MENGANDUNG ANAK CASSANOVA

MENGANDUNG ANAK CASSANOVA
Masalalu Buruk Leon


__ADS_3

Emely rasanya sudah tidah tahan menahan gejolak amarah yang mendidih dari dalam tubuhnya. Terlebih perubahan sikap Xander akhir-akhir ini. Sikap manis pria itu ternyata hanya untuk menutupi perselingkuhannya.


"Mama cantik sekali malam ini, papa memang tidak salah pilih menjadikan mama sebagai istri papa," puji Xander begitu ikut duduk di ranjang tempat tidur.


Jika saja Emely tidak tahu perselingkuhan suaminya, mungkin ia sudah terbuai akan pujian tersebut. Tetapi Emely harus bisa mengikuti permainan Xander seperti yang di katakan oleh Leon.


"Terima kasih atas pujiannya, pa. Papa juga suami yang tampan bagi mama, mama beruntung papa itu tipe suami yang setia sama papa. Padahal di luaran sana tak jarang suami tampan dan mapan selingkuh dari dari istrinya," balas Emely.


Rupanya Xander agak tersinggung dengan kalimat terakhir istrinya, tetapi Xander pandai sekali mengontrol ekspresi wajah sehingga ia membuat Emely agar tidak curiga padanya.


"Tentu saja, ma. Cinta papa untuk mama seorang," ujar Xander.


"Sungguh?"


"Mama meragukan papa? Padahal usia pernikahan kita sudah hampir menginjak dua puluh delapan tahun."


"Bukan begitu, pa. Syukurlah jika papa ingat sejauh ini pernikahan kita. Mama harap hal tersebut bisa jadi bekal papa agar tidak macam-macam di belakang mama. Dengan demikian, papa bisa mengingat kembali suka duka kita selama pernikahan ini ada," tutur Emely.


Xander terdiam dalam senyum palsunya. Sedari tadi Emely terus membahas perihal selingkuh dengannya. Ia jadi curiga apa Emely sudah mengetahui hal ini. Tapi jika Emely sudah tahu, tidak mungkin dia masih bersikap manis padanya.


"Iya, ma," jawab pria itu singkat.


***


Pagi jagat dunia tengah di gegerkan oleh video seorang wanita tellanjang yang menjadi seorang pelakor atas rumah tangga seseorang. Lily yang melihat berita itu segera lari dari tempat tidur menuju sofa tempat dimana suaminya tengah terpaku pada layar laptop.


"Leon, lihat...!" Lily menunjukan sebuah video barusan pada suaminya. "Ada berita pelakor, apa ini.."


"Benar, itu wanita perusak rumah tangga mama dan papaku," jawab Leon membenarkan.


Lily membungkam mulutnya. "Astagfirullahal'adziim.. Jadi ini suara mama yang rekam?"


"Hm."

__ADS_1


Rasanya masih sulit untuk di percaya, tapi mau bagaimana lagi memang itu kenyataannya. Video tersebut banjir hujatan juga kecaman dari para netizen untuk Ava, ada juga dukungan dan semangat bagi Emely dan merasa salut akan keberaniannya. Rata-rata komentar mereka meminta agar Emely untuk menghabisi dan memusnahkan saja pelakor dari muka bumi ini.


"Tapi kasihan juga wanita ini, Leon. Dia pasti malu," ujar Lily sembari memutar ulang video-nya.


"Dia sudah tidak punya malu, sayang. Kalau dia punya rasa malu, dia tidak akan jadi perebut suami orang. Kenapa harus di kasihani juga?"


"Iya juga, sih. Tapi sebagai sesama wanita, aku kasihan melihat ini," ungkap Lily.


Leon mengalihkan padangan dari layar laptop sepenuhnya ke Lily. Ia mengambil ponsel Lily dan menatap istrinya dengan serius.


"Kalau kau yang ada di posisi mama, bagaimana perasaanmu, sayang? Kau pun pasti akan melakukan yang sama, tidak memerdulikan sesama wanita. Atau jangan terlalu kejauhan, deh. Misalkan kau dengar aku mengkhianatimu dengan wanita lain, apa yang akan kau lakukan terhadap wanita selingkuhan suamimu itu?"


Lily terdiam, ua tidak mampu membayangkan rasanya berada di posisi seperti mama Emely. Bahkan ia juga tidak sanggup jika Leon mengkhianati dirinya.


"Aku pasti akan sangat hancur, Leon," jawab Lily.


"Seperti itulah perasaan mama, sayang. Di saat seperti itu, siapapun pasti hanya akan berpikir satu arah saja. Yaitu memberi hukuman kepada wanita yang sudah menggoda suaminya, maupun pada suaminya sendiri," tutur Leon.


Lily mengangguk paham.


"Apa?"


"Misalkan aku seperti papaku, apa yang akan kau lakukan?" tanya Leon sebagai pancingan akan pertanyaan yang nanti akan ia lontarkan.


"Aku bisa memaafkan apapun kesalahanmu, asalkan tidak dengan dua kesalahan seperti KDRT dan perselingkuhan. Sebab keduanya di lakukan secara sadar," jawab Lily bijak.


"Iya. Tapi bagaimana jika misalkan kau dengar betapa buruknya masalaluku? Apa kau akan tetap bertahan dengan pernikahan kita?"


Lily mengernyit, kenapa pria itu tiba-tiba bisa bertanya seperti itu padanya.


"Maksudmu, masa lalu buruk seperti apa?"


"Apapun."

__ADS_1


Lily terdiam sejenak. Memangnya Leon memiliki masa lalu buruk seperti apa sampai khawatir jika dirinya akan tetap memertahankan pernikahan atau tidak.


"Kau pernah terjerat kasus narkoba? Maling? Pembunuh? Atau-"


"Misalkan aku seorang playboy," pungkas Leon.


Lily tertawa. "Hahaha.. Kau bilang kan tidak pernah punya kekasih."


"Iya, aku memang tidak pernah punya kekasih. Tapi dengan mudahnya aku tiba-tiba bisa memberimu syarat kala itu, apa kau tidak pernah berpikir hal-hal lain?"


Lily bergeming. Ia masih kurang paham arah pembicaraan Leon.


"Katakan saja apa masalalu burukmu itu?!" pinta Lily.


Mendengar permintaan Lily, sepertinya ia tidak sanggup untuk jujur sekarang. Ia takut setelah Lily tahu jika dirinya seorang 'Cassanova', pasti Lily akan berpikir jika apapun yang di katakannya hanya sebuah manipulasi demi bisa meniduri seorang wanita termasuk dirinya. Juga termasuk pernikahan ini.


Leon tidak ingin Lily berpikir jika ia mau menikah dan bertanggung jawab hanya sekedar untuk bisa tidur dengannya setiap saat. Sebab sampai kapanpun seorang 'Cassanova' tidak bisa di percaya. Semua orang akan memandangnya sebagai pria nackal, juga petualang se*ks.


"Itu hanya semisalkan, sayang. Lupakan saja! Kalau begitu aku pamit ke kantor sekarang, ya, aku ada meeting penting satu jam lagi," pamit Leon.


"Aku antar ke depan, ya!" tawar Lily hendak ikut beranjak.


"Tidak usah, kau di sini saja," tolak pria itu.


Lily memadang punggung Leon sampai pria itu hilang dari balik pintu. Ia merasa ada yang aneh, merasa seperti ada yang Leon sembunyikan darinya. Merasa seperti ada sesuatu yang besar yang pria itu tutup-tutupi darinya. Lily jadi berpikir pertanyaan atas masalalu buruk Leon bukanlah sebuah andai-andai semata, tapi sepertinya Leon memang memiliki masalalu buruk itu. Tapi apa?


"Apa Leon seorang pembunuh? Pemabuk?" pikir Lily, seketika sederet pertanyaan mulai menari-nari di kepalanya.


"Ahh.. Stop, Ly! Jangan pikirkan yang macam-macam tentang suamimu! Sejauh ini Leon begitu baik, tidak mungkin Leon seperti yang baru saja kamu pikirkan," ucap Lily mengingatkan dirinya sendiri.


Bersambung..


...Terus DUKUNG Novel ini dengan cara LIKE, KOMEN DAN VOTE, JUGA HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA....

__ADS_1


...Dan Rencananya aku mau buat VISUAL LEON DAN LILY, tapi jika nanti gak sesuai dengan yang selama ini kalian bayangkan, jangan kecewa ya....


...Follow Instagram aku untuk info selanjutnya @wind.rahma...


__ADS_2