Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Pria Mesum??? (Hana)


__ADS_3

Setelah meeting, Rangga pergi ke restauran milik Aditya. Restauran Dairon Food.


"Permisi tuan, mau makan apa?" tanya pelayan menghampiri nya.


Rangga pun menoleh, dia menatap wajah pelayan wanita itu.


"Bolehkah saya pesan wanita yang ada di kasir itu melayani saya?"


"Huh?" Pelayan wanita itu jadi bingung.


"Maksud saya, saya ingin wanita yang ada di kasir itu yang melayani saya. Karena saya memiliki beberapa urusan dengan nya"


"Oh baik lah tuan" pelayan wanita itu segera pergi dari hadapan Rangga, lalu dia menghampiri wanita kasir yang tak lain dan tak bukan adalah Hana.


"Hana, pria di meja sudut sana memanggil mu" tunjuk pelayan wanita itu pada Rangga, namun Hana tidak melihat wajah pria itu. Karena posisi duduk Rangga membelakangi meja kasir.


"Siapa dia?" Tanya Hana.


pelayan wanita hanya mengidik kan bahu, dia juga tidak tahu siapa pria itu.


"Ya sudah,tolong panggilkan manager kita. Agar dia yang menggantikan aku di sini" ucap Hana.


"Seenak nya saja kamu menyuruh ku untuk mengerjakan tugas mu!" sahut seseorang.


"Eh Kak!!! " pekik Hana terkejut. Belum di panggil, tapi dia sudah berada di sini.


"Ada apa? Kenapa kau lagi lagi ingin menyusahkan aku hm?"


Hana tercengir, lalu menunjuk ke arah pria yang duduk di meja paling sudut.


"Dia, meminta ku untuk melayani nya"


"Siapa dia? Kenapa dia meminta hak itu?" tanya manager yang bernama Gladis. Usia nya lebih tua 3 tahun dari Hana .


"Oh astaga, segera lah layani dia Hana, ayo cepat!!" ucap Gladis mengetahui siapa pria itu.


Hana mengerut bingung, dia terkejut melihat sikap manager restauran.


"Siapa dia? kenapa kakak seperti ketakutan?"tanya Hana.


"Sudah sudah, jangan banyak bertanya. Pergila cepat, jangan sampai membuat kesalahan. "


Hana di dorong oleh Gladis, dia terpaksa pergi ke meja paling sudut untuk menemui Rangga.


"Selamat siang tuan, apa ada yang bisa sa-" kedua mata Hana membulat.


"Bapak! Kok bapak lagi sih! Kalau tahu bapak yang panggil saya, pasti akan saya tolak!" ucap Hana kesal.


Rangga mengerut, apa salah dirinya, sehingga gadis itu tiba-tiba merepet tidak jelas pada nya.


"Nona, ada apa dengan mu? ayo duduk lah dulu" Hana menepis tangan Rangga.


"Cepat katakan, apa yang bapak inginkan."ucap Hana ketus.


"Eh, begini kah cara melayani tamu?" Rangga tersenyum miring,dia memiliki ide untuk mengerjai gadis ini.


"Untuk tamu lain tidak, tapi untuk bapak iya"


"Sembarangan! di kira saya bapak bapak, eh saya masih muda tahu!" protes Rangga tidak terima di panggil bapak oleh Hana. Namun, gadis itu tidak peduli.

__ADS_1


"Mau bapak kek mau om om kek, saya tidak peduli. Cepat katakan, apa yang ingin anda pesan!"


"Saya memesan wanita kasir yang ada di depan saya ini" ucap Rangga santai.


Plak!!!!


Tampa di duga, tamparan keras mendarat di pipi Rangga. Membuat pria itu tercengang merasakan perih nya kulit pipi nya.


"Kurang ajar, kau pikir kau siapa ha! Berani nya kau berkata seperti itu pada ku!" Maki Hana emosi.


"What??" Rangga menatap nya kesal, dia juga melirik ke arah tamu tamu lain nya, mereka menatap aneh pada mereka.


"Kenapa? Apa tamparan ku itu belum cukup untuk menyadarkan anda dari ucapan kotor mu?"


Rangga sudah habis kesabaran, niat nya hanya bercanda tapi, gadis ini malah menggila.


Pria itu berdiri, mencengkram lengan Hana, lalu menyeretnya pergi ke ruangan manager.


"Eh, mau di bawa ke mana aku!!" Teriak Hana terus meronta meminta di lepaskan.


Gladis panik, dia langsung menghampiri Rangga dan Hana yang masuk ke dalam ruangan nya.


"Tuan, ada apa ini,m kenapa anda menyeret Hana?"


"Diam! Sebaik nya kamu diam dan pergi keluar! Ini urusan ku dengan wanita ini" tunjuk Rangga pada Hana.


"Heh kau gila, aku tidak akan mau berdua dengan mu di ruangan ini!"protes Hana. Dia mengikuti Gladis melangkah keluar.


Namun, Rangga menahan nya. Menarik tangan Hana masuk ke dalam.


Blam. Klik.


Pintu ruangan Gladis langsung tertutup rapat dan terkunci.


Kini, tinggal Hana dan Rangga saja yang berada di dalam ruangan itu.


Hana berjalan mundur, dia terlihat ketakutan melihat Rangga berjalan mendekati nya.


"Apa yang ingin kau lakukan tuan?"


Rangga tersenyum menyeringai, langkahnya semakin dekat dengan Hana.


Tap.


Tubuh Hana tertahan oleh meja kerja Gladies. Dia sudah tidak bisa bergerak lagi.


Rangga menyeringai, melihat ketidak berdayaan Hana.


"Sudah tidak bisa kabur?"ledek Rangga.


"Tuan, apa yang anda inginkan? Apa anda ingin melecehkan saya? Jangan tuan mohon jangan, tubuh ku krempeng, tidak ada bagus bagusnya. Dan juga ..Ada ..kurap nya, anda pasti menyesal"


Rangga menutup bibir nya, perut nya terasa di gelitik mendengar perkataan Hana. Dia tidak bermaksud apa apa, dia hanya ingin berkenalan dengan gadis itu.


"Bhahahaha......" Rangga memegangi perutnya, dia sampai berjongkok menahan tawa nya.


"Astaga....Kau memang lucu"


Dahi Hana mengerut, dia menatap Rangga aneh.

__ADS_1


Rangga berusaha menguasai dirinya, menghentikan tawa nya yang seakan akan tidak mau berhenti.


"Huufff...haaa..." Rangga menatap gadis itu dengan tatapan bersahabat. Dia juga sudah memberi jarak pada Hana.


"Nona, aku tidak pernah bermaksud seperti yang kamu katakan. Aku hanya berkenalan dengan mu, dan aku hanya ingin meminta maaf atas Waktu yang berbulan bulan lalu" jelas Rangga.


"Huh?" Hana melongo, dia merasa malu sendiri.


"Lalu, kenapa kau menarik ku ke sini?"


"Itu karena kau membuat ku gemas, jika aku terus berbicara dengan mu di luar, maka orang orang akan menatap aneh pada ku, apalagi mulut mu terus berucap seakan aku adalah pria cabul." Jelas Rangga


Hana merasa sangat malu, dia sudah salah prasangka pada Rangga. Karena kejadian waktu itu, Hana selalu emosi setiap melihat Rangga.


"Aku Rangga, maaf sudah membuat mu takut tadi" ucap Rangga sambil mengulurkan tangan.


Ragu ragu Hana menjabat tangan Rangga, dan menyebutkan nama nya.


"Aku Hana, dan kau sudah pasti tahu apa pekerjaan ku"


"Kau juga tentu nya" sahut Rangga sambil mengedipkan sebelah mata nya.


Deg.


Hana tertegun menatap mata Rangga, jantung nya berdegup kencang secara tiba-tiba.


"Hana, apa kau su-"


"Maaf tuan, saya harus kembali bekerja" pamit Hana berlalu cepat dari hadapan Rangga. Semakin lama dia berada di dalam ruangan itu, maka semakin kencang pula detak jantung nya.


"Eh! Aku." Rangga berbalik,dia tidak sempat menyelesaikan pertanyaan nya, Hana sudah membuka pintu dan berlari keluar.


"Yah, dia pergi!" Dengus Rangga.


___________________________________


Di dalam kamar nya, Adsila sedang menyusui putranya. Senyum bahagia tak lepas dari bibir nya.


Tuk!! Tuk!!


"Siapa?" Teriak Adsila pelan.


"Ini mama nak" sahut Ria.


"Masuk ma, gak di kunci kok" balas Adsila mempersilahkan mama angkat nya masuk ke dalam kamar nya.


Ria masuk, dia melihat Adsila baru saja selesai menyusui cucu nya.


"Apa dia sudah tidur?"


"Sudah ma" jawab Adsila.


Ria duduk sebelah Adsila, menatap wajah bayi mungil yang terlihat lelap tidurnya.


"Nak, apa kau sudah memiliki nama untuk bayi tampan mu ini?"


Adsila tersenyum, tentu dia sudah menyiapkan nama untuk putra kecil nya.


"Adit Prayuda"

__ADS_1


"Nama yang bagus, cocok untuk bayi tampan seperti nya"ujar Ria.


"Yah, dia sangat tampan seperti papa nya" batin Adsila. Dia masih mengingat, wajah Aditya ketika di parkir rumah sakit waktu itu.


__ADS_2