MENGANDUNG ANAK CASSANOVA

MENGANDUNG ANAK CASSANOVA
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Leon terpesona melihat penampilan Lily yang kini sudah berdiri di hadapannya. Senyum wanita itu berhasil menggetarkan hatinya. Mereka saling menatap dengan waktu yang cukup lama, sampai akhirnya Leon meraih kedua buah tangan Lily lalu ia genggam.


"Jadi kita pengantinnya?" tanya Lily begitu sadar jika Leon ternyata membohonginya, sebab sebelumnya Leon mengajaknya untuk ke acara pernikahan rekan bisnis.


Leon tersenyum. "Jika aku katakan yang sejujurnya, maka tidak akan jadi surprise," jawab pria itu.


"Ternyata kau memang pandai berbohong, karena kau seorang CASSANOVA, kan?"


Deng deng deng..


Leon membulatkan matanya tercengang mendengar apa yang baru saja Lily katakan. Dari mana Lily mengetahui sebutan tersebut?


"Sejenis pria yang sulit untuk di percaya," imbuh Lily.


Leon kini di buat mematung dan menegang, perasaannya kini campur aduk tidak karuan. Ia takut Lily akan kecewa, hal-hal buruk kini mulai berputar-putar dalam pikirannya.


"Tolong katakan padaku, apa itu benar, Leon..?!!" tanya Lily lirih namun penuh syarat akan makna.


"Kau tahu dari siapa?" Leon balik bertanya.


"Itu tidak penting. Aku butuh jawaban atas kebenarannya darimu, Leon."


Leon menatap kedua manik mata Lily secara bergantian. Ia meneguk salivanya dengan susah payah. Momen yang seharusnya jadi kebahagiaan, justru malah jadi momen menegangkan.


Leon menyesal, tidak jujur soal dirinya dari awal. Dan yang lebih menyakitkan, Lily harus tahu dari mulut orang lain.


Dengan berat hati, Leon pun mengangguk membenarkan pernyataan Lily.


Lily memejamkan matanya. Sulit sekali menerima kenyataan ini. Sementara Leon memilih pasrah, apapun akan ia terima termasuk kekecewaan Lily.


"Kau kecewa padaku?" tanya Leon, tidak ada jawaban dari Lily.


"Maaf tidak jujur sebelumnya tentang ini, aku takut kau kecewa. Tapi ternyata kau pasti lebih kecewa saat mendengar dari mulut orang lain," ucap Leon.

__ADS_1


Lily masih bergeming. Leon tidak tahu harus melakukan apa supaya Lily mau memaafkan dirinya.


"Kau tahu kenapa aku seperti itu? Alasannya adalah jawaban dari pertanyaanmu ketika aku mengatakan jika aku akan senang jika harus berdebat dengan orang tuaku," jelas Leon.


"Sejak masih kecil, aku tidak pernah mendapat kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuaku, Ly. Saat aku melihat anak lain makan di suapi oleh orang tuanya, makan bersama pun aku tidak merasakan bersama orang tuaku. Saat anak lain tidur dalam dekapan papa mamanya, justru aku harus tidur sendiri," sambung Leon.


"Maka dari itu aku lampiaskan semuanya dengan tidur bersama banyak wanita setelah aku tumbuh dewasa."


Ungakapan Leon begitu menyayat hati Lily. Bagaimana tidak, ia harus menerima kenyataan jika Leon ternyata seseorang yang menjelajah banyak wanita sebelumnya.


"Dan ini juga jadi jawaban kenapa aku memberimu syarat saat kali pertama bertemu. Lalu jawaban kenapa aku tidak menyangkal bayi yang ada di dalam perutmu dan aku bersedia menikahimu, itu karena aku tahu bagaimana rasanya tidak di anggap oleh orang tua," terang Leon.


Lily menitikan air matanya dan mulai terisak mendengar penjelasan dari Leon.


"Tapi setelah aku menikah denganmu semuanya terasa berubah. Aku merasa aku hidup di dunia baru. Perhatian yang selama ini kau berikan, juga berada di tengah-tengah keluargamu yang menghangatkan membuat aku kembali menciptakan sebuah harapan yang hampir terkubur."


Leon menatap manik mata Lily lekat-lekat, ia mempererat genggaman tangan Lily.


"Percayalah, Ly. Aku bukan lagi Leon yang seperti itu. Aku sudah berubah berkat darimu. Sekarang, hanya kau satu-satunya wanita dalam hidupku. Sekarang dan untuk selamanya," ungkap Leon berusaha meyakinkan Lily.


Lily terdengar menghela napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Perlahan ia mulai mau membalas tatapan Leon.


"Aku menikah denganmu.." Lily menghentikan kalimatnya sejenak. "Itu artinya aku sudah siap menerima siapapun kau. Termasuk, aku harus siap terima seburuk apapun masalalumu. Sebab, aku hidup denganmu sekarang dan nanti. Jadi, sepenuhnya aku terima kau dan masalalumu, Leon," ucap Lily.


Leon mengembangkan senyumnya merasa terharu, ia tidak menyangka jika Lily berlapang dada menerima keburukan di masalalunya.


"Asalkan.." imbuh Lily. "Kau tidak lagi melakukan hal semacam itu di luaran sana. Cukup aku, Leon. Cukup aku wanita yang halal untukmu."


Leon membawa Lily ke dalam pelukannya. Pria itu mendekap tubuh Lily dengan erat. Ia mencium dalam-dalam bahu Lily. Cukup lama.


"Terima kasih, Ly. Terima kasih banyak, sayang. Aku sayang padamu," bisik Leon tepat di telinga Lily.


Lily mengangguk dalam dada Leon. Ia menitikan air matanya di sana. Mengingat betapa syok-nya tadi sore saat Yuna tiba-tiba datang ke rumahnya, alamat yang di berikan oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


Yuna memberi tahu tentang apa yang dia dengar dari mulut Yola kepada Lily. Ia tidak bisa berkata apapun. Ia marah dan kecewa, tetapi ia harus berusaha tetap tenang. Sebab jika ia di kuasai oleh emosi, semua akan kacau. Maka dari itu ia akan menanyakan kebenarannya pada Leon dalam kondisi kepala dingin. Beruntungnya Leon mengakui, dan yang paling membuatnya terkejut alasan di balik pria itu menjadi seorang seperti demikian.


Leon melepaskan pelukannya perlahan, kemudian menangkup kedua pipi Lily dan menatap manik mata itu lekat dengan jarak yang cukup dekat.


Leon mengusap air mata di kedua pipi Lily menggunakan kedua ibu jarinya.


"Maaf telah membuatmu menangis karenaku..!" ucap Leon.


Lily menganggukan kepalanya. "Iya, Leon. Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Lily.


"Aku mencintaimu, Ly. Aku mencintaimu.." ungkap Leon sekali lagi


"Iya, terima kasih," balas Lily.


"Kok, terima kasih?" ujar pria itu membuat Lily kini terlihat salah tingkah.


"Lalu apa?" tanya wanita itu polos.


"Aku mencintaimu juga, Leon, seperti itu harusnya," ujar pria itu.


"Tapi kan-"


"Ya sudah, aku tidak akan memaksamu jika kau memang belum mencintaiku. Aku akan menunggu kau mengatakannya langsung tanpa harus ku minta."


Sebenarnya Lily pun sudah memiliki perasaan yang sama, tetapi ia masih malu untuk mengungkapkannya. Leon pasti akan menggodanya jika ia mengungkapkan perasaannya.


Leon menarik lengan Lily dan membawanya ke pagar pembatas rooftop. Cuaca malam ini cukup dingin, sehingga Leon memeluk Lily cukup erat. Mereka menikmati semilir angin malam. Membiarkan semesta mendukung keduanya saat ini.


Bersambung...


...SIAPA AJA YANG SUDAH LIHAT VISUAL LEON & LILY di story akun fb dan Ig aku, gaeesss? Gimana pendapat kalian tentang mereka? ...


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE VOTE VOTE, dan HADIAH POIN/KOIN. Tekan juga LOVE ya teman-teman supaya kalian itu dapet notifikasi ketika bab selanjutnya publish. ...

__ADS_1


...Jangan lupa follow ig @wind.rahma...


__ADS_2