Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Bukan Wanita Hamil, tapi Dia ngidam


__ADS_3

Bian dan Rangga bergegas mencari mangga muda untuk Aditya.


"Tidak kah ini anehenurut mu Bian?"


"Entah lah, aku juga tidak tahu" sahut Bian.


Setelah mereka mendapatkan mangga muda dari perkebunan mangga, Rangga dan Bian kembali ke kantor.


"Boss, ini mangga mu yang kau inginkan" ujar Rangga sembari meletakkan kantong mangga muda di atas meja nya.


Aditya langsung menyambar mangga muda itu, lalu menggigitnya tanpa mencuci.


"Eh boss, mangga itu kan belum di cuci" kata Bian.


Namun, Aditya tidak peduli. Dia terus memakan mangga muda itu dengan sangat lahap.


"Aduh, aku jadi ngilu" Rangga menutup mata nya sambil bergidik melihat Aditya makan mangga muda.


"Aneh" gumam Bian.


Setelah melahap mangga muda sampai habis, barulah Aditya menatap kedua anak buah nya.


"Sekarang anda ngidam apa lagi boss?" Celetuk Bian. Membuat Aditya menjadi kesal.


"Kau pikir aku wanita? Bisa hamil seenak kau pikir!"


Bruk!! bruk!!


Aditya melempar berkas berkas yang ada di atas meja nya, pada Rangga.


"Ampun boss, ampunnn"


"Huh, dasar anak buah kurang ajar!" Dengus Aditya.


Rangga segera merapikan berkas berkas yang berserakan di lantai, lalu menyusun nya kembali di atas meja Aditya.


"Bian! Aku ingin kau menyelidiki tentang Jasmin. Aku ingin tahu, dia anak kandung papa atau tidak!"


Bian tercengang, mengapa tiba-tiba Aditya meminta hal ini. Rangga juga terkejut mendengar nya.


"Boss, kenapa tiba-tiba? Bukan kah dia dan nyonya besar adalah mama kandung anda? Meskipun dia bukan anak kandung tuan besar, setidak nya kalian masih terikat dari rahim yang sama" ujar Rangga


"Tidak! Dia bukan ibu kandung ku!" Bantah Aditya. Membuat Rangga dan Bian terbelalak.


"Maksud mu, nyonya besar hanya ibu sambung bagi mu?" Sahut Rangga.


"Kalian harus mencari tahu kebenaran nya! Aku ingin menendang mereka dari hidup ku!"


"Mereka sekarang mulai melunjak, mereka mulai mengincar harta ku!" Sambung Aditya.


"Wanita yang serakah!"geram Rangga.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan berusaha untuk mendapatkan bukti nya boss. Aku akan mendapatkan nya" ucap Bian penuh keyakinan.


Aditya mengangguk, dia memilih untuk fokus pada satu titik dulu. Setelah masalah ini selesai, maka nanti dia akan kembali fokus mencari keberadaan Adsila.


____________________


Maya dan Jasmin mondar mandir, memikirkan bagaimana cara agar Aditya tidak menemukan bukti, bahwa Jasmin bukan lah keturunan Dairon.


"Lalu sekarang bagaimana ma? Apa yang harus kita lakukan? Sebentar lagi kita akan menjadi gembel!" Ujar Jasmin panik.


Sebelum nya Jasmin sangat membenci mama nya, dia berniat ingin mencari Bian dan menanyakan segalanya.


Tapi, Maya lebih dulu menahan nya. Menjelaskan semua seluk beluk diri Jasmin.


Dia memang bukan keturunan Dairon, tapi dia adalah anak kandung dari Maya Dairon. Jadi, mereka harus bersatu agar setengah harta keluarga Dairon jatuh ke tangan mereka.


"Kamu diam saja, biarkan mama berpikir dulu"


"Gimana aku bisa tenang ma, aku gak mau jadi gembel. Dan mama pasti tahu, kak Aditya itu sangat mengerikan. Dalam sekejap pasti dia mendapat bukti nya!"


Jasmin terus mondar mandir, menggigit ibu jarinya untuk melampiaskan rasa gelisah.


Dulu,Maya sangat di takuti. Apapun keinginan nya dan rencananya tidak akan pernah gagal. Kenapa??


Karena dulu dia merupakan ibu kandung dari Aditya. Begitu fakta mengatakan saat itu.


Tapi kini, fakta itu terbukti palsu. Maya bukan lah hal yang dapat di takuti lagi. Dia hanya sebuah ranting kayu yang hampir mati di keluarga Dairon.


"Pita!!! Pita!!!" teriak Maya memanggil art, dia merasa haus dan ingin minum yang segar segar.


"Sibuk kali"ujar Jasmin.


karena merasa geram, akhirnya Maya dan Jasmin pergi ke dapur, melihat apa yang sedang Pita kerja kan hingga tidak mendengarkan panggilan dari nya.


"Eh nyonya, ngapain di sini?" Tanya Pita kaget, melihat majikan nya masuk ke dapur.


"Ngapain ngapain! Saya manggil kamu sejak tadi kenapa gak datang datang!" Hardik Maya marah.


"Maaf nyonya, saya tidak tahu. Soalnya saya sedang menyuci pakaian, dan saya juga harus mengerjakan itu semua" Pita menunjukkan semua pekerjaan nya pada Maya dan Jasmin.


" Kenapa kamu mengerjakan semua ini? Mana teman teman kamu yang kain?"


Pita menunduk sedih, sebenarnya dia juga mulai tidak tahan bekerja di sini.


"Merwka semua sudah berhenti kerja nyonya"


"Apa? Berhenti???" Maya terkejut mendengar nya, dia tidak tahu mengapa art di rumahnya pada mogok kerja semua.


"Huh, seperti nya saya juga akan melakukan hal yang sama nyonya"


"Kamu kenapa ikut juga!"hardik Jasmin.

__ADS_1


Pita menunduk, dia merasa tidak sanggup untuk mengerjaka semua ini sendiri.


"Saya tidak sanggup non, semua pekerjaan ini tidak bisa saya lakukan sendirian " lirih Pita.


"Tidak perlu, saya akan mencari pengganti mereka berdua. Dan saya butuh kamu untuk mengatur mereka"ucap Maya. Mencari pekerja baru tidak lah hal yang sulit bagi Maya.


Raut wajah Pita langsung sumringah, dia tidak akan capek lagi bekerja seperti sekarang ini.


"Baik lah nyonya,saya akan tetap bekerja di sini" ujar pita menunduk hormat.


"Huh, ada aja masalah yang muncul" gumam Maya menggerutu. Dia dan putri nya kembali ke ruang tengah.


"Buatkan jus jeruk dulu, untuk aku dan mama" titah Jasmin.


"Baik non"


Pita meninggalkan semua pekerjaan nya, dia pergi ke dapur untuk membuatkan jus jeruk untuk majikan nya.


* * * * * *


Di rumah besar, dan mewah. Adsila di manjakan oleh seorang wanita paru baya. Dia di perlakukan layak nya seorang anak di sana.


Seperti saat ini, Adsila tengah duduk di sofa ruang tengah. Tangan nya memijat mijat betis nya yang terasa sedikit membengkak.


"Eh ma, apa yang mama lakukan? Sudah ma, aku bisa melakukan nya" ucap Adsila berusaha menghentikan wanita paru baya untuk menyentuh betis nya.


Ria mengerucutkan bibirnya, dia menatap Adsila datar.


"Sayang, mama hanya ingin memijat betis mu yang membengkak. Pasti itu sangat tidak nyaman rasanya"


"Tapi ma, aku merasa tidak nyaman kalau mama yang melakukannya" ujar Adsila.


Ria menggeleng, dia sama sekali tidak masalah. Malah dia merasa sangat senang. Sejak dulu Ria sangat menginginkan seorang anak perempuan. Tapi, tuhan berkehendak lain. Ria hanya memiliki seorang anak, yaitu Bobi.


"Aku selalu merasa iri pada teman teman ku, mereka selalu saja menceritakan bagaimana anak perempuan mereka tengah hamil. Tapi aku malah tidak bis merasakan nya"


Adsila merasa sedih mendengar ucapan ibu angkatnya.


"Mama, sekarang mama punya aku. Mama bisa menikmati bagaimana rasanya memiliki seorang anak perempuan "


"Tentu nak, kau adalah anak yang baik"


Mereka saling berpelukan, Ria tersenyum haru dan Adsila tersenyum bahagia.


"Oh iya, agar kamu tidak bosan di rumah, bagaimana kalau kita ke mall?" Usul Ria.


Adsila terdiam, sebenarnya dia juga ingin ke mall. Tapi, dia takut kalau terlalu sering berkeliaran di luar, bisa saja dia bertemu dengan Aditya.


"Adsila, bagaimana? Apa kamu mau? Jika kamu sedang tidak enak badan, kita bisa pergi lain waktu" ucap Ria tidak enak.


"Tidak ma, aku setuju kok. Aku juga ingin jalan jalan" jawab Adsila, membuat Ria tersenyum senang.

__ADS_1


"Aku tahu, kau pasti menyukai ide ku" ucap Ria girang.


Ria adalah tipe wanita yang periang, meskipun usia nya sudah semakin tua, tapi itu tidak akan membuat semangat muda nya surut.


__ADS_2