Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Ruangan Apa Itu?


__ADS_3

Di dalam ruangan gelap, ada banyak barang barang berserakan di sana.


Ada seorang wanita yang masih terkurung di dalam nya. Dia meringkuk sendirian menahan ketakutan.


Sudah berhari hari dia terkurung di dalam sana, namun tidak ada satupun yang mau melihatnya.


Weira, gadis cantik yang awal nya menjadi model. Kini, akibat dari ulah nya yang sudah menyakiti Adsila. Dia di kurung oleh Aditya di dalam sebuah ruangan. Beruntung, Aditya masih berbaik hati untuk memberinya makan dan minum.


"Tolong aku...Siapa saja tolong aku" lirihnya hampir tidak terdengar.


Dari luar, seorang penjaga dengan tegap berdiri di depan pintu ruangan. Dia tidak akan beranjak, kecuali ketika makan dan memberi tahanan makan.


"Adit, kemana bola nya!!" Teriak Adsila mencari cari bola Adit yang terlempar jauh. Entah kemana bola itu pergi.


Adsila terus mencari nya, masuk ke dalam sebuah lorong yang dirinya tidak pernah tahu.


"Sejak kapan di rumah ini ada lorong?" Gumam Adsila heran. Dia terus masuk ke dalam dan dia melihat ada seorang pria tegap dan terlihat menyeramkan berdiri di depan pintu.


"Ruangan apa ini? Mengapa di jaga seperti itu?"


Adsila hendak melangkah maju, tapi suara panggilan dari putranya. Membuat dirinya kembali mundur dan berbalik.


Adsila mendekati putranya yang sudah menemukan bola.


"Mama, ini bolanya. Aku sudah menemukan nya"


"Oh baguslah sayang" ucap Adsila berusaha tersenyum di depan Adit. Padahal, di dalam pikiran nya, Adsila memikirkan tentang ruangan itu.


"Apa sebenarnya yang di sembunyikan di dalam sana? Mengapa tempat itu di jaga?"


Adsila membawa putra nya kembali ke ruangan tengah, menemani putra nya bermain. Sesekali Adsila kembali menoleh ke belakang, melihat sudut rumah yang terlihat tidak ada apa apa. Namun, ketika di dekati. Di sana ada sebuah lorong yang mengantarkan mereka ke sebuah ruangan.


Malam hari nya, sesuai yang sudah Adsila dan Hana kesepakati. Mereka pergi secara diam diam masuk ke dalam lorong. Melihat penjaga yang tiada mengantuk menjaganya.


Saat ini pukul 11.30 malam. Penjaga tadi sudah bertukar dengan penjaga lain. Mungkin dia yang jaga malam. Pikir Adsila dan Hana.


Kedua wanita itu bersembunyi sambil mengintip penjaga itu. Mereka memikirkan bagaimana cara untuk melumpuhkan penjaga dan melihat apa yang ada di dalam sana.


"Bagaimana Adsila? Penjaga itu terlihat tidak mengantuk!" gumam Hana pada Adsila yang juga bingung.


Tuk. Tuk.


Adsila dan Hana terkejut mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat pada lorong tempat mereka bersembunyi.

__ADS_1


"Astaga Adsila, ada orang datang. Ayo kita sembunyi dari sini" ucap Hana menarik tangan Adsila, mereka berlari tanpa suara ke tempat yang lebih tertutup.


Beruntung lorong itu memiliki dinding dan perabotan yang cukup menguntungkan bagi Adsila dan Hana.


Hana menahan nafas, begitu juga dengan Adsila. Jantung mereka berdetak sangat cepat, ketika mendengar suara langkah semakin mendekat.


Langkah kaki itu terus berjalan cepat, Adsila dapat melihatnya. Namun, dia tidak melihat siapa orang itu. Dia hanya melihat kakinya saja.


"Itu kaki seorang pria. Apa mungkin Bian?"tebak Adsila di dalam hati.


"Boss!" Hormat penjaga ketika melihat boss nya datang.


"Bagaimana, apa dia masih melawan?"tanya Aditya.


Yah, itu adalah suara Aditya. Dia lah yang datang menghampiri penjaga nya. Memastika Weira masih dalam gudang itu.


"Tidak boss, dia hanya pasrah dan menangis meminta tolong"


"Bagus, jaga terus dan jangan sampai ada yang tahu!" Titah Aditya.


Adsila dan Hana terkejut, mereka mengenali suara itu.


"Dia bukan Bian!" Gumam Adsila. Karena keterkejutan nya, Adsila tanpa sengaja mendorong guci yang menjadi perlindung dirinya.


Prank!


"Adsila?" Gumam Aditya.


"Hehehe...Tuan" cengir Hana. Dia membantu Adsila berdiri, kemudian beranjak mendekati Aditya.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Aditya tegas. Dia menatap istrinya yang menatap pintu ruangan penyekapan Weira.


"Kami hanya penasaran dengan ruangan itu!" Jawab Adsila sambil menunjuk ke pintu ruangan.


"Tidak ada apa apa di sini!" Kila Aditya berbohong. Dia tidak ingin Adsila tahu, jika dirinya menyekap Weira.


"Tapi aku mau melihat isinya!"ucap Adsila keras kepala.


"Benar, kalau tidak ada apa apa. Mengapa ruangan ini di jaga?" Timpal Hana.


"Sudah lah, kalian kembali lah kebkamar" alih Aditya, dia mendorong istri nya dan menarik Hana pergi dari sana.


Namun Adsila menepisnya, dia tetap ingin melihat isi ruangan itu.

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi kemana mana, kecuali setelah melihat ruangan ini!" Tegas Adsila.


Aditya menyapu wajahnya kasar dengan telapak tangan nya. Adsila benar benar keras kepala dan kepo.


"Bagaimana dia bisa menemukan ruangan ini" gerutu Aditya di dalam hati.


"Ok fine, aku akan bilang sama kamu. Di dalam sana ada apa" ucap Aditya pasrahm dia akan memberitahu semuanya.


"Bagus!" Seru Hana. Dia langsung mendapat pelototan dari Aditya.


"Hehe.." balas Hana tercengir


"Di dalam sana ada Weira, wanita yang sudah menyebabkan kamu di culik oleh Maya. Dia juga yang menyebabkan kamu salah paham. Jadi aku memberinya pelajaran dengan mengurung dia di dalam ruangan , Tampa ada cahaya sedikit pun!" Jelas Aditya.


Adsila dan Hana saling melempar pandang. Mereka tidak percaya mendengar cerita Aditya. Ternya pria ini bisa kejam juga.


"Apa kau yakin itu dia?"tanya Adsila menyelidiki.


Aditya mengangguk, tentu saja dia yakin. Karena Weira sendiri yang datang ke rumah ini.


"Aku mau lihat!" Ucap Adsila.


"Tidak boleh," tolak Aditya tegas.


Adsila melebarkan matanya, kenapa bisa suaminya membentak dirinya dan bahkan menolak permintaan nya.


"Apa kamu mulai tidak menyayangi ku? Kamu membentak ku?"


Aditya mulai panik, dia menyesal telah kelepasan. Tapi, dia tidak berniat untuk melakukan hal itu.


"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu" sesal Aditya.


Hana merasakan kodean tangan Adsila, dia mengerti dan langsung mengompori Adsila.


"Jika benar sayang dan tidak sengaja membentak. Mengapa adasila tidak boleh melihatnya" cibir Hana.


Adsila menatap suaminya, matanya sudah berkaca kaca. Hana sempat terkejut melihat nya, Adsila benar benar jago akting.


"Kamu memang gak sayang sama aku" seketika tangis Adsila langsung pecah, membuat Aditya tidak tahan melihatnya.


"Ok fine, penjaga buka!"titah Aditya.


Adsila dan Hana langsung bersorak senang di dalam hati. Akhirnya rasa penasaran mereka akan terpenuhi.

__ADS_1


Penjaga pun langsung bergerak membuka kunci pintu. Dia membuka pintu dan menghidupkan lampu ruangan itu.


"Hah, tidak masalah. Jika Adsila mengetahui Weira berada di dalam sana." Gumam Aditya di dalam hati. Dia sudah pasrah, apapun yang akan terjadi maka terjadi lah. yang terpenting bagi nya saat ini. dia dan Adsila sudah kembali bersama. mereka sudah bahagia dan tenang. meskipun masih ada Maya dan Jasmin yang mengganggunya.


__ADS_2