Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Seperti orang ngidam


__ADS_3

Semenjak mengetahui Adsila telah pergi jauh, dan tak akan kembali. Aditya merasa ada yang kurang dalam dirinya . Dia tidak merasakan adanya semangat dalam dirinya.


Apakah semangat nya telah di bawa pergi oleh gadis itu?


Atau, apakah pelengkap di dalam hidup Aditya adalah Adsila?


Pertanyaan selanjutnya, apakah Aditya sudah mulai menyukai Adsila? Sehingga dia sangat membutuhkan keberadaan Adsila di sisi nya.


Berbagai pertanyaan itu sudah terjawab oleh rasa rindu yang mendalam. Aditya merasa gelisah, dia terus bermimpi buruk. Perasaan bersalah terus menghantui nya.


Aditya benar benar gila di buat nya, dia mencari kemana kemana. Bahkan Aditya meminta Rangga untuk menyuruh anak buah nya mencari keberadaan Adsila. Mencari ke seluruh penjuru dunia.


Bak di telan bumi, sudah satu bulan lama nya Adsila pergi, dan Aditya terus melakukan pencarian. Tapi, Adsila masih tidak di temukan.


Ceklek.


Rangga dan Bian masuk ke dalam ruangan kerja nya.


"Apa ada kabar?" Tanya Aditya menatap keduanya dengan tatapan berharap. Namun, keduanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Aku tidak tahu kemana gadis itu pergi, dia menghilang seperti di telan bumi" ujar Rangga menggerutu heran.


"Dia pasti bersembunyi " gumam Aditya, tangan nya memijat mijat pelipis nya, untuk menghilangkan rasa nyeri di kepalanya.


Bian yang sejak tadi diam, kini bersuara.


"Boss, meskipun kau sibuk mencari Adsila ke mana mana, tapi kau harus tetap memperhatikan diri mu juga. "


"Yah, betul itu. Kau terlihat kurus dan kacau. Apa karena anak mu yang telah gugur atau, karena kau memang mencintai Adsila?" Celetuk Rangga ember.


Deg.


Aditya terdiam, dia masih belum menggali terlalu dalam pertanyaan itu ke dalam hatinya.


Selama ini, Aditya selalu beralasan ingin meminta maaf dan ingin memberikan tunjangan atas sikap nya yang merendahkan Adsila.


Namun, sebagai CEO dingin, cuek, tentu saja sangat ketara ada hal lain yang Aditya sembunyikan.


Bisa saja dia mengabaikan Adsila yang sudah pergi, toh untung baginya juga tidak ada jika wanita itu ada di dekatnya.


Tapi mengapa Aditya sangat bersikeras mencari wanita itu. Tentu ada alasan lain, dan itu adalah soal hati.


Yah, Aditya telah memasukkan Adsila ke dalam hatinya. Wanita satu satu nya yang bisa merubah sikap Aditya menjadi hangat.


"Aku tidak tahu, sebenarnya apa yang aku rasakan. Tapi, untuk saat ini, aku hanya ingin melihatnya, aku ingin meminta maaf padanya" lirih Aditya.


Rangga dan Bian mengangguk mengerti, mereka bisa merasakan kegundahan hati boss nya.


"Baiklah boss, kami akan berusaha mencari Adsila lagi. Demi kebahagiaan mu" ujar Rangga lebay.

__ADS_1


Mereka akhirnya pamit pergi, lalu kembali mencari Adsila yang mereka yakini ada di sekitar mereka.


Setelah kepergian kedua anak buah nya,tak lama kemudian Maya dan Jasmin masuk ke dalam ruangan kerja Aditya.


"Aditya!" Panggil Maya tegas.


Kedua ibu dan anak itu berdiri di depan meja kerja Aditya. Namun, pria itu bersikap biasa saja.


"Apa lagi yang ingin kalian bicarakan pada ku?" Tanya Aditya sinis.


"Kak, kenapa kakak menghentikan pemasukan uang bulanan ke dalam kartu ATM ku!"protes Jasmin, dia berdiri sembari memeluk lengan mama nya.


"Kau tidak bisa melakukan itu Aditya, dia itu adik mu, dia juga berhak atas harta ini!" Sahut Maya.


Brak!


Aditya menggebrak meja , membuat Maya dan Jasmin terkejut. Namun mereka berusaha menyimpan keterkejutan nya di mata Aditya.


"Berhak? Apa kalian masih belum jelas dengan ucapan ku sebelum nya?" Ucap Aditya sembari berjalan santai mengitari meja kerjanya, lalu berdiri di depan mama nya.


Kedua nya, hanya bisa diam menunggu perkataan apa yang akan Aditya ucapkan selanjutnya.


"Baiklah, aku akan menjelaskan secara rinci pada kalian berdua"


Aditya melipat kedua tangan nya di depan dada, lalu mendudukkan tubuhnya di ujung sudut meja.


"Kau berani durhaka pada mama???" Hardik Jasmin marah. Namun nyalinya langsung menciut ketika Aditya menatap nya tajam.


Mata Maya melebar besar, dia terkejut mendengar Aditya mengetahui segala nya.


"Dan, aku juga tahu! Kau yang menyebabkan mama dan papa ku pisah! Hingga mama stress dan memilih mengakhiri hidup nya" tambah Aditya.


"Cukup Aditya! Kamu jangan sembarangan bicara! Aku tida pernah melakukan hal itu!" Bantah Maya.


Cih..


"Kau tidak bisa menipu ku lagi nyonya Maya! Aku bukan anak kecil lagi! Aku sudah mengetahui segala nya!"


"Tapi itu bohong ! Apa aku pernah menyakiti mu? Aku selalu memperlakukan mu selayak nya seperti anak ku sendiri " ucap Maya penuh emosi, dia mulai ketakutan kedok nya akan terbongkar.


"Nah, karena itu lah kau ku beri toleransi. Karena itulah aku membiarkan kalian berdua tinggal di rumah ku!" Balas Aditya menatap penuh benci pada Maya.


Sejak papa nya menjelaskan soal siapa Maya sebenarnya, saat itu lah Aditya mencari tahu siapa Maya sebenarnya. Apa yang wanita itu lakukan terhadap keluarganya.


Hingga Aditya tahu,Maya adalah seorang Pelakor yang merebut papa nya dari pelukan mama nya. Hingga membuat mama nya stress dan memilih bunuh diri.


Pertama kali mengetahui nya, Aditya merasa marah! Ingin sekali dia membunuh Maya saat itu juga. Tapi, semua itu tertahan karena Aditya mengingat bagaimana perlakuan Maya kepada dirinya.


Maya memperlakukan nya selayak nya dia adalah ibu kandung dari Aditya Dairon.

__ADS_1


Namun kini, Maya seakan menjadi jadi. Sehingga membuat Aditya geram, apalagi sikap Jasmin yang telahembuat calon bayi nya tiada.


"Meskipun aku bukan ibu kandung mu Aditya, tapi Jasmin, merupakan anak kandung dari mendiang papa mu! Dia memiliki hak atas warisan papa mu!" Kata Maya .


"Benar kak, kita saudara!" Sahut Jasmin.


"Cih, aku tidak yakin jika dia adalah darah daging papa!" Cibir Aditya.


"Terserah apapun yang kau katakan! Yang jelas, ada hak putri ku di dalam harta yang kau anggap milik mu itu!"


Aditya tidak bergeming, dia menatap malas pada ibu sambung nya itu.


"Ayo Jasmin, kita pergi!" Maya menarik tangan putrinya, lalu bergegas keluar dari sana.


Fyuuuu....


Aditya bernafas lega, akhirnya ibu tiri nya itu sudah pergi. Masalah Adsila belum selesai, masalah Maya malah mulai muncul lagi.


"Mangga? Kenapa aku malah keingat dengan mangga? "Gumam Aditya heran. Tiba-tiba saja dia teringat pada mangga muda, dan sekarang dia merasa sangat menginginkan mangga itu.


Cepat cepat Aditya menghubungi Rangga, dia sudah tidak sabar lagi.


"Hallo, Rangga!"


"Iya boss, ada apa?"


"Carikan aku mangga muda!"


"Huh???"


Aditya menjauhkan ponsel dari telinganya, suara terkejut Rangga hampir memecahkan gendang telinganya.


"Kenapa kau berteriak??" Hardik Aditya marah.


"Dan kenapa boss meminta mangga? Apa boss hamil?" Tanya balik Rangga


Deg.


"Apa kau gila? Aku bukan wanita murahan, yang hamil tanpa suami. Dan kau benar-benar bodoh! Aku pria bukan wanita. Sialan! Cepat Carikan aku mangga mu! 10 menit harus sudah ada!"


Klik.


Nafas Aditya tersengal sengal, emosinya begitu menggebuh gebuh di buat oleh anak buahnya satu itu.


"Hamil? Gila.. mana mungkin aku hamil. dasar Rangga bodoh!"


Aditya kembali duduk pada meja kerjanya, ia berusaha kembali fokus pada pekerjaan yang sempat tertunda.


"Mangga? Hamil??...." Aditya malah kembali kepikiran dengan ucapan Ranggam. Kalau di pikir pikir, dia menginginkan mangga muda, dan persis seperti orang mengidam.

__ADS_1


"Ah, mana mungkin. Ngidam kan hanya untuk orang hamil, dan itu wanita bukan pria" gumam Aditya mengusir kebingungan di pikiran nya.


__ADS_2