Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Kembali Lah Bersama Ku


__ADS_3

"Adsila!"


Aditya berlari mengejar Adsila yang berjalan keluar bersama Titi, Lena dan juga Adit


"Papa" lirih Adit senang.


Aditya tersenyum pada Adit, kemudian menatap Adsila dengan tatapan sulit di artikan.


"Ada apa tuan Aditya, mengapa anda memanggil Adsila?" tanya Titi.


Aditya berdiri di depan Adsila, dia menatap Lena dan Titi sebentar. Kemudian dia menatap lekat wajah Adsila.


"Adsila, tidak bisakah kalian tetap di sini?"


"Maaf Tuan, kami memiliki rumah. Kami tidak bisa berada di sini, kami bukan kah siapa siapa!" tolak Lena. Dia sangat tidak setuju jika kakak nya bersama dengan pria yang selalu membahayakan kakak nya.


Aditya menghiraukan ucapan Lena, mata nya tetap menatap lekat Adsila yang juga menatap dirinya.


"Kak ayo!" ajak Lena.


Namun, Adsila tetap berdiri di tempat. Raut wajah nya datar, entah apa yang sedang wanita itu pikirkan.


Lena menyentuh bahu kakak nya, membuat kakak nya tersentak dari lamunannya.


"Ayo kak, kita harus segera pergi!" ucap Lena mengingatkan.


Adsila tersenyum menoleh pada adik nya, kemudian dia kembali menatap Aditya dengan senyum manis itu.


Hidup ku sudah terlanjur kacau, aku tidak akan menerima nya begitu saja.


Adsila melangkah satu langkah maju ke hadapan Aditya.


"Benar apa yang Lena katakan, kami tidak memiliki alasan untuk tinggal di sini" ujar Adsila santai.


Lena tersenyum, dia pikir kakak nya akan menolak permintaan pria itu.


Sedangkan Titi, dia mengerutkan dahi nya. Mencoba untuk menelaah apa yang baru saja Adsila ucapkan.


"Kalau begitu, mari kita buat sebuah hubungan " balas Aditya.


Lagi dan lagi, Adsila menggeleng dengan senyuman.


"Maaf tuan, aku tidak mau menjadi yang kedua. Mungkin dengan orang lain saja" tolak Adsila.


"Kedua?" beo nya.


"Yah, bukan kah anda sudah memiliki seorang wanita cantik itu. Lalu, buat apa lagi anda membuat hubungan dengan ku?" Adsila menjeda ucapan nya. Dia mengusap wajah putranya sayang.


"Jika soal putra kecil ku ini, Anda bisa menemuinya kapan saja" sambung nya.


Titi masih mendengar dan melihat apa yang keponakan nya lakukan. Dia merasa ada yang berubah dari keponakan nya ini.


"Tidak Adsila, aku tidak bersama wanita itu. Semenjak kamu pergi, aku hanya memikirkan kamu. Aku tidak mencintai nya, tapi aku mencintai kamu!"


Aditya menarik Adsila, kemudian memeluk nya erat.


"Aku sangat mencintai mu Adsila, aku tidak tahu entah kapan aku bisa mengungkapkan pada mu. Tapi sekarang aku akan mengatakan nya. Aku mencintai mu Adsila!"


Deg.


Detak jantung Adsila berdetak tidak karuan, ungkapan perasaan Aditya membuat Adsila linglung.

__ADS_1


Benarkah ini? cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan?. Apa ini mimpi??


Adsila mampu merasakan detak jantung Aditya saat memeluknya. Cepat cepat wanita itu melepaskan pelukan Aditya, Agar detak jantung nya tidak bisa di rasakan oleh Aditya.


"Maaf tuan, ada Adit. Tolong jaga sikap" peringat Adsila.


Tidak tahan melihat semua ini, Lena menarik tangan kakak nya.


"Kak!"


Adsila menatap Lena, dia tersenyum lembut. Adsila tahu, adik nya melarang Aditya mendekati dirinya karena takut mereka memiliki banyak musuh nantinya.


Setelah menepuk pundak adik nya, Adsila kembali menatap Aditya.


"Jika tuan mencintai ku, maka nikahi aku! " ucap Adsila dengan senyum menantang.


Titi dan Lena tentu saja sangat terkejut mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Adsila.


"Yehh...Mama dan papa akan tinggal bersama!!!" sorak Adit girang.


Bocah kecil itu memang tidak tahu maksudnya apa, tapi dia senang mama nya dan pria yang dia panggil dengan sebutan Papa itu, tinggal bersama.


Tanpa berpikir dua kali, Aditya menyetujui permintaan Adsila. Dia sangat mencintai wanita ini, dia akan menjaga wanita ini dengan seluruh jiwanya.


"Kak! aku sudah katakan. Aku tidak mau kakak bersama nya!" sela Lena.


"Mengapa kamu tidak suka? aku akan menjaga kalian!" balas Aditya.


Lena menatap sinis Aditya, dia sangat membenci pria itu karena semua masalah berasal dari dirinya.


"Kau lihat apa yang baru saja kakak ku alami? bahkan kau tidak mengetahui nya! apa itu yang di sebuah menjaga??"


"Lena! jaga ucapan mu!" peringat Adsila


"Maafkan sikap adik ku tuan" sesal Adsila.


"Tidak masalah" Aditya menunduk, dia menarik nafas dalam.


"Kamu benar Lena,aku memang tidak becus menjaga kakak mu. Tapi, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi. Aku akan menjaganya dengan baik!"


"Baiklah tuan, kami akan memberi mu kesempatan!" sahut Titi angkat bicara.


Lena semakin kesal, dia tidak bisa berkutik lagi.


"Terserah!" dengus nya, dia berlari keluar dari rumah Aditya.


"Lena!! " teriak Adsila hendak mengejar adik nya. Namun, Titi menahan lengan nya.


"Lena biar bibi urus"


"Baiklah bi" pasrah Adsila. Dia merasa bersalah pada adik nya, namun dia juga tidak bisa membohongi perasaan nya. Adsila juga mencintai majikan nya.


"Bagaimana Adsila? apa kita akan menikah besok?" tanya Aditya menunggu kepastian.


Pria itu menatap wanita pujaan nya dengan tatapan penuh harap. Hingga Adsila mengangguk pelan, dia menerima kamar Aditya.


"Yeay!!!!!"


Secara spontan Aditya memeluk tubuh ramping Adsila. Wanita itu tampak pasrah, dia juga sangat merindukan pria ini.


"Mama, papa!! aku mau peluk juga!!." rengek Aditya menarik narik tangan Adsila dan Aditya.

__ADS_1


Akhirnya keputusan itu pun tersebar luas. Aditya akan menikah 2 hari lagi.


Segala sesuatu keperluan di tangani oleh Rangga dan juga Bian.


Soal Lena, Titi sudah menjelaskan pada wanita remaja itu. Dia berusaha untuk membuat nya mengerti.


Karena Lena bukan kah wanita yang keras kepala, dia akhirnya memilih untuk mengerti.


Dalam waktu singkat,semua acara sudah di persiapkan dengan mantap.


Adit tampak senang,dia suka acara pesta. Apalagi yang pesta mama dan papa nya.


Soal Weira, wanita itu masih di kurung oleh Aditya di dalam ruangan di sudut rumah nya. Tanpa sepengetahuan Adsila, Aditya tetap menyuruh anak buahnya untuk mengawasi ruangan itu.


Prank!!!


Sebuah gelas kaca di lempar membentur dinding.


Beling gelas itu bertaburan di lantai, seorang wanita paru baya menatap nya tidak suka.


"Lihat saja kau wanita jala*g! Aku akan membuat kau hidup tidak nyaman!" geram nya.


Wanita itu adalah Mata, ibu tiri Aditya. Haus akan harta membuatnya ingin melenyapkan Adsila dan bayinya.


Namun, semuanya selalu gagal. Adsila selalu berhasil selamat dari maut buatan nya.


Dari luar ruangan nya, terdengar suara teriakan Jasmin .


"Mama...."


Brak!


Jasmin bergegas mendekati mama nya dengan nafas tak beraturan.


"Ada apa Jasmin, mengapa kamu terburu buru seperti itu. Apakah ada anjing yang mengejar mu?" dengus Maya kesal.


Setelah mengatur deru nafas nya, Jasmin pun menceritakan pada mamanya. Apa yang akan Adsila dan Aditya lakukan.


"Mama, mereka akan menikah. Apa mama akan membiarkan begitu saja?" desak Jasmin.


"Tentu saja tidak bodoh! Aku akan menggagalkan mereka! jika pun mereka menikah, kita akan kembali pada rumah itu!"


"Huh? bagaimana bisa kita kembali ma? sudah jelas kakak mengusir kita!" tanya Jasmin bingung.


"Tidak Jasmin! dia tidak bisa mengusir kita begitu saja!. Aku ini ibu tiri nya, aku berhak tinggal di sana hingga akhir hayat ku!"


"Tapi ma, itu kan harta papa. Bukan harta mama dan papa" sela Jasmin lagi.


Maya pun menjadi geram pada putrinya ini. Dia terlalu banyak amunisi, sehingga banyak tapi nya.


"Sayang ku, lebih baik kamu tidur dan pikirkan tentang diri mu saja. Mama yang akan memikirkan semua nya yah. Sana, pergi!" usir Maya.


"Hum.." Dengan wajah masam nya Jasmin keluar dari ruangan mama nya.


Fyuu....


Maya bisa bernafas lega dan berpikir dengan tenang. Tidak ada ocehan dari putri nya yang mendadak bodoh itu.


Lihat dan tunggu lah Adsila. Aku tidak akan membiarkan gembel berubah menjadi ratu di istana. Kamu akan kembali ke asal mu.


Mata tersenyum, dia menatap beling kaca itu lagi.

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2