Mendadak Bangsawan

Mendadak Bangsawan
Sisi Lain Pangeran Julius


__ADS_3

Raja masih ingat betul akan taruhannya dengan putra kesayangannya, Lucas, tempo hari. Maka dari itu, setelah memiliki sedikit waktu luang di pagi hari ini, telah disiapkannya kereta kuda mewah yang rencananya akan mengantarkan Pangeran Julius kembali ke Brodsway. Sesuai perkiraan, Pangeran Julius yang merasa ditolak langsung saja menyemburkan amarah.


"Kalian, orang-orang Sasania, berhenti bermain-main! Aku adalah pangeran, tidak menutup kemungkinan suatu hari akan naik takhta menjadi raja baru. Dan di saat itu, hal pertama yang aku pikirkan adalah meratakan wilayah kalian dengan tanah!"


Omongnya cukup besar. Namun sayang, tidak ada satupun diantara mereka yang gentar.


Di ruang tamu kerajaan tersebut, selain Pangeran Julius yang marah-marah, tak jauh dari tempat duduknya juga hadir pria yang paling congkak di kerajaan. Duke of Lumiere. Orang itu jelas tidak akan pernah takut hanya dengan gertakan Julius yang menurutnya hanya terdengar seperti omong kosong belaka. Lalu juga hadir Yang Mulia Raja sendiri beserta ratu kedua, Ashley. Serta satu orang yang sebenarnya tidak diundang namun memaksa untuk ikut.


Lady Britney. Entah apa tujuannya ikut kemari. Yang jelas, selain Duke of Lumiere sendiri, tidak ada satupun orang di sana yang menyukai keberadaannya.


"Aku akan pulang jika Lady Luvena ikut bersamaku. Titik!"


"Kami belum bisa mengabulkan permintaan Anda, Pangeran."


"Kenapa?!"


"Lady Luvena ... sedang tidak berada di tempat."


Julius mengernyit, "maksudnya?"


"Her Ladyship melarikan diri, pangeran. Kenapa dari tadi Anda tidak mengerti juga. Kami juga sudah berusaha mencarinya." Ashley yang sudah muak dengan pertanyaan lempar-melempar akhirnya menyahut. "Jangan bertele-tele!"


Hudson memijit keningnya. Rasa pening akibat hilangnya Eve tentu ikut membuatnya kalang kabut. Sebenarnya bukan bermaksud bertele-tele, hanya saja untuk menyampaikan kebenarannya kepada Pangeran Julius yang bertempramen buruk ini sangatlah sulit. Sang Raja hanya ingin menjaga perasaan sang pangeran, itu saja.


Ah, kenapa dia baru terpikir. Apakah hilangnya Eve kali ini juga berkaitan dengan Lucas? Sembilan puluh sembilan persen, menurut Hudson jawabannya iya.


"Sialan, padahal saat taruhan hari itu dia tidak mengatakan rencana apapun mengenai Lady Luvena."


"Ada apa, Yang Mulia."


"Eh?" Hudson mengangkat kepalanya menoleh ke arah Zachary yang tiba-tiba bertanya. "Tidak, tidak ada apa-apa. Lanjutkan."


Duke of Lumiere masih belum melepaskan tatapan curiganya terhadap ucapan —yang lebih menyerupai menyerupai bisikan— barusan. Pasti ada sesuatu, yang tidak dia ketahui namun ditutup-tutupi oleh sang Raja.


"Sekarang, keputusan berada di tangan Anda, Yang Mulia. Pangeran Julius tetap tinggal di sini dan ikut mencari, atau memulangkannya dengan cara yang paling hormat."


"Tidak mau tahu, saya akan ikut mencari Lady Luvena."


"Tidak, aku berpikiran lain."


Hudson tahu ini gila, tapi dia tetap akan mengikuti taruhan itu agar dia bisa mengetahui, sejauh mana Lucas dapat bergerak tanpa bantuan darinya.


Lihat saja. Lucas tidak akan mampu. Dia ... cukup yakin akan hal itu.

__ADS_1


"Pangeran Julius dari Brodsway, sore ini kami akan mengantarkan kepulangan mu dengan cara yang paling hormat."


...----------------...


"Your Highness! Your Highness!"


Julius yang masih kecewa akan keputusan Raja Sasania yang lebih memilih memulangkan dirinya itu sama sekali tidak menggubris panggilan di belakang. Langkahnya masih cepat, bahkan hampir menyerupai lari —sampai-sampai seorang pengawal yang mengikutinya juga kewalahan— andai wanita itu tidak kembali bersuara.


"Mau bagaimana pun, saya tetap akan berada di pihak Anda, pangeran. Karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, kan?"


Julius menoleh. Dilihatnya seorang wanita bersurai hitam yang sama seperti Lord Ethan itu berjalan mendekat.


Ah, dia tahu siapa wanita ini. Menurut Julius, seharusnya dia malu menunjukkan dirinya di depan orang-orang sedangkan statusnya di dalam keluarga Lumiere saja tidak jelas. Nyonya, bukan. Duchess, apalagi. Lady Britney hanyalah seorang penghibur.


"Lady Britney, pangeran sedang sibuk—"


Sang pangeran memberi kode agar pengawalnya itu berhenti berbicara. Dahi Julius mengerut, "keluarga?"


Britney mengangguk cepat. "Tidak mungkin lupa, kan. Saya adalah ibu dari Lady Luvena. Secara singkatnya, sebentar lagi Anda akan menjadi menantu saya."


"Oh, begitu? Tetapi jika tidak salah, bukankah ibu Lady Luvena saat ini sedang tidak berada di tempat?"


Kesal? Pasti. Namun Lady Britney masih bisa mempertahankan air mukanya dengan tersenyum paksa.


Julius mengangguk-angguk saja, terlihat bosan dan enggan menanggapi. Entah dia tidak pernah diajari atau mungkin lupa, yang jelas seharusnya Lady Britney bisa lebih tahu diri untuk tidak mengakui diri sebagai ibu dari Lady Luvena. Gadis yang dia sebut itu memiliki kasta yang berada jauh di atasnya.


"Kalau boleh tahu, apa keperluanmu?"


"Itu ... Your Highness. Saya bisa memastikan Lady Luvena akan pulang secepatnya. Setelah itu mungkin kami akan segera mengirimnya ke Brodsway untuk Anda. Jadi, mohon maaf jika selama di Sasania, Anda merasa tidak nyaman."


"Kenapa kau begitu yakin dia akan pulang?"


"Karena ... Pangeran Julius tampan. Dia tidak boleh melewatkan Anda, seharusnya begitu!"


Julius terdiam. Semakin canggung tatkala hanya ada deru angin yang berhasil merajai atmosfer di sekitar mereka. Surai putih pucat sebatas paha milik pangeran mengalun bebas. Namun kedamaian itu bukan menandakan bahwa sang pangeran senang, justru malah sebaliknya.


Dia berusaha memahami situasi. Ucapan Lady Britney terlalu umum, tidak spesifik sampai pada akhirnya Julius berhasil mendapatkan satu maksud tersembunyi di dalamnya.


Lady Britney berusaha menjilat. Namun caranya sama sekali tidak elegan. Tidak sama sekali. Itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa Julius enggan bergaul dengan rakyat biasa. Karena mereka tidak terpelajar sama seperti bangsawan, alias bodoh.


"Maksudmu aku hanya tampan, begitu?"


"B-bukan! Anda lebih dari itu!"

__ADS_1


"Ucapanmu seolah mengatakan bahwa aku tidak ada apa-apanya selain tampang!"


"Maksudnya ... maksudnya—" Lady Britney mencoba berpikir keras untuk memutarbalikkan ucapannya yang ternyata dapat menyinggung perasaan Pangeran Julius.


"Anda lebih dari itu! Andai saya memiliki putri kandung, pasti Anda lah yang akan menjadi suaminya. Lady Luvena seharusnya tidak boleh pergi, Anda terlalu baik untuknya yang berjiwa bebas. Dia juga susah diatur, sangat berkebalikan dengan kepribadian—"


trang!


"P-pangeran!"


"Dia telah menghina Luvena-ku. Ditambah lagi, telingaku sudah panas akibat mendengar ucapannya yang berbelit-belit." Julius kembali menyarungkan pedangnya sembari menatap dingin kepada kepala wanita yang kini telah terpisah dari tubuhnya itu. Matanya terbelalak, mungkin arwahnya sendiri juga masih terkejut atas perbuatan tidak terduga dari Pangeran Brodsway.


"Sejak awal mengoceh tidak jelas seperti anjing liar. Mengambilnya sebagai simpanan, apa yang Duke of Lumiere lihat darinya?" sambung Pangeran Julius mencemooh.


"P-pangeran, akan sangat mengerikan jika His Grace sampai mengetahui perbuatan Anda." Terlihat jelas tubuh pengawalnya itu bergetar ketakutan.


"Maka dari itu, jangan sampai dia tahu."


"Caranya, Your Highness?"


"Hilangkan mayatnya tanpa meninggalkan bekas apapun," jawabnya tenang lalu melanjutkan langkahnya yang cepat.


"I-itu ... His Grace bukanlah orang yang mudah ditipu sehingga masih ada kemungkinan bahwa perbuatan Anda ini akan tercium olehnya. Bagaimana dengan cara lain?"


Lalu, Julius berbalik. Melemparkan senyum hangat dipenuhi rasa tulus.


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa pelakunya adalah dirimu?"


...****************...


Finally update!!🤯


Part kali ini isinya cuma para sesepuh Sasania sama si pangeran yang rambut panjang itu aja ya guys ya jadi rasanya kek pait pait gitu yekan, hahaha. Kurang manis karena engga ada Lu-Na🤯


Mari syukuran atas meninggalnya si Lady yang suka jajan sembarangan. Ups— spoiler deh🤭🤪


Silakan tebak! Dari clue di atas, kira-kira apa dampaknya bagi cerita kita kali ini?🤔


Disediakan kolom komentar untuk menjawab!


Semoga makin meninggoy di akhirat, ya, Ibu Britney🙏🏻


See you next episode👋😉

__ADS_1


__ADS_2