MENGANDUNG ANAK CASSANOVA

MENGANDUNG ANAK CASSANOVA
MELAHIRKAN


__ADS_3

Tepat di usia kandungan Lily yang sudah menginjak ke sembilan bulan, Drew menikah dengan Chika. Semburat kebahagiaan terpancar di wajah sepasang pengantin itu, terutama Chika. Akhirnya setelah sekian lama, ia bisa menaklukan pria yang kakak sepupunya juluki sebagai 'Kanebo Kering'.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua, aku do'akan supaya kalian langgeng," ucap Leon saat bersalaman di pelaminan.


"Terima kasih, tuan," balas Drew.


"Eits... Tunggu! Apa? Tuan? Sayang ... Mulai hari ini panggil saja kak Leon! Sebutan tuan terlalu formal dan sepertinya mulai sekarang itu hanya berlaku saat sedang di kantor," tegur Chika.


"Tapi-"


"Panggil Leon saja, Drew! Terdengar geli jika kau ikut memanggilku dengan sebutan 'kak'!" sahut Leon.


"Ok, itu terdengar lebih baik," timpal Chika.


"B-baik," jawab Drew menurut.


"Selamat karena kalian sudah menjadi pasangan suami istri, ya. Semoga sakinah, mawadah, warrahmah," kini giliran Lily yang mengucapkan.


"Terima kasih, kak Ly," balas Chika.


"Terima kasih banyak, L-" Drew menghentikan kalimatnya sejenak. "Aku harus menyebutnya dengan apa?"


Drew terlihat kebingungan. Semua saling memandang. Perihal sebutan dan panggilan saja kini mereka perdebatkan.

__ADS_1


"Panggil saja aku ..." Lily tidak meneruskan kalimatnya, raut wajahnya kini mulai berubah.


"Kenapa, sayang?" tanya Leon khawatir.


Lily melihat ke bawah, pandangan matanya di ikuti oleh ketiga orang yang ada di sana. Cairan bening mulai mengalir, Lily juga terlihat menahan sakit.


"Sayang ... Kau ..." ucap Leon kemudian Chika menyahut.


"Kak Ly mau lahiran!"


Mendengar kalimat Chika, Leon dengan cepat membopong tubuh istrinya yang nyaris ambruk lantaran merasa lemas. Pria itu bergegas lari menuju mobil dengan langkah tergesa. Beruntungnya, tamu undangan yang ada di sana ikut membantu membukakan pintu mobil Leon begitu mengetahui jika Leon membopong istrinya yang mau melahirkan.


Chika dan Drew ikut cemas, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin juga mereka meninggalkan pesta di tengah-tengah para tamu undangan yang kini berdatangan.


"Sayang ... Sakiiit ..." Lily merintih, wajah wanita itu kini sudah tampak pucat.


Leon semakin dibuat cemas dan panik, tapi sebisa mungkin ia harus bisa tenang. Ia tidak ingin kepanikannya justru akan membawa hal buruk. Terlebih saat ini ia sedang berkemudi.


"Iya, sayang ... Tahan sebentar, ya.."


Leon tidak tega melihat Lily kesakitan seperti sekarang. Kebetulan jalanan tidak terlalu di padati oleh kendaraan lain, sehingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di Rumah Sakit terdekat.


Begitu sampai, Leon meminta tolong untuk segera di bawakan brangkar pasien. Dengan cepat perawat di sana membawakannya, Leon pun membaringkan tubuh istrinya di atas brangkar pasien tersebut.

__ADS_1


Masuk ke ruangan, awalnya Leon tidak di izinkan untuk ikut masuk. Tapi setelah mengatakan berbagai alasan, akhirnya di perbolehkan juga. Lagipula dia ini suaminya.


Seorang Dokter wanita dengan postur tubuh yang gendut mulai masuk ke ruangan. Suster pun menjelaskan jika ketuban Lily sudah pecah, dan harus segera di lahirkan.


Begitu di periksa, Lily sudah pembukaan ke sepuluh, jadi tidak butuh waktu lama lagi, Dokter tersebut pun meminta Lily untuk langsung mengejan. Tidak lupa, ia memberikan instruksi pada Lily.


"Yang kuat, ya, sayang ..." Leon berusaha menyalurkan semangat pada istrinya.


***


Lily melahirkan secara normal, kondisi ibu dan bayinya selamat. Semburat kebahagiaan di wajah Leon terpancar, terlebih saat mengetahui jenis kelamin sang anak ternyata laki-laki. Ia sampai bersimpuh dan melakukan sujud syukur.


Setelah satu kali dua puluh empat jam berada di rumah sakit, Lily dan bayi pun sudah bisa di bawa pulang ke rumah. Pak Tio dan Bu Hesti yang sudah di beri tahu dari sebelumnya ikut bersama mobil Leon menuju rumah. Jangan lupakan ekspresi mereka yang juga sangat bahagia begitu tahu jika sang cucu sudah lahir dengan selamat.


Di rumah, Chika dan Drew sudah menunggu. Menyiapkan semuanya sesuai dengan permintaan Leon sebelumnya. Bi Ratih pun tak kalah tak sabarnya menunggu kedatangan majikan dan bayinya itu.


Begitu mobil sudah di depan gerbang, pak Security segera membuka pintu gerbangnya. Semua orang rumah antusias menyambut kedatangan mereka.


"Selamat ya, kak Ly, kak Leon. Aku turut bahagia atas kelahiran baby boy yang tampan ini," ucap Chika.


"Semoga baby boy tumbuh menjadi anak yang shaleh, berbakti kepada kedua orang tua," sambung Drew.


"Pokoknya do'a terbaik untuk si Raden," tambah bi Ratih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2