
Pukul 9 pagi, sesuai yang sudah di sepakati. Bobi tiba di perusahaan Dairon grup. Dia datang bersama sekretaris nya. Yaitu Lei, wanita cantik dan sexy.
Mereka di tuntun oleh seorang pria menuju ke ruangan meeting.
"Silahkan masuk tuan, dan silahkan duduk tuan." jelas pria itu sopan.
"Terimakasih" balas Bobi.
Bobi memilih menempati kursi di sebelah kanan, di samping kursi CEO Dairon grup.
Sejauh ini, dia masih belum tahu siapa sebenarnya CEO Dairon grup. Kedatangan nya hanya sebagai syarat yang di minta oleh Dairon grup jika ingin bekerja sama.
Karena memiliki keuntungan yang besar bagi perusahaan nya, Bobi akhirnya datang ke pertemuan ini.
Di dalam ruangan itu, bukan hanya CEO Malay grup saja. Tetapi, ada beberapa CEO perusahaan lain yang juga ikut menghadiri meeting ini.
Wajar saja, perusahaan Dairon grup saat ini berpengaruh besar pada pasar bisnis internasional.
Tentunya, akan sangat banyak perusahaan perusahaan kecil yang ingin menjalin hubungan kerja sama dengan nya.
10 menit kemudian, Aditya pun masuk ke dalam ruangan. Semua orang langsung berdiri dan memberi hormat untuk menyambut kedatangan nya.
Deg.
Bobi terkejut, dia sangat mengenali pria itu.
"Jadi dia CEO Dairon grup?" gumam Bobi terkejut di dalam hatinya.
Pria itu menatap Aditya intens, seakan tidak percaya, bahwa dia kembali bertemu dengan teman lama nya.
"Silahkan duduk!" ucap Aditya.
Pria itu pun duduk di kursi yang memang di khususkan untuk nya. Bertepatan saat itu Bobi duduk di samping nya.
Ketika Aditya baru saja duduk, Bobi langsung mengulurkan tangan kepadanya.
"Salam bertemu kembali" ucap Bobi membuat Aditya mengerutkan dahi.
"Siapa kau?" tanya Aditya ketus. Dia berpikir CEO CEO perusahaan kecil hanya sedang mencari perhatian nya.
"Kau boleh lupa aku, tapi aku tidak akan melupakan mu" balas Bobi.
Di zaman SMA dulu, Aditya dan Bobi adalah teman sekelas. Namun mereka tidak pernah akur.
Dalam segala hal, Bobi dan Aditya selalu bersaing. Sial nya, Bobi selalu kalah dalam persaingan itu, dan Aditya lah yang selalu memenangkan nya.
Aditya masih bertanya tanya, otak nya berpikir keras mengingat siapa pria ini.
Secercah ingatan di masa SMA, melintas di benak Aditya.
"Bobi?"lirih nya.
"Cih, akhirnya kau mengingat ku juga" kekeh Bobi.
"Tentu, aku mengingat teman sma ku yang selalu berada di bawah ku"balas Aditya dengan senyum mengejek.
__ADS_1
"Yah, aku akui itu. Dan aku juga cukup terkejut mengetahui kau yang memimpin perusahaan ini"
"Harusnya kau tidak terkejut Bobi, karena sudah biasa aku yang selalu berada di atas mu!"
"kau terlalu sombong " decak Bobi kesal.
Aditya hanya tersenyum membalas ucapan Bobi.
Rangga maju ke depan, dia langsung memulai acara nya. Setiap Perwakilan perusahaan di beri kesempatan untuk berkampanye, agar Dairon grup tertarik untuk menerima hubungan kerja sama dengan mereka.
Setiap perwakilan perusahaan memberikan presentasi terbaik mereka.
Termasuk dengan Lei, dia mempresentasikan perusahaan dan juga keuntungan bagi Dairon grup jika bekerja sama dengan perusahaan mereka.
1 jam berlalu.
Meeting pun akhirnya selesai, Direktur direktur perusahaan lain berangsur keluar.
Aditya pun segera bangkit, dia hendak meninggalkan ruangan tanpa mengucap sepatah katapun pada Bobi.
Namun, tanpa sengaja mata aditya melirik kearah layar ponsel Bobi yang tergeletak di atas meja.
Layar ponsel itu menyala, dan memperlihatkan foto seorang wanita sedang menggendong bayinya.
Deg.
Seakan jantung nya berhenti berdetak, Aditya ingin meraih ponsel Bobi untuk memperjelas penglihatan nya.
Namun pria itu lebih dulu mengambil ponsel milik nya.
"Eh, kau masih di sini?" Bobi terkejut ketika dia hendak beranjak dari sana, dia melihat Aditya berdiri di belakang nya.
"Aku.. I-" ucapan Aditya terhenti, karena Bobi mengangkat satu tangan nya sebagai isyarat agar Aditya tidak bicara dulu.
"Hallo, bidadari cantik ku? Ada apa?" ucap Bobi berbicara dengan Adsila di seberang sana.
"Hallo kak, aku titip susu Adit yah. Jangan lupa di beli!"
"Oh iya iya, aku akan mengingatnya " balas Bobi.
"Baik lah, aku tutup."
"Yah, bidadari ku" balas Bobi menggombal.
"Dasar!" Dengus Adsila, lalu mengakhiri panggilan mereka.
Bobi menyimpan ponselnya ke dalam saku jas nya.
"Kau mau bicara apa tadi Mr Dairon?"
"Kau sudah menikah?" Tanya Aditya berbasa-basi.
Bobi mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba Aditya bertanya soal itu.
Lalu, dia mulai teringat dan menduga jika Aditya melihat layar ponselnya.
__ADS_1
"Kau melihat nya rupanya " ujar Bobi tersenyum manis.
"Yah, aku melihat layar ponsel mu, dan maaf "gumam Aditya.
"Aku belum menikah Aditya, sama seperti kamu bukan?"
Aditya memaksa dirinya untuk tetap santai, meskipun di dalam dirinya terasa seperti terbakar.
"Yah, aku memang belum menikah " jawab Aditya tersenyum.
Bobi ikut tersenyum,
"Meskipun kita bersaing dari SMP hingga SMA. Setidaknya kita tidak bersaing di dunia percintaan Aditya. Dan hal itu juga yang membuat kita masih berdamai sampai saat ini" gumam Bobi, dia mengingat bagaimana persaingan sengit mereka di masa lalu.
"Aku berharap juga begitu, karena aku tidak akan pernah membiarkan mu menang dari ku" balas Aditya penuh penekanan.
Bobi pun tertawa, dia menepuk bahu Aditya pelan. Pria itu masih sama seperti dulu.
"Ya sudah, aku akan pergi sekarang. Aku harap kau akan mempertimbangkan perusahaan ku"
"Tentu saja, meskipun kau tidak pernah melebihi aku, tapi aku tahu kemampuan mu" balas Aditya lagi.
Sebelum kedua pria itu benar-benar pergi, mereka saling berjabat tangan, baru kemudian mereka keluar dari ruangan meeting itu dengan arah yang berlawanan.
Bobi pergi kearah lift untuk keluar, sedang Aditya masuk ke dalam lift untuk pergi ke ruangan nya.
Setiba nya di dalam ruangan nya, Aditya langsung memanggil Bian.
"Bian!!!!!"
"Bian!!!!!!"
"Hadir bos!! Saya di sini!", Teriak Bian sambil berlari masuk ke dalam ruangan Aditya.
Pria ini tadi sedang berada di ruangan sekretaris Aditya, untuk mendiskusikan hasil meeting tadi.
"Ada apa boss, kenapa anda berteriak memanggil ku!"
Brak!
Bian terkejut, boss nya terlihat sangat marah.
Aditya menggebrak meja kerja nya. Bayangan layar ponsel Bobi tadi sungguh membuatnya penasaran dan marah.
Mengapa Aditya marah? karena di sana Aditya seperti melihat Adsila nya, wanita yang sudah lama dia rindukan berada di layar ponsel saingan nya.
"Aku ingin kau mencari tahu tentang Bobi Malay! Siapa wanita yang bersama nya!" Titah Aditya tegas.
"Kenapa boss? Apa yang terjadi?"
"Tidak ada, aku hanya ingin tahu saja" jawab Aditya. Lalu dia menghempaskan tubuh nya ke atas kursi kebesaran nya. Salah satu tangan nya memijit keningnya yang mulai berdenyut.
"Baik boss,saya akan mencari tahu"
Aditya menatap kepergian Bian, di dalam hati nya. Dia berharap apa yang di lihat nya tidak lah benar.
__ADS_1