
Peringatan hari besar Dairon Group. Lantai 2 gedung perusahaan, di jadikan sebagai tempat pesta. Terlihat sudah banyak tamu yang berdatangan.
Setiap tamu, di wajibkan untuk membawa pasang mereka. Sesuai dengan tema kali ini, yaitu tema cinta. Romantis, dan kehangatan suatu hubungan.
Aditya berdiri di lantai 4, dia menatap tajam ke arah bawah ruangan pesta. Sejak tadi, mata pria ini menatap tajam setiap pintu ruangan terbuka. Entah siapa yang dia cari dan tunggu.
Tamu sudah hampir datang semua, namun CEO dari Dairon grup masih belum muncul.
"Boss"
Aditya menoleh, melihat Bian dan Rangga masuk ke dalam ruangan nya.
"Ada apa? Kenapa kalian berada di ruangan ku?"
"Tamu sedang menunggu anda, kini saat nya acara di mulai boss" peringat Bian.
Rangga mengangguk setuju, dia dan kekasihnya Hana juga ikut berdiri di samping Bian.
Sejak tadi, Bian hanya mengerut tak jelas. Seperti nya, ada yang tidak beres dengan pria satu ini.
"Kalian pergi kah dulu, aku akan segera menyusul" seru Aditya.
Bian ,Rangga dan Hana mengangguk mengerti, lalu mereka bergegas keluar dari ruangan Aditya setelah memberi hormat.
Hufff haaa...
Setelah anak buah nya keluar, Aditya menghembuskan nafas gusar.
"Apa yang aku harap kan? Kenapa aku merasa akan bertemu dengan mu Adsila?"gumam nya dalam hati.
Sudah 3 tahun lama nya, dia mencari Adsila. Bermain kucing kucingan selama itu. Dan kesal nya, Aditya terlihat bodoh karena tidak bisa menemukan gadis itu. Padahal dia sangat berkuasa.
Entah Adsila yang sangat pintar bersembunyi, atau memang Tuhan belum memberi mereka waktu untuk bertemu.
* * *
Di rumah besar milik keluarga Malay, Adsila dan Bobi kembali berseteru.
Setelah kejadian di ruangan kerja Bobi, mereka kembali ke sikap seperti semula. Tidak ada rasa canggung atau tidak enak hati. Hal ini bisa terjadi, karena memang Bobi adalah tipe cowo yang pintar mengembalikan suasana.
"Aduh Adsila! Kamu kok belum siap juga sih?" Omel Ria. Dia heran melihat anak angkat nya ini masih belum memakai pakaian nya.
Adsila sibuk menatap satu persatu gaun yang kemarin dia beli bersama Bobi.
"Ini salah Bobi ma, dia yang salah!"
"Lah kok aku sih!" bantah Bobi tidak terima jika dirinya di salahkan. Dia berdiri di hadapan Adsila, dengan tatapan menantang.
__ADS_1
Tentu saja, Adsila tidak akan mau mengalah. Dia malah menantang Bobi juga.
"Memang kakak yang membelikan aku 4 gaun itu. Coba saja cuma beli 1 pasti aku tidak akan kesulitan dalam memilih!"
"Lah, tanda aku baik. Makanya aku membelikan mu gaun banyak!"
"Tapi ini membuat ku kesulitan memilihnya. Aku kan jadi bingung ingin memakai yang mana!"
Ria merasa pusing, dia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
"Kenapa aku punya anak seperti kalian" lenguh Ria sempoyongan mencari sandaran.
"Oma, mama dan papa selalu bertengkar sepelti ini, coba deh pate baju yang senada"ujar Adit dengan gaya comel nya.
Bobi dan Adsila berhenti berdebat, keduanya menoleh pada Adit secara bersamaan.
"Adit, kamu jangan ikut campur!"seru Adsila dan Bobi bersamaan.
"Ihh Selemm..." Kekeh Adit menertawakan mereka.
"Sudah sudah, Adsila, kamu pakai gaun ini aja, warna abu abu ini coco sama kulit kamu. Pasti kamu akan terlihat bersinar di sana nanti" kata Ria.
"Na, papa pate yang itu" tunjuk Adit pada kemeja dan jas Bobi yang berwarna senada dengan gaun Adsila.
"Cucu Oma sangat pintar" ucap Ria mencium gemas cucu nya.
Bukan hanya Bobi dan Adsila saja Ria dan Adit juga memakai pakaian yang senada.
Mereka pergi ke pesta bersama sama, Adsila tidak tahu jika pesta ini di adakan di perusahaan Aditya. Dia hanya tahu, jika perusahaan teman bobi mengadakan pesta dan membuat tema cinta. Karena Bobi mengajak semua orang, jadi dia harus ikut.
Mereka tiba di lokasi pesta, Bobi menggendong Adit . Sementara Adsila berjalan di samping Bobi dan juga Ria.
"Wahh banyak sekali makanan nya" decak Adit girang, dia sangat suka dengan pesta dan makanan pesta yang sangat banyak. Adit suka kue kue yang manis.
"Ih kamu kok lihat kue kue nya! "sangga Adsila agar anak nya tidak membuat kekacauan.
"Atu cuma lihat caja ma"sahut Adit merajuk.
Ria tersenyum, ibu dan anak ini selalu saja ribut.
Mereka masuk ke dalam pesta, mencari meja kosong untuk mereka tempati.
Baru saja duduk di meja, semua orang langsung berdiri dan bertepuk tangan. CEO Dairon grup masuk ke dalam ruangan pesta.
Prok!! Prok!!
Semua orang bersorak ketika melihat Aditya masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
Adsila sibuk menenangkan Adit yang sangat rewel. Mendadak balita imut itu merajuk dan banyak tingkah.
Ting Ting....
Rangga memukul pelan gelas meminta perhatian semua orang.
"Perhatian seluruh nya, selamat datang dan selamat menikmati hidangan yang telah di sediakan. Kami keluarga besar Dairon Group, mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah menyempatkan hadir."Rangga membuka acara.
"Kepada Mr Dairon, kita persilahkan untuk maju ke depan." ucap Rangga memanggil Aditya untuk memberikan kata sambutan selaku CEO Dairon Group.
Di dalam kerumunan, Adsila mencari putranya. Dia tidak sempat mendengar host yang membuka acara dan juga Aditya yang sedang memberikan kata sambutan.
"Adit!!" Panggil Adsila, dia mengejar putranya yang berlari ke sembarangan arah.
Ria terkekeh melihat tingkah cucu nya, dia teringat bagaimana Bobi sewaktu kecil dulu.
"Hei, kamu gak boleh lari lari Adit! Nanti di tabrak orang baru tahu"peringat Adsila, dia berhasil menangkap putranya, lalu menggendong nya kembali ke meja.
Acara pesta telah di mulai, Ria sibuk berbicara dengan teman teman lama nya yang juga kebetulan hadir.
Sedangkan Bobi, dia permisi pada Adsila untuk berbincang bincang dengan CEO perusahaan lain.
Adsila dan Adit duduk di meja, wanita itu tampak was was, jika nanti putranya kembali kabur dari dirinya.
"Sayang, kamu gak papa kan aku tinggal?" Kata Bobi.
Adsila mengguk, dia tidak masalah berdua sama Adit di meja.
"Gak papa kak, Kaka lanjut aja sama teman teman kakka, aku temani Adit di sini" balas Adsila tersenyum.
Bobi membalas dengan senyuman, lalu dia pergi menghampiri rekan rekan bisnis nya yang juga hadir di sini.
Acara pesta seperti ini, sangat bagus bagi pengusaha pengusaha untuk saling bertemu. Bukan hanya sekedar menikmati acara, tapi mereka yang hadir berkesempatan untuk mengenal banyak pembisnis besar yang menghadiri acara ini.
Adsila mengambil segelas minuman untuk putranya, tadi ketika makan kuem Adit tersedak. Makanya Adsila buru buru ke meja hidangan minuman, untuk mengambilkan putranya minum.
Ketika kembali ke meja untuk memberikan minum pada putranya, Adsila tak lagi menemukan Adit di sana.
"Loh, kemana anak nakal itu?" Gumam nya sembari mengedarkan pandangan nya ke segala arah.
Banyak nya tamu yang hadir, tentu akan membuat Adsila kesulitan mencari putranya yang mungil.
"Adit!! Sayang, di mana kamu???"
Adsila menyusuri seluruh area pesta, mencari cari putranya yang tidak terlihat di mana pun.
"Huh, kemana bocah nakal itu!" Geram nya.
__ADS_1