
Setelah memberikan kata sambutan, Aditya segera pergi dari sana, karena dia menyadari ponsel nya tidak dia bawa.
Pria itu melangkah keluar dari lift. Mata nya mengedar ke seluruh ruangan yang tampak sepi.
Tentu saja sepi, karena semua orang saat ini berada di lantai bawah, untuk memeriahkan pesta.
"Mama!"
Deg
Langkah kaki Aditya terhenti, dia segera berbalik ketika mendengar suara anak kecil di lantai 4.
Aditya berpikir itu hanya halusinasi nya saja, karena di dalam logika nya , tidak mungkin ada anak kecil di lantai ini. Semua orang pasti berada di bawah, bukan di sini.
Karena rasa penasaran nya yang kuat, Aditya tetap menyelusuri suara anak kecil itu. Dia melangkah pelan mendekati lorong yang terdapat belokan.
"Om!"
Aditya tercengang, dia menatap anak kecil yang sangat imut memanggil dirinya.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya Aditya.
Anak kecil itu tidak menjawab, dia malah duduk di lantai begitu saja.
"Aku capek, dari tadi nyariin mama" lirih nya.
Aditya berjalan mendekatinya, lalu menggendong anak kecil itu. Entah mengapa Aditya merasa hatinya menghangat ketika melihat balita ini.
Anak kecil itu pun menurut saja, dia tidak menolak ketika Aditya meraihnya dan menggendong nya.
"Mama kamu di mana?" tanya Aditya setelah menggendong nya.
"Mama tadi di pesta om, tapi aku gak tahu kenapa aku bisa ada di sini"
Aditya berniat ingin ke lantai 3, untuk membawa anak kecil ini kepada orang tuanya. Namun, Aditya harus ke ruangan kerja nya untuk mengambil ponsel nya.
Tadi, Aditya pikir ponsel nya tertinggal di lantai ini. Ternyata tidak, ponselnya tidak ada di ruangan meeting. Lantai 4 hanya di gunakan untuk meeting saja.
"Om mau ambil ponsel om dulu yah, apa kamu mau ikut? "
Anak kecil yang bernama Adit itu tampak diam, dia menatap Aditya cukup lama. Baru setelah itu dia mengangguk setuju.
"Om bakalan antar aku ke mama kan setelah itu?"tanya Adit bijak.
Aditya mengangguk pasti, tentu saja dia akan mengantar anak ini pada orang tuanya.
Aditya mengecup anak itu penuh kasih sayang, entah mengapa dia tiba-tiba ingin melakukan nya.
Cup.
"Om janji, bakalan antar kamu pada orang tua kamu"
__ADS_1
Adit langsung bersorak gembira, dia sangat senang bertemu dengan Aditya yang sangat baik.
Akhirnya, Aditya membawa anak kecil itu pergi bersama nya ke ruangan kerja nya.
Di dalam perjalanan, mereka terus berbincang. Aditya merasa balita ini sangat seru apabila di ajak bicara. Sungguh balita yang sangat bijak. Pikirnya.
"Nama kamu siapa?"tanya Aditya.
"Nama aku Adit om" jawab Adit lucu.
"Wah nama kita hampir sama yah, om nama nya Aditya"jelas Aditya.
Adit tidak menjawab, dia memeluk leher Aditya. Entah mengapa bocah imut itu nyaman memeluk pria yang sebenarnya asing di matanya.
Sedangkan di ruangan pesta, Adsila gelisah mencari keberadaan putranya. Dia mencari ke sana kemari, namun tidak di temukan.
"Kemana dia pergi? "
Adsila berlari keluar dari area pesta, dia berdiri di depan pintu masuk ke dalam ruangan pesta. Tak sengaja, Adsila melihat anak tangga menuju ke lantai atas.
"Apa Adit menaiki tangga itu?" Pikir Adsila, putra nya memang sangat suka menaiki anak tangga.
Secepat kilat, Adsila menaiki satu persatu anak tangga. Dia memanggil manggil nama putranya. Namun, tidak ada sahutan sama sekali.
"Adit!!! Sayang, ayo sini. Mama mau pulang loh"
Adsila sudah sampai di lantai 6, satu lantai di atas ruangan pesta. Nafas nya berderuh kencang. Adsila memegangi dinding sebagai penompang tubuh nya yang lelah.
Wanita itu mengedarkan pandangan matanya ke seluruh area lantai 6. Tidak ada tanda tanda keberadaan putranya di sana. Hal itu membuat hati nya semakin khawatir.
"Kemana putra ku? Kemana dia pergi?"
Cukup lama Adsila memeriksa lantai 6 itu. Dia membuka satu persatu ruangan yang ada di sana, dia pikir putranya sedang bersembunyi dari dirinya.
Ting.
Pintu lift terbuka, pandangan Adsila langsung tertuju ke sana.
Deg.
Mata Adsila melebar ketika melihat siapa yang ada di dalam lift itu.
Sama terkejutnya, Aditya juga terkejut melihat keberadaan wanita yang selama ini dia cari.
"Mama!" Panggil Adit.
Aditya semakin terkejut, dia menatap adit, kemudian beralih menatap Adsila yang berjalan cepat kearah mereka.
Adsila mengambil Adit dari dalam gendongan Aditya. Tatapan nya tajam, dia terlihat sangat membenci Aditya.
"Om, ini mama aku"ucap Adit memperkenalkan mama nya pada Aditya.
__ADS_1
Namun, Aditya tidak menghiraukan ucapan Adit. Dia hanya terfokus pada wanita yang kini memeluk erat balita yang tadi Adit gendong.
"Adit! Mama sudah bilang kan, jangan mau dekat sama orang yang tidak di kenal!" Omel Adsila.
Melihat mama nya yang marah, Adit tak berani lagi bersuara. Dia hanya memeluk mama nya erat.
Tak ada yang keluar dari mulut Aditya, dia masih syok melihat Adsila benar benar berdiri di hadapan nya.
Di dalam hati nya, Adsila benar benar takut. Apalagi ketika melihat putra nya di gendong oleh Aditya. Dia berpikir jika pria itu akan mengambil putranya dari sisi nya.
Adsila berbalik, dia ingin segera pergi dari sana. Meninggalkan pria yang masih terdiam membisu.
"Apa dia putra ku?" Satu kalimat yang meluncur dari mulut Aditya, tapi mampu membuat ketakutan semakin besar di dalam hati Adsila.
"Tidak! Dia bukan anak mu . Apa kau lupa? Anak mu sudah keguguran!"balas Adsila cepat, tangan nya semakin erat memeluk putranya.
Aditya dapat melihat gerak gerik Adsila, dia tahu wanita itu sedang ketakutan sekarang.
Adsila hendak segera pergi, dia sudah tidak tahan lagi jika berlama lama berdekatan dengan Aditya. Bisa bisa semuanya akan terbongkar nanti.
"Adsila, apa kau sudah bahagia pergi dari ku? Apa kau tidak merindukan aku? Apa kau sudah melupakan aku?" ucap Aditya mengiring langkah kaki Adsila yang semakin terasa berat.
"Maaf Aditya, jika aku memberitahu mu Sebenarnya, pasti kau akan mengambil Adit dari sisi ku. Dan aku tidak bisa, aku tidak akan membiarkan putra ku di celakai lagi oleh keluarga mu" batin Adsila, tangan nya semakin erat memeluk putranya ketika dia melangkah menuruni anak tangga.
Sesampainya di lantai 5, Bobi dan Ria menghampiri nya. Mereka terlihat sangat khawatir pada Adsila dan juga putranya.
"Adsila" panggil Bobi.
Adsila menoleh, dia hampir menangis, namun wanita itu berusaha untuk menahan nya. Dia tidak ingin Bobi dan Ria tahu yang sebenarnya. bukan tidak mau, tapi belum saat nya bagi mereka mengetahui ini.
"Aku mau pulang kak, ma."
Ria dan Bobi saling melempar pandangan, lalu Ria mendekati Adsila.
"Nak, apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat ketakutan seperti itu hm?"
Adsila menggeleng, di semakin memeluk erat putranya.
"aku tidak apa apa ma, aku hanya tidak enak badan" jawab Adsila singkat.
Bobi memegang lengan mama nya, membuat Ria menoleh kearahnya. lalu, Bobi memberi isyarat agar mama nya setuju dengan permintaan Adsila.
"baiklah nak, kita pulang sekarang. "
Akhirnya mereka segera pulang, pergi dari tempat yang membuat Adsila hampir mati berdiri di buatnya.
Bagaimana tidak, putranya hilang, dan tiba-tiba saja sudah bersama dengan mantan majikan nya. Tentu saja hal itu membuat Adsila merasa sangat ketakutan.
Sedangkan dari lantai 6, Aditya melihat segalanya. Dia memperhatikan Adsila pergi bersama Bobi.
Saat itu, Aditya tahu siapa wanita yang ada di layar ponsel Bobi waktu itu.
__ADS_1
Ada dua hal yang ada di benak Aditya saat ini. Apakah balita imut itu adalah anak Adsila dan Bobi? atau bayi itu adalah putranya.