
Di siang hari, Adsila terpaksa pergi ke mall. Susu Adit sudah habis, jadi dia harus pergi membelinya.
Kebetulan, saat itu Adit tidak tidur siang. Jadi, Adsila membawa Adit pergi bersama nya.
"Eh kak, baru pulang?" Sapa Adsila, dia berpapasan dengan Bobi yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Raut wajah Bobi terlihat tidak baik baik saja.
"Papa Obi, kenapa?"tanya Adit.
Bobi tersenyum, menghilangkan raut wajah tidak mengenakkan itu. Dia menatap Adit dan Adsila secara bergantian.
"Kalian mau kemana?"tanya nya.
"Mau ke mall, mama mau beliin susu buat aku"jawab Adit.
Bobi melirik pada Adsila, mencari kebenaran ucapan Adit.
"Iya kak, aku baru ingat kalau susu Adit sudah habis"jelas Adsila.
"Kenapa gak bilang aku aja? "
Adsila tersenyum, dia tidak mau merepotkan Bobi lagi. Sudah lah hidupnya yang Bobi tanggung, hingga membeli susu Adit pun dia menyuruh Bobi.
"Gak papa kak, aku mau sekalian ajak Adit jalan"
"Kalau begitu, aku antar"
Lagi lagi Adsila menggeleng.
"Kakak pasti capek, sebaik nya kakak istirahat saja. Aku sama Adit pergi dulu" pamit Adsila.
"Dada papa..." ucap Adit sambil melambaikan tangan nya.
Bobi tidak bisa melakukan apa apa, dia tidak mungkin memaksa Adsila.
"Kenapa kamu semakin menjauhi aku Adsila " lirih Bobi sedih, dia menatap kepergian Adsila dengan tatapan kecewa.
Adsila berangkat menggunakan mobil pribadi yang Bobi berikan kepadanya. Karena Adsila tidak bisa mengemudi, jadi Adsila menyuruh supir mama ria untuk mengantar mereka.
Sebenarnya Adsila lebih suka naik bus umum saja, dia tidak mau membiasakan Adit bermewah mewah.
Namun, karena cuaca nya sedang tidak baik, dia terpaksa menggunakan mobil pribadi.
"Mama, kok naik mobil?" tanya Adit heran. Biasanya mama nya tidak mau menggunakan mobil jika pergi keluar, dan Adit juga sudah terbiasa dengan hal itu.
"Cuaca nya lagi, tidak bagus sayang. Mama gak mau kamu sakit nanti"jelas Adsila.
Selama 30 menit perjalanan, akhirnya mobil yang membawa Adit dan Adsila tiba di sebuah mall besar di kotanya.
Adit meminta di turunkan, dia tidak mau di gendong saat di dalam mall.
__ADS_1
"Sayang, jangan lari lari yah" peringat Adsila, dia mengikuti putranya dari belakang.
"Baik ma!" Jawab Adit.
Dia anak yang manis, penurut. Adsila merasa beruntung memiliki putra seperti Adit, dia tidak pernah merasa di susahkan oleh putranya.
"Sayang ayo sini" Adsila memegangi tangan mungil putranya, lalu mengajak nya masuk ke dalam toko susu bayi dan balita.
"Mama beli susu yang rasanya kaya kemarin yah"ucap Adit.
Dahi Adsila mengerut, susu rasa apa yang kemarin putranya minum. Setahu Adsila dia selalu membeli susu rasa vanilla.
"Biasanya kan mama ngasih susu ini sama Adit" Adsila menunjukkan kotak susu yang biasa dia beli.
Adit menggeleng, susu yang dia maksud bukan itu. Mata kecil nya langsung menjamah rak susu yang ada di dekat nya.
"Mama...Aku mau yang itu, susu yang papa Aditya belikan"
Adsila mengikuti arah tunjuk tangan Adit, dahi nya mengerut. Sejak kapan Aditya memberinya susu.
Adsila mengambil sekotak susu rasa madu, merek yang sama dengan yang biasa dia beli, namun rasanya saja yang berbeda.
"Kapan om Aditya ngasih Adit susu?" Tanya Adsila menyelidiki.
"Umm..."Adit mulai mengingatnya.
"Waktu kita di ajak ke cafe, papa membelikan Adit cucu enak. Kotaknya kaya itu, tapi udah bisa langsung di minum"jelas Adit dengan gaya bahasa dan logat lucu nya.
Adsila juga mengingat moments itu, tapi dia tidak melihat kapan Aditya memberikan putranya susu.
"Iya sayang, mama bayar dulu yah!"
Adsila membawa 2 kotak susu rasa madu, lalu mengambil susu yang sudah siap di minum untuk langsung Adit minum.
Setelah melakukan proses pembayaran, Adsila membawa Adit ke Timezone. Putranya terlihat sangat senang.
"Papa!?!" Adit bersorak gembira, dia melihat Aditya tengah berjalan di sekitar permainan yang Adit inginkan.
Mendengar sorakan putranya, Adsila mengedarkan pandangan matanya. Mencari keberadaan Aditya.
Benar saja, di sana Aditya tengah berdiri dengan tatapan lurus ke depan.
"Apa dia melamun?" Gumam Adsila.
"Papa!!" Adit berlari kearah Aditya, memeluk kaki pria itu.
Benar saja, pria itu sedang melamun. Terlihat ketika Adit memeluknya, pria itu tersentak kaget.
"Eh anak papa, kamu di sini juga???" ucap Aditya kaget, dia langsung menggendong putranya.
"Aku sama mama" ucap Adit menunjuk kearah Adsila yang berjalan pelan kearah mereka.
__ADS_1
Aditya tersenyum pada Adsila, dia sangat bahagia bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai.
"Tuan, turunin Adit. Jangan biasakan di gendong terus"tegur Adsila.
"Gak papa, aku malah suka"sahut Aditya. Dia membawa Adit masuk ke dalam permainan mobil balap.
"Ayo kita naik ini"ajak Aditya
Adit bersorak kegirangan, dia turun dari gendongan Aditya, lalu menarik mama nya untuk ikut naik bersama mereka.
"Ayo ma naik juga!"ajak Adit.
"Gak sayang, kamu sama om itu aja"tolak Adsila.
"Gak mau, Adit mau kaya mereka"rajut Adit menunjuk pada keluarga bahagia yang tengah tertawa bersama di dalam mobil, yang muat 3 orang.
Hati Aditya tersentuh, dia merasakan kesedihan yang di alami oleh putra nya.
"Ikut saja!" Tegas Aditya.
Adsila ingin menolak, tapi dia juga kasihan pada putranya. Akhirnya Adsila pun mengangguk setuju.
"Yeeee..."
Mereka bertiga menaiki mobil mobilan itu. Duduk bersama dengan Adit diantara keduanya.
Adit terlihat sangat bahagia, dia tidak henti hentinya tertawa.
Melihat putranya tertawa, Adsila pun ikut tertawa. Bahkan ketika Aditya memeluk putranya, dia pun ikut dipeluk. Dan, dia tidak marah. Malahan hatinya terasa menghangat.
"Aku masih menunggu mu Adsila" bisik Aditya.
Deg.
Jantung Adsila langsung berdetak sangat cepat. Ekspresi wajah nya langsung berubah.
Apa yang di ucapkan oleh Aditya barusan, membuat segalanya berubah.
"Mama...Papa...I Love Yo!" teriak Adit, dia mengucup pipi kiri dan kanan Adsila lalu di lanjutkan pada Aditya.
"I love you too" jawab Aditya dan Adsila secara bersamaan.
"Hahaha..." Adit menutup mulutnya, dia merasa sangat senang melihat mama dan papanya kompak seperti itu.
walaupun sebenarnya Adit tidak tau jika Aditya adalah papa kandung nya. Dia hanya tahu, papa nya kerja jauh, sehingga tidak bisa bersama dengan nya dan juga mama nya
Namun, Adit merasa papa nya adalah Aditya. Bahkan dia merasa lebih nyaman bersama Aditya di bandingkan dengan Bobi.
Setelah bermain mobil mobilan, Adit mengajak mama dan papa nya makan eskrim bersama. Seperti impian nya sejak dulu.
...----------------...
__ADS_1
Adit, semoga kamu selalu berbahagia. Semoga tuhan memberikan mu kekuatan untuk menyatukan kedua orang tua mu.😘
yuk yang sayang Adit, tinggalin jejak nya di kolom komentar, dan beri jempol nya juga yah!!!