja sebagai hadiah atas pertemuan mereka setelah belasan tahun lamanya hidup berpisah.


"Besok kembalilah ke Carringtown. Semakin pagi semakin baik. Pergilah sebelum matahari terbit karena saya benar-benar muak melihat Anda ada di sini."


Ujaran dingin barusan sukses membuat Zachary merasa hancur sehancur-hancurnya. Dan juga, inilah yang dulu juga dirasakan Margaret saat dirinya mengusir wanita itu dari kastil.


"Margaret, aku tahu ini gila, tapi aku mohon ... kembalilah ke kastil bersamaku."

__ADS_1


"Untuk apa? Untuk menonton Anda yang bermesraan dengan Britney setiap hari?" Margaret berdecih. "Permintaan gila dan sangat aneh. Seharusnya Anda malu mengatakan hal seburuk itu setelah belasan tahun berlalu, dimulai dari ucapan pengusiran Anda malam itu." Setelah mengucapkan hal tersebut, Margaret benar-benar pergi tanpa peduli kepada sang duke yang berdiri mematung.


Zachary hanya bisa menelan pil pahit atas penolakan tersebut. Ini salahnya. Seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya kepada Margaret sejak dulu. Masa mudanya tergolong sulit, lebih-lebih lagi dinasti Lumiere baru didirikan tanpa sosok yang bisa membina dengan baik. Yang Mulia Raja meminta Earl of Averish untuk memandu Zachary menjadi duke yang baik, tapi bukannya bersikap sebagai guru, pria yang nyatanya adalah ayah dari Margaret itu ternyata berani bersikap layaknya tuan rumah yang berusaha menundukkan Zachary di bawah kakinya.


Perlu beberapa tahun untuk menghilangkan pengaruh keluarga Averish dari Lumiere. Terlebih lagi Margaret —lady Averish— yang menjadi nyonya besar Lumiere, maka semakin sulit jua lah bagi Zachary untuk membuat si tua Averish hengkang dari keluarga bangsawan rintisannya.


Begitu juga dengan sikap dinginnya selama ini kepada Margaret. Membencinya, bertindak kasar, hingga puncaknya mengusir. Itu semua dilakukan agar pengaruh Averish hilang dari Lumiere. Berhasil, Kekuasaannya berhasil diambil alih sepenuhnya, namun Zachary harus membayarnya dengan sesuatu yang paling berharga, cinta.


Di tengah kesunyian itu, Zachary tersenyum miris. Ia menengadah, memperhatikan pohon besar yang melindungi dirinya dari gulita angkasa jauh di atas sana.


Mungkin memang inilah takdirnya.


Takdir bahwa ia tidak akan pernah bisa bersatu dengan orang yang berhasil merebut hatinya.


...----------------...


Fyuuhh akhirnya selesai juga ngetiknya /ngelap keringat/


Di episode ini apa ada yang bersimpati sama Zachary? btw, ini isinya full part emak bapaknya si Eve aja nih👀


Cowok mah gitu yakan. Lebih mementingkan pemikiran daripada perasaan. Kasian noh istri sampe salah paham belasan tahun baru dikasih tahu penyebab sikap buruknya🙈


Selanjutnya, Margaret mesti gimana nih? Berubah pikiran atau tetap ngusir si duke dari kehidupannya? Komen di bawah👇🏻

__ADS_1


See you next episode👋


__ADS_2