
"Lady Luvena kami? Benar yang itu?" Tekan Ethan yang berusaha mencari maksud lain dari perkataan Lucas namun sayangnya, calon putra mahkota itu justru mengangguk.
"Di sini saya berusaha berpikir rasional, Yang Mulia. Dan permintaan Anda barusan jelas berada di luar akal pemikiran saya."
Sejujurnya Declan tidak begitu terkejut dengan pernyataan Pangeran Lucas karena selama ini, Declan diam-diam mengamatinya dan satu hal luar biasa yang dia ketahui hasil dari tindakannya itu; Lucas memperlakukan Eve berbeda dari orang lain. Semacam perlakuan spesial, bahkan caranya menatap Eve pun berbeda. Declan sudah menduga hal rumit yang seperti sekarang akan terjadi, dan benar saja. Tidak perlu memakan waktu sampai satu bulan dari kedatangan Pangeran Julius, Pangeran Lucas mulai melancarkan strateginya.
Sialan, kau Eve. Kenapa dia bisa mendapatkan hati dua orang penting dalam hubungan diplomatik antara Sasania dan Brodsway, pikir Declan pusing.
"Memang di luar akal rasional. Karena aku menginginkan Eve untuk diriku sendiri, bukan untuk Sasania." Lucas menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. "Aku cukup egois untuk cinta."
Kontan Ethan tersedak begitu mendengar pengakuan Pangeran Lucas yang terkenal penyendiri ini. Hell, setelah dilihat-lihat tidak ada tanda-tanda orang penyendiri di dalam diri pangeran. Malah sebaliknya, dia justru dengan santai mengutarakan perasaan tersebut kepada kedua saudara Eve yang notabenenya sangat protektif.
Declan sempat membisu, mencoba memilah kata yang tepat.
"Bagaimana dengan konsekuensinya, Yang Mulia?"
"Pertanyaan bagus, jadi ini berhubungan dengan tugasmu sebelumnya, Lord Lumiero."
"Ya?"
"Aku menginginkan pemimpin Ksatria Nyx."
Singkat dan jelas. Namun Declan perlu memutar otak untuk mencari cara agar dapat menemukan seseorang yang tidak pernah dia kenali itu.
"Sekarang tugas ini akan aku buka seluas-luasnya untuk kalian bertiga, bersama Lord Beckett juga sebagai putra-putra keluarga Lumiere." Lucas menautkan kedua tangannya di depan dada.
"Siapapun di antara kalian yang lebih dulu tahu mengenai siapa pemimpin Ksatria Nyx dan di mana dia sekarang, maka akan aku hadiahi orang itu tambang emas yang terletak di sebelah kiri desa Macsmare beserta para pekerjanya. Bagaimana, penawaran yang sangat istimewa, kan? Tambang itu aku dapatkan lima tahun yang lalu setelah berhasil merebut Macsmare dari Raja Rouvan."
Kedua putra Lumiere itu sempat saling tatap sebelum terdiam kembali. Orang gila mana yang akan melewatkan kesempatan super langka ini cukup dengan mencari seseorang yang namanya sangat terkenal di seluruh benua tetapi sayangnya informasi mengenai orang itu sangat terbatas dan juga tidak pernah menampakkan diri di depan publik.
__ADS_1
Mereka cukup tertantang akan hal itu.
Namun lain halnya Declan yang bisa mencium ketidakberesan di sini. Tetap membisu beberapa saat, tatapannya menajam setelah paham apa maksud Pangeran Lucas yang mengaitkan hubungan diplomatik antara Sasania dan Brodsway dengan Ksatria Nyx.
"Jangan bilang Anda akan memerangi Brodsway dengan bantuan Ksatria Nyx?!"
"Bisa dibilang begitu." Lucas terkekeh, kontras dengan Declan yang duduk memucat.
"Jika tidak ingin melepaskan Eve, maka mereka akan tahu sendiri akibatnya."
"Ini gila." Declan berdiri tiba-tiba, sedikit menggebrak meja. Ethan terperangah. Mau bagaimana pun, di depan mereka ini adalah penerus Sasania.
"Tujuan kita menjalin hubungan ikatan pernikahan antar negeri agar peperangan di depan mata bisa dihindari, bukan makin memperkeruh suasana, pangeran."
"Declan, tenang dulu—"
"Aku akan memikirkan cara lain, tapi tidak dengan pernikahan politik Lady Luvena. Aku tidak ingin mempertaruhkan masa depannya, apalagi sampai kehilangan senyumannya. Memikirkan cara menjalin hubungan dengan negeri lain adalah tugasku, jangan khawatir seperti itu, lagipula negeri kita yang besar ini tidak akan hancur dalam sekejap hanya dikarenakan perang kecil. Itu pun akan terjadi jika mereka yang bersikeras lebih dulu mengikrarkan perang. Tidak ada salahnya kita meladeni mereka, kan. Toh, ini demi Sasania sendiri."
"Yang Mulia ... Lord Lumiero...."
"Dan aku juga tidak meminta pendapatmu tentang rencanaku. Jika kau masih berkenan, maka lakukan saja apa yang aku perintahkan."
"Jawaban saya tetap sama, saya tidak akan mengambil resiko dengan membahayakan Sasania demi keinginan pribadi Anda yang tidak masuk akal itu." Declan menunduk hormat. "Kalau begitu saya permisi dulu. Senang mengetahui Anda bersedia meluangkan waktu sekadar untuk berkunjung kemari."
Tanpa menoleh ke belakang lagi, Declan benar-benar pergi dari ruang perpustakaan tersebut. Meninggalkan Ethan yang ingin sekali menyeretnya kembali. Ethan tahu betul bagaimana reputasi Lucas di kalangan militer, membuatnya mengingat kembali kejadian tujuh tahun yang lalu saat dirinya dan Beckett pertama kali memasuki kamp bersenjata di sisi Timur Sasania.
Berada langsung di bawah komando Pangeran Lucas yang kebetulan seusia dengannya dan lebih tua dua tahun dibanding Declan, pasukan pemberontak di sana yang diprediksi memakan waktu dua sampai tiga tahun lamanya berhasil dia padamkan hanya dalam waktu empat bulan. Kekuatan otot dan otaknya benar-benar seimbang, si ahli strategi dan juga pandai menggunakan senjata jarak jauh dan dekat. Sebuah prestasi gemilang untuk seorang remaja berusia delapan belas tahun, dan karena hal itu jualah Pangeran Lucas pernah diracuni oleh pangeran lain yang merasa iri karena telah berhasil menyedot seluruh perhatian raja dan rakyat Sasania.
Pria itu ... sejak awal dilahirkan berbeda.
__ADS_1
Dan sikap Declan barusan sama saja seperti bunuh diri, berani bertindak kurang ajar.
Di luar ekspektasi Ethan, bukannya marah Pangeran Lucas justru tertawa selepas kepergian Declan. Ada apa ini, kenapa keadaan berubah seratus delapan puluh derajat? Seolah-olah Ethan dapat melihat jurang tak kasat mata di antara Pangeran Lucas dan Declan yang dulunya adalah teman akrab yang sulit dipisahkan.
"Lihat sifatnya itu. Dia tidak pernah berubah, masih sama seperti dulu. Keras kepala," seru Lucas masih dengan sisa-sisa tawanya.
Berbeda dengan Ethan, dia tidak bisa berteman akrab dengan Pangeran Lucas. Karena lingkungan pergaulan mereka sejak dulu sudah dibedakan.
Pangeran resmi dan putra haram dari duke. Bahkan sampai sekarang, status Lady Britney di dalam keluarga Lumiere pun masih belum jelas dan itulah penyebab utama yang membuat ruang lingkup pergaulan Ethan terganggu.
"Pangeran, tolong jangan mengambil hati. Ucapan Lord Lumiero seperti angin lewat saja, dia tidak bersungguh-sungguh."
Lucas mengangkat bahu. "Terserah. Jika dia bersungguh-sungguh pun, maka aku pun akan jauh lebih bersungguh-sungguh dibanding dirinya."
"Penawaran yang aku berikan masih sama. Lord Ethan, apakah kau bersedia mencari tahu siapa pemimpin Ksatria Nyx yang sesungguhnya?"
Terakhir, Ethan mengangguk mantap. Bukan karena hanya tambang emas yang dijanjikan, melainkan untuk kali ini saja, Ethan juga ingin bergerak ke arah yang berlawanan dari Declan.
Dia ingin sukses. Tanpa bayang-bayang saudara tirinya itu.
"Saya akan menyelidikinya untuk Anda."
...----------------...
Kalau aku jadi Declan sih auto setuju lah ya kalau janjinya bakal dapat tambang emas cuma-cuma. Si Lucas mah emang gitu, kejamnya pake banget tapi sekalinya sedekah langsung melimpah ruah engga neko-neko🤣
Mulai memasuki konflik utama, ya. Siapkan sabuk pengaman, para readers. Hidup Eve jadi taruhannya nih😆
Jadi, kalian ikut Declan or Lucas?✋🏻
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan kasih vote, ya, sayang🤩
See you next episode👋