Mendadak Bangsawan

Mendadak Bangsawan
Kedatangan Pangeran


__ADS_3

"Pengangkatan mu sebagai putra mahkota akan diadakan secepatnya." Sang raja yang duduk tenang di atas kursi berukir itu menatap putra kesayangannya penuh penekanan. Saat ini mereka tengah menikmati waktu bersantai di sebuah paviliun kaca di sebelah selatan dari kompleks istana utama. Hanya berdua, menunjukkan betapa akrabnya mereka sebagai sosok ayah dan anak. "Apa lagi yang kau tunggu?"


Untuk menghormati sang ayah, Lucas menunduk. Memperhatikan ukiran rumit marmer putih gading di bawah kakinya. "Bagaimana jika Putra Mahkota Felix akhirnya kembali?" tanyanya gamang, "saya tidak ingin merebut apa yang sudah menjadi miliknya."


"Dia hanya memiliki gelar, sementara dirimu sudah memiliki kepercayaan ku, para bangsawan, dan yang lebih penting—kepercayaan rakyat. Apa yang lebih hebat dari itu? Kau, Pangeran Lucas, yang akan memimpin negara ini selepas kematian ku kelak."


Lagi, Raja Hudson menghela napas. Tangan kanannya bergerak untuk menepuk pundak sang putra untuk memberikan dukungan. "Andai Pangeran Felix kembali, pun, takhta tetap berada di tanganmu. Dan akan begitulah juga seterusnya. Sejak awal semuanya memang dirancang seperti itu, kan? Dia duduk sebagai putra mahkota bertujuan untuk melindungi mu sebagai pewaris asli, sedangkan kau yang sekarang sudah sangat kuat sampai-sampai musuh dibuat gentar. Kau tidak memerlukan bantuan darinya lagi. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Pangeran."


Lucas memejamkan mata. Tekanan kembali ia hadapi. Raja Hudson, ayahnya memanglah orang yang sangat ramah, namun bukan berarti dia orang baik. Di saat Lucas berpikir untuk mengobati luka Pangeran Felix, maka ayah mereka ini tidaklah peduli sama sekali. Yang dia pikirkan hanyalah kerajaan, kerajaan, dan kerajaan. Tidak peduli terhadap istri dan anak-anaknya sampai ratu pertama meninggal dunia beberapa tahun silam entah karena penyakit apa. Sampai hari ini Lucas masih bisa merasakan kesedihan itu, namun tidak bagi Hudson.


Dan fakta yang paling menyedihkan baru saja terungkap, bahwa Pangeran Felix lahir dari rahim seorang wanita pelacur. Jauh sebelum pernikahan Raja Hudson dengan Ratu Shopia—ibunya Lucas— dilaksanakan. Maka dari itu sikap sang raja terhadap anak hasil hubungan gelapnya dengan anak sah terlihat sangat mencolok. Sekali lagi, Lucas merasa tidak tega dengan saudara satu ayahnya itu.


"Jadi bagaimana?" desak raja lagi.


"Saya tidak bisa menolak, kan?"


"Anak bagus!" Raja Hudson bertepuk tangan senang. "Kau memang yang terbaik!"


"Masalahnya, saya kurang menyukai keramaian."


Lucas melirik ayahnya itu perlahan. "Bagaimana jika pesta peresmian saya sebagai putra mahkota dibagi dua dengan acara lain?"


Raja Hudson mengernyit, tampak kurang setuju. "Seharusnya sejak dini kau mulai membiasakan diri menjadi pusat perhatian. Ketika suatu saat menjadi raja, semua tindak-tanduk, ucapan, dan gestur tubuhmu akan diamati setiap orang."


Sang raja menggeleng samar. Putranya ini, benar-benar tertutup!


"Sayangnya ini pertengahan tahun. Belum ada acara resmi lain yang bisa menggandeng acara peresmian," ujar Lucas mengabaikan protes dari ayahnya sendiri. Tak lama, matanya melebar. "Ah, itu dia!"


Raja Hudson menoleh. "Apa, Apa?"


"Kalau tidak salah, Lady Luvena juga belum mengadakan pengesahan dirinya sebagai anggota keluarga tetap Lumiere, kan?"

__ADS_1


"Lady Luvena, sepupumu itu?" tekan Raja Hudson untuk memperingatkan putranya.


"Iya, sepupu tercintaku itu," sahut Lucas tidak mau kalah membuat sang ayah geram.


"Kenapa kau ingin mengadakan satu acara yang sama dengannya? Bagaimana pendapat orang-orang nanti, mereka akan berpikir jika Putra Mahkota yang baru menginginkan sepupunya sendiri, begitu?" sembur Raja Hudson berapi-api. "Mau bagaimana pun, kalian bisa saja menjadi bahan omongan bangsawan lain yang hadir!"


"Bukankah sudah saya bilang, ini pertengahan tahun. Bulan-bulan sepi pesta, tidak ada bangsawan lain yang mengadakan acara terkecuali seseorang yang didesak keadaan sama seperti saya," ujarnya berkelit, "dan juga, sejak kapan Lady Luvena menjadi masalah bagi Anda? Mengapa Anda repot-repot memikirkan omongan orang lain sementara Anda sendiri tahu. Kami sepupu, iya, kan?"


Raja Hudson meneguk minumannya hingga tandas. Sial, dia termakan omongannya sendiri.


"Hanya itu yang saya inginkan, Yang Mulia," lanjut Lucas tenang. Namun di dalam hatinya, dia tertawa puas. "Itu, jika Anda ingin pengangkatan saya dilakukan musim ini juga."


Raja Hudson menghela napas. "Ya sudah," ungkap pria itu pada akhirnya. Dia berbalik, memanggil salah satu pelayannya.


"Ambilkan beberapa kertas dari bahan terbaik dan juga tinta serta pena dari emas. Dan juga panggilkan juru tulis kemari. Aku ingin menuliskan undangan pengangkatan Pangeran Lucas dilakukan secepatnya. Sekarang juga."


...----------------...


Declan menghampiri kedua saudaranya yang lebih dulu duduk di sana. Melihat peluh bercucuran membasahi wajah sang kakak, Beckett berinisiatif menawarkan kantong airnya yang tersisa setengah.


Declan menerimanya lalu menghabiskan isi dari kantong air tersebut. Mengetahui airnya habis, Beckett memberengut.


"Kau akan pulang sore lagi, Declan?" tanya Ethan sembari menatap luas hamparan rumput hijau di depan matanya.


Declan menggeleng. "Hari ini sepertinya tidak terlalu sibuk. Mungkin setelah mengurus beberapa hal lagi aku akan menyusul kalian. Jadi, pulanglah lebih dulu."


"Jangan terlalu lama," seloroh Beckett melirik sekilas. "Kami tahu kau sedang menghindari seseorang yang sekarang tinggal di kastil. Tapi coba pikirkan lagi, Eve tengah sendirian. Kita tidak bisa egois dengan berjalan-jalan santai di sini sementara adik kita itu harus bertemu 'dengannya' seharian."


Declan terdiam. Ada benarnya juga. Akhirnya ia mengangguk. "Aku berjanji akan langsung pulang setelah ini."


Tak lama kemudian, seseorang yang menaiki kuda coklat berlari cepat ke arah mereka. Matahari kian menyingsing, debu-debu di sekitar orang tersebut dibuatnya berhamburan di udara. Menghormati ketiganya, orang tersebut segera turun dan menuntun kudanya lalu menunduk hormat.

__ADS_1


"Lord-lord muda dari Lumiere. Salam kenal," ujarnya membuka percakapan. "Saya Michael, utusan dari perbatasan Utara Sasania ingin menyampaikan sebuah pesan penting kepada Lord Lumiero."


Declan berdehem. "Katakan."


"Beberapa saat lagi rombongan Pangeran Julius dari Brodsway akan segera tiba. Sebagai perwakilan, Anda diminta langsung oleh His Majesty untuk menyambut kedatangan mereka," jawab Michael runtut.


"Apakah Pangeran Julius datang untuk menghadiri acara pengangkatan putra mahkota baru? Secepat ini?" gumam Declan yang disambut sekali anggukan oleh Michael. "Mengapa harus aku? Bukankah seharusnya yang melakukan ini adalah Jenderal Nicholas?"


"Beliau akan melakukannya jika tamu akan tinggal di istana, tapi kali ini berbeda." Michael ragu untuk melanjutkan ucapannya. Namun percuma juga, pada akhirnya Declan akan tahu sendiri.


"Ada apa, cepat katakan!"


"Atas izin His Majesty, tamu kali ini akan dibiarkan tinggal di kastil Lumiere karena Pangeran Julius sendiri sudah dianggap seperti suami Lady Luvena, dan kerajaan sudah memberikan kelonggaran untuknya. Maka dari itu, karena di antara pasukan kerajaan hanya Anda yang mengetahui betul tata letak dan isi kastil Lumiere, bersediakah Anda memandu Pangeran Brodsway dari perbatasan sampai ke depan pintu kamarnya?"


Merasakan atmosfer tidak bersahabat, Michael gemetar. Sialan, kenapa harus dirinya yang mengatakan berita buruk ini langsung kepada Lord Lumiero. Orang yang notabenenya sekali marah maka akan bersikap tidak selayaknya manusia biasa?!


Declan menatapnya gelap sampai-sampai Ethan maupun Beckett hanya bisa terdiam di tempat. Dia mendengus, kemudian berbalik mengindahkan siapa pun.


"Siapkan kuda. Aku akan segera ke perbatasan."


...****************...


Calonnya Eve mau datang, gimana tuh kabar hatinya Bang Lucas? Mau meledak, gak?🤯


Karena sebelumnya sudah dijelaskan ciri-ciri orang Brodsway itu kayak gimana—cowoknya kebanyakan rambut panjang— jadi jangan heran sama visual Pangeran Julius, yaa😆


Sama seperti biasa, kalau mau lihat Pangeran Julius bisa cek prolog, sudah aku tambah fotonya yang paling mempesona😉😆


Ada pesan buat tokoh baru kita yang satu ini? Silakan coret-coret di kolom komentar✌🏻


See you next episode👋

__ADS_1


__ADS_2