MENGANDUNG ANAK CASSANOVA

MENGANDUNG ANAK CASSANOVA
MERESAHKAN


__ADS_3

Keesokan harinya, Chika berpamitan pada Leon dan Lily untuk kembali ke rumah Villa tempat singgahnya. Meski Lily sudah meminta gadis itu untuk tinggal bersama mereka selama masih berada di Indonesia, tetapi Chika menolak karena merasa segan.


"Kalau ada aku, nanti kalian tidak bisa bebas melakukan semacam adegan-adegan suami istri," ujar Chika memberi alasan.


"Bilang saja kau yang tidak tahan melihat kemesraan kami," balas Leon lalu mengecup bibir istrinya sekilas sengaja di depan adik sepupunya.


"Iiihhh.. Apaan sih kak Leon ini, contoh yang tidak baik itu. Mataku ternodai oleh kelakuanmu barusan," seru Chika seraya memejamkan kedua matanya.


"Iya, Leon. Kasihan adik sepupumu, dia kan jomblo," timpal Lily membuat Chika jadi kesal lantaran kedua makhluk di depannya terus saja menggodanya.


"Tahu, ah. Kalian menyebalkan sekali. Aku pergi, ya. Daaaahhh..." Chika melambaikan tangannya sementara Leon terkekeh melihat wajah kesal adik sepupunya itu, apalagi dengan godaan Lily barusan.


"Sekarang kau pintar menggoda juga rupanya," ujar Leon pada istrinya.


"Itu semua karenamu. Wleee.." Lily menjulurkan lidahnya mengolok-oloki sang suami.


Dengan cepat Leon mengecup lidah tersebut sampai membuat Lily mematung dan terkesiap.


"Julurkan lagi lidahmu, maka aku akan melahapnya," ujar pria itu.


"Iiihhh.. Apaan sih..!!"


Sebelum mendapat serangan cubitan di pinggang yang membuatnya merasa geli dan sedikit ngilu, Leon buru-buru kabur masuk ke dalam kamar.


***


"Aku tahu kau adalah pria yang bertengkar dengan Leon dari video yang ku lihat di media sosial. Dan kau tahu kenapa aku bisa mengenal Leon? Sebab aku adalah salah satu wanita yang pernah tidur dengannya."


Ucapan wanita yang bernama Ava kemarin seakan terngiang-ngiang di telinga Hiko. Hal tersebut tentu saja mengganggu pikirannya.


"Aku jadi penasaran dengan wanita itu. Dan sejauh mana hubungan dia dengan suami Lily," gumam Hiko.


Hiko meraih ponsel yang tergeletak di atas meja di hadapannya, kemudian ia mengetikkan sesuatu di layar ponselnya. Setelah itu ia beranjak dari sana menuju mobil.


Sementara di tempat lain, Ava tengah duduk menunggu kedatangan seseorang yang setengah jam lalu meminta ketemuan dengannya. Lima menit kemudian, orang itu datang.


"Hai.." sapa Ava begitu orang yang akan bertemu dengannya sudah datang.


"Hai.." balas orang itu kemudian mendaratkan tubuhnya di kursi yang ada di depan Ava.


"Rupanya kau tertarik juga denganku, Hiko," ucap Ava seraya mengulas senyum semanis mungkin.

__ADS_1


Hiko tidak terlalu menanggapi wanita di hadapannya, ia ingin fokus pada inti pembicaraan saja.


"Jadi hubunganmu dengan Leon itu apa?" tanya Hiko dengan ekspresi yang serius.


"Kalau begitu jawab dulu pertanyaanku. Kenapa kau begitu tertarik membahas tentang apa hubungan aku dengan Leon. Apa karena kau menyukai istrinya?"


Hiko terdiam sebelum kemudian menjawab membenarkan. "Iya, aku teman lama Lily-istrinya. Aku menyukai dia dan aku tidak terima dia menikah dengan pria lain karena alasannya," jawab Hiko.


Ava mengangguk-anggukan kepalanya sedikit paham. "Ok. Karena Leon menghamili dia?"


"Iya."


"Itu semua terjadi karena Leon memang senang tidur dengan wanita. Dan aku salah satunya. Aku pernah tidur dengan dia, sebab dia seorang CASSANOVA," jelas Ava.


Hiko terdiam untuk beberapa saat. Yang ada dalam pikirannya, CASSANOVA itu seorang pria yang tidak bisa di percaya dan apapun akan di lakukan demi bisa tidur dengan wanita. Dan itu artinya, suami Lily tidak bisa di percaya dan bisa jadi masih tidur dengan wanita lain meski sudah menikah.


"Kalau kau menyukai istrinya, seharusnya kau harus bisa menyelamatkan dia dari Leon. Kasihan kan, jika dia menderita karena suaminya tidur sana sini dengan banyak wanita?"


Mendengar perkataan Ava menyulut emosi Hiko. Ia benar-benar tidak terima jika Lily di perlakukan seperti itu.


"Lantas apa kau masih berhubungan dengan dia?" tanya Hiko.


"Mmm.. Sebenarnya Leon yang sering menghubungiku, dia selalu mengajakku untuk tidur lagi dengannya. Padahal kan dia sudah punya istri dan aku berusaha menghormati istrinya. Tapi, Leon selalu maksa bahkan sering datang ke rumah hanya sekedar melepas rindu denganku," terang Ava bohong.


Ava tersenyum menyeringai, sepertinya Hiko termakan ucapannya. Dengan demikian, Ava tidak perlu repot-repot turun tangan untuk menghancurkan rumah tangga Leon. Biarkan Hiko yang melakukannya.


"Jika Leon saja bisa membuat istrinya menderita karena bermain dengan banyak wanita, seharusnya kau bisa buat istrinya bermain juga denganmu. Dengan begitu, semua bisa impas, bukan?"


Sepertinya Hiko mulai tidak tahan mendengar kebusukan suami Lily. Ia beranjak dari sana guna menyusun rencana untuk menyelamatkan Lily.


Lagi-lagi Ava mengembangkan seringai jahat. "Mudah sekali kau aku pengaruhi," gumamnya.


***


Sore ini Leon mengajak Lily untuk jalan-jalan meski tanpa tujuan. Sudah satu jam lebih namun mereka belum mendapat tujuan yang pas. Sampai akhirnya Leon menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket untuk membeli minuman.


"Tunggu sebentar, sayang..! Aku beli minuman dulu," pinta Leon.


"Aku mau ikut," seru Lily.


"Ya sudah, ayo!"

__ADS_1


Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam minimarket tersebut.


"Ridwan..?" seru Lily begitu melihat ke arah kasir ternyata teman kerjanya dulu.


"Lily.. Apa kabar?" tanya laki-laki itu.


"Baik. Kamu pindah tugas di sini? Gak jadi kerja sama..." Lily melirik ke arah Leon, untung saja dia tidak keceplosan mengucapkan nama Hiko lagi di depan suaminya.


"Iya, nih. Aku gak jadi kerja sama teman lama kamu itu," jawab Ridwan.


"Ohhh.. Iya. Ya udah kalau gitu aku mau pilih minuman dulu."


"Iya, Ly."


Lily pun menghampiri Leon yang sudah lebih dulu mengambil minuman.


"Jadi yang berkelahi dengan pak Hiko itu suaminya Lily?" gumam Ridwan.


Leon mengambil satu minuman soda dan satu botol minuman teh dingin untuk Lily.


"Mau yang ini atau kau pilih sendiri?"


"Yang ini saja," Lily menerima botol minuman teh tersebut dari tangan Leon.


"Mau apalagi? Es krim, cemilan ringan, cemilan berat, sosis mau?" tawar Leon.


"Kok sosis, sih?"


"Ya sudah, tidak usah. Sosis punyaku saja lebih nikmat."


"Iihh.. Apaan sih, di sini ada cctv tahu, gimana kalau mereka dengar?"


"Ya aku tidak perduli, toh kita juga kan sudah jadi suami istri. Kalaupun aku cium kau di sini, tidak akan jadi masalah juga," jawab pria itu.


"Iya, sih. Tidak masalah, tapi akan meresahkan," sahut Lily kemudian pergi mencari cemilan ringan.


Leon tersenyum. "Meresahkan, itu karena aku tampan, sayang..."


Bersambung...


Bersambung...

__ADS_1


...LIKE, KOMEN, VOTE VOTE VOTE. ...


...Beri HADIAH KOPI yaaa......


__ADS_2